Arrabella terbangun dan statusnya sudah menjadi istri seorang pria. Yang Ella tahu, dia menghadiri acara pernikahan sahabatnya, tapi dia tidak mengingat kejadian selanjutnya sama sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon author Yura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Ella masih menangis di depan ruang operasi, sementara Steve dan Kate terus menenangkannya.
"Mommy, Ara takut," ucap Ara sembari terisak.
"Tenanglah, Sayang. Kita berdoa saja agar Jason baik-baik saja," ucap Kate memeluk Ella.
Dua jam berlalu, akhirnya lampu ruang operasi pun telah mati. Dokter keluar dengan wajah yang tampak lesu, dan itu semakin menambah kecemasan Ella mengenai Jason.
Ella segera berlari menghampiri dokter. "Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Ella khawatir.
Dokter menggelengkan kepalanya. "Maaf, Nona. Tapi pasien tidak dapat di selamatkan," ucap dokter berat.
Seketika Ella langsung terduduk di lantai. Dia menangis tak terbendung. Ada perasaan menyesal kenapa dia tidak ikut Jason saja tadi.
"Nona Ella, kenapa Anda disini?" Sebuah suara membuat Ella, Kate dan Steve langsung menoleh.
Di sana berdiri Billy dengan heran melihat Ella yang menangis tersedu-sedu.
"Kau masih bertanya, Billy? Jason... Jason tidak selamat," ucap Ella dan kembali menangis.
Namun anehnya wajah Billy malah terlihat bingung. "Tapi, Tuan Jason baik-baik saja, Nona. Ini saja Saya membelikan makanan atas perintahnya," ucap Billy.
"Apa Kau hanya berusaha untuk menghiburku, Billy?! Jason benar-benar telah pergi, dokter yang mengoperasinya baru saja memberitahuku."
"Memangnya tuan Jason di operasi? Tapi tadi baik-baik saja, bagaimana mungkin?" Billy tak percaya. Dia pun langsung menghampiri dokter dan bertanya. Dokter mengiyakan dan tepat saat itu Billy pun merasa begitu sedih.
"Tidak! Ini pasti salah kan dok? Baru saja dia meneleponku menyuruh ku untuk membelikan ku sesuatu. Ini pasti salah!" Billy terlihat frustasi.
Melihat hal itu, Ella langsung memukul Billy. Dia merasa marah kepadanya. Karena Billy, Ella terjebak dalam pernikahannya dengan Jason dan menghadirkan perasaan aneh untuk Jason. Karena Billy, Jason pun menjadi salah sangka pada dirinya dan akhirnya berakhir seperti ini.
"Kau yang harus bertanggung jawab atas semua ini, Billy! Kau yang sudah membuat semuanya menjadi seperti ini!" Ella terus memukuli Billy.
Tiba-tiba ponsel Billy berdering. Karena kewalahan Ella yang terus memukulinya, ponselnya terjatuh ke lantai. Terlihat jelas jika nama dalam panggilan itu adalah Jason. Semuanya menjadi terkejut.
"Tu-tunggu... Apa orang yang sudah tiada bisa menelpon?" tanya Billy sedikit ngeri.
Ella pun menelan ludahnya dengan susah. "Aku tidak tahu. Cepat Kau angkat saja, Billy!"
Billy langsung menggeleng. "Tidak! Aku takut. Bagaimana jika Tuan Jason mau balas dendam padaku?" Billy tak berani mengangkatnya.
"Billy angkat!" Ella melotot dan bersikap garang. Steve dan Kate pun menatapnya tajam, sehingga membuat Billy mau tak mau pun akhirnya mengangkatnya.
Billy tak berani mengambil ponselnya. Dia hanya mengangkatnya dan menyalakan loudspeaker.
"Kau kemana saja, Billy? Aku sudah kelaparan menunggumu!" seru suara Jason dari seberang sana.
Billy ketakutan. "Tu-tuan... Tolong jangan ganggu Saya lagi. Tuan Jason tenanglah di alam Tuan sendiri," ucap Billy.
"Apa kau gila! Kau menyumpahi ku mati!" teriak suara Jason dengan lantang.
Billy langsung mematikannya karena terlalu takut. Sementara Ella dan Kate ikut merinding di buatnya.
Steve yang merasa ada yang janggal pun mendekati dokter dan menanyakan tentang pasien yang tak selamat di ruang operasi tanpa sepengetahuan ketiga orang yang menurut Steve terlihat konyol itu.
"Maaf, dok. Apa pasien yang tidak selamat itu seseorang yang baru saja mengalami kecelakaan?"
"Benar, Tuan. Ada dua korban. Korban pertama selamat dan di rawat di ruang intensif. Dia hanya mengalami patah tulang di kaki, tapi sudah di lakukan operasi. Tinggal menjalani penyembuhan," tutur dokter membuat Steve menyadari sesuatu.
"Baiklah, dok. Terimakasih."
Steve langsung menghampiri Billy dan menyuruhnya untuk mengantarkannya ke ruangan Jason di rawat sebelum Billy pergi tadi.
"Antarkan kami ke ruang rawat Jason sebelumnya tadi," titah Steve.
Billy terkejut. Ada rasa takut jika mungkin saja arwah tuannya masih ada di sana dan akan balas dendam padanya nanti.
"Tapi, Tuan--"
"Berani membantahku, kau akan ku masukkan ke penjara!" ancam Steve.
"B-baik, Tuan."
"Daddy, kenapa kita kesana? Jelas-jelas Jason masih ada di ruangan operasi," tanya Ella tak mengerti.
"Iya, Sayang. Untuk apa? Apa kau tidak takut jika di sana nanti arwahnya Jason akan mengganggu kita?" Kate menimpali.
Steve menatap jengah pada 3 orang di depannya. Dia segera memaksa Billy untuk segera mengantarkannya.