NovelToon NovelToon
Embun Untuk Allan

Embun Untuk Allan

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Crazy Rich/Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:157.2k
Nilai: 5
Nama Author: tyas Ayu

Baca novelnya .

Ini novel mengandung sedikit bawang , merica , cabe cabean .. eaaaaa .. bukan ya .

Cerita dalam novel ini bikin greget dan bikin gemes .

Baca novelnya .. Harus .. nggak boleh enggak .

tinggalkan jejak ya . karena setiap dukungan kalian adalah semngat ku .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

E.U.A 31

" Bisa bicara sebentar ?" tanya dokter Ryan .

Embun dan juga Dokter Rizal menoleh ke arah sumber suara . Berbeda dengan Dokter Rizal yang terlihat menggoda keduanya seperti sedang ada sebuah asmara terpendam . Embun merasa terkejut juga belum siap jika harus bertemu dengan Dokter Ryan yang juga merupakan calon suaminya . Tapi Embun menganggukkan kepalanya tanda dia mau menerima ajakan Ryan .

" Tunggu tunggu deh ... Ini ada yang nggak beres nih " ucap Dokter Rizal dengan penuh penasaran .

" Kita duluan ya " ucap Dokter Ryan seraya menepuk pelan pundak Dokter Rizal . Tidak lupa Dokter Ryan menyematkan senyum tipis .

Embun hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Dokter Ryan .

Keduanya berjalan tidak saling beriringan . Embun berjalan sedikit di belakang Dokter Ryan . Dari kejauhan ada sepasang mata yang tak lepas dari pandangan keduanya . Langkah itu semakin mendekat hingga sampai di depan keduanya . Embun yang berjalan menunduk tidak tahu jika di depannya ada orang yang sudah berhenti hingga Embun menabrak dada bidang Allan . Hingga Embun hampir terjungkal . Namun dengan sigap Allan memegang tubuh Embun .

Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain . Ada perasaan aneh pada diri keduanya .

Dokter Ryan yang sudah berhenti di samping Embun . Melihat bagaimana kejadian itu . Beruntung di sana hanya beberapa orang saja . perawat yang sedang berlalu di sana .

Embun lalu membuang arah pandangannya . Lalu berusaha berdiri . Allan dengan sigap membantu Embun untuk kembali berdiri .

" Maaf " satu kata yang berhasil keluar dari bibir Embun tanpa menatap Allan .

" Hemm " hanya deheman yang Allan katakan , namun mata Allan tetap tertuju pada gadis di depannya .

Embun lalu meninggalkan kedua pria tampan itu . Melupakan ajakan Dokter Ryan .

Dokter Ryan dapat melihat jelas tatapan Allan untuk Embun . Saudaranya itu terlihat kagum kepada Embun yang kini sudah menjadi calon istrinya .

Allan lalu berlalu dari sana tanpa menyapa Dokter Ryan . Tetapi ada senyum tipis terbit dari bibirnya . Namun tak terlihat .

Dokter Ryan melihat kepergian Allan sedikit menunduk lalu meninggalkan tempat itu . Dokter Ryan meraup wajahnya kasar . Yang tadinya ingin menanyakan keadaan Embun tapi buyar karena kejadian tadi .

Embun lalu membasuh wajahnya yang terasa panas .Menepuk pipinya pelan .

" Heh .. Lo jangan sok cantik ya di sini " ucap Via seraya membalikkan tubuh Embun dengan kasar .

Via mendengar kabar tentang kedekatan Dokter Ryan dan juga Embun . Tentu saja dari Dokter Rizal .

" Maksud dokter apa ya ?" tanya Embun yang malas berhadapan dengan gadis di depannya dan juga Dokter Mutia yang di kenal memang suka mencari masalah .

" Nggak usah pura-pura be*o deh . Lo itu dokter , jadi nggak usah ganjen " ucap Via lalu meninggalkan Embun .

" Kalau tidak mau berurusan sama gue " sebelum Via benar-benar pergi .

