Asih, bunga desa itu berlari diantara pekatnya malam. Dari kejauhan terdengar teriakan orang-orang yang mengejarnya dengan marah.Suara riuh membuat Asih semakin ketakutan dan melayang menuju kompleks pekuburan di desa itu yang masih terbuka liang lahatnya. Perempuan itu masuk ke liang lahat dan tanah kuburanpun tertutup disertai suara gemuruh dan getaran hebat seperti gempa. "Semua mundur. Biar aku yang akan mengunci perempuan itu didalam kuburnya!!” teriak Ahmad
Asih bunga desa yang terlibat cinta terlarang dengan pak Lurah yang tampan dan tajir dinikahi secara siri oleh pak Lurah.Namun untuk menutupi pernikahan siri mereka, Asih kemudian dinikahkan dengan Ibrahim tanpa diceraikan terlebih dahulu oleh pak Lurah. Asih yang sombong karena kecantikannya kembali berselingkuh dan dinikahi seorang konglomerat yang akan membangun Mall di desanya.
Bagaimanakah nasib Asih selanjutnya ? Akankah Asih memilih salah satu diantara ketiga suaminya itu ? Ikuti dan dapatkan jawabannya disini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhaken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31. Usulan Prabowo yang menyakitkan
"Anak kamu!" jawab Asih. Matanya tajam menatap Prabowo.
Alangkah terkejutnya Prabowo..
"Jadi...Ulfa..anakku?" tanya Prabowo dengan nada tak percaya.
Asih mengangguk.
Prabowo terduduk. "Pantas...pantas aku merasa anak itu begitu mirip denganku," ucap Prabowo lemas.
"Kamu masih kuliah waktu itu. Kamu ingat kan apa yang kita berdua lakukan saat SMA dulu !?. Orang tuaku marah besar dan menemui orang tuamu untuk meminta pertanggung jawaban mereka. Tapi bapakmu nggak setuju mas bahkan dia menikahkan kamu dengan Dewi. Dan pada akhirnya Ibrahim yang mengambil posisi kamu, bertanggung jawab terhadap Ulfa dan aku," jelas Asih panjang lebar.
Prabowo ternganga, tak menyangka jadi akan serumit ini hubungannya dengan Asih.
"Kenapa kamu nggak berusaha menghubungi aku?" tanya Prabowo tak mengerti.
"Bagaimana aku bisa mas. Aku dipingit oleh bapak dan aku dilarang keras untuk memberitahukan soal Ulfa kepada kamu," Ucap Asih, sesekali menghapus air mata yang mengalir di pipinya yang putih.
Prabowo terdiam. Pikirannya melayang. Entah apa yang harus dilakukannya sekarang.
"Jadi...sekarang.... apa mau kamu Asih?" tanya Prabowo kehabisan akal.
"Nikahi aku," jawab Asih mantap.
Prabowo terkejut dan berpaling menatap Asih. "Bagaimana mungkin Asih. Kamu masih bersuami dan aku masih ada Dewi!" jawab Ibrahim.
"Aku nggak perduli. Kita bisa nikah siri mas," jawab Asih enteng.
"Kamu benar-benar gila!!!" Prabowo menggelengkan kepalanya, tak setuju dengan usulan Asih. "Poliandri ...!?"
Asih mengangguk.
"Tapi itu perbuatan dosa Asih!" jawab Prabowo mengingatkan Asih. Walaupun dirinya bukan laki-laki yang suci, tapi Prabowo tau Poliandri dilarang dalam agama Islam.
"Selama ini kita sudah banyak berbuat dosa mas. Jadi apa bedanya?. Nyebur aja sekalian. Soal dosa itu jadi tanggung jawab aku!" Asih berkata dengan berani.
Kini perempuan itu benar-benar kehilangan akal sehatnya.
Ibrahim memandangi Asih dengan tatapan tak percaya. Perempuan itu benar-benar berani. Tapi Prabowo masih ragu.
"Kita cari opsi lain Asih!" seru Prabowo.
"Apa lagi maaas !?. Aku ngga mau kehilangan mas lagi. Ini anak kamu mas. Darah daging kamu!"
"Tapi Poliandri bukan solusi yang tepat Asih!"
"Kalau begitu kamu ceraikan Dewi. dan aku akan menceraikan Ibrahim!!!"
Prabowo terkejut mendengar usulan Asih. Kepalanya semakin pening.
"Aku nggak bisa menceraikan Dewi," jawab Prabowo pelan.
"Kenapa !?" tanya Asih marah.
"Kamu nggak ngerti Asih. Perceraianku dengan Dewi akan menghancurkan semua yang sudah aku capai dan bangun selama ini!"
"Lalu aku ?. Apa kamu nggak mikirin nasib aku dan anak kita mas?" tanya Asih putus asa.
"Makanya Asih, kita cari cara lain," Prabowo mondar mandir dengan perasaan gelisah. Dia memutar otaknya mencari cara memecahkan masalahnya mereka.
"Begini aja. Kamu tetap dengan Ibrahim. Kamu buat dia meniduri kamu Asih. Lalu akui kalau kamu hamil anaknya," usul Prabowo membuat Asih mendongak dan menatap Prabowo tak percaya.
