NovelToon NovelToon
Meadow

Meadow

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Ayatha memandang pusara Yosa itu dengan nanar, sahabat satu-satunya telah meninggalkannya selamanya, bukan hanya sahabatnya, bahkan keluarganya pun meninggalkannya. namun tidak berapa lama dia bertemu seorang pria yang ternyata ada hubungannya dengan Yosa?.

Saat dia mencoba untuk hidup tanpa bantuan siapapun, bekerja menjadi pelayan pribadi di keluarga terkaya di negaranya, dia malah berurusan dengan Tuan muda kedua yang begitu penasaran dengannya, selalu menjahilinya dengan caranya...

lalu bagaimana dengan Tuan muda Pertama yang tiba-tiba pulang dari Amerika setelah bertahun-tahun tak pulang, yang ternyata tak menyukainya?

Ini kisah cinta yang biasa namun penuh perjuangan...

"perpisahan mengajarkan kita, bahwa seseorang sangat berharga ketika dia sudah tiada"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang sakit

Ayatha baru saja selesai tugasnya, kepalanya sedikit sakit, dia tidak tahu ntah karna

hujan, atau karna terlalu memikirkan Andra. Dia bingung harus bagaimana?

Haruskah dia meminta maaf lagi? Tapi dia tau kali ini Andra benar-benar marah... Lalu dia harus bagaimana? Kepalanya terasa tambah berat.

" Ayatha! Kau harus cepat melihat keadaan Tuan Muda Andra, " kata Bibi Moi tiba-tiba

masuk kedalam dapur

" Eh, Iya Bibi,  Kenapa Tuan Muda Andra?"

" Dia pasti sakit, sejak kecil Tuan Muda pasti sakit jika terkena hujan, cepat lihat

keadaannya," kata Bibi Moi cemas

" Iya Bi, " kata Ayatha mengikuti permintaan Bibi

Ayatha berdiri di depan pintu kamar Andra, seperti biasa, dia tak tahu harus

bagaimana, dengan keberanian yang di kumpulkannya akhirnya Ayatha mengetuk

pintu kamar Andra.

Beberapa kali Ayatha mengetuk kamar Andra, namun tidak ada balasan, kenapa dengan Tuan Muda? Pikir Ayatha, dia memberanikan diri membuka pintu kamar Andra, dan benar saja kamar Andra tak terkunci.

Ayatha pelan-pelan melihat dalam kamar Andra, remang-remang,  Membuat Ayatha hampir tidak bisa melihat apa-apa,

" Permisi Tuan, " kata Ayatha

Senyap, tidak ada balasan atau sahutan dari dalam kamar, Ayatha memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Andra. Perlahan-lahan dia masuk sambil memperhatikan sekeliling,

mana tau tiba-tiba Andra ada di sana.

Ayatha terdiam, dia memperhatikan Andra yang sedang tertidur, tertutupi selimut

tebalnya.

" Tuan Muda, Anda tidak apa-apa? " kata Ayatha pelan menegur Andra yang tertidur

" Aku tidak apa-apa, pergilah, " kata Andra semakin menarik selimutnya.

Ayatha melihatnya dengan penasaran. Apakah sekarang Andra sedang marah hingga

menyuruhnya keluar, atau dia sedang sakit?

" Tuan? " Tanya Ayatha lagi kebingungan harus melakukan apa

Andra tidak menjawab apa-apa, tiba-tiba pintu kamar Andra terbuka, ternyata Wayren yang

memasuki kamar Andra.

" Ada apa? " tanya Wayren pada Ayatha

" Tuan Muda sepertinya tidak enak badan " kata Ayatha kebingungan pada Wayren

" Benar kah? " Kata Wayren yang sedikit kaget... Mendekati Andra dan segera

mengecek suhu tubuh Andra yang terlihat tertidur.

" Bagaimana? " Tanya Ayatha cemas karena Wayren juga terlihat cemas.

" Suruh Bibi Moi memanggil dokter keluarga, " kata Wayren

" Baik Tuan, " kata Ayatha bergegas keluar dari kamar Andra menemui Bibi Moi yang juga

kelihatan cemas di dapur.

