NovelToon NovelToon
Status Palsu

Status Palsu

Status: tamat
Genre:Teen School/College
Popularitas:441.5k
Nilai: 5
Nama Author: Keke

Rara adalah gadis cantik di kampusnya. Setiap mata yang meliriknya, pasti langsung jatuh cinta padanya. Tapi sayang, sifat dinginnya itu membuat dia mengacuhkan segala perhatian cowok-cowok yang ada di kampus itu. Sampai suatu saat, dia merasa terus diikuti laki-laki. Setiap pulang menuju asrama, dia selalu ketakutan. Ia sering mendapat telepon gelap. Ia mengatakan bahwa ia telah memiliki tunangan, maksudnya agar tidak ada lagi orang yang akan mendekatinya. Pesta di kampus yang harus dia hadiri, memaksa ia untuk memperlihatkan pasangannya. Kebingungan terjadi saat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Ketika semuanya keluar untuk mencari udara segar. Hafiz meminta Rara untuk tinggal.

Mereka mengizinkan.

"Kok pindah kamar, mas?" tanya Rara

"Gak tau, mama yang urus."

"Terus penjaga kemarin?"

"Mama suruh jaga kamu"

Rara membelalakkan matanya.

"Aku ceritakan ke mama. Dan mama merasa iba. Lagian di sini lebih aman"

"Mas, sepertinya yang mencelakai mas, laki-laki itu. Lihat" Rara memperlihatkan ponselnya.

"Mas sudah memerintahkan penjaga pribadi papa, untuk menyelidiki. Kamu gak perlu takut. Kamu tinggal dimana sekarang?"

"Di rumahmu, sebelah kamar tamu" jelas Rara.

Hafiz tertawa.

"Kamu merawanin kamarku ya. Gak bilang lagi, gak pamit sama yang punya."

Rara mengeluarkan muka kesalnya.

"mana aku taulah." dia memukul tangan Hafiz.

Hafiz meringis kesakitan.

"Maaf, maaf.." Rara mengelus tangan Hafiz.

"Besok aku mau minta pulang. Biar aku bisa di rawat kami saja."

"Besok aku kuliah mas."

"Biar kamu diantar jemput, dan ditunggu oleh sopir ya" pintanya.

"Selama Rangga di Malang, kamu akan tinggal di rumahku. Ya kan?" tanyanya.

"Sebenarnya aku gak mau. Nanti aku tidur dimana, enakan di asrama saja"

"Ya, terus... kamu digangguin orang itu lagi. Daripada di ganggu dia, mending kan aku yang ganggu" Hafiz tertawa lepas.

Ehem..

Dehaman itu membuat mereka sadar kalau mereka menjadi tontonan.

"Sepertinya Opiz sudah sehat, ya pa" ucap Bu Arya.

"Ayo pulang. Opiz udah sehat kan, ma" ucapnya semangat.

"Kamu kira ini rumah sakit punya kamu, bisa keluar masuk seenaknya. Tunggu besok kata dokter. Kami sendiri ya. Mama mau pulang."

"Mama tega sama Opiz?"

"Malu loh nak, ada Rangga dan Rara. Masih begitu"

"Nanti kalau aku nikah sama Rara kan gak ngerepotin mama lagi" ucapnya

"Emang siapa yang mau nikah?" tanya Rara polos.

"Tadi katanya gak mau kalau dijodohkan, ya kan ma, sekarang bilangnya nikah"

Seketika semua tertawa.

Rara menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menoleh ke Rangga. Rangga merangkul adiknya itu.

"Mas dulu kan, Ra? Kamu daftar tunggu piz."

mereka tertawa lagi.

"Sebentar lagi mbok Asih kesini, Mama mau istirahat dulu ya nak." ucap mama.

Mereka akhirnya pulang setelah mbok Asih datang.

Setelah sholat Subuh, Rara membantu si mbak yang sedang menyiapkan sarapan pagi.

"Wah, calon mantu mama sudah bangun. Sudah sana, siap-siap. Kamu kan ada mata kuliah pagi ini."

Rara mengangguk, dan meninggalkan dapur setelah menyiapkan beberapa sarapan pagi itu.

Hari Senin itu, Rangga sudah siap untuk menemui client. Rara juga sudah siap untuk kembali ke kampusnya.

"Hati-hati ya dek. Kalau ada apa-apa, langsung kabari mas. Kalau sudah selesai, langsung saja pulang." pesan Rangga.

Rara menganggukkan kepala dan segera masuk ke dalam kampusnya.

Sementara, Hafiz selalu memantau dari orang kepercayaannya untuk mengawasi Rara.

"Selamat siang. Aku mau kita ngobrol. Walau hanya sebentar" pesan itu datang.

"Kamu jangan macam-macam. Kamu sudah menyakiti orang-orang disekitarku. Apa salahku."

"Aku hanya menginginkan berbicara denganmu. Tapi kamu selalu menghindar. Aku mengagumimu. Dan aku terus menanti untuk kita berbincang. Atau aku harus memakai kekerasan?"

Rara menghentikan pembicaraan itu.

Ia langsung menemukan mobil jemputan ya.

"Cepat jalan, pak" perintahnya.

Rara sudah mulai trauma dengan pesan demi pesan itu.

"Mas.." ia mengirimkan pesan.

Tapi, Hafiz tidak membalas.

1
Fahri Kiyozie
lanjut kk semangat
Pingkan Runtu: d c
f
total 1 replies
Rosse Louis
Bagus ceritanya.ngak ngak kebelit2
De Afekh..
aku masih berharap hafids jodohnya
EL Tari
tadi smpet curiga dimas.. tp abis baca part ini kecurigaanku ilang... kira" siapa ya yg neror rara
EL Tari
smpe part ini feel aku ke dimas ya
Sekar Rasi Karimah
👍👍👍♥️♥️👌💪
Keke: Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya di Status Palsu. Aku masih ada beberapa novel lain, Kalau tidak keberatan, silahkan mampir dan aku tunggu ya🤗
total 1 replies
Nisha Husnul
terimakasih ceritanya bagus
Keke: kembali kasih🤗
total 1 replies
Nisha Husnul
aku disini lagi
Nisha Husnul
cieeee
Nisha Husnul
jatuh cinta ni
Nisha Husnul
hmmmmtttt
Andryani Yani
jangan2 laki2 misterus yang akan di jodoh kan sama rara
Baiq Dwi Yunita Ratmawa
up dong
Baiq Dwi Yunita Ratmawa
aku suka karyamu
Baiq Dwi Yunita Ratmawa
bagus
Dewi Rukmini
pasti hafiz
Dwpu
aku sedang menyimak author..
Dian Cahyono
Smpe sini ceritanya asyik, author g bertele tele dlm menyampaikan sesuatu
Lise Aritonang
siapa sih lskj laki misterius itu ?
DeDe Edis Edis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!