NovelToon NovelToon
Ascending The Goddess Peak

Ascending The Goddess Peak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: nona cacha

[ Karya pertama di NovelToon ]
[ Semua visual di dalam didapat dari apk pinterest ]

----------

Yu Lingxi adalah Nona Muda Sekte Naga Giok. Ia dipuja-puja sebagai dewi karena memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator wanita luar. Namun, ada suatu masa Sekte Naga Giok runtuh, disebabkan oleh Sekte Iblis Guntur yang secara terang-terangan mendeklarasikan peperangan dadakan. Dan diakhir hanya menyisakan nyawa Yu Lingxi dan Kakek Naga—Yu Tianlong. Peristiwa itu mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sekte demi keberlangsungan hidup.

Tapi, tanpa Sekte Iblis Guntur ketahui, akan ada masanya Yu Lingxi membalaskan ketidakadilan dan dosa besar yang sudah mereka lakukan terhadap Sekte Naga Giok. Yu Lingxi, akan segera datang. Tunggu saja ...

----------

[ Hasil ketik tangan sendiri ]
[ Segi dunia, kultivasi, profesi, tingkatan, kekuatan, dan lain sebagainya adalah sebuah rekayasa dari ide author sendiri. Jika ada kesalahan kalimat/typo, mohon beritahu author ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona cacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trauma #04

Langkah kaki Lingxi terdengar cepat dan tidak beraturan di atas jalan bebatuan Kediaman Utama Ketenangan. Dengan napas yang masih memburu, ia berjalan masuk dengan Shen Zhengtian yang terus mengekorinya dengan waspada di belakang. Begitu melihat sosok Yu Tianlong, Lingxi tidak membuang waktu. Tanpa memedulikan etika, ia segera menyambar lengan kakeknya itu dengan kuat.

"Kakek, ikut aku sekarang!" serunya singkat.

Lingxi menarik paksa sang Kakek Naga masuk ke dalam kediaman, meninggalkan Shen Weijie—yang sering ia sebut si kakek tua bangka—dan Shen Zhengtian berdiri mematung di luar pintu besar kediaman.

Tapi, semua kecanggungan itu luntur sesaat Shen Weijie mendekatinya dengan langkah mencurigakan. Ekspresi wajah dengan gerakan alis naik turun, serta kedua tangan terlipat di dada bidang. Tapi, sesekali siku Shen Weijie menyenggol lengan milik Shen Zhengtian.

"Kakek? apa lagi yang ada dipikiran bejatmu itu," celetuk Shen Zhengtian dengan perasaan janggal.

Shen Weijie berpura-pura terbatuk. "Uhuk, uhuk! Jadi, Zhengtian, kapan kau akan melamar Naga Kecil itu?"

Mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir kering kakeknya, kemerahan mulai menjalar—menyelimuti pelipis Shen Zhengtian dalam sekejap. Bahkan, tidak berselang beberapa detik kemudian, kemerahan bak kepiting rebus itu sampai di puncak telinga laki-laki muda tersebut.

Melihat raut wajah yang merah padam, Shen Weijie menyengir kuda, sebelum akhirnya tertawa lepas sampai bahunya naik-turun saking sulitnya ia menahan tawa yang cukup lama ia pendam itu.

"Ah, cinta di masa muda," ujarnya sambil menyeka air mata jenaka yang keluar dari pelupuk mata. "Gadis seperti Naga Kecil, jangan sampai dilepas, ya," sambung Shen Weijie dengan tangan menepuk-nepuk bahu Shen Zhengtian dengan lelucon.

Shen Zhengtian tidak menggubris, hanya diam yang menyertai. Namun, di lubuk hatinya yang terdalam, jika memang mereka ditakdirkan—ia akan sungguh-sungguh merasa beruntung dan akan menghargai pemberian takdir dari Dewa untuknya.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

^^^In room number 08, Yu Lingxi's room^^^

Begitu mencapai pintu kayu jati berukir dengan angka delapan, Lingxi mendorongnya terbuka dan menyeret Yu Tianlong masuk. Begitu pintu tertutup rapat dengan dentuman halus, ia langsung melepaskan cengkeramannya. Lingxi berdiri membelakangi kakeknya, bahunya naik turun karena napas yang tidak stabil.

Suasana di dalam ruangan itu mendadak menjadi mencekam. Cahaya lampion yang temaram menciptakan bayangan panjang di dinding.

"Lingxi, ada apa dengan sikapmu ini? Kau terlihat seperti baru saja melihat iblis," ucap Yu Tianlong penuh selidik.

