Seorang gadis dari Sebuah Desa dengan kondisi sakit yang di deritanya, memutuskan pergi kekota demi melanjutkan Pendidikannya, tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh Alice bahwa dia akan jatuh cinta, banyak ujian yang mereka lewati untuk bisa bersama... mampuhkah mereka tetap bersama hingga akhir...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elice Nur Mawanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31
Selesai membuat laporan orang tua Dewi berpamitan lebih dulu.
Alice, Purnama, dan Asti serta Dahlan sedang berbincang di depan kantor polisi sementara yang lain sudah menunggu di dalam mobil.
Irma yang merasa cemburu melihat Purnama dekat-dekat dengan Alice, berniat keluar mobil.
"Heh mau kemana loe lenje!"
"Apaan sih kamu Des biasa aja kali!"
"Habis nya kamu kecentilan banget sih sama kak Purnama, udah tahu dia suka sama Alice juga!"
"Hah, gak salah ngomong kamu, gak mungkin Purnama suka sama si Alice gadis desa itu, jelas-jelas kamu tahu aku yang lebih dulu suka sama kak Purnama!"
"Kamu ko gitu banget si Ir sama temen sendiri, Alice itu bukan cuma sekedar teman di sekolah, bahkan dia teman satu atap kita, kamu lupa baiknya Alice sama kamu, sampai-sampai kamu rela bertengkar sama Alice cuman gara-gara cowok?"
"Alah udah lah kamu itu gak akan pernah ngerti rasanya, melihat orang yang kamu sayang bareng sama sahabat kamu sendiri!"
"Justru aku lebih paham, bedanya aku bisa mengendalikan diri dibandingkan kamu yang lebih senang nyosor!"
"Udah deh berisik aja kamu, kalau mau ceramah di masjid jangan di sini!"
"Ya ampun Ir gak nyangka ya gue ternyata aslinya elo begini, cuman demi dapetin cowok yang udah jelas-jelas gak suka sama elo.!"
"Sutssd diam ya, karena siapapun gak akan ada yang bisa ngelarang aku, kalaupun itu kamu, jangan pikir aku gak akan tega sama kamu termasuk Alice!"
"Istigpar Ir!"
"Masa bodo!"
Irma keluar dari dalam mobil menghampiri Purnama, kemudian berdiri di antara Alice dan Purnama.
"Wisss kenape loe Ir, dateng-dateng main misahin orang begitu?"
Tanya Dahlan.
"Tau tu anak dari tadi drama mulu sama Purnama!"
Sahut Asti.
Alice hanya mengelus-elus tangannya yang tersenggol Irma tadi.
Melihat Alice mengelus-elus tangannya, Purnama bergeser ke samping Alice.
"Kamu gak papa lice?"
"Em enggak ko kak!"
Jawab Alice sembari tersenyum.
"Lebay banget!"
Sahut Irma.
"Astagpirullah ada apa dengan Irma, tidak biasanya dia bersikap seperti ini terhadap aku!".
Alice berkata-kata dalam hatinya, sembari menatap Irma.
"Apaan loe liat-liat?"
Bentak Irma ke Alice.
"Astagpirullah kamu kenapa Ir? ko kasar begitu?"
Tanya Purnama.
"heheh enggak kok kak barusan mah refleks aja, maaf ya Lice!"
"Kayanya bersikap kasar kepada Alice di depan kak Purnama bisa bikin Kak Purnama malah ilpil sama aku, sebaiknya aku bersikap sok baik aja deh di depan kak Purnama!"
"As, dari tadi Irma sama Desi itu cekcok terus, kayanya kita harus pisahin mereka deh.!"
Usul Purnama
"Iya pisahin aja aku sama kak Purnama,Alice naik mobil kak Asti kan beres, ya kak ya!"
Irma nyahut lebih dulu.
"Idih nih anak kenapa jadi kecentilan begini sama elo Pur, naksir kali dia sama elo hahah?"
Sahut Dahlan sembari tertawa.
"Aku naik mobil siapa aja gak masalah kok kak!"
Ucap Alice.
"Gini aja aku kan sama Bang Dahlan mau ngenterin orang tua nya Juanda dulu, jadi Ibu kosan ikut mobil kamu aja Pur, biarin aja si Irma tetep di mobil kamu, biar adil, ibu kosan yang duduk di samping kamu!"
"Ya udah gak papa, tapi sebelum pulang aku laper nih, Alice juga pasti belum minum obat, karena belum makan siang, gimana kalau habis dari sini kita mampir dulu ke tempat makan!"
