✧---------
'Wah cover nya baguss"
"maaf cover ini bukan buatan saya"🗿
cerita ini berdasarkan imajinasi saya, Yah pikir-pikir ada yang mau baca, menulis cerita adalah hobi saya (ketika gabut)
Ξ Ini adalah kisah seorang anak berumur 5 tahun tiba-tiba terbangun di sebuah hutan yang lebat. Anak itu tidak mengingat sama sekali mengenai dirinya. Tidak tahu namanya, tempat tinggalnya, serta keluarganya.
Suatu hari Raja iblis menemuinya dan memberikannya tempat tinggal dan untuk pertama kalinya ia memiliki dua saudara kembar yang sangat menyayanginya. Seorang pangeran dan putri dari Sang Raja Iblis.
Seiring dengan berjalannya waktu, Ia memiliki peran penting dalam dunia ini. Keberadaannya bahkan menjadi ancaman bagi Antagonis dari Cerita ini.
Anak ini bernama Laplace
-----------------------------------------
kutipan dari seseorang,
"Tuhan tidak menyuruhmu untuk sukses, Tapi menyuruhmu untuk berjuang tanpa henti"
◑cuma mampir lihat-lihat saja gak apa-apa👍, tapi yahh komen dikit lahh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 2 | Sang Juara
"sebenarnya, Laplace juga punya kelemahan"
Di waktu yang sama, Alice bersama dengan Cano telah kembali dari misi penjelajahan, mereka berdua hanya menemukan sebuah artefak kuno yang ditulis dengan bahasa iblis lama.
"Cano! Aku rindu Laplaceku!!"
"Kenapa tidak menemuinya saja?" Jawab Cano.
"Tapi kan, kita masih banyak pekerjaan"
"Apa kamu belum dengar, jika satu minggu ini kita berdua akan bebas tugas"
"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang!!"
Alice tampak bahagia, ia terlihat sangat senang.
"Kita masih harus meminta izin dari Ayah, sabar lah sedikit"
"Baiklah" jawab Alice dengan wajah cemberutnya.
Pertandingan Final akan segera dimulai, para penonton sudah tidak sabar lagi melihat pertandingan terakhir ini.
"Jadi, jika Laplace kehilangan banyak darah dia akan melemah" ucap Dell.
"Kurang lebih begitu, walau bagiku sendiri kekuatan Laplace masih misterius" jawab Carmilla.
"Aku lebih penasaran dengan Pochi, dari tadi aku tidak melihatnya" ucap Vian.
"Kalian belum kuberitahu ya, Pochi sedang membantu orangtuanya menjaga stan makanan, tapi karena ini final dia pasti ikut melihat"
Kemudian kedua peserta terakhir memasuki arena pertandingan, Laplace tetap bertarung dengan tangan kosong. sedangkan musuhnya adalah seorang pengguna pedang.
"Baiklah bisa kita lihat, dari sisi kanan adalah Juara tahun lalu, Krisva!!!!, Dia adalah seorang petualang dengan pangkat Diamond!"
Penonton bersorak dengan keras. Krisva adalah seorang petualang kelas Diamond, salah satu kelas tertinggi. Dia adalah seorang ras binatang, tepatnya dia adalah setengah serigala dengan rambut berwarna putih salju.
Krisva mencetak rekor sebagai pemenang perempuan pertama di turnamen tahunan kota Lumberg. Dia sendiri memiliki kekuatan berpedang diastas rata-rata.
"Di sisi kiri bisa kita lihat, seorang pendatang baru dengan kekuatan misteriusnya, Laplace si koki!!!"
Para pendukung Laplace juga tidak mau kalah, mereka bersorak dengan keras.
Krisva menatap Laplace dengan serius, seolah-olah dia mengabaikan sekitarnya.
"Babak Final!!!!!!, Dimulai!!!!"
"Sring!!!" (Sfz pedang bro)
Pergerakan Krisva diluar dugaan, serangannya terlalu cepat, bahkam Laplace menyimpulkan jika kecepatannya hampir mirip dengan Cano.
Laplace sedikit pusinh karena beberapa pertandingan tadi dia sedikit demi sedikit kehilangan darahnya, bahkan di saat sedang bertarung dengan musuh Antares malah mendatangi Laplace lagi lewat mimpi.
Menggunakan infinite dimension dalam keadaan seperti ini terlalu beresiko, lagi pula infinite dimension bisa dia aktifkan pada jarak tertentu, lalu dengan kecepatan Krisva terlalu cepat, membuat pandangan Laplace sedikit kabur.
Namun Laplace tidak mau kalah.
Laplace menjadi lebih serius, Ia melakukan serangan balik, dia mengunakan black matter untuk membuat sebuah pedang.
"Waouuw!! Lagi-lagi Laplace menggunakan kekuatan anehnya!!"
Mereka berdua saling menebaskan pedang satu sama lain. Laplace berhasil menggores bahu kiri Krisva, namun Laplace belum mengetahui Special Ability milik krisva.
Kepala Laplace semakin pusing, bahkan tubuhnya semakin melemah.
"(Apa ini?, Ada yang aneh, walaupun aku tadi kehilangan banyak darah, namun seharusnya kondisiku tidaklah separah ini)"
Sesuatu mengganjal di pikiran Laplace.
Laplace mulai menyadari sesuatu, kecepatan milik Krisva sebenarnya sangat jauh berbeda dibandingkan dengan Cano. Penglihatannya yang semakin kabur, dan kepalanya yang semakin pusing, lalu bau aneh yang ia cium namun ia abaikan.
"Itu berarti ini hanyalah ilusi"
Laplace melukai tangannya, lalu ia merasakan perbedaan dalam kondisinya yang sekarang.
"Aku terkejut karena kau berhasil menyadarinya" ucap Krisva.
