NovelToon NovelToon
Saat Miskin Keluarga Menjauh

Saat Miskin Keluarga Menjauh

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Konflik etika / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:465.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ima susanti

Kita tidak pernah tau takdir apa yang akan menghampiri hidup kita kelak. Semua skenario sudah Allah atur sesuai kapasitas masing - masing.

Saatnya diatas siapapun mengaku saudara,teman atau apalah. Tapi saat kita terpuruk mana tadi yang mengaku saudara. Semuanya perlahan pergi menjauh.
Begitulah kehidupan Keluarga Derel,pasca pendemi merubah segalanya. Saat kedua orang tuanya telah tiada kakak dan adik - adiknya seakan tidak mengenal dirinya lagi.
Dulu waktu ia punya semuanya kakak dan adiknya rajin datang kerumah berkumpul. Itu semua tinggal kenangan. Bagaimana kehidupan Derel dan keluarganya selanjutnya?akankah ia kembali sukses? apa yang terjadi pada orang - orang yang menghina dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Pertemanan yang tulus susah di dapat. Kebanyakan teman itu ada disaat kita senang, tapi saat kita berada di titik terendah mana teman - teman yang biasa mengelilingi. Perlahan pergi menjauh,jangankan teman saudara sendiri saja Tak peduli.

Roda itu berputar tidak selamanya kita berada di bawah dan juga tak selamanya kita berada di bawah. Semua ada masanya masing - masing.

Di saat fase terendah kita akan tau mana teman yang tulus dan mana teman yang modus. Seperti saat ini Derel melihat ketulusan pada Gibran. Tapi Ia merasa sungkan untuk menerima bantuan Gibran yang sangat besar. Ia takut tidak bisa mengembalikan uang Gibran yang jumlahnya tidak sedikit.

"Kenapa kamu diam?" tanya Gibran.

"Aku tidak berani, aku takut tidak bisa membayarnya." ujar Derel sendu.

"Ga apa - apa, kamu bisa bayar kapan saja." Gibran menoleh sambil tersenyum dan kembali fokus pada jalanan.

"Nanti aku pikirkan lagi. Sebelumnya aku sangat berterimakasih atas semua pertolongan kamu." ucap Derel ikhlas.

"Sama - sama. Kita istirahat sebentar di rest area depan ya, sekalian aku mau ngisi bensin dulu." Gibran membelokkan mobilnya ke rest area terdekat.

Setelah mengisi bensin, Gibran mengajak Derel dan Sinta untuk makan malam karna ia tau pasti mereka berdua sudh lapar sama seperti dirinya.

Sinta agak berat memakan makana yang tersaji di depannya. Di matanya terbayang anak - anaknya yang tentu sangat bahagia saat memakan makanan ini.

"Loh kok cuma di liatin aja, ayo dimakan." Tegur Gibran saat Sinta sama seklai tidak menyentuh makanannya dan hanya meminum air saja.

"Aku bawa pulang saja boleh ga?" tanya Sinta malu - malu.

"Nanti buat bawa pulang sudah aku pesankan, sebaiknya kamu makan dulu." ujar Derel sambil tersenyum. Jarang ia menemukan wanita yang mengutamakan anak - anak.

Ia rela menahan perutnya asalkan anaknya bisa kenyang. Begitu besar pengorbanan seorang ibu buat anak - anak, tapi apakah anak - maka nanti saat sukses ingat akan pengorbanan ibunya itu?

Setelah makan malam, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Seperti janji Gibran tadi ia benar - benar membelikan satu ember ayam crispy seperti yang tadi mereka makan. Sinta merasa tidak enak menerima pemberian Gibran. Rasa terharu mengingat betapa besar bantuan dari Gibran yang bukan siapa - siapa bagi mereka.

Satu jam berlalu sangat cepat, mobil yang membawa mereka akhirnya sampainya di rumah Derel.

"Terimakasih sudah mengantar kami hari ini dan terimakasih pertolongan." ucap Derel sebelum turun.

"Apaan sih, biasa aja." kekeh Gibran.

"Mampir dulu, mas." tawar Sinta ramah.

"Lain kali aja,mbak. Sudah malam saya mau langsung pulang saja." jawab Derel memeberikan senyumnya yang terbaik.

Sinta dan Derel turun dari mobil Gibran dan berdiri menunggu mobil menghilang dari pandangan mata mereka baru masuk kedalam rumah.

"Assalamualaikum, kok belum tidur?" tanya Sinta saat membuak pintu kedua putranya tengah asik menonton TV.