Lingxi berbalik perlahan. Matanya yang biasanya jenaka kini dipenuhi oleh kabut kecemasan yang nyata. Ia merogoh saku hanfu dan mengeluarkan plat besi hitam yang tadi ia pungut.

"Kakek ... p-pria itu kembali," suaranya sedikit bergetar.

"Pria itu?" Yu Tianlong mengerutkan dahi. Sampai akhirnya, sorot matanya terpaku pada plat besi di tangan Lingxi. "Plat itu, maksudmu di—"

"Bukan dia, tapi orang lain. Seorang pria misterius mengintaiku di bawah pohon jeruk tadi," jelasnya dengan mata tersorot dingin ke plat besi yang ada di genggamannya. "Dia bergerak secepat kilat, dan seranganku ... Teknik Kedua pun tidak bisa menyentuhnya secara penuh," lanjutnya.

"Dia mengatakan dia menginginkanku. Dia meninggalkan ini sebelum menghilang begitu saja. Kakek," lanjutnya seraya menyodorkan plat berlambangkan Tanduk Petir yang Melilit Tengkorak.

"Ini sama persis dengan apa yang kulihat saat aku berumur sebelas tahun di Desa Lembah Berdarah." Gigi Lingxi menggertak—sampai terdengar bunyi dari rahangnya yang mengeras. Setelah itu, ia kembali menimpali, "tanduk petir itu ... Huang Zhong, mereka mencariku lagi."

Suasana terasa begitu menyesakkan. Yu Tianlong berdiri mematung, terdiam seribu bahasa. Matanya menatap nanar pada plat besi di tangannya, plat yang membawa kembali mimpi buruk yang ia kira telah usai.

Di hadapan, Lingxi mengepalkan tangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih, kontras dengan kulitnya yang pucat. Tubuhnya bergetar hebat, bukan karena amarah, melainkan karena ia kembali merasakan dinginnya cekikan maut di lehernya—sebuah memori fisik yang menyakitkan.

"Zhengtian menyelamatkanku, tapi pria misterius itu berjanji ... di pertemuan berikutnya, tidak akan ada belas kasih." Ia mendongak, menatap mata kakeknya dengan pandangan yang hancur, penuh ketakutan seorang anak kecil.

"Aku tidak ingin ... aku tidak ingin kembali ke kegelapan itu lagi."

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

Yu Tianlong mengambil plat besi itu dengan tangan yang gemetar halus. Setiap ukiran pada logam dingin itu adalah bukti bahwa kedamaian semu yang mereka bangun selama lima tahun ini hanyalah gelembung yang kini telah hancur total oleh bayangan Kekaisaran Nian. Ia menghela napas panjang, sebuah desahan yang penuh beban.

"Lingxi ... bukankah sejak dulu, kau yang paling lantang bersumpah untuk membalaskan dendam sekte kita? Kau berlatih siang dan malam, memaksa dirimu melampaui batas hanya untuk hari ini." Yu Tianlong menatap Lingxi dengan alis berkerut, sorot matanya menyiratkan kekecewaan yang mendalam. "Kenapa sekarang, saat musuh sudah di depan mata, kau justru merasa takut?"

Pertanyaan itu menghantam Lingxi seperti gada raksasa. Ia mundur selangkah, rasa pening menyerang kepalanya. Kakeknya tidak mengerti. Tidak ada yang mengerti.

Lingxi mengerang pelan sembari memegangi kepalanya. "Kakek tidak tahu apa-apa ...!" bentaknya dengan memalingkan wajah. Kemudian, lanjut berkata dengan lirih, "tidak tahu ... apa-apa ..."

Pandangan Lingxi berputar, cahaya temaram di ruangan berubah menjadi kegelapan total. Suara Kakek memudar, digantikan oleh suara tetesan air yang bergema di ruang bawah tanah yang lembap dan dingin.

"Tidak lagi ..."

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

^^^In the Divine Star Pavilion, Thunder Demon Sect. The 27th day of the sixth month of the year one thousand and eight^^^

"L-lepaskan Lingxi ...!"

"Melepaskanmu? Jangan harap."

"Ugh ... s-sakit! T-tolong ...!"

Lingxi kecil, berusia sebelas tahun, telungkup tak berdaya di atas permukaan tanah batu yang dingin dan berlumut. Pakaiannya sudah compang-camping, bersimbah lumpur dan darah. Di sekelilingnya, di balik jeruji besi yang berkarat, terlihat kerangka-kerangka manusia yang malang—para tahanan terdahulu yang tewas membusuk di penjara bawah tanah milik Kekaisaran Nian. Bau busuk mayat dan kotoran manusia menyeruak, menyesakkan napasnya yang tersengal.

