NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Reno mulai kehilangan kesabaran. Rahangnya mengeras. "Sudahlah, Nadia. Jangan bikin semuanya tambah rumit."

"Yang bikin rumit itu kamu, Reno!"

Suasana kembali sunyi. Bahkan Karin menundukkan kepala, tak berani ikut bicara. Reno mendekat satu langkah. Nada suaranya berubah lebih dingin. "Kalau memang maumu cerai, ya silakan. Tapi pikir baik-baik." Reno menyeringai tipis. "Yakin kamu mau cerai? Kamu nggak akan dapat apa-apa. Semua harta atas namaku." Mata Nadia membelalak. "Kamu nggak punya pekerjaan tetap. Orang tuamu sudah meninggal. Kamu juga nggak punya siapa-siapa lagi yang bisa jadi tempat bergantung." Reno menatap istrinya dengan penuh keyakinan. "Jangan keras kepala. Yang rugi nanti kamu sendiri."

Setiap kalimat itu terasa seperti pisau yang sengaja diputar di luka yang masih menganga. Selama ini Nadia berhenti bekerja atas permintaan Reno. Ia meninggalkan kariernya demi mengurus rumah dan membesarkan anak mereka. Semua dilakukan agar suaminya bisa fokus membangun usaha. Kini, pengorbanan itu justru dijadikan senjata untuk merendahkannya. "Kamu pikir aku akan bertahan karena takut miskin?" suara Nadia bergetar.

"Bukan begitu."

"Lalu apa? Kamu pikir aku nggak sanggup hidup tanpa uangmu?"

Reno mengangkat bahu. "Aku cuma sedang mengingatkan kenyataan. Hidup itu nggak cukup pakai harga diri. Kamu butuh makan, anakmu butuh sekolah, butuh biaya. Tanpa aku, kamu bukan siapa-siapa."

Kalimat terakhir itu membuat sesuatu di dalam diri Nadia seolah patah. Ia menatap wajah Reno lama sekali. Tidak ada lagi laki-laki yang dulu bersumpah akan menjaganya seumur hidup. Yang ada hanyalah seorang pria yang begitu yakin istrinya tidak akan mampu berdiri di atas kakinya sendiri. "Kalau itu yang kamu yakini," katanya dengan suara yang jauh lebih tenang, "maka aku akan membuktikan kalau kamu salah."

Reno terkekeh meremehkan. "Kita lihat saja berapa lama kamu bisa bertahan."

Nadia menggenggam tangan Kian lebih erat. "Suatu hari nanti, saat kamu menyesali semua ini, jangan pernah datang mencariku. Karena saat itu, aku dan anak-anakku sudah belajar hidup... tanpa kamu."

"Sudahlah!" bentak ibu mertua sambil berdiri dari sofa. Wajahnya memerah karena kesal. "Kalau mau ribut-ribut, jangan di rumahku!"

Nadia menoleh perlahan. Dadanya semakin sesak. Sejak tadi ia berharap setidaknya ada satu orang yang menegur Reno. Satu orang saja yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan putra mereka adalah sebuah kesalahan. Namun harapan itu kembali pupus.

"Kamu ini juga, Nad," sambung ibu mertuanya dengan nada menyalahkan. "Suami pulang ke rumah harusnya disambut dengan sambutan istimewa. Pantas saja Reno betah di luar."

Kakak ipar yang duduk di sudut ruangan ikut menimpali sambil melipat tangan di dada. "Coba introspeksi dulu. Nggak mungkin laki-laki cari perempuan lain kalau di rumah sudah dapat pelayanan yang baik."

Adik iparnya mengangguk setuju. "Iya. Selama ini Mas Reno kerja keras cari nafkah. Mungkin kamu terlalu sibuk mengurus anak sampai lupa memperhatikan suami."

Nadia memandang mereka satu per satu dengan tatapan tak percaya. "Jadi, menurut kalian, perselingkuhan Reno terjadi karena salahku? Pintar sekali. Sekarang kesalahan malah dialihkan padaku. Norak!"

"Lah memang kenyataannya begitu," jawab kakak iparnya enteng. "Kalau istri bagus, suami nggak akan cari yang lain."

