NovelToon NovelToon
Jeratan Tuan Sempurna

Jeratan Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Menikahlah denganku, aku akan memberikanmu uang untuk balas dendam. Habiskan semua uang, bahkan semua uang yang ada di rumahku..." Kalimat yang diucapkan oleh seorang pemuda rupawan, dengan tubuh sempurna, mengecup bibirku. Harum parfumnya yang maskulin telah menyatu dengan tubuhku.

Semalam kami memang melakukannya, benar-benar melakukannya. Pria yang paling sempurna di kantor tempatku bekerja, tampan, pintar, karier cemerlang. Apa yang kurang darinya? Kenapa dia mau-maunya tidur dengan si cupu muka jerawatan sepertiku.

Keberuntungan yang gila-gilaan!

*
Namaku Valentino, manager pemasaran. Tidak memiliki ambisi maupun cinta. Tapi ketika gadis berkacamata ini berani menentang dan menamparku di hadapan umum, saat itulah aku sadar. Aku membutuhkan gadis ini, predator yang akan aku bawa ke dalam rumah untuk melawan ayah dan ibu angkatku.

Memberinya cinta, dia akan menjadi kesatria. Sedangkan aku akan memeluknya dari belakang. Itulah aku, yang ingin bersembunyi di bawah rok istriku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan

Brug!

Tubuh yang telah sakit-sakitan itu pada akhirnya roboh."Mama!" teriak Valentino mengguncang-guncang tubuh ibunya. Semua orang terlihat panik, hanya para pelayan dan supir yang mengantar kepergian sang nyonya, ke rumah sakit.

Sedangkan Zaki terdiam disana. Valentino melihat ke arah ayahnya yang tidak peduli sama sekali. Bahkan hanya tersenyum membawa putra kandungnya, Arya guna berkeliling rumah."Anak ayah! Ini akan menjadi kamarmu!" Kalimat samar yang didengarnya kala akan mengantarkan kepergian sang ibu ke rumah sakit.

Posisinya akan digantikan, itu sudah disadari Valentino. Dirinya hanya angkat yang dibesarkan oleh keluarga berada. Kala anak kandung muncul maka posisi akan tergantikan. Tidak ada kata yang terucap, hanya berharap ibunya tetap hidup. Satu-satunya tempat baginya untuk berlindung di dunia ini.

Tapi apa bisa? Kala siang telah menyapa operasi pemasangan ring di jantung ibunya telah usai. Apa ibunya akan selamat? Entahlah apa yang terjadi pasca operasi. Hingga saat ini, ibunya belum sadarkan diri juga. Sedangkan ayahnya sama sekali tidak datang.

Seorang anak berusia 14 tahun yang duduk di ruang tunggu tidak tidur semalaman sama sekali. Matanya memerah, masih tetap menangis. Seorang pelayan membawanya ke kantin rumah sakit untuk makan.

Makanan yang benar-benar terasa asin kala bercampur dengan air matanya. Membayangkan hal buruk yang akan terjadi pada ibunya.

Langkah demi langkahnya gontai. 14 tahun usia yang terlalu muda untuk memahami segalanya. Terlalu muda juga untuk menjaga ibunya yang memiliki luka di hatinya.

Hari pertama keadaan ibunya baik-baik saja, namun belum sadarkan diri dari pengaruh anastesi. Pada akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan.

Jemari tangan remaja itu menggenggam tangan ibunya. Memberikan semangat untuk kesembuhannya, menceritakan segala hal dan janjinya jika sang ibu sadarkan diri.

"Aku berjanji akan mendapatkan universitas yang bagus. Membangun usaha sendiri, kemudian kita akan membuat rumah yang jauh dari ayah. Ibu harus sembuh..." pinta sang remaja masih tetap terisak, terlalu muda untuk mengetahui rumah tangga ibunya yang retak.

Semangat hidup yang mungkin akan terasa pada hati sang ibu. Namun, keesokan harinya, saat dirinya pergi sarapan dengan sang pelayan, samar Valentino melihat keberadaan Sandra, berlari ke arah parkiran mobil. Kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit, terlihat benar-benar panik.

Tidak peduli, dirinya berharap hanya sang ibu sembuh. Pada akhirnya Valentino kembali ke ruang rawat ibunya. Beberapa perawat berlari dalam kepanikan, termasuk dua orang dokter entah apa yang terjadi. Namun, pada akhirnya Valentino menyadari sesuatu. Ibunya menyerah akan hidup ini, mungkin hanya dapat melihatnya tumbuh dewasa dari surga sana.

"Ma...mama..." teriaknya terduduk di lantai. Menatap tubuh ibunya telah tertutup kain putih.

"Maaf, tadinya keadaan ibumu stabil. Seharusnya sudah akan sadarkan diri. Tapi tiba-tiba saja mengalami henti napas." Sang dokter ikut menitikan air matanya, menatap keadaan remaja ini, seorang remaja yang tidak ditemani satupun wali.

