NovelToon NovelToon
Absurd Girl Vs Ice Boy

Absurd Girl Vs Ice Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: FIFITA

Semua berawal dari kesalahan.

Tapi kesalahan itu lah yang mengantarkan mereka pada akhir yang mungkin bahagia.

"Kak Genta itu kayak es krim🍦Dingin tapi manis😋"

~Kinara Adinda A~.

Tapi ini bukan akhir dari segalanya.
Melainkan adalah awal perjalanan mereka.




mohon dibaca ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FIFITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31.Pesta dan Drama

Dinda dan Genta berjalan beriringan ke arah ruang keluarga di kediaman Wijaya.

Dapat di lihat bahwa ruang keluarga itu sudah di sulap sedemikian rupa.

Pita berwarna warni menghiasi sudut sudut dinding.

Balon balon yang berserakan di lantai dan meja bundar di tengah ruangan tak lupa kue yang bertengger manis di sana.

Genta menggandeng Dinda ke arah Bundanya yang tengah asik mengobrol dengan teman sosialitanya.

"Bun ada Dinda" ujar Genta setelah sampai di dekat Bundanya itu.

Bunda yang di panggil pun seketika menoleh ke belakang dan langsung memeluk Dinda sayang.

"Bunda kangen" ujar Bunda di sela sela pelukannya.

"Dinda juga kangen.selamat ulang tahun Bunda" Dinda berkata sambi membalas pelukan hangat dari Bunda.

Bunda menganggukkan kepalanya.

Genta yang melihat itu hanya tersenyum tipis.

Mereka mengurai pelukan yang hangat itu.

"Cantik banget" puji Bunda ketika menyadari penampilan Dinda.

Memang malam ini Dinda berpakaian agak sedikit feminim.

"Makasih Bunda" balas Dinda sambil tersenyum malu.

"KAK DINDA" teriak Tiara ketika melihat Dinda dan langsung berhambur ke pelukannya.

Dinda yang mendengar suara Tiara yang meneriakan namanya seketika menoleh ke sumber suara.

Tubuhnya langsung di tubruk oleh tubuh Tiara yang hampir saja membuat Dinda terjungkal untung Genta siap tanggap langsung menahannya.

"Tiara hati hati.Dindanya hampir jatuh itu" Bunda menegur Tiara.

"Hehe. maaf Bun,habisnya kak Dinda sih nggak mau main ke sini lagi" Tiara menjawab masih dalam posisi yang berpelukan dengan Dinda.

Dinda yang melihat itu hanya tersenyum.

"Bun semuanya udahkan?" tanya ayah yang melihat kehadiran Dinda.

Bunda mengangguk kan kepalanya kemudian menggandeng tangan Genta dan Tiara ke arah meja bundar itu.

Dinda memilih berdiri dekat tamu lainnya.malas jadi pusat perhatian.

☘☘☘☘

Acara tiup lilin dan potong kue sudah berakhir.

Sekarang di sinilah mereka berada tepatnya di taman belakang.

Kata Bunda sih acara anak muda di taman belakang aja.

Genta mengajak Dinda berkumpul di antara sepupu dan anak dari teman teman Bunda.

"Wei tumben bawa cewek" ujar cowok berkaos Hitam dan celana selutut itu.

"Kenalin napa" timpal yang satu lagi.

"Kenalin nama babang yang tampan ini Dino sepupu si muka datar" Dinda menyambut uluran tangan si kaos hitam yang ternyata bernama Dino itu.

"Dinda" jawab Dinda memperkenalkan diri.

"Gue Febri"

"Gue Dini"

" Gue Rindu"

Dinda membalas satu per satu jabatan tangan dari sepupu Genta.

"Kak Genta"

Ketika sedang asik asik bercengkrama ria terdengar suara yang memanggil nama Genta.

Seketika mereka mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara.

Dapat mereka lihat di sana ada dua perempuan.

Yang satu seusia Dinda yang tak lain adalah Dwi dan yang satunya lagi se usia Tiara.

Sepupu sepupu Genta memilih berjalan ke arah meja tempat makanan berada.

"Kak Genta aku bawa kakak cantik nih" gadis yang se usia Tiara berkata sambil mendekatkan Dwi pada Genta.

Genta tak merespon gadis yang di ketahui bernama Lisa itu.

Dwi melirik Genta yang masih setia mengandeng Dinda itu kemudian berkata kepada Lisa dengan kalimat yang penuh makna.