Embun bersandar pada wastafel . Siapa yang dimaksud oleh Dokter Via tentu saja Embun tidak tahu . Embun bukan gadis yang suka bergosip .

Setelah tugasnya hari ini selesai Embun memutuskan untuk pulang ke rumahnya . Embun memilih untuk membersihkan rumahnya dan juga memasak . Sudah beberapa hari Embun tidak membersihkan rumahnya .

Embun siap untuk menjalani kehidupannya . Embun ingin kembali bangkit . Untuk masalah dia dan juga Dokter Ryan . Embun akan berbicara pelan-pelan . Bagaimanapun Embun bukan gadis yang baik untuk Dokter Ryan yang begitu baik . Menurut Embun .

Sekar selalu pulang ke rumah Embun . Sekar ingin menemani Embun . Tidak ingin sahabat terbaiknya itu merasa sendiri . Meskipun Sekar sendiri tidak tahu masalah apa yang sedang Embun hadapi . Tapi Sekar tidak memaksakan Embun untuk segera bercerita kepadanya . Selama Embun terlihat baik maka Sekar sudah merasa cukup .

" Aku pulang " teriak Sekar kerika memasuki rumah Embun .

" Nggak usah teriak juga .. Kayak di hutan saja " ucap Embun seraya menaruh tangannya di pinggang seperti seorang ibu sedang memarahi anaknya .

Sekar lalu menghampiri Embun melipat kedua tangannya meminta maaf .

" Mandi lalu makan " ucap Embun memerintah .

" Dih , kayak emak gue lo " kesal Sekar namun tetap melakukan apa yang di minta Embun .

Sekar masuk ke dalam kamar . Lalu dia kembali keluar .

" Tapi aku lapar " ucap Sekar kembali kepada Embun seraya memegang perutnya .

" No . Mandi lalu makan " ucap Embun seraya memegang supit di tangannya.

" Baiklah bu " jawab Sekar lesu . Sengaja Sekar menggunakan sebutan 'bu' . Karena tindakan Embun menyerupai sang ibu .

Embun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sekar .

Setelah makan malam Sekar kembali ke rumahnya . Karena kedua orang tuanya akan pulang ke kampung halaman . Nenek sekar sedang tidak sehat.

" Hati-hati di jalan " ucap Embun kepada Sekar .

" Sorry malam ini lo sendiri . Kalau ada apa-apa lo cerita . Ingat lo nggak sendiri " ucap Sekar lalu memeluk tubuh Embun dengan erat .

Embun mengangguk sebagai jawaban .

Embun lalu masuk ke dalam rumahnya . Tapi sebelum Embun menutup pintu rumahnya . Di depannya sudah berdiri Pria tampan .

Allan lalu masuk ke dalam rumah Embun begitu saja .

Embun masih berdiri di dekat pintu masuk . Entah kenapa pria di depannya itu selalu bertindak sesuka hati . Seakan kejadian saat itu tidak membuatnya canggung . Ya karena sudah terbiasa pikir Embun.

" Aku lapar " ucap Allan seraya menatap wajah Embun .

Sialan . Kenapa dia terlihat tampan batin Embun.

" Aku memang tampan " ucap Allan ketika Embun hanya menatapnya saja .

Embun memutar bola matanya malas .

" Aku tidak masak " jawab Embun lalu meninggalkan Allan .

Allan berjalan mengikuti Embun dengan jas yang sudah dia lepas . Bagian lengan kemeja Allan juga sudah dia gulung .

Allan lalu berdiri di belakang Embun . Embun yang saat itu sedang memegang air minum tumpah karena basah oleh air minum Embun .

" Ngapain di sini ?" tanya Embun kesal . Tapi tangannya mengusap baju Allan yang basah .

Allan memejamkan matanya sejenak . Merasakan hal aneh pada tubuhnya . Allan segera memegang tangan Embun .

Embun yang terkejut menatap mata Allan .

