cerita tentang gadis kembar yang hidup tampa orang tua
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 31
HAPPY READING
hai semuanya apa kabar kalian??
Semoga kalian sehat selalu
selamat membaca semoga kalian suka, Jangan lupa like dan vote yang banyak yah semua
Terimakasih...
Malamnya Ivan memasuki kamar senja yang terdapat Nadia disana yang tengkurap di atas lipatan kakinya
Ivan mendekat dan memengang lengan Nadia ''hey Beby'' sapa Ivan dengan wajah polos dan seperti orang yang tak punya salah
Nadia menjauh dan gemetar trauma dengan kejadian yang Ivan lakukan ''maaf aku tidak bermaksud untuk membuatmu merasa takut'' ujar Ivan
Nadia tak menjawab perkataan Ivan ia hanya menangis dengan diam ''aku hanya tidak mau gadis kecilku menjadi seorang yang pembangkang'' ucap Ivan mengelus Surai Nadia dengan sayang
''kak Ivan ngapain di kamar aku?'' tanya senja yang datang membawakan makanan beserta salep untuk luka yang berada di leher Nadia
''gak ngapain, kamu pastikan Nadia makan yah dek'' ujar Ivan pergi meninggalkan keduanya
''iyah kak''
setelah kepergian Ivan senja berjalan dan duduk disebelah Nadia tak lupa ia juga mengunci pintu kamar itu ''kak senja udah belikan tiket untuk kakak, dan ini ponsel buat kakak cari informasi tentang kak Andrey ini juga pegangan buat kakak'' ucap senja memberikan tiket, kartu ATM dan sebuah handphone, Nadia menatap senang dan menerimanya
''makasih'' ujarnya bahagia
''tapi besok kakak harus pergi dari jendela yang ada di gudang terus harus masuk kehutan gakpapa kan kak?'' tanya
''gakpapa yang penting aku bisa lepas dari sini''
''kalau begitu senja olesin salep ini ke luka kakak yah biar gak terlalu sakit'' ucap senja mulai mengoleskan salep itu ke leher Nadia
Setelah selesai mengoleskannya senja menyuapi Nadia dan Nadia menerimanya dengan senang
🌺🌺🌺
Keesokan harinya saat Ivan sudah pergi Nadia dan senja berjalan mengendap-endap menuju gudang
''nona kalian mau pergi kemana?'' tanya seorang bodyguard menatap keduanya penuh curiga
''k-ami mau keliling rumah saja, kak Nadia juga ingin tau seisi rumah ini'' ujar senja tegas walau di barengi dengan kegugupan
''kalau begitu saya akan mengawasi kalian dari belakang''
''e-hhh gak usah, saya tidak mau ada yang mengganggu kebersamaan kami berdua'' ucap senja ngawur
''baik kalau begitu permintaan nona''
Keduanya pergi dan juga senja menunjuk nunjuk beberapa ruang untuk meyakinkan bodyguard yang masih menatap mereka
Sesampainya mereka di gudang mereka masuk dan mengunci pintu itu Senja membukakan jendela gudang ia mempersilahkan Nadia untuk pergi dari sini
''kakak hati hati yah'' ucap senja dianggukki Nadia
''makasih udah nolongin aku'' ucap Nadia pergi menuju hutan yang lebat akan pepohonan
Nadia berjalan dan terus berjalan hingga ia sampai di jalanan yang cukup sepi, ia merinding melihat tempat itu
dengan keberaniannya ia tetap berjalan, hingga pada saat ia berjalan sedikit lama seperti ada seseorang yang mengikutinya ia menoleh kearah belakang tapi tak menemukan seorangpun di sana
Acuh tak acuh ia tetap berjalan dan setiap langkahnya ada suara telapak kaki di belakangnya, karena kecemasannya ia berlari sekuat tenaga Nadia melihat ke arah belakang dan benar saja sedari tadi ia di ikuti
''yah Tuhan kuatkan dan bebaskan aku dari sini'' ucap Nadia berdoa dalam hati
Lama ia berlari hingga pada akhirnya tak sanggup lagi dan juga nafasnya sudah ngos-ngosan
Orang yang mengejarnya menangkapnya dan berucap ''tidak ada gunanya untuk berlari nona''
''lepasin aku, aku minta tolong'' ucap Nadia dengan wajah permohonan