"Lisa.berapa kali kakak bilang nggak usah jodoh jodohin kakak sama kak Genta.Kak Genta itu udah punya pacar"

Suara Dwi mengalun sambil menatap ke arah Dinda seakan memberi petunjuk kepada Lisa.

Denting ponsel Genta menandakan ada pesan masuk. berhasil menghentikan sejenak drama dunia

"Tiara temenin Dinda di sini kakak di panggil Bunda" ujar Genta sambil memperlihatkan ponselnya kepada Tiara.

Genta pergi setelah meminta izin pada Dinda dan mendapat anggukan dari Tiara.

Setelah kepergian Genta,Lisa menatap Dinda dengan tatapan yang sinis.

Sedangkan yang di tatap hanya bisa memasang ekspresi bingung

Ada yang bisa menjelaskan pada Dinda situasi macam apa ini?

"Ini pacar kak Genta?" Lisa berkata sambil memandang Dinda dari atas sampai bawah.

Bocah kurang ajar kalau di tendang sampai nyunsep ke kolam boleh nggak ya?

"Cantikan juga Kak Dwi" ujarnya sambil membandingkan Dinda dan Dwi

Dinda memilih mengabaikan sikap kekanakan Lisa dan beralih menatap Dwi yang seperti orang asing itu.

Apakah Dwi ini masih sama dengan Dwi si gadis polos itu? tanya Dinda pada hatinya.

Oh sekarang Dinda tambah bingung dengan situasi ini.

Dwi yang bersikap seperti orang asing.

Lisa yang terus menatapnya dengan tatapan permusuhan.

Oh God drama macam apa ini Dinda meringis dalam batinnya.

Dinda memilih mengikuti saja alur drama ini pikirnya.

"Heh di sini khusus anak muda.mending tante tante ke dalam gih" ujar Tiara yang sudah jengah dengan sikap Lisa yang tak pernah berubah.

Dinda tersadar dari pikiran pikirannya kala mendengar suara lantang Tiara.

"Lo ngatain gue sama kak Dwi tante tante?" ujar Lisa tersulut emosi ketika mendengar penuturan Tiara.

"Iya emang kenapa?mending lo jauh jauh sana!nggak usah banding bandingin kakak cantik lo itu sama kak Dinda!nggak bakal menang soalnya.bedak lima centi aja bangga" Sindir Tiara pada Dwi dan Lisa.

Memang dari dulu Tiara tidak suka dengan anak teman mamanya itu.

Ketika di tanya Tiara akan jawab bahwa ia tak suka dengan orang munafik apalagi berlagak polos.

"Kalau ngomong hati hati ya" Lisa yang sudah emosi bersiap akan bertarung dengan Tiara.

"Kan emang bener kak Dinda lebih cantik dari pada kakak lo itu" Tiara semakin memanas manasi Lisa.toh emang bener juga pikirnya.

"Lisa udah.kakak nggak pa pa kok" ujar Dwi seakan akan menenangkan Lisa.

"Tiara udah ya" ujar Dwi sambil menatap Tiara setelah menenangkan Lisa.

"Hello ini dunia nyata bukan sinetron ya jadi nggak usah kebanyakan drama.akting lo nggak bakal mempan sama gue" balas Tiara dengan tatapan mengejek.

Dwi yang mendengar perkataan Tiara sudah berkaca kaca.

"Aku..." ujarnya sambil terisak.

"Alah basi tau nggak.nangis sampai lo kejer juga gue nggak peduli" Tiara tetaplah Tiara gadis dengan mulutnya yang pedas.

Dinda menggelengkan kepalanya mendengar mulut pedas Tiara yang patut diacungkan jempol memang pantas menjadi saudara Genta.

Sama sama pedes nancep lagi ke hati kalau udah ngomong.

Perdebatan mereka akhirnya menarik perhatian para muda mudi yang awalnya tak acuh itu.

Mereka mulai mengerumuni tempat Dinda berdiri.

Bisik bisik mulai terdengar kala mereka melihat Dwi yang sudah menangis itu.

"Din aku nggak ada maksud.." Dwi berkata sambil menatap Dinda dengan air mata yang mengalir itu.

"Lah kok gue?" tanya Dinda sambil menunjuk dirinya sendiri.

Bingung?pasti lah.lo bayangin aja kalau lo itu diem dari awal sampai akhir eh ujung ujungnya lo yang di salahin.

Bisik bisik kembali terdengar ketika Dwi berbicara kepada Dinda.

Mati sudah,Dinda tambah bingung di buatnya.

