NovelToon NovelToon
Madelin Wanita Tangguh

Madelin Wanita Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Kaya Raya / Selingkuh / Pengganti / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Morie Elvina

Tolong sikapi cerita ini sebijak mungkin dan cerita ini murni fiksi.
Kisah CEO sukses bernama Sam yang mengalami kebangkrutan dan kehilangan semua hartanya. Ia menikahi seorang gadis miskin bernama Madelin yang mempunyai mimpi menjadi pengusaha.

Kehidupan mereka yang dulunya penuh keberuntungan berubah drastis setelah pernikahan mereka. Mereka berdua harus berjuang mencari nafkah setiap hari dan menemukan cara untuk memulihkan keadaan.

Tidak hanya menderita kebangkrutan, Sam dan Madelin juga harus menghadapi mertua Sam yang jahat dan manipulatif, yang merencanakan pengkhianatan dan dendam pada keduanya. Mertua Sam bernama Lily sangat tidak menyukai Madelin dan berusaha untuk menjatuhkan Madelin dan merusak hubungannya dengan Sam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morie Elvina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Lipstik Madelin

Madelin menatap dirinya pada pantulan cermin, di toilet. Ia merapikan rambutnya, juga make-upnya yang sedikit luntur. Ia baru saja selesai bekerja, dan berencana untuk jalan-jalan denga Micel. Karena itu ia sedikit terburu-buru saat keluar dari toilet, dan tidak sengaja menabrak seseorang yang melintas di depanya.

BRUK

"Maafkan aku." Madelin meminta maaf lalu dengan cepat meninggalkan orang tersebut.

Orang yang ditabrak oleh Madelin, hanya diam dia berjongkok lalu mengambil lipstik yang sepertinya dijatuhkan oleh Madelin.

"Kita akan bertemu lagi nanti," gumam orang tersebut lalu menyimpan liptik tersebut di kantong jaketnya.

***

"Bagaimana dengan pekerjaanmu? Kau menyukainya?" tanya Micel ramah seperti biasanya pada Madelin.

"Tentu saja. Aku benar-benar beruntung karena memiliki bos sepertimu. Nyaman sekali, seharusnya aku bertemu denganmu secepat mungkin, karena jujur saja bekerja denganmu terasa menyenangkan," ucap Madelin tulus.

"Syukurlah kalau kau menikmatinya. Kau terus memuji dan membuatku merasa gugup."

"Tapi memang benar. Jika tidak enak bagaimana mungkin 3 bulan ini, aku bisa melewatinya tanpa terasa memberatkan. Pekerjaan ini begitu baik, terima kasih Micel."

"Aku senang jika kau merasa nyaman dengan pekerjaan ini. Semenjak kau menjadi model di tempatku, keuntungan ini menjadi bertambah besar. Aku merasa kau berbakat menjadi model. Ngomong-ngomong, Madelin aku ingin mengatakan padamu, bahwa mulai besok kau akan bekerjasama dengan seorang model pria yang cukup terkenal. Aku harap, kau tidak keberatan. Namun jika kau tidak ingin, aku bisa membatalkannya untukmu." Madelin memberitahukan pada Madelin.

Madelin tersenyum. "Kenapa harus menolak. Jika kau bilang dia merupakan seorang model terkenal mengapa aku tidak bekerjasama dengannya? Itu jauh lebih baik untuk meningkatkan keuntungan dalam bisnis. Aku yakin produk barumu akan terjual habis, jika aku bekerja dengannya."

"Astaga Madelin aku tidak seambisius itu untuk meningkatkan penjualan secara berlebihan. Bagiku jika beberapa produk bisa terjual dengan baik, dan uang modal bisa balik itu sudah lebih dari cukup untukku. Aku tidak mengejar harta saat ini."

"Tapi aku yang merasa ambisius. Ah jika kau keberatan maka aku akan menggunakan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan usaha penjualanmu. Bagaimana kau setuju?" ujar Madelin ceria.

"Huh, aku tidak pernah menjadikanmu sebagai mesin pencari uang, Madelin. Bahkan jika kau ingin meminta sejumlah uang dariku tanpa melakukan usaha apa pun, aku juga tetap akan memberikannya padamu secara cuma-cuma jika kau mau."

