NovelToon NovelToon
Om Leon, Marry Me!

Om Leon, Marry Me!

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

SPIN OF STORY "GADIS TARUHAN ALVARO"

Leonardo Shan harus menelan pil pahit saat ia ingin melamar kekasihnya di hari jadi mereka yang ke lima tahu tetapi ia justru dibuat terkejut karena mendapati kekasihnya sedang berselingkuh.

Bertepatan dengan itu, perusahaan keluarganya di negara asalnya sedang mengalami masalah sehingga mengharuskannya untuk kembali. Leon menemui Frey sahabatnya untuk meminta bantuan tetapi ia diberi syarat harus menjadi bodyguard putrinya yang dulunya adalah gadis yang dijodohkan dengannya sejak dalam kandungan sedangkan mereka memiliki jarak usia 18 tahun.

Eleanor Prayoga Griffin, ia jatuh cinta pada Leon sejak pandangan pertama dan ia berusaha untuk mendapatkan hati Om Tampan tersebut.

Seperti apakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Leon menatap Lea yang juga tengah menatapnya. Seharusnya saat ini Leon mengungkapkan saja perasaannya, beberapa jam lagi ia harus kembali ke Australia dan ia harus bisa mengikat perasaan gadis ini.

"Jawab berengsek!" bentak Rayyan. Kali ini ia membenarkan ucapan Lea yang mengatakan kalau pria ini sangat menyebalkan.

"Ya aku memang menyukainya, aku mencintainya. Puas!" jawab Leon dengan suara yang lantang.

Rayyan tersenyum puas dan Lea sendiri merasa lega. Perasaannya akhirnya bersambut namun ucapan Leon selanjutnya langsung membuat wajah Lea muram.

"Tapi itu tadi sebelum aku datang ke tempat ini, dan sekarang setelah melihat kalian berdua datang ke hotel di siang hari seperti ini sepertinya aku mengurungkan niatku untuk memiliki kamu Eleanor," ucap Leon tersenyum sinis.

Hati Leon patah. Bayangan akan perselingkuhan Briella membuatnya trauma menyukai seseorang dengan begitu dalam. Ia merasa bersyukur karena setidaknya ia dan Eleanor belum memiliki hubungan sejauh itu.

Wajah muram Lea tak dihiraukan oleh Leon. Rayyan sendiri mengepalkan tangannya hendak menghajar Leon kembali tetapi ditahan oleh Lea.

"Jadi maksud Om Leon aku ini gadis kayak gitu?" tanya Lea dengan penuh penekanan.

Tatapan mata Lea dan Leon bertemu. Hati Leon terasa sakit saat melihat mata Lea mulai berkaca-kaca. Kini ia sadar ucapannya sudah begitu melukai anak dari sahabatnya ini.

Oh tunggu dulu ... Lea adalah anak dari seorang Frey Abirsham Griffin ... mana mungkin Lea akan bertindak sejauh ini. Oh tidak ...! Kini Leon merasa ucapannya sudah menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.

"Kenapa diam Om? Apa iya kamu mikir aku kayak gitu? Ternyata pikiran Om terhadap aku sedangkal itu ya? Apa mungkin aku ini terlihat seperti gadis nakal? Aku emang suka lihat orang tawuran tapi aku nggak pernah mencatat namaku dalam buku pelanggaran. Apa Om Leon meragukan didikan Mami dan Papi?"

Pertanyaan Lea sungguh menohok Leon. Ia bahkan tidak mampu menjawab satu pun pertanyaan Lea. Menyesal sudah pasti, mengapa ia sungguh gegabah dan tidak bisa menjaga ucapan yang ia lontarkan.

"Lea nggak gi—"

"Aku benci sama Om Leon!" pekik Lea kemudian ia berlari keluar. Bertepatan dengan taksi yang baru saja mengantar penumpang, Lea langsung masuk ke dalam taksi tersebut.

