NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Di dalam bandara, Renata

sudah bergabung dengan teman-temannya yang rupanya juga sudah ngumpul. Renata

sebenarnya kurang nyaman juga karena Tia batal ikut.

Begitu melihat kedatangan

Renata, Erwin berdiri dan menunjuk kursi kosong di sebelahnya untuk duduk

Renata di ruang tunggu. Dengan terpaksa, Renatapun duduk di sebelah Erwin.

“Tia katanya batal

berangkat ya Ren..” Kata Erwin membuka pembicaraan.

“Iya pak,dari kemaren

siang kena diare..”

“Kasihan juga ya. Gimana

urusan hotel, sudah beres semua kan?”

“Sudah pak...”

Tak lama kemudian, pengumuman

untuk boarding terdengar. Semua penumpang berdiri dan antre untuk masuk ke

dalam pesawat.

Hari pertama dan kedua di

Surabaya benar-benar sangat sibuk untuk Renata. Apalagi pekerjaan Tia harus dia

handel juga, bahkan masuk hotelpun, hari sudah larut malam. Hari ke tiga

pekerjaan sudah mulai berkurang, Renata merasa sedikit lega, karena tidak harus

sampai larut malam, tapi tetap saja hari sudah gelap ketika mereka sampai di  hotel.

“Rena nanti kita turun

makan malam di restaurant ya...” Kata Erwin begitu masuk lobby hotel, yang

menahan langkah Renata, sementara teman-teman yang lainnya ijin untuk langsung

masuk ke kamar masing-maing.

“Maaf pak...saya gak

makan, mau langsung tidur aja. Gak enak badan..” Jawab Renata.

“Kenapa..? Kamu

sakit...?” Tanya Erwin khawatir.

“Sedikit pusing pak..”

“Aku antar ke dokter..?”

“Nggak usah pak, trimakasih.

Saya masih ada obat kok. Buat tidur juga sembuh..”

“Renata...aku merasa

bertanggungjawab kalau kamu sampai sakit. Aku leader di sini. Dan kamu lupa ya,

sekarang sudah di luar jam kerja, tapi kamu masih panggil pak.” Kata Erwin

sedikit keras.

“Pak...eeeemm...mas...saya

tidak apa-apa. Hanya mungkin karena capek saja.”

“Oke. Terus kamu mau makan

apa, biar aku pesankan.”

“Nanti saja mas kalau saya

selesai mandi. Biar saya pesan sendiri. Makasih mas.”

“Baiklah, tapi kalau ada

apa-apa, kasih tau ya..” Pesan Erwin.

“Iya mas. Makasih. Mari saya

duluan..” Jawab Renata kemudian pergi meninggalkan Erwin. Renata berjalan ke

arah lift menuju kamarnya.

Sampai di kamar, dia

langsung membuka sepatu dan merebahkan badannya di ranjang tanpa mengganti

bajunya dulu. Badannya benar-benar merasa capek. Sebenarnya dia juga merasa

lapar, tapi Renata tidak mau makan berdua dengan Erwin. Dia tidak mau berinteraksi

terlalu jauh dengan Erwin. Dia tidak mau terlalu memberi harapan pada Erwin.

Sekarangpun dia sudah tidak enak dengan Bram karena sudah melangkah lebih jauh,

meskipun hatinya belum bisa menerima kehadiran Bram. Adhitya.... Lagi-lagi nama

itu melintas dalam pikirannya. Kenapa sesakit ini bila mengingat namanya?

Kenapa kalau aku mau melupakan nama itu, justru semakin sering muncul

bayangannya tiba-tiba? Ya Tuhan.... bantu aku untuk bisa melupakannya. Tolong aku

untuk membuang rasa sakit hatiku, rasa dendamku. Aku mau berdamai dengan hatiku.....

Renata memejamkan matanya

ketika air mata mulai mengalir dari sudut matanya dan terisak. Ada nyeri di

dadanya.

Tiba-tiba ponsel yang ada

di sampingnya berbunyi nada panggil. Renata menoleh, rupanya dari Bram. Setelah

nada panggilan yang ketiga, dia baru menjawab panggilan.

“Halo... malam Ren... apa

kabar?”

“Malam mas.... kabar baik..”

Jawab Renata dengan suara parau seperti habis menangis

“Rena... ada apa...?

suaramu.... kamu menangis..??” Tanya Bram dengan suara khawatir.

“Eeee... enggak mas... nggak

ada apa-apa...” Jawab Renata dengan sedikit gugup.

“Ren.... kamu sedang

tidak bohong kan...? Dua hari aku coba kontak kamu, gak dijawab. Aku chat cuma

di read. Kenapa????” Tanya Bram dengan lembut

“Mas... aku...”