" Jangan lakukan itu " terdengar suara Allan yang sudah berbeda .

" Kenapa ? Tapi baju mu basah " Embun hendak mengusap baju Allan yang basah .

Allan lalu mendorong tubuh Embun hingga menyentuh meja makan . Wajah Allan mendekat ke wajah Embun .

Embun merasakan hawa panas pada dirinya . Tatapan keduanya masih sama lekat .

Cup

Allan mencium bibir Embun dengan lembut . Entah apa yang membuat Allan berani untuk kembali merasakan bibir gadis di depannya ini.

Embun ingin menolak tapi tangan Allan sudah lebih dulu menekan tengkuk leher Embun. Ciuman itu semakin dalam . Embun memukul dada Allan karena sudah kehabisan oksigen .

" Kamu mau aku mati ?" kesal Embun ketika Allan melepaskan ciumannya .

Allan tersenyum manis lalu mengelap bibir Embun dengan jari jempolnya .

" Tidak . Kita belum menikah " ucap Allan menatap Embun dengan intens .

Embun memalingkan wajahnya . Selalu saja tatapan dan juga ucapan pria playboy di depannya ini membuat Embun salah tingkah .

Tentu saja mulutnya itu selalu mengucapkan hal manis . Pacarnya saja bukan hanya satu tapi satu karung .batin Embun

Allan menyentil kening Embun karena melamun .

" Jangan memikirkan hal yang aneh-aneh . Apa sudah ada bayi di sini " tangan Allan terangkat mengelus perut rata Embun .

Ada getaran aneh dari keduanya ketika Allan mengatakan bayi .Embun segera sadar jika saat itu pasti tidak menggunakan pengama* .

Embun hendak buka suara namun....

Tok

Tok

Tok

Sebuah ketukan pintu .

1
Aya Hadad
Baru terbit lg nih novel dah lm bnget gak update" br nongol lg nich ceritanye 🤨😕😕😬😋😋 lanjut lg dong double updatenye selalu ditungguuu..................👌👌😘🙏🙏 tetap semangaaat 💪💪
Irma Mulyati
mau up lgi ga sih?
udh bulukan ini nungguin lanjutan nya
niat ga sih?
Aya Hadad
Tegang & bikin penasaran nich jd ikut" deg" an pingin tau sp yg jd pemimpin rmh sakit 😲😱😱🤨🤔🤔 lanjut lg dong Kak othor double upnye selalu ditungguuu................👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Akhirnye update lg lm bnget br up lg 🤗😏😏😋 lanjut lg dong Kak Tyas double updatenye yg bnyak selalu ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 tetap semangaaat 💪💪
Elnidar Gowasa
ceritanya menarik
Ades Astiti
Tania salting karena cinta tak terbalas
Aya Hadad
Yang sabar ya Kak othor mudah"an cepet sembuh & sehat selalu
ArRaf
baru mulai baca , baru nemu soalnya
aku suka gaya penulisannya kakak , jadi nyaman bacanya
semangat terus berkarya kak 🫶🏻
Fhaznia Khumaira
ko belum up
Fhaznia Khumaira
Luar biasa
Eni Latifah
pokoknya saya suka cerita ini,dan sy paling TDK untuk berkomentar maaf.mantap
Eni Latifah
suka dgn jln ceritanya dan menghibur👍👍
Nabila
jangan asal bicara tapi sudah nanam benih
Iyah Comel
/Facepalm/
Aya Hadad
Lanjut lg trs double updatenye dong Kak othor ditungguuu.....................👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Sp yg ingin mencelakakan Embun, keren, seru & penasaran nich 🤔👍👍😲😱😱 lanjut lg trs Kak othor double updatenye selalu ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 tetap semangaaat 💪💪
Idawati
Ciara penghalang selanjutnya
Wayan Sumiarti
ceritanya bagus banget
Idawati
alhamdulillah Embun Allan otw
tayih kusnadi
/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!