putraku anak dari pak CEO
wanita berusia 25 tahun, bernama Alina Pratiwi mengunjungi sebuah tempat hiburan malam terbesar di kotanya, demi hanya agar sejenak melupakan berbagai tuntutan dari ibunya yang ingin segera melihat putri semata wayangnya itu menikah sebelum sang ibu tutup usia.
sedangkan Alina sendiri sama sekali tidak pernah ingin menikah, karna trauma nya yang memergoki sang ayah berselingkuh dengan wanita lain.
namun niat hati Alina ingin hanya sekedar menghibur diri,justru Alina malah mendapatkan peristiwa yang membuat dirinya kehilangan kehormatan nya
akankah Alina mampu menjalani kehidupan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinta digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. pertengkaran
"apa maksudmu? kenapa kau begitu marah sampai berbuat kasar kepadaku?! "ucap Alina dengan suara yang cukup keras
saat mereka telah sampai di mansion milik Felix, Alina kini mulai membuka jalan pertikaian. beruntung sudah tak ada Alvino di sana, karna sebelumnya Felix telah pergi menitipkan Alvino kepada salah satu pelayan di kediamannya.
"kamu tanya kenapa? Hah?!!!"
suara Felix tak kalah kencang, Bahkan wajahnya kini memerah padam.
"tolong jelaskan! Apa salahku?" ucap Alina menurunkan volume suaranya
"hmmm..... Apa semua pria bisa bebas menyentuh tubuh mu?" bentak Felix yang kini mencengkram kuat kedua bahu Alina
"apa kau cemburu? Ya.... Aku tahu, hanya karena cemburu kamu menyakiti ku! Felix kamu...."
Felix membungkam bibir Alina dengan bibirmu dengan kasar dan penuh pemaksaan. membuat alina terkesiap, Alina terus meronta memukul-mukul dan mendorong tubuh felix. namun kekuatan pria itu terlalu kuat, membuat Alina hanya diam tanpa membalas ciuman kasar itu, di sertai airmata yang sudah mengalir deras.
Felix membuka kedua matanya saat menyadari bahwa Alina tengah menangis karna ulahnya.
"kenapa menangis? Aku sungguh cemburu melihat pria lain menyentuh tubuh mu! Aku terlalu takut kehilanganmu." Felix menghapus air mata Alina menggunakan ibu jari nya
"aku terlalu mencintaimu Alina!" Felix mendekap erat ibu dari anak nya itu dengan mata yang mengembun
"maafkan aku Felix, seperti nya aku tak bisa melanjutkan pernikahan dengan mu!" ucap Alina dengan suara bergetar
Sontak Felix melepaskan pelukannya, dan menatap penuh kecewa dengan apa yang baru saja ia dengar.
"apa maksudmu? apa kau tahu, segila apa aku saat kamu menghilang 4 tahun lalu? Hah?! " bentak Felix dengan derai airmata yang lolos dari bendungan nya
"apa kamu tahu? seputus asa apa yang kurasakan, sebelum author mempertemukan kita kembali?" Felix menyugar rambutnya ke arah belakang dengan mata terpejam.
"Stop! Hentikan Felix! Kamu hanya memikirkan perasaan mu!" Alina memalingkan wajahnya ke arah lain tanpa menatap wajah Felix
"heh.... Perasaan? Perasaan apa yang harus Kita bahas lebih dulu? Katakan!" Felix meninggikan kembali suaranya
" sudahlah felix, tak ada gunanya kita melanjutkan hubungan ini! sejak awal memang seharusnya aku tidak datang ke hidupmu." ucap Alina sembari menghapus kasar airmata nya yang masih membasahi pipinya
"sudahi kau bilang? Apakah semudah itu bagi Al? Tidak! Tidak bisa !" Felix memajukan tubuhnya dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping itu
"kau milikku! " Felix menggendong Alina seperti karung beras di pundaknya
"Felix! Lepaskan aku!"
alina meronta-ronta agar di turunkan, tetapi Felix seperti sudah kehilangan indra pendengaran nya. Felix terus membawa tubuh Alina masuk ke dalam kamar nya membanting Alina ke atas kasur empuk itu cukup keras. kemudian mengunci pintu kamar nya dengan menggunakan sandi, yang hanya dirinya yang tahu.
Alina tampak panik dan beringsut mundur hingga tubuhnya tersandar di head board ranjang.
"stop Felix! Ini salah!" ucap Alina histeris, dengan tubuh yang bergetar hebat, serta airmata yang semakin deras
Felix yang kini berada di atas dan berhasil mengungkung tubuh Alina, menghentikan gerakannya. Mata yang sejak tadi terpejam, kita terbuka lebar dan menatap lekat wajah Alina yang nampak ketakutan.
Alina bernafas lega ketika Felix bangkit dari tubuhnya dan menjauh.
"maafkan aku alina, terkadang aku kehilangan kendali saat berurusan yang berkaitan dengan dirimu!" Felix menyesali perbuatannya, yang kini hanya menundukkan kepalanya dengan airmata
Alina mencoba menenangkan dirinya hingga ia menghela nafasnya berulang kali, ditatapnya wajah lelaki yang sebetulnya dia juga sangat mencintai nya, namun kejadian hari ini sangat mengguncangkan dirinya.
"Felix...." Alina mencoba menguatkan dirinya
Alina memeluk tubuh kekar berotot itu yang nampak lemah dengan deraian air mata di wajahnya.
"aku juga mencintaimu, aku pun tak ingin kehilangan mu!" ungkapan cinta itu lolos dari bibir ranum itu
"Aku sungguh minta maaf Alina!" ucap Felix lirih yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Alina
Sore itu di penuhi drama pertengkaran dan deraian airmata di antara keduanya, serta menghidupkan kembali suasana kesedihan menjadi haru saat sebuah ungkapan cinta yang terdengar begitu tulus mengobati hati.
Lop lop sekebon ❤️❤️🔥🔥
kopi pagi thor... 🍞☕️ semangat
sukses sll💪🏻😍😍