Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
"Aaarrggghh...!!!, semuanya benar-benar membuatku gila..!!, ". Teriak ku dengan penuh luapan emosi.
Bagaimana aku nggak gila, tinggal sehari lagi aku harus memberikan jawaban pada orang tua Zaskia. Benar-benar nggak bisa aku bayangkan punya dua istri sekaligus. Apa yang harus aku lakukan?. Zaskia hingga detik ini masih tidak bisa aku hubungi. Nomornya mendadak tidak aktif setelah kedatangan ku kemarin kerumah nya. Aku harus bagaimana?,. Aku sungguh tidak ingin menyakiti Zaskia. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini aku sudah memiliki Cindy dalam hidupku. Cindy tidak tahu apa-apa tentang masalah aku dan Zaskia. Aku sangat tidak tega jika harus menduakan dia, apalagi secara diam-diam. Di sisi lain, Rasa yang aku punya untuk Zaskia masih tertancap kuat dalam hati, Zaskia sudah banyak berkorban untuk diriku, dari yang sabar ketika aku marah-marahin dia, bahkan sampai nekat kabur dari rumah karena mengikuti ideku. Sakit dan hancur pastilah akan Zaskia rasakan jika aku berkata, bahwa aku tidak bisa menikahinya. Menikahi Zaskia pun tetap akan membuatnya sakit dan hancur bukan?, karena cepat atau lambat. Pernikahan ku dengan Cindy akan segera terbongkar.
"Oh Tuhaaannn!!!, apa yang harus aku lakukan sekarang?!!, kenapa lagi-lagi aku mendapat ujian?!!.,". Aku berteriak dengan penuh kekesalan.
" U-ujian???, maksud Mas Andre ujian apa sayang?, ".
Suara Cindy sangat mengagetkan ku. Apa yang harus aku jelaskan?. Ah, semoga saja dia tidak mendengar semua perkataanku. Kenapa Cindy tiba-tiba datang dari arah belakangku, bahkan sampai aku tidak menyadari kehadiran nya.
" Oh engga sayang, itu Mas Andre hanya sedikit stress aja kok. Kamu jangan khawatir yah,". Aku berusaha meyakinkan istriku.
"Mas lagi banyak kerjaan kantor ya??, ". Tanya Cindy dengan polos nya.
" Hmmm... benar sayang. Akhir-akhir ini banyak sekali urusan kantor yang bikin Mas uring-uringan. Rasanya sangat membuat kepala Mas ingin pecah saja, ". Aku berbohong.
"Sabar ya sayang, ini Cindy bawakan Teh Lavender. Katanya, Lavender bisa membuat rilek dan tenang pikiran kita loh Mas. Lagi pula, seminggu belakangan suami Cindy terlihat sangat tidak baik-baik saja. Emm... Maksudnya, Mas seperti banyak beban sebesar gunung. Jadilah Cindy beli teh Lavender ini lewat online,".
Sebuah cangkir putih lengkap dengan tatakan nya bertengger di telapak tangan bersih Cindy. Gadis yang kini jadi istriku sangat lah polos. Dia benar-benar sangat baik dan penyayang. Ketulusan nya untuk diriku terlihat jelas dari senyum dan sorot matanya yang indah. Dia bahkan tidak curiga sedikitpun atau setidaknya mengorek lebih dalam apa sebenarnya permasalahan yang sedang di alami oleh suaminya. Cindy selalu mempercayai semua ucapan ku. Mungkinkah aku akan tega menduakan dan mengkhianati wanita sebaik dirinya.
"Mas, ayok sini. Duduk di samping Cindy. Ini diminum teh nya dong. Nanti keburu dingin jadi ngga enak loh, ".
Benar saja, Cindy sudah duduk di kursi yang sengaja ku sediakan untuk bersantai di depan kolam ikan belakang rumahku. Kali ini di meja tidak hanya secangkir teh Lavender yang tadi di suguhkan padaku, tapi lengkap dengan beberapa cemilan kesukaanku. Cindy sangat Jago membuat cemilan atau masakan. Anehnya semua buatan tangannya sangat cocok di lidahku. Bagaimana aku tidak semakin cinta setiap harinya?, di perlakukan layak nya raja setiap hari.
" Srrruuuppuut...., ". Aku menyeruput lembut teh Lavender rasa cinta buatan istriku.
" Enak nggak Mas teh nya?,". Nada pertanyaan Cindy seperti orang yang sangat menginginkan pengakuan.
"Emmm... Pastinya sayang. Apapun yang dibuat dengan tangan kamu. Sangat pas dan cocok untuk Mas. Enak banget. Terimakasih yah Cinta. Sudah bikinin Mas teh senikmat ini, ". Pujian ku ternyata mampu membuat Cindy menjadi tersipu dan berkaca-kaca matanya. Sorot matanya penuh dengan kebahagiaan begitu mendengar semua penilaian ku untuk nya.
