Zafirah Alfiani Putri berprofesi sebagai seorang bidan. Ia memiliki karakter yang baik, ramah, dan memiliki sifat kepedulian. Akan tetapi ia memiliki karakter yang tertutup disosial media dan juga cuek. Sejak ia hijrah dibangku menengah pertama ia begitu membatasi pergaulannya dengan lelaki yang bukan mahramnya. Zafirah bukan alumni pesantren tetapi ia berprinsip akhlak, kegiatan dan ibadahnya harus mencerminkan bahwa ia muslimah yang taat pada Allah.
Irsyad Akmali Fikri berprofesi sebagai seorang polisi, ia juga ikut dalam mengurus perusahaan ayahnya karena ia merupakan anak lelaki satu-satunya didalam keluarganya. Irsyad dari kalangan pesantren dan setelah lulus melanjutkan diakademi kepolisian. Ia memiliki sifat yang dingin dan tegas tetapi dibalik itu ia akan bersikap baik, ramah, perhatian pada orang terdekatnya.
Zara yang dari dulu takut dengan seorang polisi namun takdir jodoh membawanya menjadikan Irsyad menjadi suaminya.
Bismillah
yuk baca kisahnya!
Semoga kalian suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusliana Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mual Sekeluarga Jadi Heboh
Mereka menuju jalan pulang, Anak-anak tertidur didalam mobil karena kelelahan bermain seharian.
"Lain kali kalau nggak bisa jangan dipaksakan, lihat sekarang kamu jadi sakit gini kan jadinya" Ucap Irsyad
"Lagian kenapa sih kamu tidak bilang dari awal kalau kamu takut ketinggian!" Ucap Irsyad
"Itu namanya membahayakan diri sendiri" Ucapnya lagi
"Mas kenapa ngomel terus dari tadi seperti kontrakan rempong" Ucap zara
"Kamu kalau tidak diingatkan bisa mengulangi kesalahan lagi" Ucap Irsyad lagi
"Memangnya kesalahan apa? Kan ini hanya perahu kora-kora" tanya zara
"Banyak! Pertama suka terburu-buru kedua teledor karena mikirin kepentingan orang lain sampai lupa sama diri sendiri, diingatkan tapi nanti dilakukan lagi. Baik itu boleh sayang tapi perhatikan juga diri sendiri" Ujar Irsyad
"Ulang aja terus masa lalu!" Sindir zara
"Lagian zara lakukan itu biar tidak buat mereka sedih" Ucap zara menoleh kebelakang melihat ponakannya
"Iya..... Tapi lain kali jangan seperti itu! Kan bisa mereka tetap main kita mengawasi tidak perlu ikut naik" Ucap Irsyad
"Iya mas, maaf ya" Ucap zara mulai berdamai karena untuk melanjutkan perdebatan terhalangi dengan keadaannya masih terasa pusing
"Hmm.... ingat ya! kalau nggak mas kurung aja kamu dikamar tidak perlu keluar sekalian"
Sesampainya di pekarangan rumah zara mereka segera membangunkan Adam dan lainnya.
Sementara disisi lain keluarga dan bibi dan paman zara berkumpul diruang berbicara dan tertawa hingga terdengar suara mereka dari luar rumah.
"Assalamu'alaikum" Irsyad dan anak-anak mengucapkan salam
seluruh anggota keluarga melihat kearah pintu " Wa'alaikumussalam" jawab mereka
"Wah! Sepertinya cucu oma senang sekali dibawa jalan-jalan" Ucap kinan
"Beuh... Senang dong Oma! Oma sih nggak ikut" Ucap Adam
"Hmm.... Andai aja Oma ikut kalian" Ucap kinan dengan raut wajah sedih
"Lain kali ya Oma biar aca bawa Oma jalan keliling dunia" Ucap salsa menghibur kinan
Zara hanya diam menyaksikan antusias Adam dan salsa bercerita, ia tidak bersemangat untuk ikut berbicara karena masih merasa pusing dan mual.
