NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Pengkhianatan Guru dan Pemutusan Akar Kepalsuan

​Di bawah kubah cahaya Formasi Penyembelih Bintang Jatuh, udara terasa kental oleh bau anyir darah. Hujan serpihan daging dari selusin murid elit Sekte Pedang Surgawi menodai pelataran batu giok Klan Lin, menciptakan pemandangan yang tak berbeda dari neraka Asura.

​Tetua Lu terengah-engah, jubah peraknya kini robek dan dipenuhi noda merah. Aura Tahap Inti Emas tingkat menengahnya berfluktuasi secara tidak stabil akibat menahan tekanan absolut dari formasi pembunuh tersebut. Di sebelahnya, Su Yue gemetar hebat, wajah cantiknya telah kehilangan segala warna.

​Secara logis, Tetua Lu adalah seorang veteran yang telah hidup ratusan tahun. Pikirannya berputar dengan kecepatan kilat, menganalisis probabilitas kelangsungan hidupnya.

​"Pemuda ini baru berada di Tahap Pendirian Yayasan Tingkat 1, namun kekuatan tempurnya tidak masuk akal. Formasi ini... ini bukan sesuatu yang bisa dikendalikan dengan mudah! Dantiannya pasti akan segera kehabisan Qi jika aku memaksanya menyerang secara terus-menerus!" kalkulasi Tetua Lu.

​Ia menatap Su Yue di sampingnya. Di dunia kultivasi yang kejam, ikatan guru dan murid hanyalah alat transaksi demi keuntungan. Di hadapan ancaman kematian yang absolut, moralitas adalah beban yang tidak berguna.

​"Su Yue!" teriak Tetua Lu, matanya memancarkan kekejaman yang ekstrem. "Sebagai muridku, sudah saatnya kau membalas budi sekte!"

​Sebelum Su Yue sempat mencerna makna di balik kata-kata itu, Tetua Lu tiba-tiba mencengkeram bahu gadis itu. Mengalirkan Qi Inti Emasnya dengan kasar, Tetua Lu melemparkan Su Yue ke arah Lin Tian dengan kecepatan tinggi bagaikan proyektil meriam daging.

​"Guru! Apa yang kau lakuka—" Jeritan Su Yue melengking di udara.

​Memanfaatkan momen saat tubuh Su Yue menjadi tameng hidup yang menghalangi pandangan Lin Tian, Tetua Lu menggigit ujung lidahnya, membakar sepuluh tahun sisa umurnya dalam Seni Pelarian Darah. Tubuhnya meledak menjadi kabut merah yang melesat dengan kecepatan di luar nalar ke arah batas atas kubah formasi, berniat menerobos keluar melalui satu titik fokus pengerusakan.

​Lin Tian menatap tubuh Su Yue yang melayang ke arahnya. Wajahnya tidak menunjukkan riak emosi sedikit pun. Insting bertahan hidup yang membuang rekan sendiri adalah hal yang sangat lumrah di matanya.

​"Pengorbanan yang rasional, namun kalkulasinya salah besar," gumam Lin Tian dingin.

​Alih-alih menangkap atau membunuh Su Yue yang sedang meluncur tak berdaya, Lin Tian hanya menggeser tubuhnya sedikit ke samping. Menggunakan gerak kaki dasar, ia membiarkan Su Yue terhempas dengan keras menghantam pilar batu di belakangnya hingga gadis itu memuntahkan darah dan tulang rusuknya retak.

​Fokus Lin Tian sepenuhnya terkunci pada Tetua Lu yang hampir mencapai batas kubah.

​Dantian Lin Tian bergemuruh. Berbeda dengan asumsi Tetua Lu, cadangan energi dari Tubuh Pedang Kekacauan bukanlah danau, melainkan lautan maut. Lin Tian mengangkat tangannya, memfokuskan energi formasi ke satu titik absolut.

​"Turun."

​Satu kata itu memicu reaksi berantai. Ratusan pedang bintang abu-abu berkumpul, membentuk sebuah tombak energi raksasa yang langsung menghujam dari atas langit-langit kubah, tepat menyongsong kabut merah Tetua Lu.

​BOOM!