"TIDAK..!!!" jawab Asih ketus.
"Kenapa?. Itu cara terbaik yang bisa kita lakukan saat ini Asih. Sementara itu aku akan mencari cara untuk lepas dari Dewi dan pengaruh keluarganya!" jawab Prabowo yang yakin akan keputusannya itu.
Asih menatap Prabowo tak percaya. Perempuan itu menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Ayolah Asih. Ini cara terbaik yang bisa kita lakukan saat ini. Dengan cara itu kamu akan aman, aku juga. Soal Ulfa dan anak dalam kandunganmu itu, aku akan jamin hidup mereka Asih," janji Prabowo.
Asih masih diam. Dengan tatapan nanar dia menatap Prabowo. Begitu mudahnya Prabowo menyuruh dirinya tidur dengan Ibrahim. Padahal selama ini dia sangat menjaga agar tidak disentuh laki-laki manapun selain Prabowo. Termasuk Ibrahim suaminya.
"Kamu sama sekali nggak punya hati mas. Tega-teganya kamu nyuruh aku tidur dengan Ibrahim agar dia mengakui anak ini?. Padahal selama ini aku nggak pernah mau sekalipun disentuh laki-laki manapun, bahkan Ibrahim. Semua aku lakukan demi kamu mas. Demi kamu !!!" teriak Asih penuh emosi.
Kemarahannya memuncak. Dipukulinya dada Prabowo sekuat tenaga. laki-laki itu membiarkannya hingga Asih terduduk kelelahan di lantai yang dingin.
"Aku nggak mau..huuuu..hiks.!!" pecah tangis Asih.
"Cobalah mengerti posisiku Asih. Aku janji, semua akan baik-baik saja. Aku akan menceraikan Dewi dan kembali kepadamu. Asalkan sekarang kamu ikuti kata-kataku," Prabowo membelai rambut Asih namun ditepis dengan kasar oleh Asih.
Asih memalingkan wajahnya. Perempuan itu berdiri dan pergi meninggalkan Prabowo yang berdiri termangu.
"ASIH..!" panggil Prabowo
Namun Asih tak perduli. Dia terus melangkah meninggalkan Prabowo dan rumah besarnya itu dengan marah dan hati yang hancur.
"Dia benar-benar tidak menghargai pengorbananku selama ini," ucap Asih perih. Hatinya terluka dan sakit.
Sementara itu Prabowo hanya menatap kepergian Asih. Dia tidak berusaha mencegah Asih untuk pergi dari tempat itu.
"Mudah-mudahan Asih mau melakukan apa yang aku minta," harap Prabowo.
Diapun memutuskan untuk pulang.
Asih yang kecewa dan marah dengan penolakan Prabowo menyimpan dendam dihatinya kepada laki-laki itu.
"Kamu benar-benar nggak punya perasaan mas!" keluh Asih. Air matanya kembali mengalir.
Tanpa terasa Asih sudah tiba di depan rumahnya. Kekecewaan Asih membuat dirinya tidak memperdulikan keadaan disekitarnya.
"Bagaimana mungkin aku tidur dengan Ibrahim. Sementara aku sama sekali tidak mencintai laki-laki itu!"keluh Asih.
Seperti biasa setiap kali bertemu Prabowo, Asih akan pulang dan masuk rumah melalui jendela kamarnya.
Tetapi alangkah terkejutnya Asih ketika mendapati Ibrahim yang berada didalam kamarnya. Menunggunya...
"Kamu...!?"
Ibrahim berdiri tak jauh dari jendela kamar Asih dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan maknanya oleh Asih.
Perempuan itu agak bergidik ditatap seperti itu. Asih teringat kembali akan kata-kata Prabowo tadi.
"Darimana saja kamu !?" tanya Ibrahim tanpa ekspresi.
Ditatap seperti itu, Asih jadi gelagapan.
"Aku...haaah...aku baru bertemu Prabowo!" Asih berkata jujur.
Wajah Ibrahim berubah muram. Namun sekilas kemudian laki-laki itu mendekati Asih dan mendorongnya ke dinding kamar.
Asih terkejut. Namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Kini Ibrahim mengapit tubuh Asih, mengangkat kedua tangannya dan menekannya ke dinding kamar membuat Asih susah bergerak.
Asih menjerit tertahan. Tangannya terasa sakit. Tubuh Ibrahim begitu melekat, menyatu dengan tubuhnya.
"Ap..apa yang kamu lakukan Im!?" tanya Asih. Suaranya terdengar ketakutan. Wajahnya pias.
Tak biasanya Ibrahim bersikap seperti itu. Laki-laki itu masih diam dan menatap Asih tajam.
"Im..lepaskan ak...!" Asih tak sempat melanjutkan kata-katanya lagi.
Bibir perempuan itu dilumat Ibrahim habis-habisan. Asih tak bisa bernapas. Sementara Ibrahim napasnya memburu seiring gejolak yang sekian lama dipendamnya.
Ibrahim membuka pakaian Asih dengan paksa. Asih menolak namun kalah dengan kekuatan Ibrahim.
______________