Huek.... Huek
Zara tidak dapat menahan rasa mualnya sehingga kelepasan begitu saja, segera menutup mulutnya dengan tangan dengan mata terpejam. Mendengar suara zara membuat mereka semua mengalihkan pandangannya melihat kearah zara, saat zara membuka mata mengedarkan pandangannya melihat semua mata memandangnya
"Ha! Ini pasti mereka mikir yang aneh-aneh ni, bisa gawat ini!" ucap Zara dalam hati
"Zara kamu hamil!" Ucap Kinan
"Kamu kok mual, kamu hamil dek" Ucap Sinta
"Kan benar dugaan aku, kenapa sampai kepikiran disana" Ucapnya lagi dalam hati
"Tapi kan kalian baru nikah kemarin, jangan bilang kalian......" Ucap Lisa
"Hus! Astagfirullah zara tidak seperti itu ya!" Ucap Zara memotong pembicaraan kakaknya
"Zara mual karena mabuk mbak" Ucap Zara
"Mabuk maksudnya?" Tanya ayah fatir
"Zara tadi naik perahu ayun kora-kora"
"Oh..... Perahu kora-kora" Ucap mereka lalu diam beberapa detik
"Apa!" Teriak ayah, mama, dan kakaknya
"Kamu kan takut naik begituan, terus ini kenapa bisa?" Tanya Sinta
"Mau coba-coba aja mbak kirain sudah tidak takut lag, Sampai rumah malah jadi gini tanggapan kalian" Ucap Zara menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ya kirain Ra, siapa tahu kan setelah melewati hari pertama langsung jadi cucu mama" Ucap kinan
"Mama pikirannya mulai aneh nih!" Ucap zara
"kamu sih ngagetin kita semua" Ucap kinan
"Zara sudah tahan dari tadi mualnya tapi tetap aja masih terasa mabuk" Ucap zara
"Masih pusing ra? Tanya mama
"Iya mah, masih" Jawab zara
"Yasudah sekarang istirahat, Irsyad tolong antar zara ya nak" ucap mama
Irsyad segara membawa zara kekamar atas
"Ada-ada aja zara baru pertama kali keluar bareng suami sudah teler saja" Ucap bibi zara membuat mereka tertawa
dikamar
"Zara bersih-bersih dulu ya mas" Ucap zara berjalan menuju kamar mandi tidak menunggu waktu lama Zara sudah siap dengan piyama panjang dan hijabnya. Berjalan mendekati suaminya yang masih duduk di sofa.
"Mas mau minum apa? Biar Zara buatkan dulu" Ucap zara
"Udah tidak perlu repot-repot, sekarang kamu tidur ya istirahat yang cukup" Ucap Irsyad mengelus kepala zara yang tertutup hijab
"Kapan kamu siap melepas hijab kamu sayang, apa kamu sampai sekarang belum bisa menerima mas sebagai suami kamu" Batin Irsyad
"Kalau gitu zara tidur duluan ya mas" Ucap zara berjalan menuju kasur
Irsyad masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket seharian berada diluar
Beberapa menit telah berlalu zara telah masuk kedalam mimpi Irsyad baru selesai dan keluar dari kamar mandi melihat istrinya telah tertidur segera memakai pakaian santai ya dan berjalan mendekati istrinya dekat semakin dekat hingga tidak ada jarak diantara mereka dengan posisi Irsyad memeluk zara hingga wajah mereka berdekatan
Irsyad memperlihatkan wajah damai zara yang sedang tidur, tangannya mulai tergerak memegang wajah istrinya mulai dari hidung alis dan pipi dan bergerak turun dibibir zara sehingga sebagai lelaki pada umumnya membuat Irsyad tergoda.
"Tahan Irsyad tahan! Kamu mau ambil first kiss zara tanpa izinnya bisa ngamuk nanti" batin Irsyad
Irsyad hanya mampu menelan Saliva nya, memegang dan mengusap bibir zara dengan jarinya.
"Aku sayang sama kamu" bisik Irsyad ditelinga zara membuat terusik dari tidurnya hingga menimbulkan pergerakan
Irsyad terkejut melihat zara memeluk nya tangan yang melingkar di badannya, membuat kenyamanan menciptakan kehangatan pada cuaca dimalam hari yang sedang hujan.
Tak hanya itu zara semakin memasukkan kepalanya di dada Irsyad seakan mencari tempat ternyaman untuk mengatasi cuaca yang dingin.
Irsyad semakin tersenyum Zara mengerjakan pelukannya, Irsyad tidak tinggal diam ia pun memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala zara.
" Selamat tidur istriku semoga secepatnya kamu bisa menerima ku dan mencintai ku sayang" Ucap Irsyad
"Ya Allah maha pemilik hati dan membolak-balikkan hati, gerakkan lah hati istriku agar menerima ku sepenuhnya" doa Irsyad setelah itu, tidak lama memejamkan mata mengikuti zara tertidur
Jam menunjukkan 02.55 malam, zara terbangun dalam tidurnya betapa terkejutnya zara saat menyadari posisinya dan Irsyad begitu intim dan lebih terkejut melihat tangannya memeluk tubuh suaminya.
"Jadi aku tidur semalaman dalam posisi begini! Ucap zara dengan pelan
"Malu Zara! Mau taruh dimana nih muka aku berhadapan sama mas Irsyad, semoga mas Irsyad nggak sadar deh" Ucap zara
"Sadar apa?" Tanya Irsyad dengan mata masih terpejam
"Ha!" Zara terkejut mendengar suara
Saat menoleh kearah Irsyad masih terpejam
"Huff..... Alhamdulillah masih tidur ternyata" Ucap Zara bernafas lega
"Siapa yang tidur" Ucao Irsyad membuka matanya membuat zara terkejut refleks mendorong suaminya dari ranjang
Brak!!!
