waktu Update :
Selasa & Jumat
Pukul : 20.00 Wib
Kisah, dua sejoli yang berbeda generasi, seorang guru yang jatuh cinta pada sang murid,
Sang guru, sangat sabar memendam perasaan terhadap muridnya, karna sang Guru tidak ingin merusak masa-masa indah yang katanya indah pada saat SMA, meskipun pada akhirnya mereka dekat, tetap saja sang Guru, menyimpan rapat perasaanya, sampai suatu saat si murid pun menyadarinya.
Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan mereka?,
Penasaran?, silahkan membaca😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Kesempatan untuk Rika
"Kakak, dimana dapurnya?"tanya Cici yang tidak sabar
"ayo sinih!" Raka membuka salah satu pintu di dalam ruanganya, Cici mengikuti
"auwahhhh, ini dapur kusus Cici memasak?"tanya Cici gembira
" Ya, aku merubah ruang istirahatku untuk membuat dapur untukmu memasak di sini!" ujar Raka tersenyum puas melihat Cici senang.
"ini cantik sekali kakak!, trimakasih kak Raka!"
"hmmmm syukurlah jika Cici menyukainya!"ujar Raka mengusap kepala Cici
"baiklah kakak, kembalilah bekerja, Cici akan memasakan makanan yang enak untuk kakak!" ujar Cici bersemangat.
Raka kembali ke meja kerjanya sedangkan Cici mulai memasak didapur yang dibuat khusus untuknya memasak.
Setelah satu jam bergelut, akhirnya makanan untuk Raka selesai di masak.
Cici segera menatanya di meja kecil di dapur dan segera memanggil raka untuk makan.
"kakak, makanannya sudah siap!, apa mau makan sekarang?" ujar Cici bertanya.
Raka segera berdiri berjalan menghampiri Cici.
"sekarang dong Chef!" jawab Raka masuk dan duduk di depan makanan yang sudah di masak Cici.
"oh, rasanya aku tak perlu ke restoran Seafood langganan lagi sekarang, karna aku sudah memiliki koki bintang 10 di sini!"ujar Raka memuji Cici
"ah, kakak bisa saja! Ayo segera makan kak!" pinta Cici mengambilkan Raka masakanya.
Raka segera menyantap makanan Cici dengan sangat lahap, karna masakan Cici memang sangat memanjakan lidahnya.
"ehmmm, Cici tidak makan?"tanya Raka
"tidak kak, tadi sudah makan!" jawab Cici.
"makan lagi juga tidak papakan?" tanya Raka
"hihihi Cici sedang menjaga pola makan kakak!" jawab cici merenges
"oeh, ya sudah kakak habiskan ya?!" ujar Raka yang perlahan menghabiskan masakan Cici.
30menit kemudian.
"kakak benar-benar menghabiskanya?" tanya Cici keheranan.
"hmmmm masakanmu, sayang untuk di sisakan!" ujar Raka memegangi perutnya yang terasa kenyang.
"kekenyangan juga tidak baik untuk lambung!"
"ah, iya heheheheheh terlanjur Ci, Cici mau pulang kapan?, 2jam lagi kakak pulang!" ujar Raka.
"Cici tunggu kakak saja!" jawab Cici
"Baiklah kau bisa menunggu di ruangan sebelah, kau bisa lihat tv atau baca-baca!" ujar Raka.
"ah, Cici baca-baca aja kak!"Cici berjalan ke arah ruangan yang ditunjuk Raka.
Mengambil beberapa buku ysng dirasa cukup menarik untuknya, dan duduk manis membaca.
2jam kemudian,Raka mengetuk ruangan yang di pakai cici menunggu, namun tidak ada jawaban.
Raka membuka perlahan pintu ruanganya.ternyata Cici tertidur dengan posisi duduk, sambil menggengang buka yang tadi dibacanya.
Raka melihat ke arah tanganya, pukul 3 sore,
Hemmm Raka duduk disamping menunggu Cici untuk bangun, membangunkan juga tidak tega rasanya enak hati.
Cici tertidur selama satu jam, Cici mengusap mata, dan segera bangkit,
"ah,sudah jam 4?" gumam Cici terkejut, Dan melihat ke arah samping terlihat kakak sahabatnya itu, tersenyum padanya.
Astaga aku tidur dipangkuan kak Raka, tadi?
Apa-apaan aku ini? CICI kau ini sangat ceroboh!
Dalam hati Cici.
"kakak?, kenapa tidak bangunkan Cici?" tanya Cici
"mana tega, apa masih mau lanjut tidur? apa, mau pulang?"tanya Raka memeberikan pilihan.
"masak, iya lanjut tidur lagi sih kak? Pulang dong!"
"ayo!"Raka langsung menarik tangan Cici keluar dari ruangan kantornya dan menuju parkiran perusahaan.
Raka, segera mengantar Cici pulang dengan selamat.
Jadi, kesibukan Cici minggu ini adalah menjadi koki pribadi kakak Sahabatnya.
Sekarang sudah memasuki hari senin minggu ketiga Liburan.
Seluruh siswa-wiswi Smansa harus masuk untuk pemilihan pengurus Osis baru.
"Ci, kenapa kamu nggak daftar jadi pengurus Osis sih?" tanya Oding
"ah,Cici tidak banyak waktu kak!, biar teman-teman yang lain saja!"jawab Cici.
"ehmmm,Ya baik kalau begitu!, oh ya kenapa tidak melihat Rika ?"tanya Oding celingukan.
"ah, dia sedang dalam perjalanan!"jawab Cici.
