Di lanjutkan season 2.
Mohon maaf jika up nya sedikit ya, soalnya author nulis 2 judul. 🙏🙏🙏
Moli adalah seorang gadis SMA yang periang. namun di balik cerianya itu Dia adalah seorang gadis yang sangat kesepian.
hingga suatu ketika Dia beretemu dengan seseorang yang lelaki yang masih duduk di bangku SMP bernama Yoga. Seiring berjalannya waktu mereka mulai akrab.
namun di sisi lain. hubungannya dengan sang kekasih (Diki) justru mulai retak karena kedatangan wanita lain. wanita yang telah lama mengenal Diki dari kecil.
Hubungan Moli dan Diki pada akhirnya merenggang. sementara Moli kini mulai terbiasa dengan kehadiran Yoga yang menurutnya bisa membuat dirinya selalu tersenyum menggantikan ruang sepi yang selama ini terjadi.
penasara.??? yukk langsung aja kepo in???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TigapuluhSatu
Setengah jam kemudian Fani sudah datang dengan gaun pink yang melekat ditubuhnya. Ia dan Diki menunggu di ruang tamu sementara Moli masih berdandan.
“Elo mau ikut Ga? Kok pakai baju begituan... nggak mecing ah!”
“Nanti mampir ke toko beli dulu, sekalian cari kado kata kak Moli.”
“Oo...”
Yoga ternganga ketika melihat Moli turun dari anak tangga. Bidadari itu terlihat cantik dengan balutan make up sederhana. Sementara gaun kuning di bawah lutut melengkapi penampilannya yang sangat sempurna. Inikah yang di sebut bidadari turun dari kayangan? Cantik luar biasa.
“Awas netes tuh liur.” Sindir Moli pada Yoga yang masih terpana pada tampilan Moli.
“Yuk berangkat.”
Yoga bergidik tersadar ketika gadis itu sudah berada tepat di hadapannya. Bisakah bidadari ini ku miliki? Pantaskah mencintainya? Dia terlalu sempurna.
Perjalanan dari jakarta hingga tempat tujuan di tempuh sekitar dua jam. Usai mampir ke toko dan membeli kado mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Bogor di mana sebuah pesta akan di laksanakan. Yoga yang duduk di belakang sudah terlihat tampan memakai kemeja polos berwarna abu yang di pilihkan Moli. Mata elangnya sesekali mencuri pandang pada gadis yang duduk di hadapannya dari balik kaca spion yang tergantung di bagian depan. Moli tahu itu, Ia hanya mencoba bersikap biasa walau sebenarnya hati nya terasa begitu berbunga karena lirikan mata itu.
Mia
Udah sampai mana?
Pesan masuk dari Mia di ponsel Fani. Fani melempar ponselnya pada Moli untuk segera membalas pesan itu. Terlalu bahaya menyetir sambil bermain HP apalagi sudah malam.
Fani
Bentar lagi nyampe, tunggu aja.
Read.
Rumah itu terlihat mewah. Di halaman sudah ada begitu banyak tamu yang datang. Sebagian dari mereka adalah anak muda mudi. Jelas! Kan yang ulang tahun masih anak SMA.
“Hei!”
Sebuah teriakan dari balik kerumunan para tamu. “Kalian udah dateng.” sapa Mia yang terlihat berbeda tampilan dari yang lainnya. Seperti biasa Ia hanya memakai celana jeans dan tangtop berbalut sebuah kemeja panjang dengan kancing terbuka.
“Eh ada Elo juga Ga. keren juga ternyata.” puji Mia hingga membuat Yoga nyengir.
“Yuk gue kenalin sama sepupu gue.” Mia mengajak mereka menuju seseorang yang sedang berdiri di samping meja yang ada kue besar di atasnya.
“Kenalin Radit, sepupu gue...”
“Hai... makasih udah mau dateng, Radit.” Radit mengulurkan tangan bersalaman bergantian hingga berakhir pada Fani.
“Gue Fani.” Fani tersenyum terpesona dengan sepupu Mia itu. Ia baru tahu ternyata Mia punya saudara seganteng Dia. Ck! Kenapa Mia nggak pernah cerita?
Fani menarik lengan Mia dan berbisik di telinga nya. “Lo kok nggak pernah cerita punya sepupu cowok? Dari dulu kek kenalin ke gue.”
