TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(31) Kekhawatiran Abah dan Ummi
Keesokan harinya, Aldi kembali harus menjalankan tugas profesionalnya sebagai atlet. Ia harus meninggalkan istrinya dengan hati yang gusar, bagaimana tidak seharusnya ketika istrinya ada pada keadaan terpuruk ia harus selalu ada mendampinginya.
"Sayang, mungkin 3 Minggu mas GK pulang karena untuk pertama kalinya voli putra bermain di Bali. Kamu gpp kan?" ucap Aldi dengan tangannya menggenggam jari jemari Jizah
"Iyaa mas, Anna kan sudah terbiasa jauh dari mas" ucap Jizah sedih
"Maaf yaa" Aldi memeluk Jizah "Setiap minggunya kamu periksa sama Kak Maryam saja ke rumah sakitnya" lanjut Aldi
Jizah hanya mengangguk saja,dan Aldi meninggalkan rumah dengan taksi online
"Ya Allah, jaga selalu suamiku dalam lindungan Mu dengan sebaik-baiknya penjagaan" . Doa Jizah dalam hati perasaannya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi entah itu apa ia hanya bisa berdoa.
Di rumah Abah
"Bun, ada yang ingin ayah katakan sama Bunda tentang Anna" ucap Hamzah ketika berada didalam kamarnya
"Tentang apa Yah? kayaknya serius banget"
"An-Anna, Ada masalah pada rahimnya dan itu yang menghambat proses kehamilannya" ucap Hamzah sedih
"Innalilahi, apa Anna mengidap penyakit...?" tanya Maryam tak percaya dan Hamzah mengangguk
"Ayah takut terjadi sesuatu sama dia. Aldi suaminya itu didepan ayah berusaha mungkin untuk tenang walaupun ayah tau hatinya tak menerima akan hal itu, belum lagi bagaimana jika mertua Anna tau juga? apa mereka bisa menerima dan tidak menuntut Anna agar segera hamil?" Kekhawatiran Hamzah akan adik bungsunya itu mengganggu pikirannya sejak mengetahui penjelasan Aldi kemarin
"Anna adalah wanita terpilih yang Allah tunjuk untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan seorang hamba pada Rabb-Nya, Bunda yakin Aldi dan orang tuanya juga pasti sabar dengan ujian yang ada dan Ayah kita hanya bisa mendoakan saja tidak perlu ikut campur terlalu jauh" ucap Maryam menenangkan suaminya
Sedangkan didalam kamar Abah dan ummi juga merasakan kekhawatiran untuk putri satu-satunya itu, walaupun mereka tidak tau apa yang terjadi dengan Jizah.
"Ummi, kita kerumah Anna yuk. Abah tiba-tiba ingin sekali memeluknya" ucap Abah setelah menaruh buku yang dibacanya tadi ketempat semula
"Iya ummi juga merasakan hal yang sama, tapi apa kita tidak menggangu mereka?"
"Insyaallah nggak Ummi"
Merekapun pamit terlebih dahulu dengan Hamzah yang sedang mengajarkan Shafiyah putrinya yang berumur tiga setengah tahun
"Hamzah, Ummi sama Abah mau kerumah Anna dulu ya" kata ummi menghampiri anak dan cucunya
"Apa Anna yang minta Abah dan ummi untuk ke sana?" tanya Hamzah heran
"Apa kita harus diminta dulu baru berkunjung?" tanya Abah mengerutkan keningnya
"Bukan gitu maksud Hamzah, tumben aja ummi sama Abah mau kerumah Anna?" Hamzah tak enak hati
"Iya Abah tiba-tiba mau ketemu Anna dan Aldi, padahal baru kemarin mereka kesini. Entah hati Abah merasa ada sesuatu semoga mereka baik-baik saja"
"Jika Abah dan ummi tau tentang apa yang Anna derita mereka pasti akan sangat sedih".
"Zah, sudah yaa Abah dan Ummi pamit" ucap Abah' Assalamualaikum...
