NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putaran Roda Nasib .

Pagi itu pak Leo tiba ke kantor pusat Duyung Mas Group lebih awal dari para karyawan nya Lang lain .

Laki laki bertubuh gemuk dan berperut sangat buncit itu sempat membentak penjaga kantor yang terlambat membuka ruangan nya .

Baru saja ruangan nya di buka , sekretaris nya yang seorang wanita cantik serta asisten pribadi nya yang juga seorang wanita cantik itu segera masuk kedalam ruangan pak Leo .

"Bruak !" ...

Baru saja sampai di belakang meja nya , pak Leo langsung menggerak meja nya dengan sangat keras .

"Bagai mana bisa kapal Tangker kita bisa terbakar di lau lepas heh ?, mana pas waktu kita membawa sebagian besar minyak ilegal yang akan kita jual ke Eropa , rusak !, rusak !, semua nya rusak !" teriak pak Leo sambil menghempaskan pantat nya di korsi nya .

Pak Leo ini seorang penyelundup minyak ilegal , yaitu minyak subsidi yang di beli nya dari para pengepul nakal , lalu di bawa ke perbatasan negeri tetangga , dan di tampung dalam kapal Tangker , untuk selanjut nya di jual ke luar negeri .

"Bu,,,!, bukan cuma itu pak !, Uni Eropa juga membatalkan pembelian CPO kita pak , alasan nya tentang isu lingkungan !" kata sekretaris nya .

"Batu bara yang kita ekspor , ditahan pemerintah , karena tidak memiliki ijin resmi pak !" kata asisten pribadi nya pula .

"Proyek Bandara baru di Timur , di batalkan pemerintah , karena kurang nya penyertaan modal awal pak !" tambah sekretaris nya lagi .

Pak Leo terduduk lesu , kini seluruh jalan tertutup sudah , tinggal tunggu masa kehancuran nya saja lagi .

"Hancur !, hancur !, hancur sudah , ooh semua nya hancur sudah , apa yang harus ku perbuat sekarang ?" ratap pak Leo sambil meremas rambut tipis yang ada di kepala nya .

"Masih ada pak , penjadwalan ulang utang perusahaan di Eropa , di tolak pak , alasan mereka sudah tiga kali jadwal ulang , bila bulan ini tidak juga dilunasi , mereka akan menempuh jalur hukum pak !" kata sekretaris nya .

Kini seluruh jalan terasa gelap bagi pak Leo , Disamping dia bangkrut dan jatuh miskin , kini dia pun terancam di pidana karena kasus penyeludupan minyak ilegal .

Semakin terasa gelap dan semakin gelap , akhirnya pak Leo tumbang kelantai .

Pagi itu seluruh karyawan kantor pusat Duyung Mas Group menjadi geger karena pak Leo , presdir nya , merangkap owner perusahaan tiba tiba pingsan .

Setelah tiba di rumah sakit, pak Leo langsung ditangani oleh unit gawat darurat (UGD) .

Dari analisa awal dokter , diperkirakan pak Leo mengalami stroke dan jantung .

Di sekolah SMK Bina Bangsa , beberapa orang Dewan guru , buru buru mencari Jain .

Kebetulan mereka bertemu Jain di samping sekolah bersama Anita Chan , yang sedang membully Aditya di depan teman teman nya .

"Jain ! Jain !, cepat kemasi tas mu dan pulanglah hari ini , ayah mu masuk rumah sakit !" kata bu Wiwiek .

"Apa ? , mana mungkin !, tadi pagi pagi ayah buru buru ke kantor masih sehat sehat saja !" teriak Jain marah .

"Ayah mu terkena serangan jantung dan stroke , sekarang di rumah sakit pusat !" kata bu Wiwiek sambil berlalu kembali ke ruangan guru .

Di ruang parkir , nampak sebuah mobil jemputan sudah menunggu nya .

Aditya bangkit berdiri , berlalu dihadapan Jain dan Anita yang menghina nya tadi , "permainan ini baru saja di mulai Jain , jangan takut , masih ada lanjutan nya !" ucap nya pelan di dekat sepasang remaja yang tadi membully nya itu , sambil ngeloyor pergi .

Namun belum jauh dia berjalan , terdengar suara panggilan dari seseorang di samping kelas yang lain .

Aditya segera mendatangi asal suara yang memanggil nya tadi .

Ternyata di tempat itu ada Helen yang sudah menunggu nya dengan dua buah eskrim di tangan nya , yang satu nya di sodorkan kepada Aditya , sambil menyuruh Aditya duduk di dekat nya .

