#Warning
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jadi jika kalian suka silakan ikuti dan komentar lah dengan sopan dan baik. Selain itu, cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan melecehkan perempuan bercadar. karena cerita ini. Alzena memiliki karakter tegas yang berbeda dari yang lain sehingga kalian mungkin akan bilang tidak sesuai dengan pakaiannya atau apa pun hal lainnya🙏🙏🙏🙏
Athar Azmi adalah seorang berandalan yang selalu menjadi ketakutan penduduk kampung di tempatnya berada.
Ia sangat suka menciptakan masalah besar yang mendatangkan keributan.
Hingga suatu hari Athar dan kelompoknya melakukan pengeroyokan pada seorang anak remaja.
Dimana saat itulah Ia di pertemukan dengan seorang gadis bercadar yang sudah di lecehkan nya.
~~~~
Jadi sebelum tahu bentuk pelecehan itu seperti apa? Alangkah baiknya di baca dahulu isi cerita di dalamnya😁😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Payah
"Tatap aku?" Athar mengarahkan Zena dengan menggapai dagu perempuan itu supaya terangkat.
Mungkinkan Athar tahu, degup jantung Alzena berdetak sangat cepat saat ini. Bahkan sampai ke telinganya begitu nyaring. Wajah Zena juga langsung bersemu merah. Malu, takut dan merinding berbaur menjadi satu.
Alzena benar-benar kesulitan bernafas setiap kali tangan Athar perlahan-lahan mulai menyentuhnya dengan sejuta gerakan.
Melihat reaksi Sang istri yang tampak belum berani menatapnya, Athar menyunggingkan senyum tipis, lalu mengusap kedua alis Zena dengan Ibu jarinya hingga terasa seperti sebuah pijatan relaksasi.
"Apa itu nikmat?" Bisik Athar lirih.
Alzena mengangguk, bisa saja Ia terlelap jika saat ini perasaannya baik-baik saja. Tapi perlakuan Athar telah membuat setiap helai kulitnya meremang saat Ia menyentuhnya.
"Zen, kalau kita mulai saja ritual malam pertama apa kamu sudah siap?" Seringai Athar lagi. Sengaja Ia menggoda Alzena terus menerus karena menurutnya Ia juga butuh sesuatu yang menyenangkan.
Athar sudah menebak lebih dulu, mungkin Zena tidak tahu apa pun cara melayaninya di ranjang karena Zena sangat takut dan pemalu. Tapi Athar akan berusaha untuk menjadi pengendali yang handal malam ini.
"Ma- malam ini Mas?" Zena gagu dan kesulitan berbicara.
"Iya dong, mau nunggu kapan emang? Gak mungkin kan kamu tega membiarkan Alan dan Ardhan mengalahkan aku karena belum melakukan apa-apa sama kamu!"
"Ta- tapi Mas!"
Cup!
kecupan hangat mendarat di bibir Zena hingga membuat kata-katanya tertahan. Zena sampai terkejut dan membulatkan kedua bola matanya besar-besar hingga beradu dengan tatapan Athar yang tajam dan bersinar lekat ke arahnya.
"Mas...!" Zena sedikit mendorong Athar agar melepaskannya.
"Tapi itu tidak akan terjadi, karena Athar malah semakin buas menyesapi bibir tipis merah merona miliknya.
Tak jauh beda dari kamar Athar, Alan dan Mayra duduk saling berhadap-hadapan. Alan tampak bingung mau berbicara apa atau melakukan apa. Jujur saja Alan sebenarnya paling cupu di sini untuk urusan peranjangan. Yang dia tahu hanyalah mabuk-mabukkan dan ciuman saja tapi tidak pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar itu.
"Ayo mulai Lan, kok bengong. Bukankah kamu sudah menungguku sejak kemaren!" Kata Mayra kemudian yang merasa sudah benar-benar siap melayani Suaminya.
Kening ALan sedikit berkeringat dingin akan tantangan Mayra yang malah menawarinya secawan anggur. Tapi Alan belum tahu cara meminum anggur yang nikmat itu seperti apa. Pelan-pelan kah atau babat habis saja.
"Aduh... May, kenapa aku jadi gugup begini?" Tukas Alan kemudian.
"Kamu gak boleh nervous Lan, supaya gak tegang. Atau penyatuan kita akan sakit nanti!" Ujar Mayra yang sepertinya tahu banyak soal begituan..
"Loh, kamu tahu dari mana May?" Tanya Alan keheranan.
"Artikel Lan, kadang juga nonton televisi, kan banyak yang membahas soal begituan."
"Hehehe... iya sih. Ku pikir karena kamu udah pernah nyobain." Alan garuk-garuk kepala.
"Ya enggaklah Lan, itu kan zina namanya kalau belum menikah. Mayra cuma mau kasihin buat suami Mayra seorang secara spesial!" Ucap Mayra sedikit merundung.
Enak saja Alan sampai berpikiran Ia pernah melakukan perbuatan gila seperti itu sebelumnya sedang Ia menjaganya dengan sangat baik.
"Ayo Lan, keburu ngantuk ni. Badan Mayra masih pegel-pegel soalnya!" Desak Mayra lagi tidak sabar.
"Eh... iya, iya, jangan tidur dulu May. Ayo kita mulai saja!"
Duh kok feeling aku ga enak ya aku takut ny athar kena imbas dri kelakuan teman2 nya palagi waktu itu syfa ambil fhoto ny athar di markas
untung malik masih percya lg sama athar,padahal athar pernah membuat malik sengsara.....kok masih ada kepercayaan nya....
jgn kita terlalu menilai dari segi sifat,sikap seseorang.......
terimakasih thor ceritanya.....walaupun pendek....manfaat juga..