NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. menemukan mainan baru

Hukuman sudah jatuh dan tak bisa ditawar. Di jam istirahat kedua, Arjuna beserta tiga temannya yang ikut ketahuan harus melaksanakan tugas membersihkan seluruh area halaman belakang sekolah dan kamar mandi laki-laki yang terkenal paling jarang terurus.

Sinar matahari siang cukup terik, tapi di bawah rindangnya pohon beringin tua, udara terasa lebih sejuk. Arjuna menyapu dengan gerakan lambat dan tak bersemangat, seolah sapu di tangannya terbuat dari timah yang sangat berat. Tak lama, ia sudah merasa lelah sendiri.

“Gila capek banget, kalau bukan karena cewek itu harus nya gue aman,” gerutunya pelan.

Ia meletakkan sapu sembarangan, lalu berjalan santai menuju batang pohon besar itu. Tanpa ragu ia duduk bersandar, lalu merebahkan tubuhnya sepenuhnya di atas rumput yang agak kering. Tangan kanannya ia jadikan bantal di bawah kepala, sementara matanya perlahan terpejam menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah dan rambutnya. Akhirnya bisa beristirahat sebentar, pikirnya.

Namun ketenangan itu tak berlangsung lama. Sebuah suara perempuan terdengar jelas memecah keheningan, suaranya datar, tegas, dan tidak ada nada manja atau dibuat-buat sama sekali. Sangat berbeda dengan suara gadis-gadis lain yang biasanya terdengar lembut atau berusaha terlihat imut saat berhadapan dengannya.

“Bangun, hukuman lo belum kelar.”

Arjuna langsung membuka matanya lebar-lebar. Ia mendongak dan tepat di depannya berdiri sosok yang tak asing lagi, gadis yang sama di ruang UKS tadi pagi. Seketika Arjuna berdiri sigap, tangannya langsung bertolak pinggang dengan wajah kesal.

“Mau apa lo ke sini? Belum puas bikin gue kena hukuman?!” bentaknya dengan nada tinggi.

Gadis itu menatapnya tenang tanpa takut sedikit pun. Namanya Laila Arsyila, siswa berprestasi penerima beasiswa penuh, dikenal cerdas, mandiri, dan tidak pernah gentar menghadapi siapa pun meski tubuhnya terlihat mungil. Di tangannya, ia memegang gagang sapu lidi yang sudah siap pakai.

“Itu salah lo sendiri yang melanggar aturan,” jawabnya datar, lalu menyodorkan sapu itu ke arah Arjuna. “Nih, lanjutkan. Hukuman lo belum kelar sampai ini bersih semua.”

Arjuna menatap sapu itu dengan pandangan tajam, lalu menoleh kembali ke wajah Laila. Ia menghempaskan sapu yang dipegangnya sendiri ke tanah hingga menimbulkan bunyi berisik.

“Heh, dengar baik-baik ya. Kita itu nggak punya urusan apa-apa, nggak kenal, dan nggak ada hubungan apa pun. Jadi gausah berlagak menyuruh-nyuruh gue seolah lo bos di sini!” sergahnya kesal.

Laila hanya mengangkat kedua bahunya dengan sikap tak acuh.

“Terserah lo mau denger atau nggak. Gue cuma menjalankan tugas yang di kasih Pak Ramlan, ngecek hukuman kalian dikerjakan dengan benar atau cuma main-main aja.”

Setelah bicara begitu, Laila tak menunggu jawaban lagi. Ia memutar badan dan berjalan pergi meninggalkan Arjuna yang masih terdiam di tempat.

Arjuna berdecak keras, mengusap wajahnya karena kesal. Mau tidak mau, ia harus melanjutkan pekerjaannya kalau tidak ingin dapat hukuman tambahan yang lebih parah.

Di sebelahnya, Rian yang sejak tadi masih menyapu sambil mengamati kejadian itu langsung menyeringai dan berceletuk lantang.

“Hati-hati ya, Bos! Jangan terlalu benci nanti malah jodoh loh!”

Tawa Rian langsung disusul oleh Bowo, Gibran dan yang lain. Mereka semua sudah tahu jelas bahwa gadis itulah penyebab utama Arjuna tertangkap dan harus membayar kesalahannya sekarang.

Arjuna mendengus kesal, lalu mengulurkan tangan dan menjitak keras kepala Rian sampai pemuda itu meringis kesakitan sambil memegang bagian kepalanya.

“Berisik lo! Kerjain aja kerjanya, jangan ngomong yang nggak-nggak!” dengus Arjuna.

Namun sesaat kemudian, rasa penasaran muncul di benaknya. Ia menoleh ke ketiga temannya dan bertanya, “Ngomong-ngomong… ada yang tahu nggak siapa nama cewek tadi?”

Bowo, yang bertubuh agak gempal dan cukup banyak kenalan di sekolah, langsung menjawab tanpa ragu. “Kalau nggak salah namanya Laila Arsyila. Dia siswa penerima beasiswa, selalu masuk daftar sepuluh besar nilai tertinggi. Dengar-dengar sih, orang tuanya cuma punya usaha toko sembako kecil di dekat perumahan warga.”

Alis Arjuna langsung terangkat dan mengerut bingung. “Sembako? Apaan tuh?”

Rian langsung menepuk dahinya sendiri sambil geleng-geleng kepala. “Ya ampun… inilah akibatnya jadi anak orang kaya yang terlalu dimanja, sampai nggak tahu apa itu sembako. Pokoknya barang kebutuhan pokok sehari-hari, tahu kan?”

Arjuna terkekeh santai, tidak tersinggung sama sekali. “yelah bercanda kali. serius amat lo, gue cuma ngetes lo aja.”

Ia lalu menoleh ke arah jalan tempat Laila menghilang tadi.

“Laila…” gumamnya pelan, seolah mencicipi nama itu di lidahnya.

Tak lama, sudut bibir Arjuna terangkat membentuk senyum menyeringai khasnya senyum yang sering muncul setiap kali ia menemukan tantangan baru atau menentukan target baru.

Melihat ekspresi itu, Rian dan yang lain saling pandang dan langsung mengerti. Permainan baru sudah dimulai. Arjuna sudah resmi menandai Laila sebagai musuh sekaligus sasaran perhatian barunya.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!