Aditya duduk di sebelah Helen , makan eskrim sambil ngobrol berdua .

Tanpa disadari nya , dari kejauhan , terlihat Roy menatap kearah mereka dengan tatapan kebencian nya .

Di kepalkan nya tangan nya , lalu di pukul kan nya pada tembok sekolah .

Bel pertanda masuk ke dalam kelas berbunyi , para murid berdesakan masuk kedalam kelas mereka masing masing .

Sementara itu mobil Alphard yang menjemput Jain , memasuki halaman parkir rumah sakit pusat .

Seorang pembantu rumah tangga mengantarkan Jain ke ruang UGD , dimana Bu Dea dan kedua adik Jain sudah menunggu nya .

Mata Bu Dea nampak sembab memerah dan agak membengkak , karena terlalu banyak menangis , begitu juga dengan kedua adik nya Tia dan Heny .

"Kakak !, papa kak !, papa !" cuma itu yang bisa di ucapkan Tiba adik nya , di sela sedu sedan nya .

"Apa yang terjadi dengan papa Tia ?, katakan apa yang terjadi dengan papa !" tanya Jain sambil mengguncang bahu adik nya itu .

"Duduklah nak !, duduklah dulu , kau putra tertua papa mu , kau sekarang yang mengambil alih tanggung jawab papa mu nak , kita sudah tiba di titik nadir , seluruh usaha ayah mu mengalami kegagalan total nak , papa mu juga memiliki utang yang sangat banyak di Bank luar negeri , aset kita berupa rumah , tanah , beberapa mobil tidak cukup untuk melunasi utang papa nak , secepat nya kita harus pindah rumah ke kontrakan , karena beberapa rumah dan tanah milik kita , serta perusahaan , akan segera di lelang guna melunasi utang papa mu , itupun belum dapat lunas sepenuh nya , ibu akan memulai usaha kecil kecilan , untuk biaya hidup kita nak !" kata Bu Dea di sela Isak tangis nya .

Lemah lunglai tubuh Jain , tidak pernah sedikitpun dia mengira jika semua nya bisa berakhir sedemikian cepat nya .

Sementara itu , selama ini dia sibuk ber hura Hura menghabiskan harta papa nya yang dia anggap tujuh turunan tidak bakalan habis itu , dengan mentraktir teman teman nya ke Club' malam , pesta minuman keras hingga teler , serta mengkonsumsi obat obat terlarang .

Setelah beberapa jam berlalu , seorang dokter keluar dari ruang UGD , dan berjalan menghampiri mereka .

"Dok !, bagai mana keadaan suami saya ?" tanya bu Dea .

"Alhamdulillah !, masa kritis nya sudah lewat , serangan jantung nya sudah tertangani dengan baik bu , cuma sayang , bapak terkena stroke dan kemungkinan beliau akan lumpuh total bu !" kata dokter itu .

Seperti tersambar petir rasa nya bu Dea dan anak anak nya , mendengar berita itu .

"Stroke ?, lumpuh total ?, tidak bisa kah di tangani rumah sakit ini Dok ?" tanya bu Dea .

"Bisa sih bu , lewat terapi terapi , tetapi kemungkinan pulih nya sangat kecil sekali bu , kalau boleh saya katakan cuma satu persen saja bu !"jawab dokter itu sambil mohon diri kembali ke ruangan nya .

Hening suasana seketika , cuma Isak tangis Tia dan Heny saja yang terdengar menyayat hati .

"Bagai mana dengan sekolah Tia mah ?" tanya Tia pada bu Dea .

Tia dan Heny sekolah di sekolah Kebangsaan tempat para anak orang kaya bersekolah .

Bu Dea tidak bisa menjawab nya , cuma terdiam membisu .

Dia ingat dahulu , betapa kedua orang putri nya itu tidak mau bersekolah , bila bukan di SMP dan SMA kebangsaan .

"Entahlah nak , gimana nanti aja !" sahut bu Dea .

"Bu Tia tidak mau bila sampai keluar dari sekolah itu , Tia tidak mau sekolah di tempat lain !" rengek Tia .

"Heny juga bu , Heny enggak mau sekolah bila tidak di SMP kebangsaan bu !" kata putri bungsu nya itu pula .

"Iya !, iya nak !, iya !" sahut bu Dea sedapat nya , meskipun hati nya sendiri tidak yakin .

Meskipun suami nya donatur tetap Sekolah itu , tetapi itu dulu , semasa masih jaya , bukan sekarang setelah kejatuhan mereka .

Hati nya hanya berharap bisa mendapat keringanan , mengingat jasa jasa sang suami dulu sewaktu masih jaya .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!