Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha
"Olivia, kenapa tubuhmu sedikit keras? Kulitmu juga kasar? Kau sedang pakai apa, Sayang?" ucap Satria sambil mendaratkan kecupan di pohon itu.
"Ah, kenapa rasanya aneh. Olivia, kau pakai skincare apa, Sayang?" Satria melepehkan sesuatu dari mulutnya. Rupanya kulit pohon yang kering, lengket di bibirnya ketika tadi dia mendaratkan kecupan.
"Dasar aneh," ucap Dean sambil berjalan kembali ke mobilnya dengan langkah yang tidak normal. Dirinya mulai kehilangan keseimbangan dan sesekali hendak terjatuh. Berkali-kali dia menghilangkan kepalanya agar terus mendapatkan kesadarannya.
Terlihat gadis tadi masih menunggunya di samping mobil.
"Tuan, jika kalian tidak bisa pulang sendirian, biar aku antarkan saja. Kalian bisa memberitahuku di mana alamat kalian."
"Tidak, lebih baik sekarang kau pergi karena kami tidak membutuhkanmu. Aku akan pulang dengan caraku sendiri! Kau yang telah menukar minumanku, kan? Maksudmu apa?"
"Maaf, Tuan, aku sangat suka dengan wajah tampan dan bule sepertimu. Ayolah, bersenang-senang denganku malam ini." Gadis itu terlihat memegang tangan Dean. Namun, lekas Dean menepisnya dengan kasar.
"Pergi, ku bilang atau aku akan membuatmu menyesal!" Dean mengambil ponselnya bermaksud ingin melihat dimana taksi pesanannya menunggu.
[Lima menit lagi, Tuan. Sedang macet di persimpangan.]
Dean pun segera menghampiri Satria yang masih sibuk menggoda pohon di sampingnya.
"Olivia, jangan melihatku seperti itu, Sayang. Aku sangat malu. Kalau kau ingin, boleh saja. Aku tidak melarang."
"Astaga. Satria, ayo pulang," ajak Dean pada sang teman yang seperti orang tidak waras itu.
"Iya, baiklah. Olivia, ayo, Sayang, kita pulang." Satria malah menarik batang pohon itu namun dia kesulitan. Jelas saja, akar adalah organ tumbuhan yang berperan penting dalam menahan berdirinya tumbuhan, dan menyerap air serta nutrisi ke dalam tubuh tumbuhan, yang memungkinkannya tumbuh lebih tinggi dan cepat. Akar membuat pohon tidak akan bisa berpindah ke mana-mana. Satria benar-benar tidak akan bisa menarik pohon itu untuk ikut dengannya.
"Dia bukan Olivia, dia Rose Blackpink."
"Apa? Jadi bukan Olivia?" Satria terlihat terkejut dan langsung melepaskan tangannya dari pohon itu.
"Maaf, Rose, walaupun kau wanita populer dan cantik di dunia industri musik K-Pop, tapi cintaku hanya untuk Olivia. Carilah pria lain karena aku tidak akan mau meninggalkan Olivia demi dirimu." Satria berlagak datar dan enggan menatap pohon itu.
"Sudah, ya, Rose, kami pergi dulu," ucap Dean sambil menarik tangan Satria. Mereka pun menunggu di pinggir jalan, sementara wanita tadi terus menatap mereka sambil tersenyum.
"Ah, andai saja pria yang mengajakku berkencan rata-rata seperti mereka, pasti aku tidak akan menolak. Tapi, kebanyakan yang mengajakku kencan adalah pria tua dengan perut buncit. Syukur-syukur tidak botak," ucapnya sambil kembali masuk ke dalam. Usahanya membuat Dean mab*k pun sia-sia. Dia tidak bisa menikmati kencan dengan pria bule dan tampan seperti Dean.
Setelah mendapatkan taksi, Dean segera membawa Satria pulang. Sepanjang jalan, dia terus meminum air putih agar mab*knya hilang. Mereka sempat berhenti membeli banyak air mineral untuk mereka konsumsi sepanjang jalan.
Dean tidak mau jika Resya melihatnya seperti ini. Itu akan menambah daftar kesalahannya dan daftar pertengkaran mereka lagi.
Satria sudah tidak bisa ditolong lagi karena sudah tertidur padahal baru minum beberapa teguk air mineral.
Sementara sang sopir be like....'Kalau takut istri, kenapa harus minum-minum?'
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg