NovelToon NovelToon
Jodohku Anak Teman Mamah

Jodohku Anak Teman Mamah

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:247k
Nilai: 5
Nama Author: Safna Colloction

(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.

"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan

"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?

Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 ENTAHLAH

Gadis cantik berlari melalui Kevin dan Kanaya Tanpa permisi, tangannya langsung naik mengalungkannya di leher Alfan yang hendak masuk mobil, sedetik kemudian Dia mencium bibir Alfan dengan sangat agresif.

"Apa yang kamu lakukan Dewi?" Alfan yang syok langsung melerai ciumannya. "Kenapa kamu bisa tahu rumahku?" dengan marah Dia mengintimidasinya.

"Itu tidak penting sayang! yang terpenting aku sekarang sudah berada di sini, aku sangat kangen sama kamu?" dia memeluk Alfan kembali

'Wanita yang berada lagi? batin Kanaya

Alfan menyingkirkan pelukannya, dia mengalihkan pandangannya ke arah Kanaya dan Kevin yang berada tidak jauh darinya, yang Alfan tangkap pertama adalah tatapan sendu Kanaya, Dia tidak melihat mata Kevin yang sedang menatapnya nyalang.

"Oh jadi begini kelakuan Lo? Sepertinya ini adalah hari keberuntungan buat gue bisa menyaksikan semua dengan mata kepala gue sendiri!" Kevin langsung bertepuk tangan untuk apa yang di lihatnya.

Alfan tidak menghiraukan perkataan Kevin dia malah berjalan mendekat ke arahnya, tangannya langsung terulur dengan lembut menggenggam jari-jari lentik milik Kanaya. "Nay!" tanyanya dengan lirih, tangan yang satunya lagi mengelus lembut Surai panjang Kanaya, dia berharap Kanaya mendongak ke arahnya.

"Lepas! jangan sentuh adik gue!" Kevin melepaskan tangan Alfan dari Kanaya, dia menyembunyikan Kanaya tepat di belakang tubuhnya, rahangnya mulai mengeras matanya mulai memerah dia seakan ingin menerkam orang yang berada di depannya itu.

"Apa apaan Lo Kevin jangan ikut campur!" Alfan mencoba merebut kembali tangan Kanaya, tetapi dia tidak mendapatkannya, Kevin tidak memberikan celah untuk dia mendapatkannya.

Kanaya hanya bisa berdebat dengan batinnya, tidak terasa tiba-tiba dia menjatuhkan air matanya. 'Aku sudah mempersiapkan diri akan tidak pernah sakit hati melihat Kak Alfan berpelukan dan berciuman dengan pacarnya, tapi entah kenapa di dada ini terasa sangat sesak?'

"Kanaya masuk mobil?"

"Jangan Nay!"

"Kakak bilang masuk."

"Aku tidak mengizinkan kamu untuk pergi, sekarang masuk ke dalam rumah?" perintah Alfan

"Adik gue tidak butuh izin dari Lo! sana Lo urus saja cewek itu!" sentak Kevin

"Dia bukan siapa-siapa gue Kevin!" jelas Alfan

"Sayang apa maksud kamu aku bukan siapa-siapa? Dewi menyela pembicaraan.

...Plak...

"Si*lan Lo masih berani mengelak?" Kevin memberikan tinjunya tepat di bibir Alfan dia sudah tidak bisa menahan dirinya.

"Kakak Kevin hentikan. aku bisa jelaskan!" Kanaya memegang tangan Kevin dengan sangat erat supaya Kevin tidak melakukannya lagi untuk memberikan tinjunya ke Alfan.

Kanaya sangat merasa sesak di dadanya melihat pemandangan yang tidak mengenakkan hatinya, detak jantungnya menjadi sangat cepat melebihi detikan jam, tubuhnya yang mungil langsung menyusut ke Paving blok di halaman rumah itu sembari memegang dadanya dia meringis sangat kesakitan.

Kevin langsung tersadar akan Kanaya terduduk ke Paving blok dengan menarik tangannya, "Naya apa asma kamu kambuh? tanpa jawaban dari Kanaya dia langsung membopong tubuh Kanaya untuk masuk ke dalam mobil.