“Renata... please.. cerita,

ada apa...?” Bram memotong jawaban Renata.

“Maaf mas... dua hari

full aku ada meeting, dan ada peninjauan ke lapangan, masuk hotel sudah larut

malam. Ini juga aku baru saja masuk hotel.”

“Tapi Ren....”

“Mas aku bener-bener

capek. Sekarang lagi gak enak badan. Aku pengen tidur..”

Jawab Renata dengan suara

memohon memotong kata-kata Bram.

“Kamu sakit Ren..???” Tanya

Bram

“Aku nggak enak badan

mas, mungkin kecapekan. Apalagi Tia gak ada, semua aku handel...”

“Aku jemput besok sore ke

Surabaya ya...?” Tanya Bram.

“Apaan sih mas... aku kan

lagi kerja. Lagian besok juga belum selesai..” Jawab Renata agak sedikit keras.

“Ren... kamu marah..???” Tanya

Bram heran karena suara Rena sedikit keras.

Renata kaget dengan

pertanyaan Bram. Dia juga heran kenapa bisa menjawab begitu.

“Eeemmm.... maaf mas... aku

nggak papa, cuma sedikit pusing. Pengen istirahat aja..”

 “Kamu sudah makan..?”

“Nanti aja mas, gampang.

Aku pengen rebahan dulu. Dua hari ini bener-bener capek”

“Oke dech, kalau begitu

istirahat aja dulu, tapi jangan lupa makan ya..”

 “Ya mas, makasih. Malem” Jawab Renata,

kemudian memutus pembicaraan

Begitu Renata memutuskan

pembicaraan, hati Bram galau. Apalagi ada Erwin di Surabaya, dan Renata perempuan

satu-satunya di tim itu. Dia membayangkan pasti komunikasi dan hubungan keduanya

sangat intens. Apalagi Bram tahu pasti, saat ini Erwin sedang mendekati Renata.

Ada perasaan cemburu di hatinya. Dia merasa posisi Erwin lebih beruntung dari

pada dirinya, karena satu kantor, yang memungkinkan untuk setiap saat bertemu.

Kemudian masih ditambah mereka sering pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan,

meskipun tidak pernah berdua.

Membayangkan hal itu,

hati Bram benar-benar merasa khawatir. Dia khawatir kalau kedekatan itu akan

menumbuhkan perasaan lain di hati Renata terhadap Erwin. Ini yang membuat Bram

galau. Rasanya dia ingin sekali terbang ke Surabaya untuk menemui Renata. Tapi

mendengar jawaban Renata tadi, mengurungkan niatnya. Dia tidak mau memaksakan

kehendak yang berakibat Renata menjauhinya

Sementara itu, Renata setelah

memutuskan pembicaraan dengan Bram, lalu bangkit dari tempat tidur untuk mandi

untuk menyegarkan tubuhnya. Sekitar 30 menit dia berrendam air hangat di kamar

mandi dan tubuhnya kembali segar. Kemudian dia berniat untuk tidur, tiba-tiba

ponselnya berbunyi nada panggil. Dia heran, siapa sih yang mengganggu terus ? Dengan

sedikit kesal, dia melihat ponselnya, ternyata dari Erwin. Dia sebenarnya tidak

akan menjawab panggilan, tapi berpikir kalau tidak dijawab, takut Erwin

khawatir dan berpikir macam-macam. Akhirnya dia menjawab panggilan.

“ Halo... malem pak... eh..mas

Erwin..”

“Malem Ren, gimana... masih

pusing??”

“Sudah lumayan mas, habis

mandi jadi sedikit segar..”

 “Kamu belum makan kan..? Aku sudah pesankan sop

ayam, ditunggu ya...”

“ Nggak usah mas,aku sudah

mau tidur...”

“Tolong jangan ditolak.

Kamu tidur setelah makan ya, sebentar lagi sampai kamarmu. Habisin ya, biar

besok pagi kamu benar-benar sehat. Kita masih ada pekerjaan. Oke...? Selamat

makan dan selamat tidur ya... daa....” Erwin bicara tanpa memberi kesempatan

Renata untuk menjawab, dan kemudian menutup pembicaraan.

Dalam hati Renata bicara,

ini nih kumat penyakit bos. Main printah. Dikira aku anak buahnya ya, kebiasaan.

Tapi... kan sekarang di sini aku jadi anak buahnya dia kan. Ah...bodo amat

*****

Kasih semangat donk.... like, komen dll, biar rajin up nya....

 😘😘😘

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!