Di hadapannya, berdiri Jenderal Huang Zhong, bagaikan dewa kematian. Pria itu tersenyum keji, jubah armornya berkilat tajam dengan hawa haus akan darah. "Kau adalah sampah dari Sekte Naga Giok. Kau harus tahu posisimu, Bocah."

Huang Zhong melepaskan Domain Rohnya. Tekanan gravitasi yang luar biasa dahsyat menghantam tubuh Lingxi, menekannya ke lantai batu hingga terdengar bunyi retakan halus dari tulang rusuknya. Nafasnya terhenti seketika—dada terasa seperti dihimpit gunung.

"Ugh ... H-Huang Zhong ... kumohon ... h-hentikan ..." Lingxi Kecil mengerang kesakitan, suaranya parau, air mata bercampur darah mengalir di wajahnya.

Huang Zhong justru tertawa rendah, sebuah suara yang penuh penghinaan. Ia menginjak punggung Lingxi dengan sepatu botnya, menambah tekanan Domain Roh. "Ingin keringanan? Di penjara ini, tidak ada kata keringanan untuk pecundang seperti kalian."

"Tahanan! Tunjukkan pada gadis kecil ini apa artinya berbelas kasih di sini." Huang Zhong menyorot tajam dari sel sel lain, sebelum menjauh dari posisi Lingxi. Ia berdiri bersedekap seraya bersandar di sel besi.

Dari kegelapan, muncul para sipir penjara yang cacat dan mengerikan—seperti mayat hidup yang dibangkitkan. Mereka mendekat sambil membawa cambuk berduri yang dialiri arus listrik.

"A-apa itu ...?"

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

...…To Be Continued…...

1
T28J
banyak kali monsternya kak, gak terlalu OP apa tuh
T28J
semangat kak ✍️
Noona
Semangat berkarya thor /Curse//Curse//Curse/
Manusia Ikan 🫪
kasiaaan
Elsa Sefia
semangat kak 😊
钙Chaa: thankyouu udh mampirrr kakaa~ /Smile//Smile/ kakaaa jg semangatt yyaaa /Kiss//Rose/
total 1 replies
Dinorawr
Sejauh ini ceritanya lumayan menarik dengan nyelipin bumbu romance + action. But harapan aku kedepannya adegan fight diperbanyak ya kak/bang
钙Chaa: thank you for ur 5 stars, maniss. aku usahain ceritanya bagus yya, nantikan aja chapter selanjutnya /Smirk//Coffee/
total 1 replies
Fitri Zee
/Sob/
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir thor
钙Chaa: thankyou udh mampirrr /Smile/
total 1 replies
zoedrazit212
mantap banget ceritanya👍, suka banget ini
钙Chaa: thankyouuu udh mampirrr~ /Smile//Rose/
total 1 replies
Chen Wuji
kak mau nanya buat art novelnya dimana yak?😁😄
Manusia Ikan 🫪: kalau mau bagus coba pake APK "PixAI" tapi harus di pelajari dulu sih makenya
total 1 replies
cloudia
aw cantik banget 😍😍
钙Chaa: tentuu ajaa hruss tampil cntiii and mempesonaa sisss biar ditaksirr /Chuckle/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bro ingin, baru bab 1 udah tragis banget ya/Hammer/
钙Chaa: wajibbbb, biar kuattt /Tongue/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
muka nya
Marie
Visualnya mantep banget!/Drool//Good/
Nggak sia-sia bacanya, harap-harap alurnya juga semantep visualnya/Kiss//Rose/
钙Chaa: hayyieee kakkk, thankyou udh mampirr and meninggalkan 5 bintang nya /Smile//Smile/
total 1 replies
Marie
Next dong kakak, minimal sehari up 5 chapter lah /Tongue/
钙Chaa: otakkk authorr nda mampuu kakaaa /Sweat/
total 1 replies
Marie
Wkwk yang sabar ya neng Lingxi /Sweat//Sweat/
Marie
MAKAN RIBUAN ORANG? ITU BANYAK LOH, JAHAD BANGET 😭
Manusia Ikan 🫪: 🧐lebih tepatnya dua ribu dua ratus empat puluh delapan
total 1 replies
Marie
Baru juga awal udah disuguhkan kematian dua karakter 😭
钙Chaa: derita jdi mc di tangankuu yya gni takdirnya /Sneer/
total 1 replies
Marie
Detail banget mendeskripsikan fisik karakternya, bakal betah banget sih bacanya 🤭🤭
钙Chaa: aww thankyouuu bebbb~ harap' ceritanya pas di kamu yyaaa /Smile/
total 1 replies
Anone
makin di panasin ma si Xingluo /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!