NovelToon NovelToon
Kepingan Hati Ku

Kepingan Hati Ku

Status: tamat
Genre:Janda / Tamat
Popularitas:89.6k
Nilai: 5
Nama Author: siluet

bukan hanya di khianati tapi juga di banding banding kan dengan perempuan lain yang baru di kenal oleh suami nya, membuat Rasti memilih untuk pergi dan meninggalkan Irwan dan juga kedua anak nya yang berusia 12 tahun dan enam tahun.
" ya Tuhan kirimkan aku seorang pria yang mensyukuri keberadaan Ku di sisi nya, bukan hanya aku yang mensyukuri keberadaan nya..."
"aku memilih untuk pergi dan membawa kepingan hati ku yang terluka..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siluet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepingan hati bab 31.

sepulang sekolah kaila masuk ke dalam kamar Rasti, terlihat sang mama masih meringkuk dalam keadaan lemah.

"mah, masih pusing ?"

tanya kaila duduk di tepi ranjang memegang tangan Rasti yang terasa hangat.

"ya sayang, sedikit pusing tapi mama udah minum obat kok !"

jawab Rasti senyum.

"mah mau enggak kalau pergi berobat sama ayah ?"

tanya kaila membuat Rasti tertegun sejenak lalu menggeleng kan kepala nya cepat.

"mama enggak bisa pergi sama ayah kamu, lagi pula Mama juga sudah mendingan dan tidak perlu berobat !"

ujar Rasti menatap wajah kaila terpaku mendengar apa yang sang Mama lontarkan.

"keadaan nya sudah berbeda mama harap kamu paham !"

kaila hanya mengangguk pelan lalu memeluk Rasti, ia begitu khawatir sesuatu terjadi pada Rasti, hingga kaila minta sang ayah menemani mama nya berobat dan Irwan sendiri tidak merasa keberatan.

Rasti mengusapkan punggung kaila, dulu pria itu memang selalu sigap dan siaga jika ia sakit namun kini keadaan sudah jauh berbeda, Rasti tidak ingin ada interaksi apapun antara dirinya dengan Irwan, ia sudah berjanji untuk tidak lagi memberikan harapan apapun karena semua yang terjadi tidak akan pernah membuat keadaan kembali seperti dulu.

tentu saja Rasti masih mengingat bagaimana ia menahan sesak selama berminggu-minggu karena luka yang ia torehkan, tak akan pernah lupa bagaimana tubuh nya gemetar menahan rasa sakit yang menyayat hati dan Rasti masih ingat malam kelam yang ia lalui dengan tangisan karena sebuah perpisahan dan tak henti ia berdoa pasrah atas jalan hidup dan meminta untuk lupa pada nya, dan tentu saja ia juga tidak akan lupa bagaimana ia menguras tenaga nya agar terlihat baik baik saja padahal hatinya hancur berkeping keping, bahkan hingga saat ini Rasti tak tahu bagaimana bentuk kepingan hati nya.

luka itu begitu dalam, bukan hal mudah untuk melupakan atau bangkit dari keterpurukan,, ia bahkan hampir gila karena semua itu.

pria yang begitu ia banggakan, begitu ia Syukuri keberadaan nya tiba tiba menjelma menjadi sembilu yang menyayat hati, menghancurkan asa serta meluluh lantakkan mimpi yang baru saja hendak ia rangkai.

Rasti kembali menghapus air matanya, tak ingin menangis lagi tapi hal itu masih terasa pedih.

setiap malam terbangun hanya untuk meminta agar di ajarkan untuk ikhlas, namun ternyata ia masih belum mampu.

"mah, kenapa ?

maafkan kaila ya !"

ujar kaila mendongak menghapus air mata yang mengalir di pipi sang Mama.

"kaila enggak bermaksud bikin mama sedih, kaila hanya khawatir Mama kenapa kenapa !"

Rasti mengangguk lalu kembali memeluk putrinya itu.

"terima kasih karena sudah begitu peduli, Mama mengerti maksud kamu, andai semua masih seperti dulu, mama akan menjadi orang tua yang paling bahagia karena memiliki kamu dan Wildan juga....."

lagi lagi ia menangis, bagaimana cara nya ia ikhlas menerima kenyataan bahwa semua telah berubah dan dia bukan untuk nya lagi.

"apa Mama masih sayang sama ayah?"

Rasti tertegun mendengar pertanyaan dari kaila, jiwa nya sempat terguncang karena sebuah pengkhianatan yang melahap habis rasa itu.

"semua sudah berubah, jangan lagi bertanya tentang rasa !"

jawab Rasti lalu kembali memeluk kaila yang langsung terdiam.

beberapa kali Irwan mengecek ponselnya, menuggu pesan dari kaila untuk mengajak Rasti berobat hingga satu jam lamanya tak kunjung muncul.

"seperti nya Rasti menolak untuk pergi !"

batin Irwan sendiri, tadi pagi ia memang berbicara dengan kaila tentang Rasti.

"ayah siap antar Mama mu ke klinik kalau mau berobat...!"

ujar Irwan ketika kaila turun dari mobil, tentu hal itu di tanggapi dengan antusias oleh kaila.

namun sampai sore hari kaila tak juga menghubungi nya.

di kediaman lain....

regina termenung menatap hasil pemeriksaan kesehatan nya, ia lakukan semua itu tanpa sepengetahuan Irwan.

akhir akhir ini regina merasa kan sesak nafas dan perut nya terasa sakit juga keram.

hasil pemeriksaan medis mengatakan bahwa ginjalnya sedikit bermasalah, meskipun masih gejala namun hal itu cukup serius Dan membahayakan nyawa pasien.

