Liam Casper telah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak 99 kali dan semuanya gagal tak bisa membuatnya mati, hingga dia frustasi. Di tengah teriakannya kepalanya tiba-tiba terasa sakit seperti di hantam batu besar.
"Selamat, Host terpilih oleh sistem setelah melewati ujian hidup sebanyak 99 kali dan dipilih Sistem permainan takdir yang akan membantu host melihat masa lalu dan masa depan."
Tahap belajar, jika banyak kesalahan tolong di koreksi. Jika suka jangan lupa tinggalkan jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Liam merasakan seperti magnet yang menarik jiwanya. Dalam alam bahwa sadarnya, Liam seperti disebuah dimensi dimana di depannya ada sebuah jam yang sangat besar namun jam tersebut berputar mundur setiap detiknya.
Bola mata Liam terus mengikuti perputaran jarum panjang yang terus bergerak mundur.
Dimana ini?
Liam memutar tubuhnya mengelilingi ruangan yang hampa, hingga akhirnya ia melihat bayangan seorang wanita yang sangat cantik melangkah menghampiri Liam di sisi lain juga muncul seorang wanita, namun Liam mengenali wajah tersebut karena tak asing baginya. Dari arah depan dua wanita kembar juga melangkah menghampiri Liam.
[Selamat datang tuan Liam]
Ucap mereka serempak.
"Siapa kalian? kenapa aku ada sini?" tanya Liam yang kebingungan.
[ Kami adalah Sistem yang mambantu tuan Liam menjalankan misi]
[Saya Oci, sistem yang terlahir dari masa lalu, yang telah memilih tuan Liam] Jelas wanita yang sangat cantik itu. Liam terperangkap saat mengetahui jika sistem yang berada di dalam pikirannya bisa berubah menjadi wanita yang sangat cantik.
Andai Oci itu berwujud manusia. Alangkah senang hatiku.
[ Halo tuan Liam, Kita bertemu lagi, Masih ingat denganku kan, Aku Loli yang terlahir menjadi chips yang ada di dalam robot tuan.]
"Kamu benar-benar Loli? Aku pikir kita tidak akan bertemu dalam waktu dekat ini."
[Apa tuan merindukan aku?]
Tanya Loli membuat Liam hanya bisa mengangguk, berbeda dengan Oci walaupun ada dalam pikirannya, tapi oci tidak pernah ia lihat. Sedangkan Loli, Liam selama beberapa hari terus bersamanya.
Pandangan Liam teralihkan oleh sosok wanita kembar yang ada di depannya.
[ Hallo tuan, Aku adalah Ma dan Mi kami terlahir dan menjadi sepasang mutiara hitam yang akan menjadi jembatan masa lalu dan masa depan. Tuan akan bisa melihat Masa lalu ataupun masa depan seseorang. Tuan tidak bisa mengubah takdirnya tapi tuan bisa membantunya memberi peringatan.]
Liam tercengang lalu dengan penjelasan Ma dan Mi. Lalu Liam merasakan perputaran jam besar itu berputar lebih cepat dan semakin cepat membuat penglihatan dan rasa sakit menyerangnya, Liam berteriak sekeras mungkin melampiaskan rasa sakit itu.
"Liam... Liam... bangun, Liam...!!" panggil yang kuatir melihat wajah Liam yang pucat dan terus trik kesakitan.
Liam yang tersadar langsung membuka matanya lebar dan langsung terduduk membuat Jessica terkejut dan terjengkang kebelakang.
Peluh membasahi tubuh Liam namun ia segera menyadari saat melihat Jessica yang terduduk dan dalam posisi yang terkejut.
"Jes, kamu tidak papa?" tanya Liam dan segera memeluknya.
"A-aku tidak papa. "Jawab Jessica masih dalam keterkejutan lalu ia menatap Liam.
"Ka- kamu kenapa? kenapa menakuti aku sampai aku benar-benar ketakutan. Kamu berteriak seperti orang kesakitan." tanya balik Jessica.
"Maaf kalau aku membuatmu takut." Keduanya pun menenangkan diri masing-masing sebelum benar-benar menyadari kalau hari sudah beranjak siang.
Mereka segera mencari sang kakek dan ternyata kakek tersebut sedang menyeka istrinya yang terbaring.
"Bagaimana keadaan nenek kek?" tanya Liam.
"Tidak ada perubahan. Kakek juga berusaha menanyakan keberadaan mutiara itu tapi nenek tidak merespon sama sekali. Kakek tidak tau lagi bagaimana kakek menanyakannya." Jelas sang kakek.
"Tidak perlu buru-buru kek, apakah aku bisa melihat cucu kakek? Aku ingin melihat kondisinya, siapa tahu masih ada harapan untuk di sembuhkan."
Sang kakek pun membawa mereka pergi ke ruang bawah tanah dimana tempat cucu sang kakek di kurung.
Jessica memegang erat lengan Liam Karena merasa takut.
"Ngapain kita datangin wanita gila itu." Bisik Jessica.
"Husstt, jangan bicara begitu, tujuanku datang kemari juga karena ini." jawab Liam.
langsung mereka terhenti saat melihat seorang wanita yang di pasung kakinya dan bau tubuhnya sangat menyengat, mungkin sudah berbulan-bulan gadis itu tidak di mandikan.
Jessica yang mencium aroma tubuh gadis itu, langsung mual.
"Dia Nadia, cucu kakek. Dia sudah seperti ini hampir setengah tahun. Kakek terpaksa memasungnya karena dia selalu membuat kekacauan di desa ini kalau sampai lepas." Jelas kakek dengan sedih.
"Tenang saja kek, aku akan memeriksanya. Mudah-mudahan dia bisa di sembuhkan." jawab Liam menenangkan.
[Ting]
[Sistem mendeteksi mutiara hitam berada dalam tubuhnya wanita itu.]
"Gak dikasih tau juga tau, oci!!!" saut Liam dalam hati.
[ Benarkah, Memangnya ada dimana?]
Tanya oci menguji.
"Mana aku tau, kan belum di tanya atau di periksa."
[ Mau oci kasih tahu?]
"Katakan dimana kalau kamu tau, biar aku tidak repot-repot memeriksanya."
[ Mutiara itu berada di bukit yang hijau di sisi kanan dan dirinya ada gunung yang tinggi menjulang yang menghimpitnya. Jika tuan bisa mengambilnya dengan tangan tuan sendiri, sistem oci akan menambahkan hadiah Misi.]
Liam mengerutkan keningnya dan mencerna kata-kata itu hingga akhirnya dia paham di mana letak mutiara itu.
Astaga, ternyata dia menyimpannya disana dan Oci menantangku mengambilnya mengunakan tanganku. Jangan harap aku mau menurutinya bahkan jika Hadiah itu besarpun aku tidak mau. Aku tidak ingin menodai tangan polosku ini.
"Tidak aku tidak akan mau." Tolak Liam.
Liam pun mendekati dan Nadia merespon tangan Liam dan menyentuhnya. Saat tangan Liam menyentuh jemari Nadia. Penglihatan acak pun muncul namun satu hal yang membuatnya terkejut. Satu penglihatan dimana Nadia akan berada disampingnya." Liam yang terkejut langsung mundur beberapa langkah sebelum akhirnya sebuah cahaya muncul di antara perbukitan.
To be continued ☺️☺️☺️
maaf author...
maaf author..