Madelin menyeringai. "Jika kau melakukan itu maka usahamu akan bangkrut. Apa kau yakin ingin melakukannya? Aku bahkan tidak yakin orang sepertimu yang cenderung menggunakan pikirannya daripada hati, akan melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri," sindir Madelin halus.

"Kau pintar bicara rupanya, aku jadi semakin senang mendengarnya," sahut Micel diiringi dengan senyuman.

***

"Milikmu bukan?" Seorang laki-laki muda tiba-tiba saja mencegat Madelin, dan mengulurkan sebuah lipstik.

Mata Madelin menatap lipstik tersebut dengan teliti. Sepertinya, lipstik yang dipegang oleh laki-laki memang benar miliknya. "Darimana kau mendapatkan ini?" tanya Madelin penasaran.

"Kau menjatuhkannya. Lalu aku memungutnya. Ambilah." Laki-laki itu menarik tangan Madelin lalu meletakkan lipstik itu di tangan Madelin.

"Ah begitu rupanya. Terimakasih karena sudah mengembalikannya." Madelin tersenyum, lalu ia hendak berbalik meninggalkan laki-laki muda itu. Namun tiba-tiba saja laki-laki muda itu justru menahannya.

"Bagaimana kalau kita minum kopi, di kafe seberang sana? Ini mungkin kurang sopan, tapi aku ingin mengenalmu dengan baik," tawar laki-laki muda itu. "Dan oya kita belum sempat berkenalan ... perkenalkan namaku Nike Choi. Namamu?" Laki-laki muda yang bernama Nike Choi itu terlihat bersemangat sekali.

"Panggil saja aku Madelin. Aku tertarik dengan tawaranmu tapi, sayang sekali aku sedikit terburu-buru hari ini, mungkin lain waktu saja. Aku merasa sepertinya kita akan sering bertemu," ujar Madelin ramah.

Nike menunjukkan jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf  'o' pada Madelin. "Oke."

Madelin kembali tersenyum lalu berbalik meninggalkan Nike. Dirinya tidak mengetahui bahwa seorang pria, menatap tajam ke arahnya.

BRAK

Pria yang bersembunyi dan diam-diam mengintip perbincangan di antara, Nike dan Madelin tersebut terlihat terbakar api cemburu.

"Bajingan kau!" gumamnya sembari menatap Nike dengan tatapan dendam.

***

"Nyonya sebaiknya, Anda tidak pulang ke rumah sekarang ini," ujar asisten pribadi Nyonya Lily.

"Mengapa? Apa kau melarangku pulang ke rumahku sendiri?" Dengan ketusnya Nyonya Lily membalas seperti barusan. Dia sudah lebih dari cukup, menahan dirinya bersembunyi di sebuah penginapan murah untuk menghindari orang lain terutama orang-orang yang berhubungan dengan Jonatan.

"Saya tidak bermaksud untuk mengusir Anda. Namun situasi saat ini, terlalu berbahaya bagi Nyonya jika Nyonya sampai pulang ke rumah. Tuan Fred, sepertinya sudah mengetahui bahwa Anda, adalah pembunuh Nyonya Arabela," ujar asisten pribadi Nyonya Lily yang bernama Jane tersebut.

Mata Nyonya Lily terbelalak begitu mendengar laporan dari asisten pribadinya tersebut. "Kau jangan menipuku! Itu tidak mungkin terjadi," sanggah Nyonya Lily tidak percaya.

"Saya berani bersumpah, Nyonya. Tuan Fred sudah mengetahuinya, sebaiknya Anda tidak pulang ke rumah dulu, saya akan memantau situasi terlebih dahulu dan melaporkan pada Anda nanti. Lagi pula situasi saat ini di rumah sedang runyam, terlalu bahaya jika Anda hadir di sana, semua hal buruk yang terjadi akan langsung ditimpakan pada Anda." Jane memperingatkan majikannya tersebut untuk waspada.

Nyonya Lily menghela nafas berat, ia mengacak-acak rambutnya sendiri. Saking muaknya ia langsung memutuskan panggilan secara sepihak.

Semuanya terasa begitu kacau sekarang. Dirinya berada dalam keadaan terdesak. Tidak ada cara lain selain bersembunyi untuk menyelamatkan dirinya, sendiri terlebih dahulu.

Begitu Nyonya Lily begitu panik memikirkan nasibnya. Tiba-tiba saja, pintu penginapannya diketuk. Dengan takut-takut Nyonya Lily mengintip sebelum membukakan pintu. Dan begitu ia membukan pintu, ia mendapati seorang pria dengan setelan jas rapi berdiri di depannya.