Remaja yang berusaha bangkit berjalan ke arah jenazah ibunya."Mama, Valent ikut... Valent ingin ikut mama..." ucapnya dengan air mata yang mengalir. Benar-benar menyakitkan, bagaikan ada lubang menganga di hatinya.

Tidak akan ada lagi yang memberikan pujian padannya. Tidak akan ada lagi yang mengasihinya di dunia ini.

"Sudah, ikhlaskan! Ibumu sudah tidak merasakan sakit lagi." Ucap seorang perawat menenangkannya. Tidak ada kata yang terucap hanya derai airmata yang menyapu pipinya, dalam pelukan seorang perawat wanita.

*

Ajaib memang kala baru tiga hari peti jenazah bersemayam dalam kubur. Pernikahan itu diadakan, pernikahan resmi antara sang ayah dan istri simpanannya. Memberikan status sah secara hukum pada anak mereka.

Sedangkan Valent? Sang anak tidak hadir sama sekali, memakai pakaian terbaiknya, memainkan senar biolanya di ruang musik lantai tiga. Rasa sakit dan rasa bersalah pada Rossella terus terbayang, merasa belum sempat berbakti, menjadi putra yang dapat dibanggakan. Tiada henti untuk menghibur dirinya yang akan terbuang dari rumah ini. Mungkin saja akan dikembalikan pada pihak panti asuhan. Itulah yang ada dalam fikirannya. Tapi apa yang diharapkannya di rumah ini tanpa kehadiran Rossella?

Tag!

Senar biola terputus pada akhirnya. Jemari tangannya terluka, membiarkan darah mengalir. Terlelap dalam tidurnya di lantai ruangan luas itu.

Setetes air matanya mengalir. Kala terlelap, sebuah mimpi indah terasa mungkin mimpi terindah dalam hidupnya. Ada dua orang wanita yang mengobati luka di jarinya. Ibunya dan Nadila, seorang selebriti yang menghadiri acara ulang tahunnya yang ke 11.

Nadila yang memangkunya saat itu dan Rossella yang mengobati lukanya.

"Sudah selesai..." Ucap Rossella membelai rambut putranya. Anak itu mengangguk berhenti menangis.

"Pergilah! Aku akan menarik kaki orang-orang yang menyakiti anak ini ke neraka." Ucap Nadila yang tengah memangku Valentino.

Rossella pergi dalam mimpinya, menghilang tanpa berbalik sama sekali di tengah kabut. Sedangkan Nadila tetap memangku dan memeluknya. Entah mengapa dirinya merasa lebih tenang dalam dekapan wanita ini. Kala matanya terbuka, siang telah menyapa, luka di jemari tangannya juga telah berhenti mengeluarkan darah segar.

Sang anak yang mulai tersenyum. Berusaha lebih tegar, dirinya hanya perlu hidup seorang diri, menjaga dirinya sendiri dalam hidup ini. Nadila selebriti yang beberapa kali ditemuinya di masa kecilnya, sudah berpulang dua tahun lalu. Ibunya juga Rossella telah tenang disana. Mungkin kasih tulus dari mereka yang mengantarkan dalam mimpi indahnya.

*

Dunia bagaikan terbalik, aneh baginya dirinya tidak dikembalikan pada panti asuhan. Namun, perlakuan berbeda memang didapatkannya.

Dirinya dipindahkan dari sekolah bertaraf internasional ke sekolah umum. Tidak ada supir yang mengantarnya lagi. Hanya menaiki sepeda bekas milik tukang kebun.

Sedangkan Arya? Memang dari awal telah bersekolah di sekolah elite. Sekarang menempati kamar Valentino. Valentino sendiri, menempati kamar lain, dengan fasilitas yang berbeda.

Tapi tetap saja, anak itu bersyukur tidak dikembalikan ke panti asuhan. Mendapatkan pendidikan tanpa perlu mencemaskan apapun.

"Anak tidak tau diri! Jika bukan karena keluarga kami bersedia menampungmu. Bagaimana kamu bisa hidup di luar sana!" cacian yang didapatkannya kala Sandra sedang kesal. Dirinya tidak peduli, lebih tepatnya berusaha tidak peduli.

Tapi ada kalanya rasa tidak peduli itulah yang menjadi biang keladi Sandra semakin berani padanya. Tepat pada usianya yang ke 17 tahun, jatah uang jajannya mulai tidak didapatkan lagi. Direbut secara paksa, bukan jumlah uang yang besar hanya 200 ribu perbulan.

"Sudah untung biaya sekolah dan makannya dibiayai suamiku! Kalau hidup di luar sana kamu memang bisa apa!? Paling mati kelaparan!" Cecar Sandra yang tidak terima sang anak angkat mendapatkan uang dari suaminya walau satu rupiah pun.

Valentino hanya diam tidak menjawab. Menyendok nasi di dapur. Membawanya sebagai bekal ke sekolah. Kehidupan bagaikan tuan muda dengan mamanya Rossella bagaikan berakhir sampai disini.