Leon hendak mengejar Lea namun langkahnya dicegat oleh Rayyan. Satu pukulan kembali mengenai wajah tampan Leon yang merupakan favorit Lea.

Rayyan begitu kesal, pria ini selain menyebalkan ternyata punya pikiran negatif juga. Mendadak Rayyan merasa jika akan lebih baik cinta Lea tidak perlu bersatu dengan pria lembek ini.

Berbeda dengan Leon, ia semakin kesal dan melampiaskan kekesalannya pada Rayyan hingga mereka kembali adu kekuatan dan sama-sama mendapatkan memar di wajah dan tubuh mereka.

"Tch! Sudah seperti ini kamu masih mengelak jika cintamu pada keponakanku itu sudah hilang? Kamu sehat, 'kan?" cibir Rayyan kemudian ia bergegas pergi ke kamar khusus pemilik hotel ini yang tidak lain adalah miliknya untuk mengistirahatkan diri.

Leon terdiam sambil memegangi perutnya yang terasa sakit sebab terkena tendangan Rayyan. Ada hal yang mengganjal di benaknya hingga akhirnya Leon menyadari satu kata yang membuatnya seakan kehilangan tulang dalam tubuhnya.

'Jadi dia ....'

...

Di dalam taksi Lea terus saja menyeka air matanya yang tak kunjung berhenti mengalir. Ia sakit hati dengan ucapan Leon tersebut, lebih sakit hati lagi saat ia mengetahui ia masih memiliki cinta untuk lelaki itu. Leon selalu mematahkan hatinya, namun entah mengapa Lea tidak bisa membencinya. Semua kata benci dan amarah hanya sebatas ucapan semata.

Lea sampai di rumah ketika senja hampir berlalu. Tadi ia sempat menenangkan diri di taman bermain agar ketika ia pulang ke rumah nanti tidak akan ada yang curiga padanya jika ia baru saja menangis. Pulang dengan mata sembab akan menimbulkan banyak pertanyaan dari kedua orang tuanya. Lea tidak siap jika harus membahas masalah Leon.

"Baru pulang sayang?" sapa Aluna.

Lea mengangguk kemudian ia memeluk Aluna. Pelukan hangat yang ia dapatkan dari maminya mampu membuat hati Lea merasa hangat.

"Maaf Mi, tadi Lea keasyikan main di taman," jawab Lea setelah ia melepaskan pelukannya.

"Ya sudah, sekarang kamu mandi, Mami mau nyiapin makan malam dulu," ucap Aluna.

Lea mengecup pipi Aluna kemudian ia naik ke lantai dua. Aluna geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya yang kadang masih begitu kekanak-kanakan dan sangat manja.

Saat tiba waktunya makan malam, Rayyan juga tiba di kediaman keluarga Griffin tersebut. Aluna dan Frey cukup terkejut melihat wajah adik mereka ini babak belur. Aluna langsung membawanya duduk di sebelah Lea dan menyiapkan makanan untuknya sambil mencecar berbagai pertanyaan tentang bagaimana Rayyan bisa mendapatkan luka seperti itu di wajahnya.

"Mi, kalau lagi makan uncle-nya jangan ditanya-tanya, nanti keselek," tegur Vino.

Aluna sebagai ibu mereka langsung merasa tertohok. Putranya ini memang jarang bicara tetapi sekalinya bicara bisa bikin hati meradang.

Frey berusaha untuk tidak tertawa, jika ketahuan tengah menertawai sang istri tercinta maka bisa saja jatah malam ini akan dihilangkan dan Frey pasti akan merana sepanjang malam sebab ia paling tidak bisa tanpa mengerjai Aluna setiap malamnya.

"Lain kali Vino ngomong ke Mami yang lebih enakan dikit ya didengarnya," ucap Aluna menekankan.

