NovelToon NovelToon
Dua Kali Jatuh Cinta

Dua Kali Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: SAIDA VALE

Nadia mati mengenaskan akibat dikhianati. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan memindahkan jiwanya ke tubuh Chelsea Latief, gadis kaya raya yang sedang koma.

Terbangun sebagai Chelsea, Nadia tidak hanya harus mencari cara untuk menghancurkan orang-orang yang telah membunuhnya di masa lalu, tetapi ia juga harus bertahan hidup di rumah mewah yang penuh dengan konspirasi racun, sekaligus menghadapi Reynald—tunangan arogan yang tiba-tiba berbalik mengejar cintanya.

"Aku bukan Chelsea yang bisa kamu injak-injak lagi, Tuan Reynald."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAIDA VALE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Sudut Sempit bagi Sang Buronan

Di dalam ruang kerja CEO Baskoro Corp yang tertutup rapat, suasana terasa begitu mencekam. Elena duduk tersungkur di sofa dengan air mata yang merusak riasan wajahnya, sementara tubuhnya masih gemetar hebat. Di hadapannya, Baskoro berdiri dengan wajah memerah, mencengkeram gelas kaca hingga jemarinya memutih.

"Dia tahu, Baskoro! Dia tahu semuanya!" tangis Elena pecah, suaranya melengking panik. "Chelsea Latief tahu detail malam itu! Dia tahu tentang hujan, tentang atap gedung, dan dia tahu kita yang mendorong Nadia! Dia bukan manusia... dia tahu segalanya!"

"Diam, Elena! Jaga mulutmu!" bentak Baskoro, melempar gelas di tangannya ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Suara pecahan kaca itu membuat Elena menjerit kecil.

Baskoro bernapas terengah-engah. Kepalanya terasa mau pecah. Mosi audit investigasi yang diajukan Chelsea di ruang rapat tadi pagi sudah cukup untuk menjatuhkan posisi bisnisnya. Namun sekarang, laporan dari Elena tentang Chelsea yang mengetahui detail pembunuhan Nadia Kirana benar-benar menyudutkannya ke tepi jurang.

"Bagaimana mungkin gadis manja seperti Chelsea bisa tahu detail malam itu? Kita sudah membersihkan semua rekaman CCTV dan membayar polisi!" desis Baskoro, matanya berkilat penuh kegilaan. "Pasti ada orang dalam yang berkhianat dan menjual informasi ini padanya."

Baskoro melangkah mendekati meja kerjanya, mengambil ponsel khusus dari dalam laci rahasia, lalu mendial sebuah nomor internasional. Begitu panggilan tersambung, suaranya berubah menjadi sangat dingin dan kejam.

"Aku punya target baru untukmu. Namanya Chelsea Latief," ucap Baskoro tanpa basa-basi kepada suara di seberang telepon—seorang pembunuh bayaran profesional dari jaringan pasar gelap yang dulu pernah membantunya menyamarkan beberapa kasus. "Lenyapkan dia secepatnya. Buat ini terlihat seperti kecelakaan mobil yang tragis. Jangan tinggalkan jejak apa pun."

Setelah memutus panggilan, Baskoro menatap keluar dinding kaca ruang kerjanya, memandangi kerlip lampu kota dengan seringai monster. "Chelsea Latief... jika kamu memilih untuk tetap menjadi sosialita bodoh, kamu mungkin akan hidup lama. Tapi karena kamu memilih masuk ke duniaku, maka bersiaplah untuk menyusul Nadia Kirana ke neraka."

Di saat yang sama, sebuah restoran privat mewah di lantai teratas hotel bintang lima telah dipesan sepenuhnya oleh Reynald. Di bawah pendar cahaya lilin yang temaram dan pemandangan malam kota yang spektakuler, Nadia duduk berhadapan dengan Reynald. Hidangan makan malam kelas atas tersaji di meja, namun perhatian Reynald sepenuhnya tertuju pada wanita di hadapannya.

Nadia melepas blazernya, menyisakan blus sutra putih yang melekat anggun di tubuhnya. Ia menyesap anggur merahnya sedikit, lalu menatap Reynald yang sejak tadi hanya memperhatikannya tanpa menyentuh makanannya.