''tidak bisa nona, lebih baik anda ikut saya dari pada tuan tau kalau nona sudah melarikan diri, saya tidak mau nona di sakiti oleh tuan lagi'' ujar bodyguard, dia adalah bodyguard yang tadi
''kalau kamu tidak memberitahu kepada tuanmu, itu tidak akan terjadi, saya mohon lepaskan saya''
bodyguard itu terdiam sejenak dan pada akhirnya melepaskan cengkraman tangannya ''baiklah nona saya bebaskan anda, dan saya harap anda berhati hati sebab masih banyak bodyguard tuan yang akan mencari mu''
''terimakasih dan permisi'' ujar Nadia pergi
Nadia berjalan dari pagi hingga siang, ia merasa lelah karena tak menemukan jalan raya
tanpa menyerah ia terus berjalan walau kakinya sudah lelah ''ayo Nadia kamu harus kuat'' ucapnya menyemangati dirinya sendiri
30 menit berlalu Nadia menemukan jalan raya, ia memberhentikan taxi ia menaikinya ''pak antarkan saya ke bandara yah'' ucap Nadia
''baik nona'' ujar supir taxi tersebut
Nadia menarik nafas lelah ia bersandar pada sandaran kursi mobil ''Tuhan, aku mohon berkati aku hingga sampai ke tujuan ku''
Setelah sampai di bandara Nadia membayar ongkosnya dan membeli tiket pesawat akibat tiket pesawat yang diberikan oleh senja tadi sudah lewat penerbangan
Tak lupa juga ia membelikan beberapa baju ganti untuknya
Setelah semuanya selesai Nadia berangkat dari Florida pulang ke Indonesia selama 1 hari 2 jam
Nadia menatap senang sebab dia sudah sampai di bandara internasional Soekarno Hatta, Jakarta
Ia memesan taksi online, selang beberapa menit taksi tersebut datang. Nadia memberi tahukan arah tujuannya
saat di tengah perjalanan taksi yang di tumpangi oleh Nadia tiba tiba mogok dan Nadia bertanya ''kenapa pak kok mati?''
''maaf neng ini mobil saya kehabisan bahan bakar'' ujar supir taksi itu
''yah udah deh pak saya turun di sini saja'' ujar Nadia turun dari dalam mobil tersebut
Ia berjalan hingga menemukan tukan ojek ''mas antarkan saya ke apartemen yang berada di jalan*** yah'' ucap Nadia
''baik neng'' ucap tukan ojek itu sembari memberikan helm kepada Nadia
Setelah sampai ia memasuki lift menuju apartemen mereka
Disana terdapat Lidya yang sedang duduk didepan pintu masuk apartemen itu
''kamu ngapain disini?'' tanya Nadia menatap Lidya yang juga menatapnya remeh
''seharusnya gue yang nanya sama Lo kayak gitu, tapi karena gue baik jadi gue jawab aja kali yah. gue disini lagi nungguin calon suami gue pulang'' ucap Lidya
''calon suami?'' tanya Nadia mengulangi ucapan Lidya
''iyah Andrey adalah calon suami gue, dan katanya Lo bakal di ceraikan oleh Andrey''
Nadia tak percaya akan perkataan yang di ucapkan oleh Lidya ''kamu pasti bohong kan?''
''ngapain gue bohong, gak ada gunanya tau. Ohh Iya satu lagi Lo segera bawa kedua anak Lo itu sebelum gue dan Andrey membuang mereka ke panti asuhan seperti kalian berdua yang di buang sama orang tua kalian''
Nadia mendengar ucapan Lidya sakit hati dan ingin menangis ''jadi di mana anak aku?''
''tenang besok gue bawa anak Lo ke Lo dan jumpai gue di taman'' ucap Lidya
Nadia langsung pergi dengan jalan gontai ia menangis ''kamu jahat'' ucapnya penuh dendam
Sekian terimakasih
ceritanya bagus... semangat ya!!!
✌️
ternyata Nadia dan Nadira nama aslinya Alana dan Alena..
ternyata juga anak keluarga Adihtama yang di culik sama intan terus di letak di panti.. adek Marvel sama Angkasa
salut juga sama teman teman Nadira, Marvel... geng geng motor..
"walau sudah memaafkan ternyata tidak dapat menghilangkan trauma yang ada," ya kata kata itu sesuai untuk Nadia..
walau karakter Angkasa singkat, udah dapet pastikan kalau Angkasa itu sosok yang hangat sama adek adeknya..
"jangan memulakan konflik yang berakhir dendam kesumat"
udah itu aja.. thanks ya👏🏻