NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trauma

Awalnya semua baik-baik saja saat Liam dan Yura sudah berada didalam mobil. Namun kepanikan itu mulai terasa saat mata Yura secara tak sengaja melihat mobil-mobil besar melintas saling mendahului yang lain.

Nafas nya kian memburu seakan mengingat kannya pada kejadian beberapa minggu lalu. Lama kelamaan, suara tangis nya mulai terdengar pilu sambil tangannya sibuk menutup wajahnya.

Ia bahkan berjongkok dan berusaha bersembunyi di dasar mobil. Membuat Liam tentu kepanikan sendiri.

Liam baru saja menyadari satu hal, ternyata Yura menyimpan trauma mendalam atas kejadian menakutkan itu.

Ketakutan Yura tak berhenti disitu saja, perut nya ikut-ikutan bereaksi. Ia merasakan sesuatu yang hebat berputar-putar didalam perutnya yang mengakibatkan dirinya mual hebat.

Alhasil pria itu segera menghentikan mobilnya. Ia tak mungkin bisa melanjutkan perjalanan ini mengingat Yura yang sangat lemah saat ini.

Setelah gadis itu keluar, ia segera mengeluarkan semua isi perutnya. Kepala nya ikutan pusing akibat trauma dan rasa pusing yang saling bergantian.

Setelah agak mereda, Yura hanya bisa bersandar dengan pasrah pada Liam yang membantu sebisa nya.

"Gimana, masih lanjut,,? " tanya Liam.

Yura mengangguk dengan lemah nya. Segala tekad yang telah ia susun sejak awal tak akan ia lepaskan hanya karena rasa mual dan trauma yang melanda.

Keduanya melanjutkan perjalanan dengan Liam yang menggendong gadis itu berjalan kaki. Yura yang berada dipunggung Liam hanya bisa menangis sambil berdoa semoga pria baik yang sedang berada didalam dekapannya itu diberikan kesehatan dan kekuatan.

"Liam, maaf ya... " suara nya parau.

Bagaimana tidak, setelah selesai mengurus seorang Yura, lalu muncul Yura lain yang seolah tidak membiarkan dirinya tenang.

"Aku akan lebih sakit jika melihat mu dirawat oleh orang lain... " ucap Liam.

Terserah apa kata orang, Liam telah menganggap jika Yura adalah tanggung jawabnya. Bahkan jika keadaan mendukung, ia ingin membawa gadis itu tinggal disampingnya untuk selamanya.

Yura tak lagi menjawab, ia hanya menyandarkan kepala nya yang lemah itu dipunggung lebar Liam.

Namun pria itu segera panik, mengira jika Yura sedang tidak sadarkan diri. Dirinya pun segera berhenti hendak berjongkok.

Seolah mengerti, Yura segera bersuara yang membuat pria itu segera bernafas dengan lega. "Aku saja merasa heran, kenapa aku dibiarkan hidup sendiri..?

Dunia seolah tidak memberi nya ampun. Bagi orang lain, mungkin itu adalah anugrah besar karena masih bisa selamat. namun bagi Yura, ini adalah sebuah hukuman.

Bagaimana tidak, ia yang baru saja membangun harmoni didalam keluarga nya, bahkan tak diberi kesempatan untuk memulai nya.

Hanya dalam hitungan jam, semua nya berubah tanpa bisa dicegah. Sakit mana lagi yang bisa mengimbangi rasa sakit yang diderita oleh Yura saat ini?

Ia semakin mempererat pelukannya dileher pria itu, juga air matanya yang tak berhenti mengalir. Dimatanya, Liam bukan lagi seorang teman biasa melainkan sesosok Ayah yang selalu ada untuk putrinya.

"Papa. Ternyata begini rasanya punya papa... " ucap gadis itu.

Sedikit senyum mulai terbit dari wajah keduanya. Mungkin itu lah cara yang mereka lakukan untuk menghibur diri dari keterpurukan ini.

"Kita sudah sampai... "

"Terima kasih Liam... "

Sekeras apapun Yura berusaha menahan rasa sedih nya, air mata itu tetap tak terbendung. Dihadapannya berjejer empat makam orang yang paling dekat dengan dirinya.

Ia bahkan sampai tidak tahu, makam mana yang pertama kali ia sambangi. Terlalu berat baginya hanya untuk sekedar memilih saja.

..

.

.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!