“Dasar! Lihat yang bening langsung terpesona, mau di kemanain tuh penyanyi kafe?”
“Ck! Resek lo!”
Lima menit sebelum acara di mulai. Seseorang muncul dengan membawa satu kotak bungkusan berukuran sedang.
“Maaf telat gue.” lelaki itu merangkul dan berjabat tangan dengan Radit.
“Nggak papa, santai. makasih udah dateng.”
"Diki?” ucap Moli, Mia dan Fani bersamaan. Mereka begitu terkejut dengan kehadiran Diki. Ternyata Diki mengenal Radit? Mia baru tahu.
“Moli? Kamu disini juga.”
“Iya, Radit itu sepupunya Mia.” jawab Moli cuek. Dan langsung meraih tangan Yoga.
Apakah mereka berdua sudah berpacaran? Diki melirik sinis pada Yoga. Kebetulan macam apa ini? Kenapa harus ada Yoga?
Setelah acara tiup lilin usai. Mia menyeret Radit yang sedang mengobrol dengan tamu lain. “Sini gue mau ngomong bentar.”
“Apa sih?”
“Sejak kapan elo kenal sama Diki?”
“Kenapa emangnya?”
“Udah jawab aja, kapan?”
“Sekitar satu tahun yang lalu.”
“What? Kok elo nggak bilang?”
“Lha emang penting ya?”
Bener juga sih. Untuk apa Radit cerita soal pertemanannya sama Diki. Nggak ada hubungannya kan? Cuma anehnya, kok bisa pas gini. Di setiap Moli sedang bersama Yoga entah datang dari mana Diki pasti muncul. Mungkin hanya suatu kebetulan.
“Hi Mol.” Sapa Diki pada Moli yang sedang berdiri sendirian di samping air mancur.
“Kamu cantik banget malam ini?”
Moli hanya tersenyum tipis. Mata nya melihat kerumunan para tamu mencari Yoga yang katanya pamit ke WC namun tak kunjung balik lagi. “Kemana si Yoga,lama banget.” batin Moli gelisah karena ada Diki.
“Bisa kebetulan gini ya, kita jadi sering ketemu tanpa di sengaja.”
Lalu maksudnya apa? jodoh gitu? Udah nggak jaman percaya gituan ih! Moli tetap tak bergeming, bahkan untuk menjawab obrolan Diki pun malas di lakukan. Ck! Si Yoga juga lama banget di tungguin. Jadi di datangi Diki kan?
“Maaf lama ya, tadi Mama telpon.” ucap Yoga ketika sudah berada di samping Moli.
“Diki? ngapain lo disini? Nggak bisa cari tempat lain?”
“Terserah gue mau kemana? Urusannya sama lo apa?”
“Jelas ini urusan gue, gue nggak mau elo ganggu pacar gue. Bisa kan?”
Apa? Pacar? Bukan hanya Diki yang terkejut dengan kata yang di lontarkan Yoga. Moli justru lebih terkejut lagi hingga menutup bibir merahnya. Dia bilang pacar? Maksudnya apa? Moli bergidik pelan.
“Jadi kalian pacaran? Nggak mungkin banget.” timpal Diki dengan bibir di tarik ke atas. “Buktinya apa kalian pacaran? Elo itu cuma pelampiasan karena Moli putus dari gue.”
Apa maksud perkataan Diki? Moli semakin kecewa dengan tingkahnya yang sama sekali belum berubah, dan justru sekarang semakin menggila rasanya. Dengan entengnya melontarkan kalimat itu, Dia pikir Moli masih mencintai dirinya? Tidak!
Perdebatan mereka akhirnya membuat para tamu memandang mereka dengan tatapan aneh. Mungkin mereka masih bingung dengan apa yang sedang terjadi. Mia, Fani dan Radit yang masih mengobrol pun ikut menyerobot melewati kerumunan itu karena penasaran.
“Elo mau bukti kalau kita pacaran?”
“Silahkan buktikan, karena gue nggak akan percaya.”
Dengan memantapkan hati Yoga menarik pinggang Moli kemudian kedua telapak tangannya mendarat di ke dua pipi Moli. Dan...
Cup!
Satu kecupan mendarat di bibir Moli. Matanya terbuka lebar karena kaget dengan perlakuan Yoga yang tiba tiba itu. Begitu pun dengan semua tamu yang melongo melihat sebuah pemandangan indah itu. Diki mengeratkan giginya saling beradu. Tangannya mengepal kemudian pergi tanpa permisi. Sepertinya Dia malu hingga akhirnya memilih cabut dari tempat itu.
