"Siapa wanita yang rela Suaminya Menikah lagi..??"
Sama halnya dengan wanita bernama
Afifah Hilya Nafisah (21), wanita berdarah Sunda dan Jerman tersebut, entah mengapa kontra sekali dengan kata POLIGAMI.
Kalo di tanya mengapa dia begitu benci poligami bahkan dia sendiri belum menikah? alasannya karena kebanyakan sekarang orang berpoligami karena kepuasan batin semata ,(nafsu). bukan seperti Nabi. yang memang niat untuk membantu para janda.
Lantas bagaimana ??
Ketika takdir justru membawa dia kedalam kehidupan POLIGAMI, bukan menjadi wanita yang yang justru terusik akan adanya madu, Namun justru dirinyalah yang menjadi madu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manja
Afifah: Afifah akan menuruti yang mas Azam katakan, mas Azam suami Fifah" kali ini Afifah mengengam tangan Azam dengan senyum.
Azam membalas genggaman tangan sang istri dengan senyum 💯 what.
Azam: "Terimakasih Sayang, mas mencintai mu"
Afifah: "sama-sama mas..!! Fifah juga cinta mas Azam"
Afifah kembali memeluk tubuh suaminya. mendusel nduselkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Azam terkekeh geli melihat tingkah lucu istrinya, Tidak biasanya sang Istri semanis ini.
Azam: "ada apa?? istri mas sepertinya manja banget hari ini".
Afifah mendongak menatap wajah Azam, tangannya memainkan alis tebal sang suami.
Afifah: "lagi pingin ajah mas..!!!" wajah Afifah memerah menatap bibir seksi sang suami, kepalanya kembali di benamkan di dada Azam.
Azam menyerengit heran melihat pipi istrinya yang nampak merona.
Azam:" Apa adek malu..??"
Afifah: "Fifah mau tapi tidak bisa...!!"
meski samar namun Azam masih bisa mendengarnya, karena istrinya menjawab dengan menenggelamkan kepalanya.
Azam: "mau apaa??, Apa nya yang tidak bisa..??
dek IFA mau makan sesuatu..??"
Afifah kembali mengerucutkan bibirnya, menatap sang suami dengan mata yang disipitkan, membuat wajah nya terlihat lucu.
Afifah: "Fifah lagi halangan mas..!! jadi Fifah gak boleh makan itu..!!"
Azam: "makan itu..?? itu apaa..??"
Afifah: "CK mas"
Azam: "mas' kenapa..??"
Afifah: "rasanya Fifah mau makan mas Azam..!!melihat bibir seksi mas Azam Fifah jadi pingiiiiin..!!" seru Afifah menunduk.
Mendengar jawaban dari istrinya Azam tertawa lepas, kebahagiaan sangat terpancar di raut wajahnya, Bahkan mata Azam sampai berair, satu tangannya memegang perutnya.
Afifah terpaku menatap wajah Azam yang terlihat begitu bahagia, baru kali ini Afifah melihat suaminya tertawa lepas, melihat binar bahagia Dimata Azam, Afifah melupakan kekesalannya.
Afifah: "mas sudah siang..!! mas Azam tidak ke kantor..?apa kaki mas Azam masih terasa nyeri..??"
Sambil meredakan tawanya Azam menghapus jejak air matanya.
Azam: "Tidak dek , tadi asisten mas mengabarkan, Bahwa kejadian semalam itu bisa dibilang salah sasaran, rekan bisnis mas sangat menyayangkan kejadian semalam, andai saja mas lepas kendali dengan___
"ssssttttt!!!!!"
Afifah menempelkan jari telunjuk nya di bibir Azam.
Afifah:" jangan di teruskan masss..,!! lupakan kejadian semalam, Semua sudah berlalu"
Azam: "mana bisa mas melupakan kejadian semalam, semalam itu kejadian penuh sejarah di hidup mas, mendengar ungkapan cinta dari istri tercinta mas, mendapatkan servis plus plus dari dek IFA, Daan oh yaaa..eemmm dari mana dek IFA mendapat baju yang adek kenakan tadi malam..??"
Afifah: "lingerie..?? itu dari mba Ismi, semalam mba Ismi sempat menelepon Fifah, menawarkan baju yang sempat mba Ismi beli di Singapure, bajunya ada beberapa di mobil Fifah, jadinya Fifah mau satu, untuk Fifah coba, Siapa tau mas Azam suka"
Azam: "kenapa cuma satu..??mas suka , sangat suka!!! dan kenapa Ismi beli baju seperti itu..?? untuk apa Dia..??"
Afifah hanya mengangkat bahunya.
.
.
"Assalamualaikum" terdengar suara Ismi di luar rumah.
Afifah: "Apa mbok Yem Belum datang..??"
Azam: "Sudah, tadi si mbok lagi menyiram bunga'
Ismi: "Assalamualaikum" Ismi mendekati Azam dan Afifah.
"waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh" jawab Azam dan Afifah bersamaan.
Ismi: "ZAM gue sudah menyelidiki masalah tadi malam, apa perlu kita laporkan ke polisi..??"
Semenjak Azam menceritakan semuanya pada Afifah, Ismi, dan Susi bersikap terbuka dengan mereka, Bahkan Ismi dan Susi terang terangan mengenai hubungannya dengan Azam, ya seperti sekarang ini, mereka menggunakan bahasa non baku, Lo gue end.
Azam: ,"Tidak usah..!!di setiap musibah pasti ada hikmahnya" Azam mengucapkan itu dengan menatap Afifah dan mengedipkan sebelah matanya.
Afifah hanya memutar bola matanya malas. 'CK sempat sempatnya mas Azam godain Aku. batin Afifah.
Ismi hanya mengangguk.
Ismi: "Fifah boleh saya pinjam suamimu sebentar..??"
Afifah tersenyum.
Afifah: "Suami ku suami mba juga, kalo mba lupa. Afifah terkekeh kecil"
Ismi: "IYa, suami terpaksa" Ismi menjawab sambil memandang Azam mengejek.
Azam: "ckckck dasar istri durhaka Loe.. , gak ada sopan sopanya sama suami!!"
Ismi: " CK, seandainya laki tinggal Loe doang di dunia ini ZAM, ogah gue nikah Ama Loe, mending gue jomblo seumur hidup!"
Azam: "Apa Loe tidur..?? sehingga Loe berasa mimpi nikah Ama gue..?? kenyataan Loe itu istri gue, bangun makanya jangan tidur terus..!!"
Sedangkan Afifah hanya mengelengkan kepalanya jengah, melihat kelakuan suaminya dan istri keduanya, selalu ribut ketika mereka sedang bersama. akur 1jam perang 2 jam, namun Afifah tau mereka sama sama saling menyayangi.
lagi seru2 nya ada gangguan.