Niatnya cuma pergi ke pesta eh malah mendapat peran di sebuah drama dadakan ini😒

"Udah drama lo?urusan lo sama gue napa sama kak Dinda lo jelasin? maksud lo apa?" tanya Tiara dengan suara yang menggelegar.

Sebuah tamparan dari Lisa melayang ke arah Tiara.

Dinda yang melihat itu refleks mencekal tangan Lisa menarik sedikit ke arah tubuhnya.

"Dek kalau main mulut tangannya nggak usah ikut.kalau tangan gue kepelset terus bikin tangan lo patah gimana?" bisik Dinda tepat di telinga Lisa sambil melepaskan pelan tangannya.

Lisa yang mendengar kalimat Dinda yang bernada peringatan itu seketika merinding.

Dia hanyalah anak mami yang belum pernah kena pukul atau semacamnya.

Tiara yang melihat itu sedikit kaget ia lupa siapa sebenarnya Dinda itu.

Dinda melirik Dwi sejenak sebelum meraih lengan Tiara.

"Ke tempat Bunda aja yuk.kalau lama lama di sini nanti kakak bakal di cap kriminal lagi" ujar Dinda pada Tiara dengan nada bercanda.

Tetapi Tiara tau Dinda sebenarnya serius mengatakan itu.

Dinda dan Tiara berjalan ke arah rumah meninggalkan drama dan penontonnya.

★★★★

Semetara itu di tempat yang sama.

"Liat aja lo Din.apa yang gue suka pasti bakal gue dapetin" ujar seseorang.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sekian ya guys part ini.

jangan lupa votemen dan likenya ya.

Love You All♥️♥️♥️♥️♥️

1
Rina_
uwuw
Qaisaa Nazarudin
Waahh Gercep banget,Udah manggil Sayang2 aja nih..pasti chealse kebakaran jenggot ntar..🤣🤣
nama cowok nya mirip² ya,, genta, gema, gena,, 😂 gendeng gak ada ya thor🤭🤭 canda ya thor 🤭🙏🙏🙏
Iges Satria
👍👍
Iges Satria
calon mantu datang 😀
Rie_za
kakak si kembar di umpetin dmna thor?
Qaisaa Nazarudin
Gak papa thor yg penting happy ending,cerita kamu juga gak berat-berat amat kok,,aku suka karya mu⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Yup benar,,jarus saling percaya dan saling jujur itu awal dari kebahagiaan sebuah hubungan,,Untung aja Genta masih mau mendengarkan penjelasan Dinda,,kalo Genta ikut emosi,nyesel gak sudah tuh dinda…
Qaisaa Nazarudin
Aahh alhirnya,,untung aja Genta gak ikutin enosi nya,Aku udah mau nangis kejer-kejer,,🥲🥲
Qaisaa Nazarudin
Rasa nya Dinda gak mudah percaya gitu aja,Dinda jenis yg keras kepala,..pasti Dinda akan menyelidiki nya sendiri setelah ini,percaya deh,,
Qaisaa Nazarudin
Masa iya anak seumur 5 tahunan di suruh jaga kembarnya sih??🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Mistery keluarga kandung Dinda telah selsai,,
Terus gimana dengan Genta,kapan Dinda mau ngomong ke Genta??akan kah Genta bisa percaya dengan mudah nya??? hadeehh,,,
Qaisaa Nazarudin
Sebaik nya Dinda tanya langsung ke ortu nya soal hurup A di belakang nama kan emang sama A Alean dan A aditama kan sama A,Golongan darah A juga banyak yg sama kan??!!🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh ini kalo Genta liat lagi tambah parah nih,,tadi dia liat kalian pelukan aja genta udah uring uringan tuh,?
Qaisaa Nazarudin
Gimana cerita nya mereka bisa terpisah coba,???
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan genta jadi salah paham,,Thor kok gini sih,,
Qaisaa Nazarudin
Ouh berarti yg nelpon kali ke dua itu Genta yg Dinda sangka Adit ya,,Aduh bisa salah paham nih hadeehhh,,,deg degan nih Genta bakal marah,,
Qaisaa Nazarudin
Tu kan??Waaahhh semakin penasaran nih,sementara geng mereka kan selalu tawuran…
Qaisaa Nazarudin
Siapa kah gerangan anak kembar mereka??Jangan bilang Aditya sama Dinda,..bukannya Adinda itu emamg adik nya Bima kan??
Qaisaa Nazarudin
Apa Reksa gak tau itu anK Wolf,apa cuma aja yg tau ya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!