"oh baiklah, aku lanjut dulu Ci!"ujar Oding berpamitan
Cici berjalan-jalan di halaman kelas 12, untuk mencari Grenn karna dia ingin membicarakan sesuatu.
Tapi gren belun terlihat datang, justru Cici malah melihat Alif yang dikerumuni banyak murid perempuan yang berlomba-lomba mencari perhatian Alif.
Cici langsung berbalik, berjalan menjauhi halaman kelas 12.
"Cici!"teriak sahabatnya dari depan pintu kelas.
Cici tersenyum menghampiri Sahabatnya, yang teriak heboh melambaikan tangan.
"iya nona drama!" ujar Cici menyapa sahabatnya.
"kamu dari mana saja, Ci?" tanya Rika
"aku tadi ke halaman kelas 12 Rik, mau cari kak Gren!" jawab Cici.
"oh, ada apa? Aku tadi lihat Kak Gren, di lapangan basket!" ujar Rika memberi tahu.
"ehmmm, aku ingin mengatakan sesuatu padanya Rik!" jawab Cici.
"oh,apa itu?" tanya Rika penasaran.
"ehmmm, kau sudah memberi suara untuk pengurus Osis?"tanya Cici
"Ya, sudah!" jawab Rika
"ehmmm kita cari kak Green, tapi Rika sembunyi dulu saat Cici bicara pada kak Green!, biar rika juga tahu!, entah ini bisa jadi kesempatan untuk Rika atau tidak itu tergantung pada Rika!" ujar Cici menarik tangan Rika ke lapangan Basket.
Dan ternyata benar Gren sedang bermain basket sendirian, mungkin karna dia akan meninggalkan lapangan kebanggaanya selama tiga tahun ini yang slalu juara ditangan Club basketnya,
"Rika ngumpet dulu!" pinta Cici
"Di sini mau ngumpet dimana Ci? Ini lapangan!" ujar Rika kebingungan mencari tempat persembunyian.
"Ci aku ngumpet di pohon itu aja!, tapi Cici ajak bicaranya jangan jauh-jauh!, Rika takut gak denger!" ujar Rika.
"aiiiih, gosipers luh!" ujar Cici
"Cepat sembunyi!, aku mau panggil kak Gren kesini!"pinta Cici.
Rika langsung bersembunyi di balik pohon.
"Kak Grenn !" teriak Cici memanggil Gren
Gren menoleh ke arah Cici, dan segera menghampiri Cici.
"Ya Ci, ada apa?"tanya Gren
"ehmmmm Cici mau bilang ke kakak!, tapi Cici takuk kakak benci Cici atau marah!" ujar Cici dengan wajah serius.
"Ya, apa itu?"tanya Grenn
"kakak, Cici cuma mau bilang!, Cici harus menolak perasaan kakak dari sekarang, karna sebenarnya Cici sudah menyukai seseorang!" ujar Cici berterus terang.
Gren terdiam sejenak, sebenarnya dia sudah menebak apa yang akan di katakan Cici.
"oh ya, rupanya Cici sudah ada orang yang di sukai ya?" tanya Gren tersenyum.
"iya kak, jadi maafkan Cici!, kak Gren harus belajar sungguh-sungguh saat lanjut sekolah di luar negeri nanti, kakak harus sukses!" ujar Cici menyemangati.
"ehmmm, jadi aku sudah ditolak ya?!, ya baiklah kita juga tidak tahu kedepannya nanti, maafkan aku ya Ci, sudah membebani Cici dengan perasaan kakak!" ujar Gren,
"Cici yang minta maaf, tolong jangan marah dan benci Cici!, cici sangat senang mengenal kak Gren yang sangat baik hati!"ujar Cici
" mana boleh marah dan benci sama orang, hanya karna di tolak!, tenanglah aku tidak akan bisa membenci Cici!" ujar Grenn.
"Sungguh?" tanya Cici girang
"Ya, kita akan tetap dekat seperti biasa!, kita tidak boleh memaksakan ego kita, bisa dekat dengan Cici saja kakak bersyukur!"ujar Gren mengusap kepala Cici.
"ehmmm terimakasih kakak!, kalau begitu Cici mau cari Rika dulu !" ujar Cici berlalu meninggalkan Green yang masih memandangnya berjalan.
"aku kan di sini!, kenapa Cici mau cari aku?"gumam Rika yang bersandar dibalik pohon.
Gren, mendengar suara dibalik pohon, dan menengok
"Rika!"panggil Green
"oh badut, badut!"teriak Rika terkejut.
Gren tersenyum dengan kelatahan Rika.
"Rika, menguping pembicaraan orang itu tidak baik!"ujar Gren tersenyum dan berbalik menggiring bolanya menuju ring basket dan melempar bola basketnya ke dalam ring.
"Kakak, maafkan Rika tidak sopan!" ujar Rika yang membuntuti Gren dari belakang.
Gren melempar bolanya lagi namun terkena papan ring dan memantul ke arah Rika.
"Rika, awas Rik!" teriak Gren
"duuuuuuuuaaak!" Rika tak sempat menghindar
Rika langsung pingsan ditempat.
Cici yang juga bersembunyi,melihat Rika pingsan hendak menghampiri, namun sesorang memegangi tangannya.
"bukankah, kau berniat memberi kesempatan pada Rika?"
Cici menoleh ke belakang.
"Guru!"
"sssssssst, ini kesempatan untuk Rika!"ujar Alif yang masih memegang tangan Cici.
Author
Like dan komen dulu yea
Votenya jangan lupa😄😄😄