Irma Sukma Ayu adalah penari termashur di desanya. Dia gadis cantik dengan sejuta pesona, penampilannya di atas panggung selalu ditunggu dan dinanti para penggemarnya.
Irma adalah gadis cantik yang anggun, tutur bahasanya lemah lembut dan sangat ayu. Sehingga ia menjadi kesayangan seorang Juragan Muda bernama Tama Sutha Jaya, sang pemimpin group ronggeng tempat Irma menari.
Namun, kisah cinta mereka tidaklah berjalan mulus. Irma yang ayu ternyata dicintai oleh makhluk tak kasatmata juga. Laki-laki itu harus bersaing secara sengit demi membebaskan Irma dari pengaruh sang Raja Jin penguasa hutan larangan yang memang sudah lama mengincar Irma sejak dia masih bayi merah.
Lantas bagaimana kisah mereka, dan ada Misteri apa yang tersimpan dari seorang penari ronggeng dari Desa Renggong ini? Yuk, Cekidot!
***
Don't forget, Gais!
Like, komen, love and givenya, ya
Thank you😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niti Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Danu Aji bersiap memasuki lubang goa yang terlihat begitu menyeramkan, aura mistik langsung menyergap perasaannya, tapi Danu Aji tidak sama sekali gentar. Kali ini ia harus menghancurkan makhluk terkutuk itu bagaimana pun caranya, kali ini dia tak boleh gagalbdan harus bisa segera melepaskan Irma dari cengkraman makhluk itu.
Danu Aji mencoba memasuki pintu goa, tapi tubuh nya terpental seketika. Tubuh Danu Aji seakan tersengat listrik saat berusaha memasuki lubang goa, lalu tubuh nya terpental ke belakang.
"Astagfirullah, pintu goa ini dijaga dan dilapisi kekuatan hitam yang sangat kuat," gumam Danu Aji, ia kembali berdiri tegak dan menatap pintu jalan goa.
Ia mulai membaca ayat-ayat suci al-qur'an dan mengayunkan tangannya ke depan lalu terdengar sedikit ledakan di pintu goa. "Alhamdulillah ya, Allah," lirih Danu Aji seraya menyapukan telapak tangan kanannya ke wajah.
Ia kembali melangkahkan kakinya menuju ke pintu goa, tapi tak disangka banyak sekali hewan berbulu menyerupai orang hutan keluar dari dalam goa,1 2 3 ada sepuluh makhluk yang keluar dari dalam goa, mereka bergerak dan bersuara layaknya orang hutan.
"Haha huhu haha! Hey,.manusia mengapa kau ganggu kami di sini, mau apa kau kemari hah? Haha huhu haha!" tanya seorang siluman berbicara dan bergerak ke kiri ke kanan menyerupai orang hutan.
"Assalamuallikum," ucap Danu Aji, tapi mereka tak menjawabnya. "Kedatanganku hanya ingin bertemu dengan pimpinan kalian," jawab Danu Aji penuh ketenangan.
Suara tawa semua makhluk di depan Danu Aji terdengar seakan mengejek. "Mau apa kau mau bertemu dengan pimpinan kami?" tanya ketus siluman itu.
"Aku hanya ingin mengajak pimpinan kalian bertobat," jawab Danu Aji, dan langsung disambut gelak tawa dari mereka seakan mencemooh ucapan Danu Aji.
"So jago kau wahay manusia,siapa kau hingga mau mengajak pimpinan kami untuk bertobat.Apa kau sudah bosan hidup hah? hahaha"ucap nya penuh dengan kesombongan.Danu aji tersenyum.
"Astagfirullahalazim,bertobat lah kalian juga wahay makhluk Allah yang terbuat dari api"ucap danu aji dengan nada tegas nya.
"Aaarrggghhh tak usah banyak bicara kau manusia,ayo kita serang saja.Seraaanngg"ucap pemimpin kepada sembilan lain nya.
"Aaaaaaaa"satu persatu makhluk itu berlari dan menyerang danu aji dengan ganas nya,namun danu aji bisa menghindar dan menangkis serangan kesepuluh makhluk tersebut.
Danu aji sesungguh nya tak ingin melukai apa lagi membunuh makhluk-makhluk itu,namun serangan makhluk-makhluk itu seakan tiada henti,dan semakin brutal.Mereka menyerang danu aji tanpa ampun,sehingga membuat danu aji terpaksa menggunakan jurus andalan nya.
Danu aji merapal kan bacaan ajian nya,ia berkonsentrasi penuh,dan saat ia selesai membacakan nya,ia berlari dan menerjang melayang kan kepalan tangan nya meninju satu persatu kesepuluh makhluk itu.