"Waalaikumsalam. " jawab keduanya serentak. Mereka bergegas menyalami kedua orang tuanya.

"Mama bawa sesuatu buat kalian?" Sinta mengeluarkan makanan yang tadi di belikan Gibran. Dafa dan Dhani merasa bahagia karan sudah lama mereka tidak lagi bisa memakan makanan itu.

"Makannya pelan - pelan, Sayang." Tegur Sinta pada Dhani yang makanya agak terburu - buru. Dhani tersenyum sebagai jawaban.

"Ibu dan ayah ga imut makan?" tanya Dafa.

"Ayah dan ibu sudah makan tadi." jawab Derel.

"Ayah tinggal dulu." pamit Derel masuk kekamar mengganti pakaian dan langsung istirahat. Sementara Sinta masih menemani putranya makan.

"Alhamdulillah, kenyang. " ujar Dhani mengelus perutnya yang sudah kekenyangan.

"Beresin dulu sisa makanannya, setelahnya kalian istirahat." Sinta ikut membantu membereskan meja makan baru mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selamat pagi kk,selamat liburan. Thor udh up lagi ya. Terimaksih sudah menunggu dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta votenya yang banyak biar thor makin semangat 😊😘😘🙏🙏

1
Inggrianie Sikumbang
kebanyakan typo thor
Ima Susanti: siap kk🙏🙏
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ima Susanti: siap kk👍
total 1 replies
ByngnHtm
yah udh kuduga tpi knp malah ttp nangis dasar cengeng aku 😭
Ima Susanti: /Kiss//Kiss//Rose/
total 1 replies
Wiwit
pendek banget thor, panjangin dong n tmbah babhbya, biar smangat bacanya
Ima Susanti: Insya Allah kk, klo waktunya cukup😘
total 1 replies
Ima Susanti
makasih koreksinya kk, nanti thor perbaiki👍🙏🙏
Ha Liyah
ma,af thor tulisannya banyak yang salah ma,af3 sekali
Yuliana Tunru
benar2 tak tau malu nih sisi
Ima Susanti: muka tembok 😂🤣😂
total 1 replies
Yuliana Tunru
gila ya sisi sampe tak tau malu gituu..kapan kia hamil thirr biar sisi malu dan coba kasih pelajaran apa gitu biar ndk nekat dekati rafi lagi
Ima Susanti: baik kk, saranya bagus banget. thor rampung dulu ya😘😘🙏👍
total 1 replies
Ha Liyah
ddikit amat thor
Ima Susanti: /Facepalm//Grin/
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus rafi hrs bisa ambil sikap di blokir z atw ganti no baru
Ima Susanti: betul juga ya kk, thor setuju 😘🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
vebar2 pelakor tak tau mslu ya ..tinggal gmn kia yg bisa buat rafi jgn sampai tergoda
Ima Susanti: betul itu kk/Good//Pray/
total 1 replies
Wiwit
pendek banget thor babnya
Ima Susanti: Ga konsen kk, tiap bentar dengar petasan dr yg demo
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn takut kia kamu hrs berani klo tdk ya gmn nasib RT mu atau mau nyerah z biar rafi dgn sisi..typo x thorrt
Ima Susanti: setuju kk👍🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
kia waktu x kamu temui sisi biar paham tp jgn sendiri ya bareng mercy biar kapok jgn lemah berjuang demi RT mu
Ima Susanti: betul juga kk, terimaksih masukannya 😘😘🙏
total 1 replies
Sulfia Nuriawati
selama kamu g tegas y repot jg apa lg wanita spt sisi udah terobsesi, jd pintar² cari akal biar g terjebak atw minta tlng derel sm gibran biar sisi kapok
Ima Susanti: terimaksih saranya kk😘😘🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
wahhj mmg otak pelakor yaaa..ayo vi tutup akses blokir z jgn nau dijadali ingat harta mu milik iia lho ..hrs jujur dgn kkfa mu san kia baru jg baikan ada z krlakuan sisi bagys x kis yg gadapi jg ipar2
Ima Susanti: siap kk👍🙏
total 1 replies
Yuliana Tunru
buat iia hamil thorr agar cinta merrka lbh kuat
Ima Susanti: wah benar juga ya kk, terimakasih masukannya kk. thor rampung dulu ya👍🙏
total 1 replies
Ha Liyah
di amat update thor
Ima Susanti: /Chuckle//Facepalm/
total 1 replies
Wiwit
babnya pendek banget
Ima Susanti: /Chuckle//Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
smoga rafi sadar ya klo kia itu istri yg berharga
Ima Susanti: setuju😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!