"Tuan Reynald, jika Anda terus menatap saya seperti itu, saya akan mengira ada yang salah dengan wajah saya," ucap Nadia dengan nada sarkastik yang kental.

Reynald tersenyum miring, menyandarkan tubuhnya ke kursi besi berlapis beludru. "Aku hanya sedang berpikir, Chelsea. Setiap hari kamu terus memberikan kejutan yang tidak pernah kubayangkan. Caramu menjatuhkan mental Elena di koridor tadi... itu bukan sekadar gertakan bisnis biasa. Kamu berbicara seolah-olah kamu benar-benar menyaksikan malam kematian Nadia Kirana dengan matamu sendiri."

Nadia terdiam sejenak. Jantungnya memberikan letupan debaran halus. Ia meletakkan gelas anggurnya perlahan, mencoba mempertahankan topeng ketenangannya di hadapan pria secerdas Reynald.

"Saya hanya pandai membaca karakter orang, Tuan Reynald," kilat Nadia berbohong dengan rapi. "Elena adalah wanita yang lemah di balik topeng kemewahannya. Saat seseorang menyembunyikan dosa besar, mereka akan sangat mudah goyah jika kita menyentuh bagian paling sensitif dari dosa tersebut."

Reynald mencondongkan tubuhnya ke depan meja, menatap lurus ke dalam manik mata bulat Chelsea. Jarak yang dekat membuat Nadia bisa merasakan kehangatan dan intensitas dari pesona sang CEO berhati es.

"Mungkin kamu benar," bisik Reynald, suaranya terdengar berat dan sangat dalam. "Tapi ketahuilah satu hal, Chelsea. Aku tidak peduli rahasia apa yang sedang kamu sembunyikan dari duniaku. Yang aku peduli adalah keselamatanmu. Baskoro sudah kehilangan kendali, dan orang yang terpojok akan melakukan tindakan paling nekat."

Reynald perlahan mengulurkan tangannya di atas meja, menyelipkan jemari kokohnya di sela-sela jemari lentik Nadia. Genggamannya kali ini tidak memancarkan dominasi bisnis, melainkan kehangatan dan komitmen perlindungan yang mutlak.

"Mulai malam ini, pengawalan di sekitarmu akan kudua kalilipat kan. Ke mana pun kamu pergi, bahkan ke kantor Baskoro Corp, orang-orangku akan mengawasimu," ucap Reynald tegas, matanya memancarkan kilat protektif yang teramat pekat.

Nadia menatap tangan mereka yang saling bertautan. Di kehidupan lampau, ia dikhianati oleh pria yang ia cintai demi harta. Namun di kehidupan sekarang, di dalam tubuh Chelsea, ia justru menemukan sosok pria berkuasa yang bersedia menjadi perisainya tanpa menuntut apa pun selain keselamatannya. Rasa hangat yang asing perlahan mulai merayap dan mencairkan kebekuan di hati dendam Nadia.

Nadia tidak menarik tangannya kali ini. Ia justru membalas genggaman Reynald dengan senyuman tulus—sebuah senyuman manis yang belum pernah ia perlihatkan kepada siapa pun sejak terbangun di tubuh ini.

"Terima kasih, Reynald," ucap Nadia lembut, tanpa embel-embel nama formal formalnya. "Aku akan berhati-hati."

Mendengar panggilan namanya tanpa sebutan formal formal, sudut bibir Reynald terangkat membentuk senyuman puas. Aliansi mereka kini telah bergeser dari sekadar transaksional di atas kertas, menjadi sebuah ikatan emosional yang sangat kuat dan berbahaya bagi musuh-musuh mereka.

Tepat saat malam semakin larut dan mereka bersiap untuk pulang, tablet milik Adrian yang terhubung langsung dengan sistem pengawasan siber Reynald Group di saku jas Barra yang menunggu di luar mendadak bergetar hebat. Sebuah sinyal pelacakan dari pasar gelap internasional baru saja terdeteksi masuk ke jaringan komunikasi kota, mengunci satu nama sebagai target eliminasi: Chelsea Latief. Badai yang sesungguhnya telah dilepaskan oleh Baskoro.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!