Usul Purnama.
"Boleh juga tuh!"
Sahut Asti sambil tersenyum kepada Dahlan.
"Perhatian banget sih sama si Alice padahal aku juga lagi ga enak badan, kayanya aku mesti kasih tahu kak Purnama deh kalau aku juga lagi sakit, biar di perhatiin juga sama kak purnama, hihih"!
Irma menggerutu, sembari bersiasat dalam hatinya.
"Iiihhh co cweet banget kakak tahu aja kalau Irma udah laper heheh!"
Seru Irma sembari menggandeng tangan Purnama, namun seketika Purnama melepaskannya.
"Maaf Ir kakak mohon jangan seperti ini, malu Ir di tempat umum diliatin banyak orang!"
Purnama menasehati Irma.
"Iih kakak gak papa dong kan biar semua tahu kalau kakak itu punya Irma!"
"Astagpirullah, istigpar Ir!"
"Ada cewek begitu ya gak tahu malu."
Sahut Dahlan.
Ibu kos melihat kelakuan Irma dari dalam mobil Asti.
"Astagpirullh eta budak kunaon deui hiji, menika gak tahu malu pisan, apalagi ini di tempat umum,ibu,bapak saya permisi dulu sebentar ya!"
"Iya bu silahkan!"
Jawab Orang tua Juanda.
Ibu kosan pun turun dari mobil menghampiri Irma dan yang lainnya.
"Irma! kamu teh nanaonan bikin malu saja gelayutan begitu sama cowok, ulah kitu malu!"
Seru Ibu kos kepada Irma.
Irma yang mendapat perlakuan demikian merasa dipermalukan dengan langkahnya yang kesal Irma pergi ke dalam mobil Purnama.
"Maafin Irma ya nak Pur!"
"Gak papa bu, justru saya makasih banget karena ibu udah nolongin saya dari Irma!"
"Iya ih meni bikin malu pisan budak teh, Ini teh mau apa dulu atuh hayu kita berangkat!"
"Kita cari makan dulu bu, kasian Alice belum minum obat lagian ini udah waktunya makan siang juga, nanti selesai makan siang kita mampir dulu ke masjid buat shalat Duhur berjamaah!"
Ucap Purnama lembut.
"Oh ya udah ibu mah ikut aja lah!"
"Ibu, Desi sama Irma kan berantem terus dari tadi sebaiknya Ibu ikut mobil nya Purnama aja, siapa tahu dengan adanya ibu di dalam mobil mereka akan diam atau bahkan baikan!"
"Oh kitu? kenapa atuh tidak bilang dari tadi Purnama teh?"
"Saya kira awalnya mereka biasa seperti itu bu!"
"Ya sudah hayu atuh!"
Purnama dan yang lainnya memasuki mobilnya masing-masing.
"Irma boleh tolong pindah kebelakang, Ibu yang akan duduk di kursi ini!"
Ucap Purnama kepada Irma yang sudah duduk santai di kursi depan sebelah tempat duduk purnama.
Desi cekikikan melihat mimik wajah Irma yang dengan ketusnya keluar dari mobil dan duduk di kursi kedua bersama Alice dan Desi.
"Silahkan Ibu!"
Seru Purnama
"Terimakasih nak Purnama!"
"Sama-sama bu!"
"Mari kita berangkat bismilllah..."
Selama perjalanan menuju tempat makan Desi berpindah ketengah di antara Alice dan Irma karena sedari tadi Irma menyenggol-nyenggol Alice terus menggunakan sikut tangannya.
"Kamu mau kemana sih des?"
"Pindah lah kedeket kamu, biar kamu diam!"
Seru Desi.
"Aduh aya naon deui barudak?"
"Bu dari tadi Desi liat kalau Irma itu nyenggol-nyenggol Alice pakai sikutnya."
Mendengar penjelasan Desi Purnama menepikan mobilnya.
"Kamu gak papa Lice?"
"Enggak kok kak aku gak papa,desi jangan terlalu didengar ah heheh!"
"Udah Alice kadie pindah ibu kainya !"
"Ih ibu mending Irma aja yang kesitu.
"Tos repeh udah Alice pindah kdie.!"
"Tapi alice gak papa ko bu!"
"Udah ayo nurut aja sama ibu!"
Alice pun keluar dari mobil dan duduk disamping kursi kemudi Purnama.
"Astagpirullah aku takut Irma semakin menjadi-jadi jahil dan usil nya terhadap aku karena aku duduk di samping kak Purnama..."
semangat terus berkarya 👍👍