"Pergi!" ujar pria tersebut tegas.

***

PRANG

"Astaga!" Nyonya Kim terkejut begitu ia tidak sengaja, menjatuhkan cangkir, yang ia pegang. Perasaannya tidak enak sedari tadi. Ia terus memikirkan Tuan Fred. Entah mengapa firasatnya seperti ingin mengatakan sesuatu padanya.

Buru-buru Nyonya Kim mengambil ponsel pintarnya, ia ingin menghubungi teman dekatnya tersebut. Namun ketika ia hendak mengambil ponselnya. Tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya, terbuka dan menampilkan sosok sekretarisnya.

"Nyonya ada tamu penting yang ingin bertemu dengan Anda. Beliau sudah menunggu di luar," ujar sekretarisnya tersebut memberitahukan padanya.

Kening Nyonya Kim berkerut. "Apa untuk kali ini, boleh ditunda? Sepertinya aku memiliki sedikit urusan di luar."

"Tidak bisa Nyonya. Lagi pula, beliau merupakan pemegang saham yang penting di sini, Anda sendiri sudah mengatur jadwal pertemuan untuk hari ini," jawab sekretaris tersebut dengan sopan.

Astaga bagaimana mungkin ... aku bisa lupa? ucap Nyonya Kim dalam hatinya. Sepertinya akhir-akhir terlalu banyak masalah yang membuat kepalanya pusing. Sehingga ia sendiri menjadi tidak bisa fokus dengan pekerjaannya.

1
Elisabeth Ratna Susanti
mampir 👍
Feby RA
aku mampir ka...

izin promot yah

Ayo dukung karya favorit mu, di event pembuatan topik!!
#Si pendatang baru

Jangan lupa mampir di novel ku
Malaikat pelindung (best secret of my life)

ayo mampir, jangan lupa tinggalkan jejak, like komen n subscribe yah

di jamin cerita nya seru dan menarik, banyak hal tak terduga yang akan kalian temui

Salam hangat dari Author
rintaanastasia41
hadeh... mertua macam apa itu...
Agatha Johan Yerevan: mertua busyuk
total 1 replies
Maria_dwi90
hallo kk, udah mampir ya..tetep semangat
Kak Cindy
hadir
Dewi Payang
5 🌹 dan subscribe buat kak author. semangat
Dewi Payang: Amin... sama2 kakak😊👍
total 2 replies
Dewi Payang
harusnya nyonya Lily bangga punya mantu kya Madelin yg ga mau bergantung pd kekayaan mertua.
Agatha Johan Yerevan: hatinya dipenuhi dengki susah
total 1 replies
Dewi Payang
syukurlah ada si Madelin yg mengggagalkan niat buruk Sam.
Semangat Sam-Madelin, jgn mudah menyerah
Agatha Johan Yerevan: sayangnya sam dan madelin bukan couple utama di sini, ini areanya semua🚩
total 1 replies
Mawar_Jingga
hallo aku SDH mampir nih ☺️
Megisa Grencera putri
sudah mampir saya kak💪💪
Reycaryuca
makasih udah mampir "transmigrasi Belvia" thor /Determined//Joyful/....semangka kakak /Determined//Proud/
Azizah Azzahra
hai kak,,, aku hadir dengan membawa boomlike untuk karyamu. aku bacanya nyicil yah 😁
semangat terus nulis nya 💪
salam hangat dari Novel " LOVE AND REVENGE " 🤗
Sewindu
Halo kak👋👋👋😊
Agatha Johan Yerevan: 😊halo juga
total 1 replies
shinci can
bagus kak ceritanya... lanjutt
putrijawa
Semangat terus nulisnya... Semangt kayak madelin 💪
Syava Navalena
keren Thor.Mari saling support...
Elisabeth Ratna Susanti
like, komen, and favorit ❤️👍
Ritasaff
Semangat ya thor
Gigi Kelinci
Wah. Aku mau baca sampai ending, sepertinya cocok untuk pecinta genre Romance. Jan lupa like, subscribe dan komentar ya teman-teman.
Agatha Johan Yerevan: ya kak baca soalnya genrenya 💏 banget
total 1 replies
Ibu Wawa
semangat terus thorr.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!