Ayu sudah lama menikah dengan Reno dan dikaruniai seorang anak perempuan cantik yang berusia tujuh tahun yang bernama Sela. Reno adalah suami yang perhitungan pada anak dan istrinya tapi royal kepada orang lain. berkali - kali sikap Reno yang lebih perhatian pada orang lain daripada keluarganya sendiri membuat ayu merasa gemas dan juga marah. Tapi Reno seolah tidak peka dengan perubahan sikap istrinya itu. Apakah Ayu akan kuat menjalani rumah tangganya dengan Reno. sedangkan sudah ada Sela diantara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinta NaNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sidang mediasi
Keributan ini berakhir setelah ada petugas yang memanggil nama mereka berdua untuk masuk ke ruang sidang. karena ini adalah sidang yang pertama dengan agenda mediasi, jadi yang diperbolehkan masuk ke ruangan hanyalah yang bersangkutan yaitu Reno dan Ayu. Lalu keduanya pun berjalan mengikuti petugas tadi untuk masuk ke dalam ruangan. Tapi sebelum Reno masuk ke dalam, Dewi segera membisikkan sesuatu ke telinga Reno.
"Awas ya mas kalau nanti sampai di dalam kamu malah mau meminta rujuk dengan Ayu."
"Kamu tenang saja aku janji tidak akan membuat kamu kecewa."
"Aku tunggu kamu disini. Jangan sampai kamu mengingkari janjimu."
Reno menganggukkan kepalanya dan segera berjalan mengikuti Ayu ke dalam ruangan. Setelah Reno dan Ayu masuk ke dalam ruangan, suasana di luar masih terasa panas. Bu Retno dan Bu Lastri masih saling pandang dengan tatapan sinis. Mereka sama - sama menampakkan wajah masam dan raut tak suka satu sama lain.
"Dewi, kamu tenang saja ya. Reno pasti akan segera bercerai dengan wanita kampung itu. Setelah itu ibu akan bikin pesta mewah untuk pernikahanmu dengan Reno. Biar semua orang tahu kalau istri Reno yang sekarang bukan wanita sembarangan dan dari keluarga terhormat dan kaya."
Bu Retno membesarkan volume suaranya agar terdengar oleh Kedua orang tua Ayu yang duduk tak jauh dari mereka. Dia juga berbicara sambil melirik keduanya.
"Iya bener Wi, kamu pasti akan serasi banget bila disandingkan dengan adikku yang seorang manager. Kalian pasti akan hidup bahagia kelak. sama - sama punya karir bagus dan terpelajar."
Ucap Sindi menimpali. Sedangkan Dewi hanya tersenyum mendapat dukungan dan pujian dari keluarga Reno.
Namun baik pak Rahmat maupun Bu Lastri hanya diam, tidak terpengaruh oleh perkataan kedua mantan ibu mertua dan mantan ipar putrinya itu. meskipun sebenarnya hati Bu Lastri sudah panas karena sejak tadi perkataan mereka terkesan merendahkan anaknya. Tapi sebisa mungkin dia menahan emosinya agar tidak meledak saat ini. Begitupun pak Rahmat, dia dari tadi sudah mengelus tangan Bu Lastri agar tidak bereaksi dengan perkataan pedas mantan besannya itu.
Sedangkan di dalam ruangan petugas sedang mencoba memediasi keduanya untuk memikirkan ulang rencana mereka untuk bercerai. Apalagi ada Sela diantara mereka yang harus dijaga perasaanya. Tapi keduanya masih kekeh menginginkan perpisahan sehingga mediasi pun gagal.
"Maaf, saya masih tetap ingin berpisah. Keputusan saya sudah bulat pak."
Ucap Ayu.
"Saya juga ingin segera berpisah. Kalau soal anak saya tidak akan mengajukan hak asuh. Biarlah dia tinggal bersama ibunya."
Timpal Reno.
Ayu mencibir perkataan Reno yang tidak menginginkan hal asuh atas Sela. Dia tahu kalau selama ini baik Reno ataupun keluarganya memang tidak pernah perduli dengan Sela. Tapi dia juga tidak menyangka kalau Sela sangat tidak berharga bagi Reno meskipun Sela adalah anak kandungnya.
"Kamu tenang saja mas, aku pastikan Sela akan lebih bahagia bersamaku. Dia tidak butuh seorang ayah yang bahkan tidak pernah perduli padanya. Tapi ingat jangan pernah datang pada Sela bila kelak kamu butuh bantuan."
"Jangan sombong kamu Yu, bisa apa kamu tanpaku, dan ingat hidupku tidak akan pernah kekurangan sampai aku harus meminta padamu ataupun Sela. Jadi ingat ini baik - baik."