Vino hanya mengangguk kemudian meneruskan makannya sedangkan Aluna hanya bisa menghela napas. Titisan Frey memang sangat sulit untuk ditaklukkan. Untung saja lelaki kecil itu adalah putranya, Aluna yakin Vino tentu sangat menyayanginya.

Saat makan malam telah selesai, Lea mengajukan diri untuk mengurus sisa makan malam dan membersihkan peralatan makan sedangkan maminya mengurus Rayyan yang sedang terluka.

"Bagaimana bisa seorang Rayyan Farezta terluka seperti ini sih? Kakak tu nggak suka ya lihat adik-adik aku terluka kayak gini, mengurangi kadar ketampanan kamu tahu nggak!"

Ucapan Aluna membuat seseorang yang berada di ambang pintu yang hendak masuk ke dalam rumah terdiam di tempat.

Celaka ...!

Pria dewasa yang bersama Eleanor memang benar adalah pamannya. Adik dari Aluna dan itu berarti pikirannya benar telah salah besar terhadap Lea.

"Lho Leon, kenapa kamu berdiri saja di sana? Ayo masuk," panggil Aluna yang menyadari keberadaan Leon.

Leon bertatapan dengan Rayyan. Bisa Leon sadari tatapan pria itu penuh dengan ejekan, Leon tahu ia sudah salah dan kalah. Entah bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan maaf dari Lea.

"Luna, bisa nggak aku bertemu dengan Lea? Ada hal yang harus aku sampaikan," tanya Leon yang sesekali melirik ke arah Rayyan yang sedang diobati oleh Aluna.

"Lea? Sepertinya dia sudah naik ke kamarnya ... eh tunggu-tunggu, kenapa wajah kamu juga babak belur seperti Rayyan? Kok bisa bersamaan gini? Ah ya, kenalkan ini adik aku Rayyan. Ray, ini teman Kakak namanya Leon sekaligus bodyguard Lea sementara," ucap Aluna memperkenalkan, ia masih terheran-heran dengan wajah mereka.

Wajah Leon semakin muram sedangkan senyum Rayyan semakin berkembang. Setidaknya misinya berhasil, pria ini jatuh cinta pada Lea dan bersedia mengakuinya. Namum karena ucapannya yang menyakitkan perasaan Lea, Rayyan yakin akan semakin sulit lagi perjuangan Leon untuk menaklukkan Lea.

"Tadi ada insiden kesalahpahaman. Di mana Lea? Aku sebentar lagi berangkat dan ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya," desak Leon, pesawatnya sebentar lagi akan berangkat, ia harus bisa mengatakan cinta dan maaf pada gadis kecil itu.

Aluna diam sesaat lalu kemudian ia terkejut dan memekik dalam hati. 'Jangan-jangan Leon jatuh cinta sama Lea? Dia mau menyatakan cinta sebelum pergi. Ck! Ini nggak bisa dibiarkan. Aku nggak mau punya mantu dia ...!'

1
Phiphiet Safitri
salah satu penulis favorit
Budi Raka
Luar biasa
Budi Raka
Lumayan
Zikran Zikran
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk kryamu thoor
💜_Vicka Villya_💜: Terima kasih Kak 😊😊
total 1 replies
ari sachio
oh....begitu awal mulany mahen masuk dunia hitam y....lanjut thor...
💪🥰
Nur Adam
lnjut
selina Isirani
Luar biasa
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak
💋Titika tika27💋
Lnjuttt
sweetie belle
lol ngakak 🤣🤣🤣
Marya Dina
iya kan dlaam kandungan saja km udh senang liat orag berantem lea..
Nur Adam
lnjur
Nanda Ajah
ayo up lg thor
Nanda Ajah
bagus
Nur Adam
lnjut
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣 sbar ya papy frey
Anggi Anggi
puas sm ceritaanya
ari sachio
ni gegara pas coblosan lea teriak papi....🤣🤣🤣🤣🤣
Anggi Anggi
gak apa"kak..semoga cepat sembuh dan sehat lagi..semangatttt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!