" Bagaimana keadaan Tuan Muda pertama? " kata Bibi Moi begitu melihat Ayatha

" Tuan Muda Wayren menyuruh Bibi untuk menelepon dokter keluarga, " kata Ayatha pelan

" Ya,Tuhan, benarkan Tuan Muda pertama jadi sakit, kalau Nyonya Renata tahu, dia pasti

sangat cemas, aku akan menelepon dokter keluarga dulu, kau kembalilah ke kamar Tuan

Muda, mana tau dia butuh sesuatu darimu, " kata Bibi Moi bertambah cemas

Ayatha tak menjawab, dia hanya berjalan perlahan, lemas menuju kamar Andra, dia merasa sangat bersalah karena sudah membuat Andra sakit, kalau saja dia secepatnya pulang dan tidak menunggu Andra, Andra tidak akan sakit seperti ini.

" Hey... " Kata Wayren tiba-tiba ada di depan Ayatha, Ayatha tentu saja kaget,

kenapa Wayren selalu muncul tiba-tiba atau apa karena dia yang tidak memperhatikannya.

" Kau seharusnya tidak boleh berjalan sambil melamun seperti itu, bagaimana jika kau

berjalan seperti itu di luar, " kata Wayren mencoba mengganggu Ayatha,

namun seperti Ayatha sedang tidak bisa di ganggu, Ayatha hanya menatap Wayren

datar, bukan karena apa, Ayatha hanya bingung, merasa bersalah, dan tak tahu

harus bagaimana.

" Bagaimana keadaan Tuan Muda?" Kata Ayatha datar pada Wayren membuat Wayren

mengurungkan niatnya untuk menggoda Ayatha, melihat wajah pucat Ayatha yang

kelihatan cemas dan kebingungan.

" Dia tidak apa-apa, dia selalu begitu jika terkena hujan, " kata Wayren serius

" Oh " kata Ayatha pelan sambil meninggalkan Wayren

" Kau mau ke mana?" Kata Wayren yang bingung melihat sikap Ayatha

" Ke kamar Tuan Muda, " kata Ayatha berhenti sejenak, memberi salam lalu

meninggalkan Wayren

Wayren hanya terdiam, wajah seriusnya terus memperhatikan Ayatha hingga hilang di pojok

lorong.

" Jika aku yang sakit, apa kau juga akan secemas itu? " Kata Wayren pelan sambil

tetap melihat kearah Ayatha pergi, sorot matanya menyiratkan kesedihan, lalu

dia senyum kecut, lalu pergi kearah sebaliknya.

Dokter pribadi keluarga sedang memeriksa Andra, Ayatha dan Bibi Moi hanya bisa melihat dari sisi ranjang yang lain, Ayatha melihat wajah pucat Andra...dia benar-benar

cemas melihat keadaan Andra yang sangat lemah, apa yang sudah dilakukannya, itu

saja yang tergiang di pikirannya.

" Tuan Muda Andra tidak apa-apa," kata dokter pria setengah banya itu setelah memeriksa Andra.

" Benar kah?" Kata Bibi Moi memastikan

" Iya, Tuan hanya tidak tahan terkena air hujan, ini obatnya, dia akan lebih baik besok,

" kata dokter itu pada Bibi Moi, Bibi Moi yang sepertinya menahan napasnya

langsung menghembuskan nafas leganya.

" Baguslah jika begitu, " kata Bibi Moi

" Kalau begitu saya pulang dulu, " kata dokter itu

" Mari saya antar, " kata Bibi Moi belum keluar mengikuti dokter itu, meninggalkan Ayatha sendiri dikamar itu, Ayatha segera mengambil mangkuk,air hangat dan handuk yang di sediakan oleh Bibi Moi untuk mengompres Andra dan meletakkannya di dahi Andra.

