NovelToon NovelToon
Lovely, Miss Agent

Lovely, Miss Agent

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:145.3k
Nilai: 5
Nama Author: Atseira

Jangan lupa, tinggalkan jejakmu 🥰

Rachelle Young, seorang Agent antisosial & kasar. Pamannya mendadak memberinya tugas, menjadi seorang pelatih bela diri di sebuah desa kecil. Menggantikan sang paman, Rachelle mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Berada di antah berantah, tak membuat Rachelle meninggalkan pekerjaan aslinya. Di desa tersebut, Rachelle menemukan banyak kasus aneh dan mulai menyelesaikannya. Dibantu dengan seorang polisi bernama Luke, Rachelle memulai misi kecilnya.
Satu pesanku saat kau berada di desa itu. Jangan percaya pada siapapun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atseira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32: Hugo Si Penggoda

“Aku akan melakukannya!” tegas Ray penuh dengan keyakinan. “Jangan menyesal atau berbalik, ketika kau sudah bertekad” pesan Rachelle. Ray mengangguk mengerti.

Rachelle kembali mengintip dari balik tirai. “Jadi, apa yang akan kulakukan? Beri aku petunjukmu, pelatih” pinta Ray. “Di dalam ruangan itu, ada pimpinan geng. Tugasmu hanyalah mengetuk pintunya” jawab Rachelle.

Ray tampak mengerutkan keningnya. “Anda sedang bercanda? Ku pikir, aku akan melakukan tugas yang lebih menantang” protesnya. “Lempar benda ini, ke dalam sana” tambah Rachelle sembari memberikan sebuah bom berisi asap. “Hanya ini?” tanya Ray masih tak puas.

Rachelle menatapnya dengan wajah sebal. “Mengerjakan dua hal itu, adalah tugas yang sangat penting dan berbahaya” ucapnya. “Ini mudah, pelatih. Sulit itu, kalau berada di tengah-tengah ring. Menghajar sepuluh orang yang sama-sama kuat, seperti Gray” celoteh Ray.

“Coba saja, lakukan tugas ini dulu. Kau akan kuberi porsi besar, seperti Gray saat mereka menyerang” perintah Rachelle. “Hm. Oke” tanggap Ray, akhirnya menyerah. Dia tampak melangkah menuju ruangan, tempat Hugo bersembunyi dari Gray.

Rachelle berpindah tempat, bersembunyi di balik vas besar. Tepatnya, tak jauh di sebelah pintu tempat Hugo bersembunyi. Rachelle sedang mengawasi Ray dan juga, bersiap untuk melakukan sesuatu.

Seperti perintah, Ray mengetuk pintu. Karena Ray dikira rekan mereka, pintu terbuka. Saat melihat Ray, mereka terkejut dan menyerangnya. Seperti kata Rachelle, tugasnya memang tak mudah. Tak sekedar mengetuk pintu dan Surprise!

Ray agak kewalahan, ketika beberapa bodyguard Hugo menyerang. Namun Rachelle segera melemparkan bom asap lain, yang telah dia siapkan. Dan kemudian, Ray segera menyadari tindakan Rachelle. Dia juga turut melemparkan bom asap miliknya.

Rachelle menyuruh Ray menjauh. “Di sana berbahaya, pelatih! Aku akan ikut!” serunya khawatir. Rachelle menatapnya dengan senyum penuh percaya diri. “Kau percaya padaku?” tanya Rachelle kemudian.

Ray tampak mengangguk tegas. “Aku hanya punya satu pelindung mata dan masker. Asap ini berbahaya untukmu. Tunggu saja di dekat pintu. Beberapa orang pasti, akan menghampirimu. Saat itulah, kau harus menyerang mereka. Kau mengerti?” terang Rachelle. Ray mengangguk lagi. “Hati-hati, pelatih. Jika kau tidak keluar dalam tiga menit, aku akan masuk” pesan Ray.