Alfan mencoba meraih tangan Kanaya, tetapi tangannya di tepis Kevin, dia hanya bisa melihat Kanaya meringis kesakitan di dalam mobil.

"Minggir Lo!" Kevin mendorong tubuh Alfan agar menyingkir dari mobilnya, dia langsung masuk ke dalam mobilnya, Kemudian meninggalkan halaman itu.

"Sayang, siapa mereka?" tanya Dewi sambil bergelayut di tangan Alfan.

"Kamu pergi dari sini! dan jangan temui aku lagi." tegas Alfan tanpa memberi penjelasan.

Alfan langsung masuk ke dalam mobil dia meninggalkan Dewi sendiri di sana, dia menyalip mobil satu persatu untuk bisa menyusul mobil Kevin dengan kecepatan tinggi untung saja jalannya tidak terlalu ramai hari ini.

...*****...

Sepuluh menit kemudian, Kevin dan Kanaya telah tiba di Rumah Sakit terdekat di daerah Dxxx, Kevin langsung membopong Kanaya untuk masuk ke dalam rumah sakit itu dengan tergesa-gesa.

Lima menit kemudian, Alfan juga telah Sampai tepat berada di dekat mobil Kevin, dia langsung berlari masuk ke dalam rumah sakit itu untuk menyusul Kevin dan Kanaya yang masih terlihat jelas dari pandangannya.

Tiba-tiba langkahnya terhenti karena Kevin dan Kanaya seketika telah hilang dari pandangannya. "Kemana mereka?" Alfan menyusuri satu persatu ruangan dia tidak melihat Kanaya di semua ruangan itu.

...Kring!...

(Hallo)

(Kamu sekarang di mana? cepat ke kantor Papa sedang di Bandung.) suara dari sambungan telpon.

(Iya aku akan segera ke kantor!) Alfan Langsung mematikan sambungan telponnya.

Alfan melanjutkan Kembali pencariannya dia tidak perduli akan perintah Papanya, yang di pikirnya saat ini hanyalah Kanaya, Alfan terus menyisir semua penjuru ruangan rumah sakit itu, dan sesekali bertanya ke suster yang tidak tahu akan keberadaan Kanaya. sampai pada akhirnya Dia ke luar dari rumah sakit karena tidak mendapatkan apa yang inginkannya, tepat setelah berada di luar dia melihat mobil Kevin sudah pergi dari rumah sakit itu, dia mengejar tetapi sudah terlanjur jauh dari pandangannya.

...*****...

Kevin memberhentikan mobilnya di suatu tempat seperti lapangan kosong hanya terlihat rumput-rumput hijau yang sudah meninggi, tangannya langsung naik mengusap lembut rambut panjang Kanaya dengan sayang, dia menenangkan Kanaya yang sedari tadi terisak tangis.

"Apa yang ingin kamu jelaskan sama Kakak? Apa ada yang kamu sembunyikan dari Kakak?" Kevin terus menekan pertanyaannya karena tidak tahan melihat adik bungsunya itu.

Kanaya menggelengkan kepalanya menandakan tidak ingin dia berbicara, dengan air mata yang terus jatuh ke pangkuannya dia terus berdiam diri dengan menundukkan kepalanya.

"Kanaya lihatlah mata Kakak? Kevin mengarahkan wajah Kanaya ke wajahnya dengan kedua tangannya dan kini empat bola mata itu saling memandang satu sama lain, Kevin semakin merasa terluka melihat Kanaya sibuk dengan tangisnya.

"Mata kamu tidak bisa menipu Kakak Kanaya! Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan? bicaralah! kalau kamu menganggap Kakak ada, kalau kamu tidak bicara berarti kamu tidak menganggap Kakak ini Kakak kamu!" Kevin terus menekan Kanaya untuk berbicara.

Kanaya menjadi sangat takut akan perkataan Kevin, dia mulai berani mengatakannya dari A sampai Z memang dia orangnya sangat lemah untuk Kakaknya ini, "Aku yang bersalah Kak. Kak Alfan sudah memperingatkan aku! tetapi aku yang memilih untuk masuk ke dalamnya jadi Kakak jangan salahkan dia."