"kamu harus kasih tahu Irwan soal ini, jangan takut kita sudah minta dokter untuk memberi obat terbaik..."

ujar sang mama menasehati Regina, semua terjadi karena ia sering mengonsumsi minuman bersoda dan juga makanan yang mengandung banyak pengawet.

"takut bang Irwan meniggalkan aku ma !"

jawab regina cemas takut kalau Irwan tak setia.

"jangan berpikir seperti itu, Mama tahu Irwan bukan laki laki seperti itu ? dia sangat menyayangi mu re!"

regina kembali diam, sekarang saja Irwan belum menghubungi nya.

"dokter bilang, kamu masih bisa sembuh dengan rutin kontrol dan berobat... jadi jangan takut !"

sambung sang Mama dan di anggukan oleh regina, benak nya terus memikirkan Irwan.

jujur ia sangat takut kehilangan Irwan, memang semua ia dapatkan dari merebut dari Rasti.

regina berpikir apakah ia tengah mendapatkan karma ? beberapa waktu minta orang untuk merusak image laundry milik Rasti karena kesal pada kaila, laundry milik Rasti menjadi sepi.

Irwan pasti akan marah jika mengetahui keburukan nya dan sekarang ia sakit parah.

"coba telpon Irwan dan suruh dia kemari !"

ujar sang mama membuyarkan lamunan regina.

gegas regina menghubungi Irwan untuk meminta nya datang namun beberapa kali tak ada jawaban karena saat itu Irwan tengah mengikuti pengajian rutin pada malam Selasa.

"enggak di angkat ? kenapa ya ?"

batin regina bertanya sendiri.

ia pun menghela nafas lalu merebahkan tubuh nya di ranjang, memejamkan mata nya yang mengantuk.

sepulang dari pengajian Irwan tak langsung mengecek ponselnya, ia pergi mengendarai kendaraan roda dua nya menuju rumah Rasti, sebelum nya Irwan mampir untuk membeli nasi goreng untuk nya, kaila, Rasti, dan juga Wildan.

kaila tersenyum senang saat melihat Irwan datang dan membawa beberapa bungkus nasi goreng untuk mereka, laundry sudah tutup.

Wildan dan Rasti memperhatikan kaila yang tengah berinteraksi dengan sang ayah.

"ma.... ayah bawa nasi goreng untuk kita !"

ujar kaila menarik tangan Irwan untuk masuk ke dalam rumah.

Wildan hanya tersenyum kecil, berbeda dengan Rasti ia diam tanpa ekspresi.

"bagaimana keadaan mu ras, kaila bilang kamu sakit?"

tanya Irwan membuat Rasti termangu.

"aku baik baik saja...!"

meski sesungguhnya apa yang terasa kebalikan dari apa yang ia utarakan.

"aku boleh makan di sini bersama anak anak ?"

tanya Irwan lagi, Rasti mengangguk namun ia beranjak meninggalkan tempat itu.

"ya sudah, ayo makan ! kaila siap kan !"

ujar kaila mengajak Irwan untuk duduk, Wildan sendiri paham apa yang di rasakan oleh sang mama, namun ia tidak ingin memihak karena seperti apapun sang ayah, ia tetaplah orang yang banyak berjasa di hidup nya.

mereka bertiga melahap nasi goreng tersebut sambil mendengar kaila bercerita, sementara Rasti memilih untuk pergi dan membiarkan kedua anak nya makan bersama ayah nya.

bersambung...

terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍

1
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
mampir... setelah baca karyamu 'chef i love u'
siluet: terima kasih 😍😍😍
total 1 replies
Surati
bagus
angel
ceritanya bolak-balik
Jue
Bagi Rasti yang tidak punya Wali anak lelakinya Reza boleh jadi wali Rasti kerana sudah Akhil baligh
Ester Yaru
ckup bgus
Uthie
Saya keep dulu untuk sy baca the next 👍👍😆😍
Al Fatih
cerita yang bagus kaka,, sempat mewek awalnya,, menjelang akhir kisah juga sedih,, tapi syukurlah berakhir bahagia
siluet: terima kasih kakak 😍😍😍
total 1 replies
Al Fatih
bagus ceritanya,, sempat ga nyangka irwan akan meninggal...,,
Al Fatih
aq juga ikut ikutan deg deg ser mbak ras..
Al Fatih
bagus juga tuh mbak,, panggilannya rengginang
Al Fatih
kenyataannya d dunia nyata banyak yg gt,, ketika sdh d uji dgn kejayaan,, kemakmuran...,, pasangan yg menemani dr nol pun tergantikan,, walaupun ga semua sih...
Al Fatih
rasakan awal mulai pembalasan utk sikapmu itu...,,
Al Fatih
lanjut bacanya walaupun sedih😢
Al Fatih
hadir kaka....,, dari awal koq sdh mewek kyk gini yaaa
siluet: lanjut kakak, terimakasih 🤭🤭😍
total 1 replies
kavena ayunda
kaila ne uda mgerti cinta2 tp bodohhh sebel liat anak model.gini gk ada dewasanya smp.itu bukan anak2 lagi tapi remaja yg harusnya pinter menilai
Andriany Na70
sedih ceritanya tapi bagus... semangat trus ya thor menulis cerita yg bagus dan menarik
siluet: Terima kasih kakak, mampir di cerita author yang lain ya😍😍 semoga suka 😍
total 1 replies
neng ade
maafkan komen ku ada tepinya ya thor seharusnya Rasty bkn Rassyid
siluet: ya enggak apa apa kak 🤭😍
total 1 replies
Zahra talita
nikmati aja bang ir karena penyesalan tu selalu belakangan kalau diawal mah namanya pemberitahuan
neng ade
yah .. beneran tamat ya thor .. padahal nunggu Rasyid hamil sampai melahirkan buah cinta nya Jaka dan Rasty 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!