Rachelle tersenyum ke arah Ray. “Akan kuselesaikan dalam dua menit” ucapnya. Belum sempat Ray mengatakan apa pun, Rachelle sudah berlari masuk ke dalam ruangan pribadi Hugo.

Setelah kepergian Rachelle, Ray melihat keadaan di bawah. Gray benar-benar mampu melumpuhkan sepuluh orang sekaligus, tanpa jeda. Ray juga melihat, gerakan Gray sangat lincah dan juga cepat. Pria itu bahkan, seperti sedang terbang saat melumpuhkan lawannya. Di dalam hati Ray terbesit, dia ingin seperti Gray.

Rachelle menebas dalam kegelapan asap. Menggunakan dua pedang pemberian dari seorang rekan Ed, Rachelle melumpuhkan seluruh bodyguard Hugo. Dia melakukannya, tanpa ada suara sedikit pun.

Rachelle terhenti di depan sebuah pintu. Rupanya, ada dua buah pintu di dalam ruangan tersebut. Dan Hugo, ada di dalam ruangan pintu kedua.

“Rin, seseorang melapor polisi. Mungkin, Hugo yang memanggilnya. Kulihat dari radar, beberapa orang polisi akan segera tiba. Hugo ingin, Gray di tangkap” lapor Xavier setelah menyadari niat Hugo sebenarnya. “Dia membuat Gray fokus pada para peserta. Meski di seret dari sana, dia tetap akan menyerang. Aku akan ke Hugo dulu. Dia pasti sedang bersiap untuk pergi” balas Rachelle. “Aku akan bersiap memusnahkan tempat ini. Kita harus menghilangkan jejak” ucap Xavier.

Rachelle tiba-tiba disergap oleh dua orang di belakangnya. Sayang sekali, Ray tak mampu mengalahkan dua bodyguard Hugo, yang barusan datang itu. Ray pun, terlihat babak belur dan terbaring di lantai.

Rachelle telah menduganya. Dia juga telah siap dengan rencana baru. “Aku akan menyerah! Jangan sentuh anak itu! Selamatkan dia!” seru Rachelle, mencoba untuk memberikan sebuah kode pada Xavier. Rachelle di bawa masuk ke dalam ruangan Hugo.

Rachelle di dorong oleh para bodyguard ke dalam ruangan Hugo, hingga dia terjatuh ke lantai. Di dalam ruangan itu, Hugo tampak duduk dengan di kelilingi banyak wanita. Dia tersenyum, ketika melihat kedatangan Rachelle.

“Jadi, inikah wanita milik Gray?” sapa Hugo. Walau sedikit jengkel dan ingin sekali langsung mencongkel mata Hugo, Rachelle masih harus bersabar. Di sebut sebagai wanitanya Gray? Rasanya benar-benar menjengkelkan.

Hugo tampak berdiri dan melangkah ke arah Rachelle. Dia menyentuh dagu Rachelle dan mendongakkannya ke atas. Hugo dan Rachelle saling bertatapan.

“Aduh, kau menarik juga. Bagaimana kalau kau jadi istriku saja, alih-alih Gray?” tawar Hugo diikuti tawanya. “Apakah anda... akan menjamin nyawaku?” balas Rachelle. “Jadi, kau sudah lihat ya? Calon suamimu sedang di kepung di bawah sana. Dan sebentar lagi, dia akan membusuk di penjara. Perbuatannya benar-benar...” tanggap Hugo yang akhirnya duduk, di hadapan Rachelle.

Rachelle berpura-pura kaget. “Anda melaporkannya pada polisi?” tanyanya. Hugo tersenyum kesal. “Tentu saja! Dia sudah membunuh para peserta di sini. Bukankah itu, tindakan kriminal? Kau tidak tahu, apa yang telah di lakukan calon suamimu?! Astaga...” jelasnya panjang.

