NovelToon NovelToon
Mimpi Seorang Hasna

Mimpi Seorang Hasna

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Chicklit
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ade Diah

Mimpi seorang Hasna adalah sembuh dari penyakit yang dia derita dan karena mimpinya itu membutuhkan banyak uang, Hasna pun pergi ke ibu kota untuk mencari uang disana, walau izin dari sang ayah tidak dia dapatkan.

Mungkin karena berangkat tanpa izin dari sang ayah, Hasna yang berada diibukota telah salah memilih kawan, dan berakhir dengan dia yang malu untuk pulang walau hanya bertemu keluarga apalagi sang Ayah yang dulu bersikeras melarangnya pergi.

Dan Kini Dunia Hasna semakin rumit manakala seseorang yang dia sukai hadir kembali dihidupnya, yang sudah tidak berharap akan mendapatkan pasangan, karena kesalahannya dulu yang membuatnya merasa tidak pantas untuk siapapun terutama Burhans yang begitu baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Diah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejanggalan

Jujur Hasna yang melihat keajaiban itu juga dibuat tidak percaya, kenapa bisa setelah dia berkata aamiin keinginannya dan pak supir dikabul.

"Aneh," ucap Hasna sementara pak sopir yang sedang menyetir berkata "Ajaib mbak, doa Mbak kontan, langsung dikabulkan."

"Aneh pak, karena dari dulu doa-doa saya sulit dikabul, tapi ini bapak bisa melihatnya sendiri bukan? langsung terkabul" ucap Hasna sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Sudah sampai" ucap Sang sopir yang sudah menghentikan mobilnya tepat dihalaman hotel, dan Hasna langsung turun setelah membayar ongkos taksinya.

Hasna berjalan masuk dan dia langsung menemui bagian resepsionis untuk menanyakan kemana dia harus mengantar gaun tersebut, dan resepsionis langsung menyuruh pegawai hotel yang lain untuk menuntun Hasna menuju kamar hotel yang dimaksud Hasna.

Hasna terus mengekor dibelakan pegawai hotel, dengan jantung yang berdegup sangat kencang, entahlah rasanya menegangkan, perasaan yang baru pertama kali dirasakan oleh Hasna.

"Mbak ini kamarnya," ucap pegawai hotel dan setelah itu dia pamit.

Hasna menatap pintu kamar hotel yang ada dihadapannya dan sungguh jantungnya semakin berdegup sangat kencang.

"Ini kenapa rasanya menegangkan, padahal cuman nganter gaun" batin Hasna sambil menatap pintu kamar yang ada dihadapannya.

"Tenang Hasna," ucap Hasna yang mencoba untuk menenangkan detak jantungnya, yang semakin terasa kencang dan disaat dia sibuk menenangkan detak jantungnya, tanpa disadari Hasna pintu kamar ternyata sudah dibuka dari dalam, dan seseorang muncul dihadapan Hasna sambil berkata "Mbak kenapa tidak langsung masuk, ini kami sudah menunggu Mbak dari tadi."

Seketika rasa gugup Hasna hilang dan debaran jantung yang kuat itu mulai terasa normal kembali.

"Maaf mbak" Ucapan Hasna yang merasa bersalah dan wanita yang Hasna perkirakan sebagai tukang rias itu langsung berkata "Tidak apa, ayo masuk!"

Hasna langsung masuk mengekor dibelakang Wanita tersebut, dan setelah masuk Hasna langsung disuruh untuk memakai gaun yang dia bawa.

"Mbak sudah belum, Mbak tolong cepat" ucap wanita tadi, karena Hasna sangat lama saat berganti pakaian.

Hasna keluar dari tempat berganti pakaian, tanpa menggunakan cadarnya dan Hal itu membuat semua orang yang ada diruangan itu berdecak kagum saat melihat Hasna dan sungguh tatapan para perias itu membuat hasna gugup dan untuk menghilangkan kegugupannya Hasna berkata "Mbak terus saya harus apa lagi?"