Kalimat itu membuat Nadia tersenyum pahit. Bukan karena lucu. Melainkan karena baru kali ini ia menyadari, keluarganya Reno benar-benar hidup di dunia yang berbeda. Kini mereka menunjukkan sifat aslinya pada Nadia. Padahal dari dulu ia selalu berusaha berbakti dan tak pernah ada komplain karena Nadia juga berusaha masuk ke keluarga Reno. Tapi sekarang, karena ada yang baru, kesalahannya dicari-cari.

"Lagipula..." ibu mertuanya kembali bersuara. "Apa salahnya poligami? Dalam agama juga boleh."

Nadia menarik napas panjang. Ia menahan amarah yang sejak tadi hampir meledak. "Poligami?" ulangnya pelan.

"Iya."

Nadia mengangguk pelan sebelum menatap lurus ke arah ibu mertuanya. "Poligami itu dimulai dengan cara yang halal, Bu." Ruangan kembali hening. "Bukan dimulai dengan perselingkuhan." Suara Nadia terdengar semakin tegas. "Bukan dengan menghamili perempuan lain diam-diam, lalu setelah perutnya membesar baru meminta istri menerima semuanya." Wajah ibu mertuanya berubah kaku. "Itu bukan poligami," lanjut Nadia. "Itu pengkhianatan yang sedang dicari pembenarannya."

"Kamu!" bentak kakak iparnya.

Namun ibu mertua mengangkat tangan, memberi isyarat agar semua diam. "Nadia," katanya dengan nada lebih rendah, "kamu juga harus tahu sesuatu."

"Apa lagi yang belum saya tahu?"

Ibu mertua melirik Karin sekilas, lalu kembali menatap Nadia. "Karin ini bukan cuma calon istri kedua Reno." Nadia mengernyit. "Dia juga rekan bisnis Reno."

Reno yang sejak tadi diam akhirnya mengangguk.

"Usaha kafe yang sekarang berkembang pesat itu juga karena bantuan Karin." Ibu mertua melanjutkan dengan bangga, "Banyak relasi bisnis yang datang lewat Karin. Modal usaha juga sebagian dari dia. Kalau sekarang usaha Reno maju, itu karena mereka saling mendukung."

Nadia merasakan tenggorokannya tercekat. "Jadi selama ini..."

"Betul," potong Reno tanpa rasa bersalah. "Kami sudah lama kerja sama."

"Lama?" bisik Nadia. Tiba-tiba Nadia ingat tentang rekan kerja yang pernah dibicarakan Reno. Rekan kerja itu pasti Karin. Jadi perselingkuhan ini dimulai dari situ. Nadia tersenyum getir.

"Jauh sebelum kamu tahu soal kehamilan ini."

Kalimat itu seperti petir yang menyambar tepat di atas kepalanya. Berarti hubungan mereka bukan baru kemarin. Bukan karena khilaf. Bukan karena satu kesalahan. Mereka telah lama bersama, sementara dirinya masih sibuk menyiapkan bekal anak-anak setiap pagi dan menunggu suaminya pulang setiap malam.

"Kamu juga menikmati hasilnya, kan?" ujar ibu mertuanya lagi. "Rumah yang kamu tempati, mobil yang dipakai Reno, uang belanja yang kamu terima... semua itu ada campur tangan Karin."

Tatapan Nadia perlahan beralih kepada perempuan yang berdiri di samping Reno. Karin menundukkan kepala, tetapi tidak membantah sedikit pun. "Bukan karena aku menikmati hasil kerja perempuan itu, Bu," ucapnya lirih. "Melainkan karena selama ini aku benar-benar tidak tahu bahwa suamiku membangun kesuksesan di atas pengkhianatan." Ia lalu menatap Reno dengan sorot mata yang kini tidak lagi dipenuhi harapan. "Hari ini kalian bukan hanya menghancurkan rumah tanggaku." Nadia berhenti sejenak. "Kalian juga menghancurkan rasa hormatku pada keluarga ini."

Nadia menggeleng pelan, tetapi kali ini tatapannya justru terasa jauh lebih tenang. Tidak ada lagi istri yang memohon agar dipilih. Yang berdiri di hadapan Reno kini adalah seorang perempuan yang mulai menerima kenyataan bahwa laki-laki yang dicintainya telah berubah menjadi orang asing. Ia menatap Reno dari ujung kepala hingga kaki, lalu tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan. "Tahu nggak, Reno?" suaranya pelan, tetapi cukup jelas untuk didengar semua orang. "Salah satu pertimbanganku menerima lamaranmu dulu karena aku mengira pemahaman agamamu baik."

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!