“Membunuh para peserta, yang juga merupakan kriminal? Tentu, kenapa kita harus menyia-nyiakan kesempatan? Bisa-bisa... gelar Orphen di rebut oleh orang-orang licik seperti, mereka. Orang-orang yang hanya modal badan besar, otak kecil dan yang penting modal. Najis!” batin Rachelle emosi. Namun, berbeda dengan ekspresi yang harus dia perlihatkan pada Hugo. Ekspresi seorang wanita lemah lembut dan tak berdaya.

Hugo tampak mendekat ke arah Rachelle. Dia mulai membelai-belai rambut Rachelle. “Bagaimana? Jadi istriku saja, ya? Nanti, aku akan memberimu segalanya. Tadi kau bilang, apa? Menjamin nyawamu? Aduh, itu gampang sekali...” ucap Hugo menggoda.

Rachelle sungguh bisa memastikan, Hugo mungkin saat ini telah berfantasi. Hugo juga sesekali mengelus paha Rachelle, dengan penuh kelembutan. “Tubuhmu harum sekali. Aku menginginkanmu... jadilah wanitaku...” bisiknya kemudian.

Rachelle berhasil membuat Hugo lebih dekat. Kini, dia harus segera menyerang pria tersebut. Namun sebelum menyerang, suara Gray terdengar keras hingga ke dalam ruangan pribadi milik Hugo, yang memiliki pintu ganda itu.

“Brengsek!” pekik Rachelle dalam hati. Akan tetapi, hal itu malah semakin membuat Hugo mendekat dengannya. Pria tersebut tampak membuka kancing baju Rachelle. Sebelum menjadi terlambat, Rachelle menyerangnya dengan cepat untuk yang kedua kali.

Hugo terpental, usai mendapat serangan mendadak dari Rachelle. Beberapa wanita sewaan Hugo, terdengar berteriak. Hal ini membuat, Gray lebih cepat sampai ke dalam ruangan itu.

Kepala Hugo berdarah, akibat serangan dari pedang Rachelle. “Seorang wanita dari tim elite angkat darat, memberiku senjata ini. Kau tahu untuk apa? Untuk menjamin nyawaku. Sepertinya, kau tidak perlu menjaminnya. Karena yang harus kau jamin sekarang adalah...” ucap Rachelle terhenti. Dia tampak menghampiri Hugo yang berusaha untuk duduk. “Nyawamu, sayang. Muach!” lanjut Rachelle sembari menyerang Hugo untuk kedua kalinya.

“Bruak!!!”

Pintu ruangan pribadi Hugo, terbuka lebar. Hmm, bahkan hancur. Seorang pria, tampak masuk dengan nafas tersengal-sengal. Rachelle menatapnya dengan enggan. “Kau baik-baik saja, sayang?” tanya pria tersebut, terdengar santai meski dalam situasi yang genting.

1
nobita
yaa awal yg menarik...
Diana Puji Astuti
kereen ceritanya...
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lln Oh iya ya nanti nanti anu tiba di anu di bawah-bawah saya telepon lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerrnnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
wow kerennnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
😂😂😂😂😂😂😂😂
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
mmmm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
gila kerennnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren euy
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita keren begini kq g byk yg baca ya. pdhal bgs bgt
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita bgs bgini g ada yg komen dan baca
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya ❤
total 1 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerennnb
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
baca dlu
Boyscamp Official
terima kasih sudah mampir 🥰
Boyscamp Official: terima kasih sudah mampir 🥰
total 2 replies
Fina Tanjung
cerita sekeren ini kenapa sedikit bgt sih....padahal ceritnya bikin dag....Dig.....dug....
Fina Tanjung
penuh teka teki banget
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Fina Tanjung
KK isi kepala mu apa? ko bisa bikin cerita keren kayak gini sih....
Fitzu Taufik
next thor
Fitzu Taufik
semangat thor ku tunggu up nyaaa
Boyscamp Official: siap 😁😁 terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!