"Waalaikumsalam warahmatullahi"
Kedua orang tua itu pun meninggalkan Hamzah yang masih terdiam
Jizah yang sedang duduk di sofa kamar dengan kertas yang diterimanya dari dokter kemarin mendengar bel pintu berbunyi dan dengan segera ia turun kebawah
(Ting nong Ting nong)
"Assalamualaikum..." ucap Abah dan ummi
"Waalaikumsalam warahmatullahi, Abah ummi? ayo masuk biar Anna buatkan minum dulu"
Kedua orang tua itu menurut saja dan mereka duduk diruang tamu tak lama Jizah datang dengan membawa dua cangkir teh hangat dan satu gelas susu penyubur kandungan untuknya
"Tumben kamu Ann, minum susu" ucap ummi heran melihat putrinya meminum susu karena selama ini Jizah Paling susah kalau disuruh minum susu
"I-iyaa ummi sekarang Anna jadi ikut-ikut mas Aldi minum susu" jawab Jizah gugup
"Sayang, Aldi kemana kok GK keliatan?" tanya Abah sembari matanya melihat ke penjuru rumah
"Mas Aldi tadi sudah berangkat ke lagi Bahh dan katanya tiga Minggu ini GK pulang"
"Owhh udah berangkat lagi, tapi tumben sampai tiga Minggu? biasanya seminggu sekali atau paling lama dua Minggu" ucap Abah heran
"Iya Bahh katanya untuk pertama kalinya voli putra diadakan di Bali jadi seluruh tim akan bertanding lama disana"
"Ann mendekat lah ke kita" ucap Abah sembari tangannya menepuk sofa agar Jizah mau duduk ditengah-tengah ummi dan Abah.
Jizah heran tapi menurut saja lalu ummi dan Abah langsung memeluk putrinya dengan sangat erat, mereka bertiga tiba-tiba menangis disela-sela pelukannya
"Sayang, apa ada sesuatu yang kamu tutupi dari Ummi dan Abah?" tanya ummi
Jizah tak bergeming ia takut untuk mengungkapkan apa yang disembunyikan
"Kamu tidak usah menutupi apa-apa dari kita Ann, jangan buat hati ummi dan Abah tidak tenang sayang" kata Abah memegang kedua pundak Jizah
"An-Anna GK menyembunyikan apapun dari ummi dan Abah" jawab Jizah gugup
"Sayang ceritakan dengan ummi sebagai seorang anak dan ibu atau sebagai sesama perempuan, insyaallah apapun yang bisa ummi bantu akan ummi lakukan" ucap ummi dan Jizah ia tak pandai berbohong jadi ia langsung lari ke kamarnya meninggalkan kedua orang tuanya, Abah meminta ummi untuk menyusul nya mungkin jika sesama perempuan akan lebih paham
tok tok tok
"Sayang Ummi boleh masuk?" tanya Ummi diluar pintu kamar
"Iya Ummi pintunya GK Anna kunci" jawab Jizah dan ummi langsung masuk melihat putrinya menangis memegang kertas yang tadi ditaruhnya di sofa kamar
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Ummi berlinang air mata
"Ummi, apa Anna bisa memberikan keturunan untuk mas Aldi?" tanya Jizah terisak-isak
"Maksudmu apa Ann? insyaallah jika Allah menghendaki pasti disegerakan" ucap ummi yang tak mengerti maksud putrinya
Dan Jizah memberikan hasil lab yang dipegangnya kepada ummi. Ummi terdiam setelah membacanya dan langsung memeluk tubuh Jizah, hatinya begitu sedih mengetahui bahwa rahim putrinya bermasalah
"Mengapa Allah memberikan cobaan ini pada Anna ummi?" tanya Jizah yang masih menangis dalam pelukan ummi
"Jangan tanya mengapa, tugasmu hanya menjalani takdir Allah dengan ikhlas. Jangan tanya mengapa, karena Allah tau yang terbaik untukmu Ann, Ummi percaya kamu pasti bisa sembuh dan kita sama-sama berikhtiar menyembuhkannya" ummi menguatkan putrinya dan Abah masuk setelah mendengar apa yang terjadi
"Tawakal, melangitkan doa dan membumikan ikhtiar. Pasti ada titik bahagia asal kita mau bersabar..." jelas Abah tiba-tiba mengagetkan kedua wanita yang disayanginya
•
•
•
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imran [3]: 139).
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku