Tak dihargai dan dianggap sebagai Istri. Akankah Serra tetap mempertahankan pernikahannya dengan Leo yang sejak awal sudah tidak sehat?!
Tidak ada cinta di dalam pernikahan mereka!!Serra menikahi Leo karena terpaksa. Keluarga angkatnya memiliki hutang yang sangat besar pada keluarga, Leo. Dan karena tak bisa melunasi semua hutang-hutangnya tersebut. Maka Serra yang harus ditumballkan, dan demi balas membalas budi pada keluarga angkatnya, Serra rela menikah dengan pria tak punya hati seperti Leo.
Kehadiran orang ketiga dalam pernikahan mereka, membuat Serra sadar, jika tak ada alasan lagi baginya untuk mempertahankan pernikahannya tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangat Memprihatinkan
Luis yang tengah serius dengan tumpukan dokumen di mejanya terlihat menghentikan gerakan tangannya sejenak ketika mendengar pintu ruangannya diketuk. "Hn, masuk." Ucapnya datar, lalu pria itu kembali pada tumpukan dokumen yang berada di atas meja kerjanya.
Pintu terbuka dan menampilkan seorang pria bersurai hitam memasuki ruangan. Pria itu melangkahkan kakinya mendekati meja pemimpinnya tersebut lalu menunduk hormat.
"Maaf mengganggu, Presdir. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa perusahaan Qing Corp di America telah menerima permintaan kerjasama yang perusahaan kita ajukan," kata pria bermanik hitam sayu itu pada atasannya.
Pria bermanik hitam tajam di hadapannya itu kembali menghentikan kegiatannya dan kini pandangannya terfokus pada sekertaris sekaligus orang kepercayaannya itu. "Hn, aku sudah tahu CEO Qing Corp akan menerimanya karena bagaimanapun juga apa yang kita tawarkan akan membuatnya merasa tergiur." katanya dingin.
Pria itu hanya dapat tersenyum tipis ketika mendengar jawaban biasa dari atasannya itu. Yang selalu dingin. "Ya, Anda memang tidak pernah salah dalam hal berspekulasi, Presdir. Dan saya rasa beliau tidak mungkin menolak permintaan kerjasama yang sahabat semasa sekolah menengahnya ajukan, bukan?" imbuh pria itu.
Memuji kecerdasan atasannya itu seraya sedikit menyinggung status hubungan antar presdir dan kliennya, tentu membuat Luis tersenyum tipis. "Aa, saya lupa satu hal. Tuan Smit ingin bertemu dengan anda sore ini, Presdir. Di sana beliau tengah merayakan keberhasilannya mencetak keuntungan tinggi dalam satu tahun terakhir."
Luis menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kebesarannya dan menatap pria di depannya itu dengan pandangan datar. "Hn, tentu. Cancel semua jadwalku sore ini hingga besok, aku ada urusan mendadak dan ini tidak bisa ditunda."
Pria itu mengangguk pelan. "Baik, Presdir."
Luis menggenggam bolpoint-nya dan mulai kembali berkutat dengan tumpukan dokumennya. "Kau boleh keluar, Mir." Ucap Luis tanpa menatap lawan bicaranya. Mir menunduk sopan, lalu membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan itu setelah kembali menutup pintu itu rapat-rapat.
Tiba-tiba ponsel milik Luis berdering menandakan ada panggilan masuk. Tertera kata 'My Wife' menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Luis menarik sudut bibirnya dan segera menerima panggilan tersebut. Tidak mungkin dia membuat Serra sampai menunggu lama untuk menerima panggilan darinya.
"Ada apa, Sayang? Tumben kau menghubungiku jam segini? Apa kau merindukanku?" Luis menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya sambil melemparkan sebuah candaan pada istrinya.
"Ck, kau terlalu percaya diri sekali, Tuan Muda Qin. Aku menghubungimu karena mama yang memintaku. Malam ini jangan pulang terlalu larut apalagi sampai makan malam di luar. Mama akan memasak banyak makanan enak untuk kita semua, jadi dia ingin kau pulang lebih awal."
"Hn, jadi karena hal itu. Aku pikir kau menghubungiku karena merindukanku. Sampaikan pada mama, aku akan pulang lebih awal malam ini. See you, my sweet heart. Love you," kemudian Luis memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.
Kini fokusnya kembali pada tumpukan dokumen yang ada di atas meja. Dia harus menyelesaikan semua pekerjaan-pekerjaan itu dengan segera, supaya dia bisa pulang lebih awal. Jika tak menurutinya, bisa-bisa ibunya mengomelinya habis-habisan, dan Luis tak ingin mendengarnya.
Dan tentu saja Luis tak akan melupakan satu hal. Yakni bunga mawar untuk Serra, dia meminta mawar dan coklat darinya.
.
.
"Leo,"
"..."
"Leo, apa kau lapar? Sebentar lagi petugas akan mengantar makan malam untuk kita."
"..."
Dan orang itu hanya bisa menghela nafasnya berat. Dia tidak tau apa yang sedang Leo pikirkan. Sudah beberapa kali dia memanggilnya dan berbicara padanya,tetapi tak ada tanggapan sama sekali.. Sebenarnya dia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.
Tetapi dia juga khawatir jika Leo tetap seperti sekarang. Kondisi tubuhnya sudah cukup memprihatinkan, dan sekarang kondisinya semakin memprihatinkan. Leo sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Dan dia tidak akan berhenti untuk memperhatikan Leo yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri. Seperti apapun keadaanya, dia akan tetap berusaha untuk selalu berada di dekatnya dan menjaganya.
Dan entah sejak kapan. Leo sudah menjadi suatu hal yang sangat penting dalam hidup paruh baya itu. Dia menyayangi Leo tentu bukan tanpa alasan. Leo mengingatkannya pada putranya yang pergi bersama istrinya. Ya, putranya dipisahkan darinya saat dia masih bayi dan mereka tak pernah bertemu lagi hingga detik ini.
"Kenapa kau sangat peduli padaku? Jelas-jelas kau orang lain, bahkan orang tuaku pun tak peduli padaku sama sekali." Leo menoleh dan membalas tatapan pria itu.
Paruh baya itu mengusap kepala Leo dengan penuh sayang. "Jangan bersedih lagi, meskipun aku bukan siapa-siapamu tetapi aku sudah menganggapmu seperti anak kandungku sendiri. Kau mengingatkanku pada putraku yang dibawa pergi oleh mantan istriku, dan yang aku ingat mungkin dia sudah sebesar dirimu." Ucap paruh baya itu.
*Aku turut prihatin. Aku mau tidur sebentar, saat makan malam datang, tidak perlu membangunkanku dan makanan milikku untukmu saja."
"Tapi, Leo~"
"Jangan bangunkan aku, ingat itu!!"
Paruh baya itu menghela nafas. "Baiklah, kalau begitu aku tak akan membangunkan mu!!"
Sekali lagi dia memperhatikan Leo yang sedang berbaring, sungguh pria itu merasa tidak tega dengan keadaannya saat ini. wajahnya pucat, tubuhnya semakin kurus. Dan Leo benar-benar terlihat sangat memprihatinkan.
.
.
Bersambung
sungguh mantap ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