Mimik wajah Kevin seketika menjadi berubah mendengar cerita Kanaya, dia langsung menurunkan tangannya dari wajah Kanaya, "Kakak mengerti sekarang, memang Kamu masih kecil Kanaya, jadi, kamu berpikiran seperti itu, Apa kamu menangis untuk dia? apa kamu sudah suka sama dia?" tanya Kevin memastikan.

Kanaya menggelengkan kepalanya "Entahlah!" jawabnya pelan.

"Kalau begitu cerai saja dengan dia, kedepannya kamu akan terus tersakiti, kamu tidak akan pernah bahagia dengannya sampai kapanpun, Kakak tidak ingin kamu menderita dengan pernikahan ini, Kakak akan bertanggung jawab atas semuanya sama Mama dan Papa." ujar Kevin.

...Bersambung......

...Lanjut ke Bab berikutnya......

1
Anita Jenius
2 iklan buatmu supaya semangat.
Qaisaa Nazarudin
Itu bukan CINTA tapi OBSESI..Harusnya Dewi nikah aja sama Alvaro, cocok tuh sama2 gak punya hati..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Alfan juga bisa mengancam papanya,Kalo papanya ingin berbaik-baik dgn mamanya,Papanya harus menerima Kanaya,Jangan mau selalu di tindas,Dasar lelaki tua gak sadar diri..
Qaisaa Nazarudin
Ini juga kesalahan kalian yg terlalu memanjakan anak..Tdk bisa menerima kenyataan kalo Alfan itu sudah punya istri,Masih juga kekeuh menyodorkan anak,Kayak anak gak laku aja,Dewi juga terlalu Egois..
Qaisaa Nazarudin
Ada hikmah di balik semua ini,Dengan Aldi menikahi Dewi,Jadi rumah tangga Alfan akan aman dari Pelakor..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal pernikahan Alfan dgn Kanaya,Ipar gak pernah akur..
Qaisaa Nazarudin
Andre udah terlambat,Mungkin sebelum Kanaya menikah dia dgn senang hati menerima Andre..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah lama bersahabat dgn ortunya Alfan,Kenapa Faisal gak tau seluk beluk keluarga itu,Sehingga dgn mudahnya menjodohkan anaknya, Sekarang baru menyesal, Nasi sudah jadi bubur,udah gak ada gunanya kamu marah dan menyesal..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Kanaya dari dulu sampai sekarang g pernah berubah,Tetap aja NODOH dan LEMAH..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Gak ramah banget sama iparnya,Padahal kenal juga dr kecil,heran aku..
Qaisaa Nazarudin
Inilah anak kalo terlalu polos dan Manja,Apa2 semua takut2 dan hanya bisa mengandalkan orang lain,Jadi cewek itu harus Tegas dan mandiri,Jangan manja..
Qaisaa Nazarudin
WAKTU YANG TERBUANG SIA SIA✅
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..
Jeankoeh Tuuk
turut berduka cita atas berpulangnya ayah tercinta ....semoga keluarga di beri kekuatan & ketabahan selalu
🌜💖Wanda💕🌛
Luar biasa
nining
inalilahi wainailaihi rojiun...turut berduka cita ya....semoga alm husnul khotimah
bunda safna: Aamiin ya Allah terimakasih untuk doanya Kak 🙏
total 1 replies
visi Sembiring
turut berduka cita thor semoga amal ibadah beliau di terima di sisiNya dan keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. semangat thor 🙏🙏
bunda safna: Aamiin ya Allah terimakasih untuk doanya Kak 🙏
total 1 replies
Suci Dava
Innalillahi wainailaihi roji'un, smoga almarhum husnul khotimah, Author di beri kesabaran yg luas dan keikhlasan utk berpulangnya ayahanda author, Aamiin, semangat utk berkarya lgi thor 💪🙏
bunda safna: Amin ya Allah terimakasih untuk doanya Kak 🙏
total 1 replies
Suci Dava
maaf, kok di ulang lgi thor 🤔
visi Sembiring
lbh baik alfan menjauh dr ayahnya smpe ayahnya menyesal setelah kehilangan anak, menantu dan cucunya
nining
lagian si alfan aneh aja...masa tamu di suruh nunggu di kamar🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!