#DILARANG KERAS MENGCOPY DAN PLAGIAT KARYA SAYA.#
KALAU SAYA SAMPAI MELIHAT DAN MENEMUKANNYA.CUKUP SAMPAI SINI.TIDAK AKAN SAYA LANJUTKAN CERITA SAYA.
TERIMA KASIH.
Saat dia sampai di depan gerbang. Dia sudah bisa melihat kediamannya yang bobrok sekarang. Pintu utama yang megah sudah terbuka lebar dengan para penjaga yang sudah terbujur kaku bersimbah darah. Istri dan 20 selirnya berdiri dihalaman itu menunggu kedatangannya. Dan dua putranya yang ada di antara istrinya itu. Saat dia turun dengan menyeret kaki kanannya. Membuat 20 selir itu memandangnya hina dan mencemooh dengan sorot mata mereka. Dan mereka satu persatu. Meminta cerai dan langsung pergi satu persatu dari sana. Dengan keluarga mereka yang menjemput. Para mentri yang putrinya menjadi selir jendral feng hanya tersenyum kecut dan menghina. Untung saja putri mereka masih memiliki tanda merah di pergelangan tangannya. Dan masih bersih juga sama sekali belum melakukan malam pernikahan dengan jendral feng.Padahal wan zi dan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DI ISTANA KAISAR BAI.
"Huh,mungkin bukan dia." Gumamnya lalu pergi dari sana.Dia ke kisaran bai karena salah satu anak buahnya dalam kelompok tidak pulang ke markas setelah dapat klain baru.
Di istana kekaisaran bai.
Sesampai di dalam istana ibu dan dua anak itu,Langsung menuju ke istana jade , Dimana tempat itu di khususnya untuk keluarga feng sahabat kaisar bai yan,Dan istana White itu milik jendral bai zhong yang tidak lain adik kaisar sendiri.
Sedangkan istana gold adalah milik kaisar bai yan sendiri.
Di istana jade, Wanita itu masuk di kamar itu,Di ikuti oleh dua putranya.Saat di dalam ruangan ketiga ibu dan dua anak tersebut,membuka topengnya.
Sedangkan pria yang berdiri diambang jendela dengan topeng setengah diwajahnya yang dimana itu adalah ciri khas pria itu dari dulu.
Hanya istri sahnya serta putranya yang tahu wajah asli pria itu.
Saat dia dibuka topengnya di dalam kediaman,Yang terlihat ada luka mengerikan di antara mata hingga alisnya,itu hanyalah luka buatannya sendiri,
Dan saat itulah,para selirnya meminta pergi darinya,Dulu angannya wajah rusak tidak apa asal dia seorang jendral perang.Saat dia sudah tidak menjadi jendral pria itu tidak ada apa apanya.
Di daratan feng ,Dia menjadi dirinya sendiri dengan wajah tampannya,Persis dengan dua bocah yang mirip dengannya yaitu feng yun yang,Putra pertamanya,Sedangkan feng sao li ,anak keduanya hanya warna matanya yang mirip,Tapi wajahnya sangat mirip dengan sang ibu.Kalau warna rambut mereka sama sama memiliki warna rambut hitam kelasnya malam.Bukan seperti kebanyakan memiliki warna rambut hitam kecoklatan atau coklat tua.
Pria yang berdiri diambang jendela,Masih mengunakan topeng yang menutupi separuh wajahnya,Karena pria itu sudah menerima tahtanya, terdapat tatto naga kekosongan yang berwarna hitam pelangi di atas alis dimana tertutup oleh topengnya,Sedangkan punggung tangan kanannya tepatnya dibawah ibu jari yang sedang memegang jendela itu,Terdapat tatto dimana itu adalah tatto khas klan feng yang hanya dimiliki oleh keturunan feng langsung.Bergambar harimau putih,Mirip dengan milik dua putranya ,Yang sudah memiliki itu saat dilahirkan.
Mereka bertiga tidak lain adalah Shu wae si,Dan dua putranya,yaitu feng yun yang,dan juga feng sao li .
Dua bocah laki laki itu,Langsung berlari kecil menghampiri pria yang berdiri diambang jendela.
"Ayah,Kami sudah datang." Ucap feng yun yang dengan senang karena bertemu dengan ayahnya kembali.
Pria yang dipanggil ayahnya ,Hanya menoleh dan melirik dua putranya itu.
Wajah dingin itu,Membuat dua bocah kecil itu mundur dan langsung berlari cepat menghampiri sang ibu.Dan bersembunyi di belakang ibunya dengan takut,Pria moyang dua kira ayahnya itu,Sedang marah.Tapi ayahnya itu tampan dan murah senyum berbeda dengan dia.
Tanpa menoleh kebelakang,Pria itu masih memandang luar kediaman ,Dan bertanya kepada wanita yang baru datang itu.
" Kenapa ,mereka kamu bawa." Tanya pria itu,Dengan nada marah dan kecewa karena niat hati ingin berdua dengan wanitanya,Malah diganggu dengan keberadaan dua pembuat onarnya.
Sebelum shu wae si menjawabnya, salah satu putranya melangkah dan berhenti di depan sang ibu .
" Ayah,ini salah kami.Kami yang ingin ikut dengan ibu,kami gak mau dijaga nenek dan kakek,Tapi kami janji ,tidak akan mengganggu Ayah dan ibu." Ucap feng yun yang yang sudah begitu fasih berbicaranya,Suara bocah laki laki itu kecil tapi penuh ketegasan.
