NovelToon NovelToon
Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Si Kecil yang Terbuang

Sejak lahir, Aluna Kirana dianggap sebagai pembawa kesialan hingga keluarganya tega membuangnya di tengah hujan. Beruntung, seorang nenek berhati mulia menemukannya dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang meski hidup dalam keterbatasan.

Bertahun-tahun kemudian, Aluna tumbuh menjadi gadis yang lembut, kuat, dan penuh ketulusan. Tanpa disadari, takdir membawanya kembali bertemu dengan keluarga yang pernah membuangnya. Di saat penyesalan mulai menghantui mereka, Aluna juga dipertemukan dengan Arsen Mahardika, seorang CEO muda yang perlahan mengubah jalan hidupnya.

Ketika rahasia masa lalu terungkap, mampukah Aluna memaafkan mereka yang telah meninggalkannya? Ataukah ia akan memilih orang-orang yang mencintainya tanpa syarat?

Sebuah kisah penuh haru tentang luka, pengorbanan, keluarga, dan cinta yang membuktikan bahwa seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya, melainkan oleh keteguhan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya

"Arsen, jangan!"

Teriakan Aluna menggema di halaman kapel. Air matanya mengalir deras ketika melihat Arsen berlari kembali ke dalam bangunan tua yang sebentar lagi akan meledak.

Hitungan mundur terus berjalan.

00:18...

Di dalam kapel, asap mulai memenuhi ruangan. Langit-langit yang sudah rapuh berderit pelan.

Arsen tidak memedulikan semua itu. Pandangannya hanya tertuju pada lantai dekat altar.

"Di mana..." gumamnya.

Beberapa detik kemudian, ia melihat kilauan kecil di balik bangku kayu yang roboh.

"Itu dia!"

Arsen segera mengangkat bangku tersebut dan meraih liontin milik Aluna.

Namun saat hendak berbalik, sebuah balok kayu besar jatuh menghalangi jalan keluar.

Brak!

Arsen langsung mencari jalan lain.

Hitungan mundur kini hanya tersisa beberapa detik.

00:10...

Di luar, Rangga menggenggam bahu Aluna yang hendak berlari masuk.

"Nona, jangan!"

"Lepaskan aku! Arsen masih di dalam!"

"Kalau Nona masuk sekarang, semuanya akan sia-sia!"

Ratih ikut menangis sambil memeluk Aluna erat.

"Jangan, Nak..."

Aluna hanya bisa menatap pintu kapel dengan napas yang memburu.

"Arsen... tolong keluar..."

00:05...

Arsen berhasil menemukan jendela tua di sisi samping kapel.

Tanpa berpikir panjang, ia memecahkan kaca dengan siku lalu melompat keluar.

Baru beberapa meter ia berguling di tanah...

BOOOOM!

Ledakan besar mengguncang seluruh area.

Api langsung melahap sebagian bangunan kapel.

Gelombang ledakan membuat semua orang terdorong ke belakang.

Debu dan serpihan kayu beterbangan memenuhi udara.

Beberapa saat suasana berubah sunyi.

"As... Arsen?" bisik Aluna.

Debu perlahan menghilang.

Di balik kepulan asap, terlihat seseorang terbaring di tanah.

"Pak Arsen!" teriak Rangga.

Mereka semua berlari menghampiri.

Arsen masih sadar, tetapi lengan kirinya terluka akibat serpihan kaca dan kayu.

Melihat Aluna menangis di hadapannya, Arsen tersenyum tipis.

"Aku tidak apa-apa."

Ia membuka telapak tangannya.

Di sana terdapat liontin milik Aluna yang masih utuh.

"Aku berhasil mengambilnya."

Aluna tak mampu lagi menahan air matanya.

Ia memeluk Arsen tanpa memedulikan orang-orang di sekitar mereka.

"Terima kasih..."

Arsen hanya tersenyum pelan.

"Asal kamu selamat."

Ratih dan Tiara mengembuskan napas lega melihat Arsen berhasil keluar hidup-hidup.

Di sisi lain, Victor yang melihat ledakan dari kejauhan tersenyum puas.

"Seharusnya mereka semua mati."

Namun senyumnya perlahan menghilang ketika salah seorang anak buahnya menerima kabar.

"Tuan..."

"Ada apa?"

"Arsen berhasil keluar."

Wajah Victor langsung berubah gelap.

"Mustahil."

"Dan... buku harian itu juga berhasil dibawa."

Victor mengepalkan kedua tangannya.

"Kalau begitu, kita harus menggunakan rencana terakhir."

Anak buahnya tampak bingung.

"Rencana terakhir?"

Victor mengangguk.

"Sudah waktunya membawa Clara keluar."

Mata anak buahnya membelalak.

"Tapi bukankah semua orang mengira Clara sudah meninggal?"

Victor tersenyum dingin.

"Itulah sebabnya tidak ada yang akan menduga."

Sementara itu, Arsen dan rombongannya kembali ke rumah Mahardika untuk beristirahat.

Dokter pribadi segera mengobati luka Arsen.

Untungnya, luka itu tidak terlalu serius.

Malam harinya, Aluna kembali membuka buku harian milik ibunya.

Di halaman berikutnya terdapat sebuah surat yang belum sempat ia baca.

Dengan tangan gemetar, ia membuka lipatan surat itu.

Di bagian bawah surat terdapat satu kalimat yang membuat seluruh tubuhnya membeku.

"Jika kamu membaca surat ini, berarti ibumu masih hidup... tetapi dia berada di tempat yang tidak akan pernah kamu duga."

Aluna menatap Arsen dengan mata berkaca-kaca.

"Arsen..."

"Ibuku..."

"...ternyata masih hidup."

Tidak seorang pun di ruangan itu menyadari bahwa di tempat yang sangat jauh, di sebuah rumah tua yang dijaga ketat, seorang wanita sedang memandang keluar jendela sambil menggenggam foto bayi yang sama.

Wanita itu adalah Clara.

Dan selama delapan belas tahun, ia hidup sebagai tawanan Victor.

1
Adinda
mungkin victor simpanan istrinya damar bapak kandungnya Keisha
ժׁׅ݊ɑׁׅ݊ꪀꫀׁׅܻ݊ꫀׁׅܻ݊݊ꪀ_݊ꪀꪱׁׅ꯱: Terima kasih sudah Like dan Komen ka🙏🙏🙏
total 1 replies
Adinda
semoga Aluna bertemu keluarga sebelah ibunya atau kakeknya
Adinda
Aku harapnya Aluna direbut oleh keluarga dari ibunya atau kakeknya yang Kaya biar ayah kandungnya Tau rasa dibenci oleh anaknya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!