Pertengkaran mereka dilerai oleh hakim yang bertugas. Setelah dirasa cukup akhirnya mereka diperbolehkan keluar dari ruangan.
Tak berapa lama berada di dalam ruangan akhirnya Reno dan Ayu berjalan beriringan keluar dari ruang sidang. Pak Rahmat dan Bu Lastri serta Sela yang melihat mereka keluar segera bangkit dan menghampiri mereka. Begitupun dengan bu Retno dan keluarganya segera menyusul Reno.
"Apa sidangnya sudah selesai Yu?"
Tanya pak Rahmat yang sudah berada di hadapan Ayu saat ini.
"Sudah pak, sebaiknya kita langsung pulang saja pak. Ayu sudah capek ingin istirahat."
"Mama mau minum?"
"Sela menyodorkan air mineral yang dia bawa dari tadi."
"Iya sayang, terima kasih ya."
"Ayu menerima minuman tersebut dan segera menenggaknya hingga tinggal separo.
Reno yang melihat Sela seperti ada yang mengganjal dalam dirinya. meskipun dia menolak untuk mengakui bahwa dia juga sebenarnya kangen dengan anaknya itu. Tapi tetap dalam dirinya masih tersimpan keinginan untuk sekedar memeluk anaknya itu. Tapi segera dia menepis rasa di dalam dadanya karena ada ibunya disini. Dia tidak mau kalau sampai Bu Retno marah karena dari rumah dia sudah di wanti - wanti untuk tidak menunjukkan perhatian kepada Ayu ataupun Sela.
Saat keluarga Ayu ingin pergi meninggalkan tempat itu, tiba - tiba terdengar suara Reno yang menyapa Sela.
"Sela gak mau Salim dulu sama papa? Ada nenek Retno juga disini."
Seketika Sela menoleh ke arah Reno. dan dia langsung merapatkan tubuhnya ke Ayu sambil menggeleng ke arah Reno.
"Ayo sayang salim dulu, nanti kita baru pulang."
Ayu masih menyuruh anaknya untuk mau salim dengan Papanya karena bagaimanapun juga Sela adalah anak Reno.
"Sela gak mau ma, Sela takut. Nenek Retno dan papa sering marahin Sela. Sela juga sering denger mereka marahin mama."
Ucap Sela dengan ketakutan.
"Itu yang kamu ajarkan pada Sela kan Yu, untuk membenci kami semua. Pasti kamu mengatakan hal yang jelek - jelek tentang kami sehingga dia membenci kami."
Ucap Bu Retno berapai - api menyalahkan Ayu.
"Aku tidak pernah mengatakan apapun pada Sela Bu, dia sudah cukup besar untuk mengerti dan tahu apa yang sering kalian lakukan selama ini. Jadi jangan salahkan siapapun disini karena hal itu terjadi atas kesalahan kalian sendiri. Anak kecil akan lebih mengingat perlakuan apa saja yang mereka dapatkan. Saya sarankan kalian instropeksi diri dulu. jangan sukanya hanya menyalahkan orang lain atas perbuatan buruk kalian. Dan untuk kamu mas, ingatlah sikap anakmu ini baik - baik."
Ucapan Ayu rasanya menghujam tepat di ulu hati Reno. Dia hanya diam melihat penolakan Sela terhadapnya. Meskipun awalnya dia akan baik - baik saja. Tapi nyatanya di tolak oleh anak kandung sendiri rasanya sangat sakit.
"Sudah Ren gak usah kamu dengarkan perkataan Ayu yang ngaco itu. Sebaiknya kita pulang saja. Ibu sudah gerah dari tadi disini bersama orang - orang miskin ini."
"O ya, sebaiknya kita mampir makan dulu di restoran ya Ren, mbak sudah lapar sekali dari tadi mendengar ocehan keluarga mereka."
Sindi sengaja mengeraskan suaranya sambil melirik ke arah Ayu dan keluarganya. Sedangkan Ayu tetap melenggang pergi meninggalkan mereka tanpa menggubris omongan mantan iparnya itu.
Sedangkan Reno gelagapan mendengar permintaan kakaknya. Karena dia sendiri tidak punya uang untuk makan di restoran, apalagi dengan banyak orang begini. Tapi kalau dia menolak pasti akan merasa malu karena ada Dewi disini. Akhirnya Reno hanya bisa pasrah dan mengangguk menyanggupi keinginan kakaknya. Dia pikir ibunya pasti akan membawa uang untuk membayar nanti.
Setelah itu mereka ke parkiran dan segera pergi dari pengadilan agama.
sedang si Dewi malah dapat laki Mokondo yg ngarep harta warisan keluarga nya 😜
..