Ini kisah tentang Helena Giovani Ganendra dan juga Rivaldi Putra Adijaya yang saling jatuh cinta. Bagaimana bisa mereka bersatu jika Helena mempunyai sifat yang jutek, sementara Rivaldi mempunyai sifat dingin dan cuek pada setiap perempuan. Apakah mereka berdua berani mengungkapkan perasaan mereka? Atau mereka hanya bisa memendamnya sendiri?
Penasaran? Ikuti terus ceritanya😉🤗
Semoga kalian suka sama ceritanya❤️❤️
Jangan lupa bantu Vote, Like dan juga Share
Mohon bantu follow akun Author juga ya🤗♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selawati Restiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rosa 2
...HAPPY READING!!!...
...•...
...•...
...•...
4 hari kemudian...
Saat istirahat, Helena makan agak banyak hingga membuat kantuknya datang di saat dia sedang belajar. Hal itu membuat Helena tidak fokus pada apa yang sedang di jelaskan oleh guru di depan. Helena hanya berusaha menahan kantuknya dengan menahan kepalanya menggunakan tangannya. Gia yang menyadari Helena tidak memperhatikan langsung menyenggol lengan Helena hingga Helena melirik ke arah Gia.
"Lo kenapa?" Gia berbisik agar tidak terdengar oleh guru
"Ngantuk gue hoam" ucap Helena lalu dia menguap yang untungnya tidak terdengar oleh penghuni kelas
"Yaudah mending lo cuci muka sana, dari pada lo ketiduran bisa berabe ntar" ucap Gia memberi saran
"Bener juga, yaudah gue mau ke toilet dulu" Helena pun berdiri lalu meminta izin pada guru untuk ke toilet
Setelah Helena mendapat izin, dia berjalan menuju toilet. Sampai di toilet, Helena langsung mencuci mukanya di wastafel. Setelah selesai mencuci muka, Helena berjalan keluar dari toilet. Namun belum juga Helena keluar dari toilet, Rosa dan kedua temannya datang dan menghadang Helena.
"Bisa minggir gak? Gue mau keluar" ucap Helena dengan nada ketus
"Udah mulai berani ya lo sama gue" ucap Rosa sambil tersenyum smirk
"Lo kira gue takut? Gue gak pernah takut sama lo" ucap Helena tak kalah menunjukan smirknya
"Oh gak takut ya" Rosa melangkah mendekati Helena lalu dia menarik rambut Helena
"Akh" ringis Helena seraya berusaha melepaskan tangan Rosa dari rambutnya
Helena hendak menjambak kembali rambut Rosa namun kedua teman Rosa dengan segera memegang kedua tangan Helena. Hal itu membuat Helena tidak bisa melakukan apa-apa.
"Kalo lo gak takut sama gue, gue bakal bikin lo jadi takut sama gue" ucap Rosa dengan nada mengancam
"Mau lo apa sih sebenernya?" ucap Helena yang masih berusaha menahan sakit
"Mau gue? Lo jauhin Valdi. Gue udah kasih peringatan sama lo buat jauhin Valdi tapi lo malah jadian sama dia" ucap Rosa dengan wajah yang terlihat marah
"Emang hak lo apa buat larang-larang gue?" ucap Helena yang sedikit membentak
"Songong banget lo"
Plak..
Satu tamparan lolos mengenai pipi Helena hingga membuat mata Helena berkaca-kaca. Ini memang bukan pertama kalinya Rosa menampar Helena, namun Helena merasa tamparan Rosa kali ini lebih kuat.
Dugh..
Rosa mendorong Helena kesamping hingga kepala Helena membentur tembok dan terjatuh. Setelah itu Rosa menarik kembali rambut Helena namun kali ini lebih kencang.
"Akh sakit! lepasin gue" ucap Helena dengan nada bergetar karena dia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh karena sakit yang dia rasakan
"Denger ya ini peringatan terakhir buat lo, lo harus putusin Valdi dan lo jangan deket-deket sama Valdi lagi" ucap Rosa lalu dia dan kedua temannya keluar dari toilet meninggalkan Helena yang terduduk di lantai sambil memegang kepalanya
...***...
Sejak bel pulang berbunyi, Valdi menunggu Helena di parkiran namun Helena tak muncul-muncul juga. Valdi pun berinisiatif untuk menyusul ke kelas Helena. Di depan kelas, Valdi melihat Gia yang baru saja keluar dari kelas.
"Val, lo liat Lena gak?" tanya Gia pada Valdi
"Lah malah nanya gue, gue juga kesini mau nyari dia" ucap Valdi yang merasa heran
"Apa dia masih di toilet ya, tapi kok lama. Jangan-jangan dia ketiduran di toilet lagi" ucap Gia menduga-duga
"Yaudah kita cari ke toilet, perasaan gue gak enak" ucap Valdi yang langsung di angguki oleh Gia
Saat sampai di depan toilet, Valdi menyuruh Gia untuk masuk karena tidak mungkin Valdi ikut masuk ke toilet wanita.