"Aduh!!!" teriak Irsyad menahan sakit pinggangnya
Zara menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Astagfirullah mas! Kamu nggak papa mas?" Tanya zara
sementara yang ditanya hanya dapat meringis kesakitan dan menahan kesal.
"Sudah tahu sakit kenapa masih bertanya sayang, kamu bayangin aja deh dari kasur terpental dibawah sini gimana tidak sakit! Mana dorongnya pakai kekuatan turbo lagi" jawab Irsyad
"Maaf mas, zara nggak sengaja serius deh mas seribu rius malah" Ucap zara
"Kamu harus tanggung jawab!" Ucap Irsyad
"Iya zara tanggung jawab, mas mau apa zara janji akan turutin kemauan mas asal zara dapat maaf dari mas" Ucao zara dengan sungguh-sungguh
"Yes!" Sorak Irsyad dalam hatinya merasa bahagia
"Mas Pegang janji kamu" Ucap Irsyad
"waduh! Barusan aku bilang apa tadi? Janji? Ha kalau permintaan mas Irsyad macam-macam gimana nih" batin zara mulai ketakutan dengan janjinya sendiri
"Hmm.... Tapi nanti ya mas, zara mau sholat malam dulu" Ucap zara
"Kita sholat bareng" Ucap Irsyad mulai berdiri
"Mas sudah tidak sakit lagi?" Tanya zara
Sebenarnya rasa sakit yang dirasa Irsyad tidak seberapa tapi ia hanya berakting seakan sangat kesakitan, ide jahil mulai muncul memanfaatkan situasi untuk lebih dekat dengan istrinya.
"Aduh! Aduh!" Ucap Irsyad memegang pinggangnya menahan sakit
"Masih yang, masih sakit" Ucap Irsyad
"Ya udah zara bantu mas ambil air wudhu, ayo mas" ajak zara menuntun Irsyad kekamar mandi
"Alhamdulillah, malam penuh berkah dapat perhatian" Ucap Irsyad dalam hati dan tersenyum
"Kenapa senyum-senyum gitu mas?" Tanya zara
Irsyad seketika merubah ekspresi wajahnya
"Mau senyum aja sebentar kan mau ambil air wudhu" Ucap Irsyad
"Biar berkah ya mas?" Tanya zara sama sekali tidak merasa ada yang aneh
Mendengar ucapan zara membuat Irsyad ingin tertawa namun ia tahan
"Ternyata ada sisi polosnya juga"Ucap Irsyad dalam hati
zara telah mengantar irsyad hingga didepan pintu kamar mandi
"Iya, mas wudhu dulu kamu wudhu juga ya" Ucap Irsyad
Ketika seseorang membuang air besar atau kecil, dia diwajibkan untuk mensucikannya dengan menggunakan air, batu, atau benda lainnya yang suci dan bersih. Dalam fiqih, menyucikan kotoran setelah buang air besar atau kecil disebut dengan istinja’.
sering timbul pertanyaan dalam diri sendiri Apakah boleh melakukan wudhu sebelum istinja’? Apakah wudhu kita dinilai sah?
Dalam kitab Majmu Syarhul Muhadzdzab menyebutkan:
“Sebaiknya melakukan istinja’ terlebih dulu sebelum berwudu. Namun jika melakukan wudu sebelum istinja’, maka wudunya tetap dinilai sah.”
Imam Nawawi dalam kitab Kasyifatus Saja berikut disebutkan:
“Berbeda dalam perkara menghilangkan najis terlebih dulu dalam wudu, karena wudu adalah untuk menghilangkan hadas dan hilangnya hadas berhasil meski tanpa didahului dengan menghilangkan najis.”
Jadi untuk menjawab pertanyaan tadi dapat disimpulkan wudhu sebelum melakukan istinja’ hukumnya boleh dan dinilai sah. Meski demikian, alangkah sangat baik jika melakukan istinja’ terlebih dulu sebelum melakukan wudhu sebagaimana anjuran dalam kitab Almajmu di atas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TERIMA KASIH TELAH MAMPIR 🫶
TUNGGU KELANJUTANNYA YA!📌
Mohon dukungannya teman👍
Salam manis dari author 🫶🌹
Alhamdulillah masih dibaca kak
masih suka nunggu notif
terimakasih sudah update sukses sehat selalu buat semuanya aamiin
cukup paham mungkin juga sibuk didunia nyata
atau kadang mood yang berantakan karna situasi yang ga kondusif
apalagi rating kurang memuaskan
hah
entah saya suka tulisannya
masih menunggu updatenya
mohon diselesaikan jangan gantung
yang ada saya sebagai pembaca jadi hantu penasaran
bisa saja sih nyambung cerita sendiri
atau ga peduli ah kan hanya sekedar bacaan tapi gimana
ah ya sudahlah ga bisa maksa juga terimakasih karyanya
semoga sukses sehat selalu aamiin