"Ah iya maaf Mbak, ayo Mbak, kita tinggal menyempurnakan kecantikan wajah Mbak ini, dengan beberapa sentuhan dari kami" ucap wanita yang seperti ketua dari tim perias.

Hasna yang sudah merasakan kejanggalan berkata saat dia sedang dirias "Mbak, apa Mbak tahu kenapa saya harus memakai gaun ini, dan juga harus dirias?"

"Maaf Mbak saya kurang tahu, karena tugas kami disini hanya untuk merias Mbak dan memastikan jika hari ini Mbak terlihat seperti bidadari."

Hasna tersenyum karena ucapan ketua perias yang ada-ada saja, Bidadari? ngawur pikir Hasna

"Selesai" ucap ketua perias setelah selesai menyempurnakan kecantikan Hasna dan setelah itu Hasna diperkenankan untuk bercermin dan Hasna yang sudah bercermin berkata dengan rasa tidak percaya "Mbak ini beneran aku?"

"Tentu saja ini Mbak, memang siapa lagi?" ucap Ketua perias.

"Cantik banget, andai jika aku sedang datang bulan, pasti riasannya gak akan aku hapus sampai nanti malam" ucap Hasna yang menyukai hasil riasan diwajahnya.

"Mbak ini ada-ada saja, oh iya apa Mbak mau mengabadikan momen ini?" tanya ketua perias dan tentu saja Hasna mengangguk setuju.

Hasna yang ingin mengabadikan momen tersebut langsung mengambil ponselnya dan meminta salah satu perias mengambil fotonya.

Foto sudah diambil dan Hasna yang merasa jika tugasnya sudah selesai berkata "Mbak apa sekarang saya boleh berganti pakaian? takut jika pakaiannya akan berbau keringat saya."

"Maaf Mbak sepertinya belum bisa, sebelum Mbak bertemu pemilik gaun" ucap ketua perias.

"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo! antar aku bertemu pemilik gaun ini" ucap Hasna yang sudah tidak sabar untuk bertemu pemilik gaun karena dia ingin cepat-cepat berganti pakaian.

"Sabar Mbak, nunggu perintah dulu," ucap ketua perias dan baru saja dia berkata seperti itu seseorang dibalik head set yang dia kenakan berkata untuk segera membawa Hasna.

"Baik" ucap ketua perias entah pada siapa Hasna tidak tahu.

"Ayo Mbak, sudah waktunya" ucap ketua perias pada Hasna dan Hasna langsung berdiri.

Hasna yang tidak memakai cadar langsung mengambil cadar yang tadi dia pakai sebelum dia berganti pakaian dan saat melihat warna cadarnya Hasna berkata dalam hati "Pantas saja, Mbak menejer menyuruhku memakai cadar warna ini ternyata untuk ini alasannya."

1
Emily
apakah Hans jodohnya hasna??
Emily
yang kuat hasna💪
Emily
tetap semangat hasna
Emily
mampir dulu
Emily
😪😪😪
Emily
hasna sakit apa ini
Ade Diah
Lumayan lah buat hiburan sendiri
Ade Diah
eh tapi kalau kaka sebagai pembaca kurang setuju dengan nama asli Hans yang Burhan nanti saya ganti
Ade Diah
Kan namanya memang Burhan cuman nama panggilannya Hans
Ade Diah
kan emang namanya Burhans tapi biasa di panggil Hans, berhubung pas nulis suka keceletot sama Hasna jadi pake nama Panjangnya aja
Rhisna
knp Jadi Burhan thor, bukannya Hans yg mau nikah sama Hasna
Ade Diah: iya kan Burhan itu nama panjang Hans, apa kakak kurang suka dengan nama Burhan?
total 1 replies
Ade Diah
Sepi komentar juga pembaca gara-gara ceritanya receh, tapi tak apa terus berjuang sampai editor berbicara hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!