Hingga pada usianya yang telah genap menginjak tahun ke 18. Seseorang datang ke rumahnya di hari kelulusannya.

Keduanya Zaki dan Sandra terlihat berbeda kali ini dua orang itu tersenyum ramah padanya."Valentino sayang, kamu baru pulang? Sudah mama bilang jangan panas-panasan naik sepeda sepulang sekolah. Pak Parjo(supir) akan menjemputmu." Ucap Sandra, merangkul bahunya.

"Iya, Valentino ayo duduk di sini disamping ayah. Kamu memang benar-benar anak kebanggaan." Ucap Zaki dihadapan orang yang benar-benar tidak dikenal Valentino.

Sang anak angkat yang hanya duduk, tidak mengerti apapun. Ijasah SMU masih ada di tangannya dengan hasil yang tidak diragukan. Mendapatkan peringkat umum, bahkan mendapat tawaran beasiswa dari beberapa kampus ternama. Karena masuk dalam jajaran 10 besar nilai terbaik peringkat nasional.

"Valentino bersekolah di sekolah umum? Kenapa tidak di sekolah bertaraf internasional?" tanya seorang pria yang memakai lencana pengacara. Mengamati seragam remaja ini.

"Dia ingin bersekolah di sekolah yang sama dengan anak tukang kebun kami. Sudah kami larang, tapi anak tukang kebun kami benar-benar berteman baik dengannya. Valentino bahkan mengancam akan kabur dari rumah. Jika permintaannya tidak dituruti." Jawaban cepat penuh dusta dari mulut Sandra.

Valentino mengenyitkan keningnya, mengamati orang yang ada di hadapannya. Menghela napas sambil membuka sebuah map.

"Valentino, perkenalkan nama saya Kusuma. Saya pengacara yang bertanggung jawab mengatur uang bulanan yang diberikan orang tua kandungmu. Dengan persentase 1% untuk gaji saya perbulan. Karena kamu dianggap sudah dewasa untuk menentukan jalannya hidupmu. Sesuai kuasa yang diberikan orang tua kandungmu. Pada usia ke 18 tahun kamu berhak memilih akan tinggal di rumah orang tua angkatmu atau tinggal secara mandiri." Jelas sang pengacara.

"A...apa maksudnya?" tanya Valentino yang tidak mengerti sama sekali.

"Selama ini kamu mendapatkan tanggungan uang dari orang tua kandungmu. Nilainya berdasarkan bunga deposit di bank." Sang pengacara menyerahkan sebuah map berwarna hijau kepadanya.

Tangannya gemetar, memendam dendam. Nilai yang membuatnya terdiam. Tidak kurang dari 1,4 miliar yang didapatkannya dari orang tua kandungnya. Dan semuanya di nikmati kedua benalu ini?

"Deposit akan dicairkan saat kamu menikah dan memiliki anak. Jadi seterusnya mulai dari sekarang bunga akan kamu terima sendiri setiap bulannya. Selain itu almarhum ibu angkatmu Rossella juga mewariskan setengah rumah ini dan 50% saham di perusahaan ayahmu. Sama seperti sebelumnya, juga akan menjadi milikmu setelah kamu menikah. Karena itu kamu dapat memilih tinggal hidup mandiri atau tetap dengan orang tua angkatmu?" tanya sang pengacara tersenyum ramah.

"Valent, dunia luar tidak semudah kelihatannya. Kamu tetap tinggal di rumah ini bersama ayah ya? Lagipula disini banyak kenangan dengan mamamu Rossella." Ucap Zaki menyakinkan.

"Benar mama selama ini begitu menyayangimu. Sama seperti Arya, kalian sama-sama anak mama." Kalimat yang diucapkan oleh Sandra. Namun anak itu tetap tertegun menatap angka yang tertera di hadapannya. Wajahnya tiba-tiba tersenyum.

1
jumirah slavina
astagaaaaaaaa Zi... mantra'mu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
semangat terus berkarya
sukses ya kak💪
✨Susanti✨
akal-akalan mereka ini kayaknya
✨Susanti✨
yess
✨Susanti✨
ada masanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
malangnya sutra
✨Susanti✨
ada kalanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
sudah bosan hidup
✨Susanti✨
gaakan jadi cerita jika tidak ada kesalahpahaman 😩
✨Susanti✨
semangat kak
✨Susanti✨
🤣🤣🤣
✨Susanti✨
😩😩😩 tak kira beneran, padahal udah mau mewek
✨Susanti✨
tuh kan 😩😭😭
✨Susanti✨
apa bakal ada tragedi kah?
✨Susanti✨
semangat kak 😩🤣🤣
✨Susanti✨
curiga sama gangga ini🤔
✨Susanti✨
sampe ikut emosi bacanya
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
widya widya
Hebat Arya. Orang baik, hidupmu kedepannya pasti akan baik 🙏
widya widya
Mampir mau baca kisah putra Nadila 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!