"Aku lebih terkejut kalau kau ternyata bisa berbicara"
Kemudian Krisva mengeluarkan perluasan area sihir.
"Perluasan area sihir!, Kabut suci"
Seluruh arena dipenuhi oleh kabut yang sangat padat, bahkan Laplace tidak bisa melihat apapun.
"Argh!"
Laplace hanya bisa merasakan serangan bertubi-tubi yang Krisva lancarkan.
"Aku mulai paham kenapa dia berhasil memenangkan turnamen tahun lalu!"
Laplace membuat sebuah kubah kecil untuk melindungi nya, dia masih berpikir cara yang ampuh untuk mengatasi kekuatan milik Krisva.
"Ini mungkin sedikit gila" ucap Laplace sambil tersenyum.
Kemudian Laplace terbang keatas dengan black matter miliknya.
"Waouuw, Laplace terbang dengan sebuah benda aneh!!"
Lalu Krisva melompat sangat tinggi hingga berhasil melukai kaki Laplace.
Krisva kembali ke bawah lagi, namun kali ini dia menyerang Laplace dengan sihir dari bawah.
Laplace mulai menggunakan rencananya.
"(Ini sangat simpel, kabut yang dia buat berasal dari mana yang diolah menjadi sihir dan pada akhirnya menghasilkan kabut, dengan kata lain black hole akan memakannya dengan mudah, tapi akhir-akhir ini aku terlalu sering memakai dark energy, pasti ukuran black hole nanti akan lebih kecil"
Kemudian Laplace melancarkan serangannya, dia melempar black hole ke tengah-tengah kabut. Tentu saja kabut tadi terhisap kedalam black hole.
"Sangat mengagumkan, Laplace menyerap kabut milik Krisva dengan kekuatannya!!"
Walau black hole bisa memakan sihir musuh, Laplace tetap tidak bisa mengambil alih sihir yang telah ditelan oleh black hole, tapi dia bisa mengubah black hole menjadi White hole. Yang akhirnya,,..
"Big bang!!!"
Ledakan besar terjadi, krisva terlempar ke pojok arena.
"Jadi itu adalah kekuatan yang dia gunakan saat menahan para pion" ucap Skurd.
"Fiuhh, tubuhku sudah mulai membaik, jadi apa si serigala tadi sudah kalah?" Ucsp Laplace.
Laplace turun dengan perlahan, ia. Mulai mendekati Krisva. Tetapi itu semua hanyalah ilusi.
"Menghilang?"
Tubuh Krisva yang tertancap di tembok menghilang, setelah itu sebuah pedang menusuk perut Laplace.
"Kau tahu?, Tidak ada larangan membunuh lawan dalam turnamen ini" ucap Krisva.
Kemudian Laplace menatap mata krisva.
"Kau benar, tapi bagaimana jika kau yang mati?"
Krisva terkena jebakan yang ia buat sendiri, Ia tidak tahu jika Laplace memiliki Infinite Dimension.
"Infinite ∞ Dimension"
Infinite Dimension adalah perluasan area sihir milik Laplace, namun perluasan milik Laplace berbeda, jika pada umumnya perluasan sihir membawa ruang yang telah dibuat oleh pengguna kepada target.
Namun milik Laplace terbalik, Dia membawa target memasuki ruang yang telah ia buat, berupa 'Infinite ∞ Dimension'.
Darah keluar dari mata dan mulut Krisva, pastinya dia sudah gugur. Laplace tidak ingin berlebihan jika menggunakan infinite dimension.
Pertandingan ini dimenangkan oleh Laplace. Seluruh penonton bersorak kepadanya.
"Hebatt!!!!"
"Aku jadi semakin jatuh cinta dengannya!!" Ucap Endora.
Laplace mendapat hadiah berupa satu kantong emas, Hadiah yang lumayan banyak.
Tiga hari telah berlalu, Kedai angsa kembar semakin ramai pengunjung, banyak dari mereka datang karena ingin bertemu Laplace.
"Melelahkan sekali!!" Ucap Laplace.
"Itu salahmu sendiri, karena kau para pengunjung selalu berdatangan, tapi kabar baiknya gaji kita pasti akan naik!" Jawab Dell.
"Benarkah?!"
Waktu itu kedai Angsa kembar sudah memasuki jam tutup. Beberapa pekerja sudah pulang duluan, hanya tersisa Laplace, Dell, Vian dan Carmilla.
Mereka berempat duduk di meja pengunjung sambil mengobrol.
"Laplace, apa menurutmu kita sudah sedikit membelok dari tujuan kita?" Tanya Carmilla.
"Kamu benar, kita bahkan belum mendapatkan informasi apapun, dan Dia juga tidak mendatangi aku lagi sejak pertandingan" jawab Laplace.
Dia yang di maksud oleh Laplace adalah Antares. Saat pertandingan Antares datang dengan alasan kurang pekerjaan.
"Dari dulu aku penasaran sebenarnya apa tujuan kalian yang sebenarnya?"
susah bgt nyari author yg mampu tamatin kisahnya, beda sama author cina, biar beribu ribu tapi tetep tamat dan kebanyakan bisa selesai. sedangkan +62? entahlah, org indo umumnya cuma gabut doang, makan gaji buta, tamat kagak, bikin emosi iy-_
jadi teruntuk author yg sudah menamatkan kisahnya secara sempurna maupun tidak sempurna dari segala genre, saya sangat berterima kasih sudah menemani masa mager saya di era pandemi ini, dan terima kasih juga buat author Who? karena sudah menciptakan karya yg luar biasa ini, selalu ditunggu kisah kisah baru yg anda ciptakan. dan tolong di selesaikan dan tamatkan, saya sudah muak baca novel yg memggantung terus menerus 🙏