​Bentrokan antara tombak formasi dan seni pelarian Inti Emas meledakkan gelombang kejut yang memekakkan telinga. Kabut merah itu hancur berantakan. Tetua Lu terlempar kembali ke bawah layaknya burung dengan sayap patah, menghantam lantai pelataran hingga menciptakan kawah kecil.

​"Tidak... tidak mungkin! Aku adalah Tetua Inti Emas dari Sekte—"

​Kalimat Tetua Lu terputus selamanya. Lin Tian tidak memberikan kesempatan pada musuhnya untuk meracau. Ia telah berkelebat menggunakan Seni Pedang Ilusi Pemutus Bayangan. Tepat saat Tetua Lu mencoba bangkit, bilah pedang Qi abu-abu yang setipis helai rambut menyapu leher pria tua itu tanpa suara.

​Kepala Tetua Lu tergelincir dari lehernya, diiringi pancaran darah setinggi dua meter. Inti Emas di dalam tubuhnya retak dan hancur menjadi debu energi di bawah hukum korosif Kekacauan.

​Eksistensi Inti Emas tingkat menengah telah musnah dalam waktu kurang dari satu batang dupa.

​Keheningan kembali menyelimuti kompleks Klan Lin, hanya disela oleh suara rintihan napas yang berat. Su Yue, yang bersandar pada pilar batu dengan mulut penuh darah, menatap mayat gurunya dengan tatapan kosong. Keputusasaan yang pekat merayapi seluruh pori-pori kulitnya.

​Lin Tian memutar langkahnya, berjalan dengan langkah ritmis yang lambat mendekati Su Yue. Pedang energi di tangannya berdengung pelan, memancarkan hawa dingin yang membuat darah Su Yue terasa membeku.

​Gadis jenius yang selalu bersikap tinggi dan tak tersentuh itu kini terpojok seperti tikus tanah. Logika arogan yang selalu ia pegang—bahwa kekuatan membenarkan segala tindakan—kini berbalik menghancurkannya.

​"Lin Tian... tolong..." Su Yue memohon, air mata mulai mengalir membasahi wajahnya yang pucat. Ia mencoba menggunakan pesona wanita yang selama ini berhasil menaklukkan banyak pemuda berbakat di sektenya. "Aku dipaksa! Tiga tahun lalu, ayahmu kehilangan kekuasaannya. Jika aku tidak mengambil akar spiritualmu dan bergabung dengan sekte, keluargaku akan dihancurkan oleh Lin Kuang! Aku melakukan ini demi bertahan hidup! Kau sangat mencintaiku dulu, bukan? Tolong, ampuni aku..."

​Langkah Lin Tian terhenti tepat dua langkah di hadapannya. Pemuda itu menatap Su Yue dengan pandangan yang menganalisis, seolah sedang membedah sebuah benda mati.

​"Logikamu penuh dengan kecacatan," ucap Lin Tian datar, suaranya tidak memancarkan simpati sedikit pun. "Kau mencuri fondasiku bukan karena paksaan, melainkan karena keserakahan. Kau meracuniku dengan tanganmu sendiri karena kau terlalu malas untuk berkultivasi dari bawah."

​"B-bukan begitu! Aku bisa menebusnya!" Su Yue merangkak maju, mencoba memegang ujung sepatu Lin Tian. "Jika kau membunuhku, Tetua Besar Sekte Pedang Surgawi yang berada di Tahap Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) akan turun tangan secara langsung! Kau tidak akan bisa melawan monster di tahap itu! Jadikan aku sanderamu, atau... atau jadikan aku pelayanmu! Tubuhku, pengetahuanku tentang sekte, semuanya milikmu!"

​Lin Tian menarik kakinya, membuat Su Yue tersungkur di tanah.

​"Kau salah mengartikan situasinya, Su Yue. Membunuh utusan dan Tetua sekte ini berarti aku telah menyatakan perang mutlak. Sekte Pedang Surgawi akan mengirimkan pasukan utama mereka terlepas dari apakah kau hidup atau mati. Membiarkanmu hidup tidak memberikan nilai taktis apa pun, melainkan hanya menyimpan ular berbisa di dalam selimut."