Ini pertama kalinya Ayatha dapat menatap wajah Andra begitu dekat dan begitu lama, wajahnya pucat... Namun tidak bisa menutupi ketampananya, tiba-tiba detak jantung Ayatha

kembali tak menentu, membuatnya merasa susah untuk bernapas lalu dia langsung

memalingkan wajahnya ketempat yang lain, mencoba mengatur napasnya... Ada apa

denganku, pikirnya.

Ayatha bergantian menjaga Andra dengan Bibi Moi... Saat Ayatha membuat bubur untuk Andra, Bibi Moi yang menjaga Andra. Ayatha meletakkan bubur yang telah dibuatnya untuk

Andra ke dalam mangkuk, saat itu dia baru menyadari kenapa suasana rumah itu

terasa sepi, benar... Biasanya selalu ada Wayren yang membuat ramai rumah ini,

paling tidak Wayren selalu ada untuk sekedar menggangu atau menjahili Ayatha,

kemana dia sekarang? Pikir Ayatha yang melihat kesekeliling ruangan saat dia

ingin mengantarkan bubur untuk Andra.

Apa mungkin Wayren sedang tidak mau menggangu karena Ayatha dan Bibi Moi sedang sibuk menjaga kakaknya?? Tapi seperti Wayren bukan orang yang seperti itu, pikir Ayatha lagi, namun dia mencoba untuk tidak ambil pusing dan segera menuju ke kamar Andra, takut buburnya menjadi dingin.

" Bagaimana keadaan Tuan Muda Bi? " tanya Ayatha pada Bibi Moi

" Sudah sedikit membaik, " kata Bibi Moi meletakkan handuk kompres di tempatnya.

" Oh " kata Ayatha menghembuskan napas sedikit lega

" Tolong kau urus makanan Tuan Muda yah, Bibi harus mengurus makanan Tuan Muda Wayren, " kata Bibi Moi berdiri mendekat Ayatha dan segera meninggalkan Ayatha.

Ayatha hanya melihat Bibi Moi pergi, bagaimana caranya dia memberikan makan pada Andra, Andra masih saja terbaring lemah, matanya tetap tertutup, wajahnya masih saja pucat.

" Tuan Muda, makanan Anda sudah siap, " kata Ayatha mencoba membangunkan Andra namun Andra tidak bergeming sama skali, dia masih saja tertidur, terlihat lelap sekali

hingga Ayatha mengurungkan niatnya untuk membangunkan Andra lagi.

Ayatha meletakkan bubur untuk Andra di meja dekat tempat tidur Andra. Ayatha

meletakknya pelan-pelan agar Andra tidak mendengarnya.

Namun, Andra sepertinya tetap terusik dengan suara Ayatha meletakkan bubur itu.

" Yosa " kata Andra pelan dan lirih

Ayatha menatapnya, dia benar-benar mencintai gadis itu, bahkan dalam mimpinya saat ini yang ada hanya yosa, dia sangat merindukannya dan penyesalan yang

menghantuinya, jika saja dia tidak meninggalkannya saat itu, mungkin dia bisa

bersamanya disaat terakhirnya, atau bahkan dia masih akan tetap bersamanya

karna dia akan menjaganya.

Tanpa terasa air mata mengalir di pipi Andra yang tertidur, Ayatha hanya bisa memandanginya, dia benar-benar menderita, kata hati Ayatha saat melihat wajah dan air mata yang mengalir. Kau benar benar mencintainya, Apa yang harus ku lakukan untuk membantu mu? Ayatha bertanya dalam hati.

Ayatha mengambil handuk lagi untuk mengompres dahi Andra, dia meletakkan handuk itu perlahan, Ayatha memutuskan untuk membiarkan Andra beristirahat sendiri,

mungkin hanya itu yang dia lakukan.

Ayatha memperbaiki lagi letak handuk yang ada di dahi Andra, lalu bergegas ingin pergi

saat tangan Andra menariknya. Ayatha kenget melihat apa yang tejadi

" Jangan pergi, Yosa " kata Andra namun dengan mata masih tertutup.