"Buk buuukk duuaaarrr duuuuaaarrrr aaaarrrkkk"
"Buuukkk buuk duuuuuaaaarr aaarrkk"
Pukulan demi pukulan danu aji mendarat di tubuh mereka ada di wajah,kepala,dada dan perut.Dan semua nya meledak dan hangus hingga berakhir lenyap menjadi debu.
Kesepuluh makhluk itu akhir nya lenyap hancur menjadi debu,danu aji sadar dengan jurus nya yang baru ia kuasai,ini benar-benar mengerikan.Namun ia sangat terpaksa menggunakan jurus itu,karena mereka tak bisa di ajak damai sama sekali.
Danu aji kembali melangkah kan kaki nya ke depan,melanjut kan tujuan nya memasuki goa yang di anggap tempat bersarang nya jin saba.
Danu aji akan sampai di mulut goa,namun panggilan dari belakang membuat langkah nya terhenti.
"Danu aji tunggu"suara seseorang,dan danu aji menoleh,orang itu berlari menghampiri danu aji.
"Tarma kenapa kau kemari,ini sangat berbahaya untuk mu"ucap danu aji sedikit cemas.
"Aku harus ikut dengan mu,aku mau tau di mana irma selama ini,aku harus ikut menyelamatkan wanita yang aku cintai juga"ucap tegas tarma menatap danu aji.Danu aji menghela nafas nya pelan.
"Tapi ini sangat bersesiko untuk mu tarma,aku tak bisa kalau kamu nanti terluka"ucap danu aji.
"Aku tak perduli,aku tau kau yang menyembuhkan aku dari penyakit gila ku,dan aku ucap kan banyak trima kasih pada mu.Tapi tolong lah berikan aku kesempatan untuk ikut menolong irma danu aji"ucap tarma setengah memohon.
"Baik lah"dengan terpaksa danu aji mensetujui keinginan pria keras kepala itu.Tarma tersenyum senang.
"Hahahaha"terdengar suara tawa yang keras dari dalam goa,danu aji dan tarma sedikit terkejut dan menoleh ke arah dalam goa."Sampai kapan kalian akan berdebat di sana,masuklah tamu-tamu ku huaaahahaha"ucap nya lagi.
Danu aji memasuki goa,di ikuti oleh tarma.
"Kau bersembunyilah tarma"ucap danu aji menoleh pada tarma,saat tau laki-laki itu mengikuti langkah nya.
"Tapi,,,,"ucap tarma merasa enggan.
"Jangan keras kepala,cepat kau bersembunyi di sana"ucap danu aji menyuruh tarma bersembunyi di balik batu besar dekat mulut goa,dengan hati berat tarma menuruti apa yang di perintah kan danu aji pada nya.
Danu aji segera masuk ke dalam goa yang paling dalam,ia seakan menembus tabir yang membuat dirinya memasuki alam lain nya,mata nya langsung di sambut dengan pemandangan yang berbeda,bukan seperti di dalam goa namun kini dirinya berada di sebuah istana,mungkin istana jin.
Danu aji mengedar kan bola mata nya melihat di setiap sudut ruangan megah itu,dinding bernuansa cream kimbinasi warna emas di setiap ornamen dan ukiran,lampu hias di tengah-tengah ruangan yang indah dan terkesan mewah,lantai granit dengan pilar-pilar kokoh yang menyangga bangunan besar itu.melihat para prajurit yang berjaga di setiap sudut,para petinggi istana,dan danu aji menangkap sosok pria gagah nan tampan mengenakan baju kebesaran nya tengah duduk di singasana nya dengan kanan kiri nya terdapat dua dayang-dayang yangbsenan tiasa mengipasi nya.
"Selamat datang di tempat tinggalku wahay manusia,ada keperluan apa kau harus repot-repot datang kemari hah?"ucap jin saba dengan nada sinis dan sombong nya.
"Maaf menganggu mu karena aku datang kemari,kau pasti tau maksud kedatangan ku bukan?"jawab danu aji dengan penuh ketenangan.
"Dengar danu aji,jangan kau coba mencampuri urusan ku,kalau kau tak ingin mati sia-sia"ucap jim saba dengan tatapan menusuk.
"Kau telah menyesat kan manusia tentu aku memiliki kewajiban untuk meluruskan nya dan mengembalikan nya ke jalan yang benar"ucap danu aji tak kalah sengit menatap jin saba.
Moga ajj darah yg d hisap gk sampe ketelen ma tama.dibuang s3mua
kayak logat batak ajj ya.
Apa athor nya rang medan ya????
tadi terdengar suara rintihan ratna kesakitan waktu dukun nya mo tiba.
lah saat mo lahiran malah teriakanny gak kedengaran sampe luar karna ruangan d kasih peredam suara.klo cerita jaman segitu.apa ya udah ada redam suara.🤦♀️🤦♀️