​Lin Tian mengulurkan tangan kirinya, mencengkeram leher Su Yue dan mengangkat tubuh gadis itu ke udara. Su Yue meronta hebat, memukul-mukul lengan Lin Tian dengan sisa energinya, namun cengkeraman Lin Tian kokoh seperti besi tempa.

​"Tiga tahun lalu, kau merobek Dantianku dan menarik keluar Akar Spiritual Pedang dari tubuhku. Kau mengatakan bahwa sampah tidak berhak memiliki harta karun dari surga," Lin Tian berbisik pelan, matanya berkilat memancarkan hukum karma yang dingin. "Hari ini, aku akan mengambil kembali barang curian itu. Dan seperti yang kau bilang, kotoran sepertimu... tidak berhak memilikinya."

​Mata Su Yue terbelalak maksimal, menyadari apa yang akan dilakukan Lin Tian. "Jangaaaannn! ARGHHHHH!"

​Lin Tian menekan telapak tangan kanannya ke perut bagian bawah Su Yue. Qi Primordial abu-abu menembus kulit dan otot gadis itu, langsung menginvasi Dantiannya. Berbeda dengan operasi bedah spiritual yang berhati-hati, Lin Tian menggunakan metode destruktif murni.

​Sebuah cahaya berbentuk miniatur pedang putih yang tertanam di Dantian Su Yue—Akar Spiritual Pedang yang ia curi tiga tahun lalu—bergetar hebat, merespons resonansi darah aslinya di tubuh Lin Tian.

​Dengan satu tarikan napas yang tajam, Lin Tian menarik tangannya mundur secara paksa.

​Craaassh!

​Bersamaan dengan lolongan Su Yue yang menyayat hati, sebuah gumpalan energi murni berbentuk pedang kecil berhasil ditarik keluar dari tubuh gadis itu. Proses ekstraksi paksa ini merobek seluruh jaringan meridian Su Yue, menghancurkan fondasi kultivasinya secara total dan permanen.

​Gadis yang diagungkan sebagai jenius mutlak dari Sekte Pedang Surgawi itu kini benar-benar telah menjadi manusia cacat tanpa harapan untuk pulih, sebuah ironi yang menggemakan tindakan masa lalunya sendiri.

​Lin Tian melepaskan cengkeramannya. Tubuh Su Yue jatuh terjerembab ke tanah, kejang-kejang dengan darah yang terus mengalir dari mulut dan perutnya. Kesadarannya memudar, meninggalkannya dalam penderitaan fisik dan mental yang tak terbayangkan. Ia tidak mati, namun hidupnya kini lebih buruk dari kematian itu sendiri.

​Lin Tian menatap Akar Spiritual Pedang yang melayang di atas telapak tangannya. Menggunakan energi Kekacauan, ia segera mendefragmentasi akar tersebut, menyerap esensi aslinya kembali ke dalam tubuhnya untuk memperkuat fondasi Tubuh Pedang Kekacauan miliknya.

​Sambil menghapus sisa darah yang memercik di jubahnya, Lin Tian menengadah, menatap kapal perang giok raksasa yang kini mengambang tanpa komandan di langit. Di kejauhan, para tetua Klan Lin yang bersembunyi perlahan keluar, menatap pemuda itu dengan ketakutan dan kekaguman yang setara dengan memandang seorang dewa perang.

​Lin Tian telah mengambil kembali segala miliknya. Namun, secara logis, ia tahu bahwa eksekusi ini adalah genderang perang yang baru saja ditabuh. Matahari bersinar terik, namun badai yang jauh lebih besar dari arah Sekte Pedang Surgawi telah menanti di cakrawala.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mantap
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe..tidak menunggu diserang tp datang menyerang 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
perang lawan sekte pedang surgawi ayooooo bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii sampah Su Yue😄🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...akan ada pertarungan nih bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
aroma pembantaian nih
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bersembunyi di tempat paling berbahaya 👍😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo kabuuuuurrrr
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo naikkan kekuatan bantaaaaaaaiiiiii 👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe akhir nya bisa lebih kuat ada kesempatan 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo terus kuat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
cerita diawal dan alur ceritanya bagus👍👍
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!