Akhirnya ciuman itu terlepas. Keduanya membisu dan bingung dengan apa yang harus di perbuat. Karena banyak mata yang masih melirik mereka, Moli tiba tiba menarik Yoga pergi dari keramaian pesta tersebut. Mereka duduk di kursi panjang di sisi barat sebelah di mana tempat pesta di adakan.
“Maaf yang tadi, gue nggak sengaja. Gue cuma...” ucapan itu terhenti karena bingung dengan kelanjutannya.
“Cuma apa?”
“Cuma nggak mau kak Moli disakiti Diki lagi, maaf.” Yoga menunduk takut akan kemarahan Moli atas perbuatannya tadi.
“Hei...” Moli menarik dagu Yoga menghadap ke wajahnya. “Gue suka kok sama yang elo lakuin tadi, itu kejutan terindah buat gue.”
Mimpi apa semalam sampai Moli bilang begitu? Tak salah dengar kan? Ingin rasanya
Yoga berteriak melompat setinggi tingginya menembus gelapnya malam. Benar kah begitu? Dia menyukainya... Oh Tuhan, apa ini kenyataan?
Yoga menepuk pipinya sendiri. “Aw sakit! berarti ini bukan mimpi.” Yoga memastikan.
“Jadi kak Moli nggak marah? Serius? Tadi itu nggak sopan loh.”
Ck! Emang nggak sopan. Tapi dilakuin juga. Dasar! Moli tersenyum lalu mengusap rambut Yoga. Mata keduanya saling beradu.
“Gue nggak bisa marah Ga, lo tahu nggak kalau gue itu sayang sama elo?”
“Tahu, sebagai adik kan? Itu kata kak Moli.”
“Bukan Ga, bukan sebagai adik tapi yang lain. apa harus gue jelasin? Harusnya elo udah paham tentang.”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya Moli sudah di tarik hingga jatuh di pelukan Yoga. “Gue tahu kok, Cuma nggak berani ngungkapin aja, takut nggak di terima.”
“Gue sayang sama kak Moli, sayang banget.”
Pelukan itu semakin erat. Moli membenamkan wajahnya pada dada bidang Yoga. Satu kecupan Yoga lakukan di jidat Moli.
Malam ini adalah saksi atas cinta mereka. Tak akan pernah ada yang tahu dengan perjalanan mereka berikutnya. Namun ini adalah awalnya sebuah ciuman tanpa kesengajaan hingga menumbuhkan cinta di antara mereka.
“Gue cinta sama Elo Ga.”
***
Sejak kejadian malam itu, Diki memilih pindah sekolah ke Bandung menyusul Lia. Ia tak ingin bayangan Moli terus menghantuinya setiap waktu. Mungkin ini adalah jalannya, pergi menjauh darinya adalah hal utama sekarang. Cukup sudah mempermalukan raga ini memohon hanya demi cinta yang sudah tak mungkin lagi bisa Ia miliki. Bukankah jodoh tak akan kemana? Suatu pilihan yang sulit tapi harus di lakukan. Membuang jauh perasaannya pada seseorang yang memang sekarang sudah menjadi milik pria lain
“Yoga, Tiap hari Elo mau kan jemput gue.”
Gadis dengan rambut panjang terurai itu duduk di boncengan sepeda belakang. Kedua tangannya telentang menghirup udara pagi hari. Heran sih! Sejak kapan sepeda Yoga ada jok kecil di bagian belakang? Sebelum nya tak ada. Ah sudah lah! Tak penting.
“Siapa juga yang mau jemput tiap hari, capek!” tawa itu terdengar jelas ditelinga kiri Moli.
“Yogaaaaaaa!”
The End.
**Trimakasih buat yang udah setia jadi reader novel When you kissed Me!
sekian dan terimakasih**.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
semoga jd novel terbaik 😍😍😍
maaf ya thor kalau aq kasih kritikan ✌️✌️✌️
semoga lebih teliti lagi ya thor
Truss hubungan nya Ama season 1 apa?
Jangan lupa mampir di cerita saya yang berjudul Cinta Abdinegara dan Putih Abu-Abu di tunggu feedback nya 🤗🤗🤗
Terimakasih 🙏🙏🙏