"Adik,Ayo kita keluar,Biarkan Ayah dan ibu membicarakan hal penting." Ucap kembali yin yang kepada adiknya,Dan dia melangkah menghampiri adiknya dan mengandengnya.
Sebelum mereka melangkah keluar dari ruangan itu,Suara bariton khas ayahnya.Yang dia dengar dengan santai bukan nada dingin lagi,Membuat dua bocah itu bernafas lega karena itu artinya dia tetap tinggal dengan kedua orang tuanya di sini.
"Jangan lupa,pakai topeng kalian lagi." Ucap feng yun xie,Yang sudah berbalik melihat dua putranya itu,Tidak lupa dia juga sedikit melirik shu wae si yang berdiri di depan putranya.
Mendengar itu,Dua bocah tersebut tersenyum dan langsung tersenyum,Dan melangkah pergi setelah berbalik menuju pintu luar.
Setelah kepergian dua bocah itu,tinggal sepasang suami istri yang saling menatap satu sama lain.
Tanpa dipersiapkan duduk,shu wae si langsung duduk di kursi yang ada disana,Dia benar benar capek datang kekaisaran ini dengan menunggangi hewan kontraknya,Bersama delapan bawahan sang suami.Tak lupa dua bocah kecil itu,Yang saat diperjalanan merengek ingin makanan,Dan sialnya sampai di istana kaisar bai,Dia tidak bisa bertemu suaminya dan beristirahat ,Jadi dia berjalan jalan di pasar ibu kota dan dengan kereta kuda milik istana kekaisaran bai .
"Bagaimana,perjalananmu kemarin sore." Tanya feng yun xie yang masih bersandar di dinding dekat jendela itu,Tapi dia menelisik wajah cantik sang istri yang tidak pernah membosankan itu.
Shu wae si yang di tanya langsung menjawabnya dengan cepat.
"Baik,sangat lancar." Jawab shu wae si dengan tersenyum canggung di depan suaminya sendiri.
Lalu dia ingat sesuatu,Yang menjadi pertanyaannya kembali.
"Tuan,Kenapa saya tadi melihat beberapa prajurit milikmu ada di kekaisaran bai." Tanyanya yang penasaran karena beberapa prajurit yang dulu pernah dia lihat,di kediaman jendral feng saat masih berada di kekaisaran chen dulu.Ada kurang lebih 2000an berjalan berbasis dengan tas punggung yang terbuat kain serta baju baju zirah prajuritnya yang mereka pakai.
" Oh,Mereka akan menjadi penyerang kedua di medan perang nanti.Yang akan bercampur dengan prajurit milik zhong." Jawab feng yun xie menjelaskan dengan santai kepada sang istri.
"Lalu siapa yang akan memimpin penyerangan itu," Tanya shu wae si penasaran dengan hal itu.
Mendengar pertanyaan sang istri ,feng yun xie langsung melangkah dan berhenti tepat di depan sang istri,Lalu membungkukkan badannya sedikit di depan wajah shu wae si yang sedang mendongak ke atas melihat wajah suaminya yang masih memakai topeng.
"Aku,dan zhong, kamu bisa ikut kalau ingin merasakan bagaimana medan perang itu.Suamimu ini,tahu semua yang kau lakukan selama ini dengan sahabatku itu." Bisik feng yun xie tepat di telinga shu wae si.
Kedua mata shu wae si ,membulat lebar karena kaget,Selama ini shu wae si yang asli sudah menyembunyikannya dengan cantik,Kenapa dia susah sekali menyembunyikannya.
"Dan kamu juga bisa menjadi dokter dalam peperangan ini." Tambahnya sebelum dia berdiri kembali dengan tegak dan duduk di depan shu wae si.
Dia melihat istrinya yang malah tersenyum,Dan mengatakan alasan yang cukup masuk akal.
" Tapi,aku kemari dengan dua putramu yang masih berusia 9 tahun dan 7 tahun." Ucap shu wae si ,Mengatakan alasannya supaya dia tidak ikut di medan perang apalagi di kamp militer tersebut
Sedangkan pria gila itu,Malah terlihat senang dan tersenyum.
"Bawa saja,dua kucingku sekalian." Ucapan feng yun xie membuat shu wae si kaget dan syok.
'Ayah macam apa pria di depannya putranya masih dibawah umur 'Batin shu wae si yang seperti feng yun xie memiliki kekuatan khusus membaca pikiran seseorang.
"Aku Ayah yang baik,Sayang." Jawab feng yun xie yang membuat kedua mata istrinya kembali melebar karena jawaban suaminya.
" Dia harus tahu,Sebelum dewasa.Bagaimana dia bisa kuat ,Kalau masih berlindung di belakang ibunya." Ucap feng yun xie yang langsung berdiri akan keluar dari ruangan itu,Yang tak lain kamar mereka berdua di kekaisaran bai.
Sebelum sampai,Di ambang pintu.
" Istirahatlah,Aku akan keluar dengan dua kucing nakal itu." Ucapnya dan langsung melangkah keluar.
Shu wae si masih bisa mendengar pria itu,Menyuruh dua pelayan yang dibawa dari tempat tinggalnya untuk menutup pintu kamar tersebut.
Dan menyuruh tetap disana menjaga istrinya.
dia kan orang dari daratan tersembunyi