Ayatha hanya terdiam memandangnya, dia hanya memandang Andra, hatinya merasa kasihan melihat keadaan Andra. Dia tidak tahu apakah harus melepaskan tangan Andra, atau membiarkannya tetap memeganginya.

Ayatha memegang tangan Andra, melepaskannya perlahan... Ayatha kembali melihat Andra yang tetap tertidur, dia tersenyum sedikit lalu pergi keluar dari kamar Andra.

Dia berdiri di tempat biasa dia menunggu Andra, bersender di tembok... Hangat pergelangan tanggannya yang di pegang oleh Andra masih terasa, dia memenaginya lagi. Namun dia kembali teringat air mata yang mengalir di sisi mata Andra, wajahnya yang

sedih... Setiap hari harus menahan setiap perasaan, hingga terbawa mimpi, Ayatha

tau itu sangat menyiksa, bahkan untuk seorang Andra yang terlihat sangat kuat,

namun ternyata mereka sama dan bukah hanya dia, Andra pun sangat menderita.

Ayatha melepaskan tangannya, perasaannya sakit...ntah kenapa? Hanya terasa sangat sakit...

Hari ini bukan saja Andra atau Ayatha yang merasakan sakit, Wayren pun merasakan hal yang sama, dia hanya bisa terdiam dikamarnya, duduk membisu memandang keluar jendela. Matanya tampak kosong, wajahnya yang bisanya selalu tersenyum tampak begitu datar, hatinya sakit melihat pandangan cemas Ayatha pada Andra, dari

situ dia tahu bahwa Ayatha benar-benar menyukai Andra, dan itu terasa

menyiksanya, bagaimana bisa Ayatha menyukai kakaknya? Bagaimana bisa Ayatha tak mengetahui perasaannya? Bagaimana dia bisa mendapatkan cinta Ayatha?

Pintu kamar diketuk seseorang, membuat buyar semua lamunan Wayren.

" Silahkan masuk, " kata Wayren datar

" Permisi Tuan Muda, makanan Anda sudah siap, apakah Anda ingin makan di ruang makan atau di sini? " tanya Bibi Moi pada Wayren

" Bawa ke sini. " kata Wayren yang sedikit kecewa karena mengira yang datang adalah Ayatha.

" Baik Tuan " kata Bibi Moi ingin segera pergi

" Tunggu, " kata Wayren

" Iya Tuan "

" Di mana Ayatha?"

" Ayatha sedang menjaga Tuan Muda Andra "

" Oh, pergilah. " kata Wayren kembali menatap jendela, rasa kecewanya bertambah,

walaupun hatinya merasa cemburu namun dia sekuat tenaga menahan dirinya untuk

menemui Ayatha disana.

1
Betty Wulansari
Alhamdulillah akhirnya 😊
Betty Wulansari
Kanebo mana kanebo 😭😭😭
Betty Wulansari
Andra 😭😭😭
Betty Wulansari
😍😍😍
Betty Wulansari
😭😭😭
Betty Wulansari
😊😊
Betty Wulansari
😊
palupi
terimakasih 💐💕🙏
palupi
Luar biasa
Wangintowe Tundugi
suruhan tuan arya ah kapan selesai ceritAmu quin
Wangintowe Tundugi
kapan tamanya ceritamu quin
Wangintowe Tundugi
sepertinya yg meninggal bukan ayatha,maxi sengaja memanipulasi bersama dokter jeremy untuk keamanan ayatha dari tuan Ray😅
Wangintowe Tundugi
pak wang jadi obat nyamuk 😂
Wangintowe Tundugi
ayata kok gitu ya dengar dulu lah
Wangintowe Tundugi
sepertinya hanna dan maxi ada hubungan maxi hanya nutupi hubungannya pada ortunya
Wangintowe Tundugi
sama2 terluka
kafa ainshod
love sekebon buat maxi
Youleannaa
bagus
emak e Rainnathan
Luar biasa
Ve
Yosa baik bgt sih
Tapi keputusan Ayatha juga benar, krna ga bs slmanya ngandelin orng lain, berat sih tp hrs bs berdiri di kaki sendiri.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!