" Iiiih... Mas. Jangan berlebihan dong. Cindy jadi mu. Tapi sukurlah kalo Mas emang suka, ". Balas Cindy dengan senyum yang indah.
"Dek... Kira-kira kamu akan ikhlas tidak kalo semisal nya, ini misal loh ya, cuman misal. Jangan di anggap serius, ". Kata-kata cuman aku tekankan berkali-kali, agar Cindy tidak salah tangkap dengan apa yang akan aku ucapkan.
"Mi-misal apa Mas?, ". Cindy sangat penasaran dengan kelanjutan ucapan ku barusan.
"Emm.. kalo misal, Mas Andre menikah lagi?, ". Suaraku sengaja dilirihkan.
Hening. Tidak ada jawaban apapun dari Cindy. Dia langsung diam begitu mendengar aku menanyakan hal seperti itu padanya. Entahlah, apa yang sedang di pikirkan nya saat itu. Aku memandangi wajahnya yang teduh. Hidungnya yang sangat mancung, dan bulu matanya yang panjang begitu sangat cantik. Cindy terus menerus melihat ikan-ikan yang berenang kesana kemari dengan asyiknya. Aku bingung, salahkah aku menanyakan pertanyaan seperti itu padanya. Tampaknya memang tidak seharusnya aku menanyakan hal demikian pada Cindy. Oh tidak, aku kan sudah jelaskan padanya, kalo ini hanya permisalan saja. Menurutku wajar saja.
"Sa-sayang?,". Panggil ku dengan menyentuh lembut tangannya.
" Hmmmm...., ".
Hanya helaan nafas panjang yang keluar dari mulut Cindy. Apakah dia tidak mendengar apa yang tadi aku tanyakan?.
" Jadi?, apa tanggapan mu tentang pertanyaan Mas tadi sayang?, ". Aku meng konfirmasi lagi pada Cindy.
"Apa mas sungguh ingin mendengarkan jawabanku?, ".
Kali ini malah Cindy yang balik bertanya padaku. Entah apa yang akan dia ucapkan padaku. Sakit hati kah?, marah kah?, kecewa kah?, atau malah jangan-jangan dia langsung minta cerai dariku?.
" Iii.. iya dong sayangku, ". Jawabku sekena nya. Suasana menjadi sangat canggung dan mencekam bagiku.
" Mas, seandainya aku direbut oleh laki-laki lain. Apa mas ikhlas?, ". Cindy melirik tajam ke arahku.
"Ya jelas lah!!, ngga akan rela. Mas ngga akan terima kamu direbut oleh laki-laki lain!!!. Mas sampai kapanpun ngga akan ikhlas!!, ". Emosiku memuncak.
" Hmmm... ya kurang lebih begitulah jawaban dari pertanyaan Mas tadi, ". Cindy menjawab dengan enteng dan penuh dengan kemenangan.
"Tapi kalau kasus nya, mau ngga mau Mas harus memiliki dua istri. Apa kamu mau menerima?, ".
" Mas ini bertanya misalnya tapi seperti kaya mau ngalamin sendiri aja?. Ada apa Mas?. Apa ada wanita lain yang akan Mas nikahi?, ". Perkataan Cindy membuat tenggorokan ku tercekat hebat.
" Ya nggak mungkinlah sayang, ".
"Kalo memang nggak mungkin. Jangan pernah bahas hal sensitif seperti ini lagi Mas. Bagi Cindy ini menyakitkan untuk di bahas. Dan sangat tidak penting, ". Ucap Cindy sembari meneguk cangkir teh Lavender miliknya.
" Oh... oke. Maafkan Mas ya. Maaf sekali lagi, ".
" Tidak mengapa Mas, ". Jawab Cindy singkat.
Bodohnya aku bertanya hal demikian. Mana ada wanita yang mau di duakan?. Apalagi berbagi suami?. Tapi inilah yang sepertinya akan menjadi takdirku. Tuhan nampaknya menghendaki aku untuk memiliki dua istri sekaligus. Meskipun ini sangat beresiko dan membahayakan, dan pastinya mampu menghancurkan segalanya dalam sekejap mata.
"Maafkan Mas Andre, Cindy sayang. Karena Mas terpaksa harus menikah lagi diam-diam dibelakang mu. Sungguh, Mas tidak punya cara lain. Selain menikahi Zaskia. Sebelum hadirnya kamu, Zaskia sudah lebih dulu ada. Zaskia juga sudah banyak berkorban untuk Mas. Maaf, jika kelak akan membuat kamu hancur istriku sayang. Tapi Mas janji, sebisa mungkin akan menutupi semuanya darimu. Agar kamu tidak akan pernah tersakiti karena pernikahan kedua Mas. Mas mencintaimu sayang, ". Ujarku dalam hati, sembari memandang wajah ayu Cindy.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat