mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunga?
"Pagi mba Vara, ini ada titipan buat mba Vara" ujar salah seorang karyawan kantor yang berjaga di depan.
"Titipan?" tanya Vara memastikan.
"Iya betul mba Vara, silahkan diterima" karyawan tersebut menyerahkan buket bunga ukuran sedang dengan desain yang mewah dan berwarna maroon.
"Loh, kok bunga? Ini serius buat saya mba dina? Vara masih tidak percaya ia dapat kiriman bunga dari seseorang.
"betul mba, itu ada nama pengirim nya di dalam nya" Vara terdiam sebentar sembari menatap bunga tersebut, namun tiba-tiba ia disenggol oleh Anna.
"ciee dapat dari siapa tuh, lu udah punya gebetan kah?" pertanyaan Anna membuat Vara kesal.
"Gebetan apaan orang selama ini aja aku sibuk di kantor, udah ah ayo masuk" mereka segera berpamitan dengan Dina.
Sesampainya diruangan Vara langsung meletak kan bunga tersebut ke atas meja kerja nya ia langsung duduk dan tak sabar ingin melihat siapa pengirim bunga itu, takut hanya orang yang salah kirim.
" Kenzo? pak Kenzo? seriusan dari pak kenzo? Aduh ini pasti salah kirim" ujar Vara, ia langsung mencari kontak Kenzo di ponsel nya dan segera menghubungi nya.
kebetulan kemarin Vara dan Kenzo sempat berbagai nomor telfon saat berjumpa di pesta pertunangan Sena, dengan alasan agar nanti Kenzo dapat menghubungi Vara sewaktu-waktu ada kendala di kasus yang mereka tangani, padahal itu alasan saja wkwk.
_kenzo: Hallo, gimana var?_
_vara: maaf pak saya menganggu waktu nya pagi-pagi begini, mohon maaf pak saya mau tanya apa benar bapak yang kirim bunga ke kantor untuk saya? atau mungkin bapak salah kirim?_
Hening tak ada jawaban dari sebrang sana, Vara pun binggung kenapa Kenzo tiba-tiba diam.
_Vara: hallo pak kenzo? Mohon maaf pak apakah itu betul?_
_Kenzo: Vara itu betul saya yang kirim, kamu suka?_
Vara binggung mau menjawab apa, ia terdiam sejenak tetapi ia langsung menjawab nya.
_vara: apa bapak tidak salah kirim pak, kalo memang buat saya dalam rangka apa ya pak_
_kenzo: nanti kamu bisa ketemu saya? Sekitar jam 5 sore nanti saya kabari lagi tempat nya_
Vara pun mengiyakan ajakan Kenzo bukan karena apa tapi ia penasaran kenapa Kenzo mengirimkan bunga ke kantor atau dia mau tunangan atau ada acara apa, tapi kenapa dia tidak menjawab pertanyaan dirinya.
Entah lah Vara pun memilih untuk tidak terlalu memikirkan tentang bunga itu karena hari ini ia benar-benar masih sibuk, banyak pekerjaan yang ia tinggalkan kemarin jadi terpaksa harus ia selesaikan hari ini.
Baru saja hendak memulai membuka laptopnya notifikasi pesan dari ponsel nya membuat ia penasaran.
_Anna: dari siapa bunga itu? Kamu punya gebetan kah? Kenapa engak pernah cerita_
Lagi dan lagi Anna yang menganggu nya ia pun memilih untuk mengaikannya, dan kembali fokus pada pekerjaan nya.
Tok tok tok
"Masuk" Vara melirik ke arah pintu dan ternyata yang datang Reza.
"Permisi mba Vara, mba ada waktu? bisa ikut saya ke pengadilan sebentar?" Vara langsung menganggukkan, engak mungkin ia menolak kan.
"Bisa pak" jawab Vara pelan tapi tegas.
"Siap-siap dulu ya mba habis itu langsung keluar, saya tunggu di depan" Vara mengangguk dan Reza segera pergi.
"Buru-buru amat ada apaan si, huh baru juga mau santai udh ada aja pekerjaan nya." Vara langsung mengambil tas dan segera keluar dari ruangan.
Sesampainya di pengadilan Vara langsung di ajak masuk, ternyata mereka hendak menghadiri sidang Klean kasus perceraian.
Setelah sidang selesai barulah klien tersebut menghampiri pak Reza untuk meminta pencerahan atau bahasa baik nya jalan keluar untuk kasus nya kali ini, Reza pun mengajak untuk keluar dari pengadilan dan berbicara empat mata di halaman pengadilan.
Vara hanya ikut mendampingi Reza dan membantu untuk mencatat beberapa hal yang penting sesuai perintah Reza tentu nya.
pukul setengah satu siang Vara dan Reza baru saja tiba dikantor, reza langsung menyuruh Vara untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum nanti ia akan menemani Reza dan Sena untuk berdiskusi diruangan nya.
"Lu bilang dong itu bunga dari siapa, kenapa harus main rahasia-rahasiaan segala" ujar Anna cerewet, ia memang sangat kepo.
"engak main rahasia-rahasiaan anaaa, ini juga gue mau bilang" wajah Anna langsung mendekat ke arah Vara ia benar-benar sudah penasaran dengan apa yang akan dikatakan Vara.
"Dari siapa?" tanya Anna penasaran.
"Tadi waktu gue buka kartu nama nya tertulis nama ini" Vara menyerahkan kartu nama tersebut kepada Anna.
"Ha!?" mulut Anna terbuka lebar ia sangat kaget tidak menyangka, namun sedetik kemudian ia langsung menyipitkan mata nya seperti hendak mengintrogasi Vara.
"Lu ada hubungan kah? Ooh pantes kemarin waktu gue bilang andai gue dapat di antara mereka lu langsung gitu ekspresi nya" Vara langsung memijat pelipis nya.
"Anna, gue aja kaget kenapa bisa dia yang kirim bunga, tadi gue sempat telfon takut dia salah kirim tapi kata nya engak, dan gue sama dia engak ada hubungan apa-apa. Udah lah engak usah disangkut-pautkan dengan hal-hal yang aneh-aneh" Anna langsung tertawa.
"Bilang aja lu seneng kan di beri bunga sama ayang Kenzo" ketawa Anna langsung menular, Vara pun ikut ketawa mendengar akhir kata yang diucapkan Anna.
"sumpah ya geli banget gue denger nya, udah lah an. coba nanti gue temui dulu kira-kira dia mau ngomong apa" senyum sumringah terpampang jelas di wajah Anna.
"gimana kalo dia nembak lu terus ngajak lu pacaran, lu mau?" Vara menarik nafas panjang dan menghembuskan nya sembari menggelengkan kepala.
"Entah lah gue engak tau, gue pengen fokus dulu ke masa depan"
Vara dan Anna kembali terdiam mereka pun kembali fokus ke makanan yang tengah mereka nikmati tadi, seperti nya mereka tengah sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
...****************...