Meca Aprillian menyukai tetangganya yang bernama Alvero miller dari dulu semenjak mereka masih kecil sampai ia dewasa,
Yang lebih konyol nya Meca sudah menganggap Vero sebagai tunangannya sejak dari kecil, itu berawal dari permainan pernikahan pernikahan yang mereka mainkan di waktu dulu
Meca tau jika Vero tidak menyukainya dan menbencinya tapi Meca yakin suatu saat Vero akan membalas cintanya
Namun,ada saat Meca berhenti dan menyerah untuk memperjuangkan Vero bahkan Meca rela pergi jauh dari tempat yang dia tinggali sedari kecil hanya untuk mengubur rasa yang di milikinya untuk tunangannya.
Ketika Meca pergi dalam beberapa tahun dan tak kembali, Kenapa Vero justru merasa kehilangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hay! kita bertemu lagi
Pesawat Vero yang di tumpanginya sudah mendarat sempurna sekitar 2 jam lalu, dan sekarang Vero sudah berada di apartemen yang sudah dibeli jauh jauh hari untuk di tempatinya selama masih bekerja di kota ini. Tanpa diketahui, Vero membeli 1 unit apartemen yang di samping kamarnya terdapat Unit kamar Meca dan Titan,Orang yang selama ini Vero rindukan.
*****
"Selamat malam Nona April" Sapa Salah satu pegawai Cafe setelah melihat Bos nya datang berkunjung. Meca hanya mengangguk dan tersenyum rama sebagai balasan dan memutuskan duduk di meja pengunjung untuk melihat lihat keadaan yang sangat rame pengunjungnya.
Meca melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan Cafe untuk sekedar bertanya. "Kenapa Malam ini tidak ada pengisi suara di atas Panggung? Padahal pengunjung kita sangat rame."
"Maaf Nona, Penyanyi kita sedang sakit dan tidak ada yang bisa menggantikannya malam ini." jawab pelayan itu menunduk karena takut kena omelan atasaannya.
"Tuan Titan ada di mana? Apa dia tau?" tanya Meca sedikit marah
"Tuan Titan sedang tidak berada di tempat Nona." seru pelayan dengan suara bergetar
Meca di kenal oleh para pegawainya sebagai sosok pemimpin tegas dan harus sempurna di matanya untuk hasil kerjaan pegawainya masing masing. Semenjak pindah ke kota ini,Meca sudah tak seceria dulu lagi bahkan sangat tertutup.
Meca langsung berdiri dan berjalan menuju panggung yang biasanya untuk menghibur para tamu Cafe. Meca berniat untuk menggantikan penyanyi malam ini.
"Selamat malam semuanya....! sapa Meca dengan senyum ramah. Terimah kasih banyak untuk para pengunjung Cafe yang masih setia datang kemari, Saya akan bernyanyi untuk menghibur Anda semua.
Meca duduk di kursi yang di depannya terdapat alat musik piano. jari jari lembutnya mulai bermain, Mengeluarkan denting suara yang mengarah ke lagu yang bermakna merindukan seseorang,DEWA 19 "KANGEN" ...bibir ranumnya pun bergerak mengeluarkan suara indahnya yang selama 2 tahun ini dia sembunyikan.
Disela selah musik yang masih terdengar,Meca mengajak para pengunjung untuk bernyanyi bersama, para pengunjung pun sangat menikmati dengan suara lembut dan merdu yang di sugukan oleh meca sampai akhirnya musik berhenti dan di sambut tepuk tangan antusias para pengunjung.
sedari tadi tanpa sepengetahuan Meca ada seseorang yang duduk di antara pengunjung Cafe memperhatikan Meca bernyanyi tanpa berkedip Kagum. " Wah, Ternyata seorang penyanyi." Gumam Kemal. Tanpa pikir panjang Kemal pun menghampiri Meca yang duduk di meja bertander.
"Hay! kita bertemu lagi Nona! seru Kemal berada di belakang Meca
Meca yang mendengar suara seseorang di belakangnya langsung memiringkan kepalanya melihat ke asal suara. " iya tuan" singkat Meca datar
Kemal lansung duduk di kursi samping Meca tanpa minta izin karena Meca hanya Cuek sambil mengaduk minuman nya dengan sedotan
"Anda rupanya seorang Penyanyi Nona, Suara anda sangat Merdu." puji Kemal mencair kan suasana karena Meca hanya diam saja.
"Tuan! jangan mencari masalah untuk saya, saya tidak ingin para fans atau gadis gadis penggemar anda mencaci saya hanya karena anda duduk berdua denganku disini."kata Meca datar tanpa menoleh dan masih asyik dengan minumannya.
Kemal Menautkan alisnya,Mencerna perkataan Meca.
"Lihatlah di sekeliling anda, Para gadis gadis itu melihatku dengan tatapan sinis." Lanjut Meca
"Kemal yang dari tadi mendengarkan Meca pun Melirik ke setiap Meja, Benar saja mereka menatap Meca dengan tatapan Sinis.
!!!!!!!!