"HELENA!!" teriakan Gia terdengar oleh Valdi dan itu membuat Valdi langsung ikut masuk ke dalam
"LENA!" Valdi juga berteriak karena terkejut melihat Helena yang duduk memeluk kedua lututnya sambil menangis
"Le kamu kenapa?" tanya Valdi seraya memegang kedua pundak Helena
"Valdi hiks" ucap Helena lalu seketika Helena pun pingsan. Valdi dan Gia pun panik melihat Helena pingsan di tambah dengan dahi Helena yang berdarah
"El bangun, Val ini gimana?" ucap Gia dengan wajah paniknya
"Kita bawa ke UKS aja" Valdi pun menggendong Helena dan Gia hanya mengikuti dari belakang
Setelah sampai di UKS, Valdi merebahkan tubuh Helena di atas brankar. Sementara Gia mencari kotak P3K untuk mengobati luka Helena.
"Lena kenapa sih sebenernya" ucap Gia sambil berjalan mendekati brankar Helena dengan kotak P3K di tangannya
"Apa dia sakit?" tanya Valdi yang mulai penasaran dengan Helena yang menangis di toilet
"Tadi sebelum ke toilet baik-baik aja kok, tadi di kelas dia ngantuk trus dia ke toilet buat cuci muka" jawab Gia sambil mengobati luka di dahi Helena
"Gue yakin ada sesuatu yang terjadi sama Lena" ucap Valdi dengan tatapan yang berubah menjadi tajam
"Val, liat deh pipi Lena merah kayak bekas tamparan. Apa ini ulah Rosa lagi?" ucap Gia setelah melihat bekas tamparan si wajah Helena
"Iya ini bekas tamparan, kalo bener ini ulah Rosa, gue gak akan tinggal diem" ucap Valdi dengan mata yang menyimpan amarah
"Gue dimana" ucap Helena yang baru saja sadar
"LENA" ucap Valdi dan Gia serentak
"Gue dimana?" tanya Helena lagi sambil memegang kepalanya mungkin karena pusing
"Lo di UKS" jawab Gia
"Kamu kenapa Le? Kok bisa kayak gini?" tanya Valdi yang sudah sangat penasaran
"Apa Rosa yang udah bikin lo kayak gini?" sambung Gia dan hanya di angguki oleh Helena
"Udah gue duga" ucap Gia
...***...
Keesokan harinya...
Setelah bel istirahat berbunyi, Valdi langsung pergi menuju rooftop. Valdi sudah meminta Rosa untuk menemuinya di rooftop saat istirahat. Dan saat ini, Valdi sedang menunggu Rosa datang.
"Hai Sayang, tumben kamu ngajak aku ketemu" ucap Rosa seraya menggandeng lengan Valdi namun Valdi langsung menepismya
"Lo kan yang bikin Lena luka kemaren?" tanya Valdi sambil menatap tajam Rosa
"Kalo iya kenapa?" ucap Rosa dengan santainya
"Gue udah peringatin sama lo, jangan berani nyentuh Lena apalagi nyakitin dia, tapi ternyata lo masih berani nyentuh dia. Inget ya ini peringatan terakhir buat lo, kalo gue liat lo ngelabrak Lena lagi gue gak akan tinggal diem" ucap Valdi dengan nada mengancam lalu dia pergi meninggalkan Rosa
"Gue juga gak bakal tinggal diem kalo cewek itu masih deket sama lo" gumam Rosa sambil tersenyum smirk
Setelah menemui Rosa, Valdi menyusul teman-temannya yang sudah berada di kantin. Sesampainya disana, Valdi langsung duduk di meja yang di tempati yang lainnya.
"Gimana Val?" tanya Gia yang penasaran dengan pembicaraan Valdi dan Rosa
"Gue udah kasih dia peringatan terakhir, kalo misalkan dia berani ngelabrak Lena lagi, gue bakal laporin dia ke kepala sekolah" ucap Valdi menjelaskan
"Bagus Val, langsung aja keluarin cabe itu" ucap Daffa sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Valdi
"Itu berlebihan gak sih? Gue juga gakpapa kok" ucap Helena yang otomatis membuat semuanya menatap ke arah Helena dengan tatapan tak percaya
"El, lo lupa apa yang udah dia perbuat sama lo?" tanya Ana yang tak habis pikir dengan Helena
"Iya Le, lagian Rosa udah keterlaluan dan emang seharusnya di laporin ke kepala sekolah" ucap Valdi
"Hati lo terbuat dari apa sih El? Kebal banget perasaan. Kalo gue jadi lo, udah gue hajar tuh si cabe merah" ucap Gia sambil memukul meja dengan kepalan tangannya
"Yeu lo kan jago taekwondo, lah gue gak bisa beladiri" ucap Helena seraya menyenggol lengan Gia
"Makanya lo juga harus belajar beladiri kayak si Gia" ucap Vino memberi saran
"Gak minat gue" ucap Helena
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...SEE YOU!!!...
Maaf kalo ada typo🙏
Jangan lupa vote, comment and share❤