Bagaimana jika suatu hari kau harus menggantikan posisi adikmu menikah dengan Pangeran Vampir?
Nadia adalah seorang gadis yang diadopsi, dan dia tidak tahu asal usulnya.
Ada sosok Pangeran Vampir yang diketahui sudah menikah sebanyak 12 kali. Dan semua istrinya itu meninggal kurang satu minggu sejak hari pernikahan.
Apakah Nadia bisa selamat saat tinggal bersama Pangeran Vampir yang disebut-sebut sebagai Vampir paling kejam itu?
Temukan jawabannya dengan membaca kisah ini selengkapnya...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Bertemu Orang Tua Kevin
"Kemari lah." Ucap Sang Ratu pada Nadia.
"Ibunda." Ucap Viola memanggil Sang Ratu.
"Nadia, aku tidak mengira bahwa kelakuan mu menjadi begitu baik." Ucap Viola kepada Nadia.
Nadia tidak mau membalas ucapan Viola. Dia ingin menenangkan dirinya, karena tidak peduli apapun yang akan dikatakan oleh dirinya, semua orang pasti akan lebih mempercayai Viola dibandingkan dirinya. Nadia lantas melangkah mendekat ke arah Sang Raja untuk menyapanya.
"Sudah begitu lama sejak aku terakhir kali datang ke tempat ini." Ucap Sang Ratu seraya duduk.
Sang Ratu lantas menatap kearah Nadia dan memerintahkan nya untuk mengambilkan segelas air. Nadia pun mengangguk. Setelah itu Nadia pergi mengambil air ke dapur. Namun saat dia kembali dengan membawa segelas air, Viola membuat Nadia jatuh hingga air yang dibawanya mengenai tubuh Sang Ratu.
"Aku minta maaf." Ucap Nadia.
Setelah itu Amanda datang dan memberikan beberapa tisu kepada Sang Ratu.
"Kau meminta maaf. Kau benar-benar tidak tahu sopan santun bukan?" Ucap Sang Ratu.
Amanda mencoba membela Nadia dengan mengatakan bahwa Nadia tidak sengaja menumpahkan air itu. Namun Sang Ratu lantas membentak Amanda dan mengatakan dia tidak bicara dengan Amanda dan langsung meminta Amanda pergi untuk mengerjakan tugasnya.
Baik Yang Mulia." Ucap Amanda seraya melihat kearah Nadia, kemudian diapun pergi.
"Aku tidak peduli jika kau seorang manusia. Kau perlu belajar untuk bagaimana melakukan sesuatu dengan benar." Ucap Sang Ratu kepada Nadia.
"Sudah cukup. Kenapa kau sangat membenci dia. Dia tidak melakukan hal yang salah kepadamu, sehingga kau begitu membenci dia." Ucap Sang Raja membela Nadia.
"Ayahanda. Bagaimana mungkin Ayahanda bisa mendukung gadis yang baru saja Ayahanda temui. Dia itu menggoda Kevin dan Kevin sangat polos sampai mencintai dia." Ucap Viola.
"Viola, aku bukan Ayah mu, dan jangan panggil aku seperti itu. Jika kau tidak menaruh kakimu di jalannya, maka dia tidak akan terjatuh." Ucap Sang Raja.
"Yang Mulia, ini adalah pertama kalinya Yang Mulia berteriak kepadaku." Ucap Viola.
Sang Ratu lantas membela Viola dan mengatakan kepada Sang Raja untuk tidak berbicara kepada Viola seperti itu karena mereka sudah mengenal Viola begitu lama dan apa salahnya jika Viola memanggil Sang Raja dengan sebutan Ayahanda.
"Aku tidak mau ada masalah apapun. Kita baru saja tiba disini. Ayo kita istirahat." Ucap Sang Raja seraya melihat kearah Nadia.
Kemudian, Sang Raja bertanya dimana keberadaan Kevin kepada Nadia.
Nadia pun menjelaskan bahwa Kevin tidak ada di dalam istana. Karena dia sudah keluar dari istana sejak pagi tadi setelah mendengar berita tentang wabah penyakit yang baru saja muncul.
"Kau membiarkan dia untuk pergi? Dia adalah seorang putra mahkota. Apakah kau ingin dia mati?" Teriak Sang Ratu.
"Aku tidak bisa menghentikannya karena dia ingin menemukan solusi untuk menghentikan wabah penyakit itu." Ucap Nadia.
"Manusia.... manusia... manusia.... Kau hanya terus memikirkan dirimu sendiri." Ucap Sang Ratu semakin kesal pada Nadia.
"Sudah cukup!!!" Teriak Sang Raja. "Kevin adalah pria yang keras kepala dan tidak ada yang bisa menghentikan dia." Lanjut Sang Raja.
Kemudian Sang Raja memanggil Lionel. Sang Raja lantas meminta Lionel untuk menemukan Kevin dan membawanya kembali pulang ke rumah sekarang juga. Lionel pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia pun pergi. Sang Raja juga meminta Nadia untuk pergi dan beristirahat. Nadia lantas pergi dan membuka pintu kamarnya, ternyata ada Amanda di dalam kamarnya.
"Kenapa kau ada di sini?" Tanya Nadia.
"Apakah Sang Ratu bersikap buruk kepadamu?" Tanya Amanda.
"Kau bisa bilang bahwa Sang Ratu tidak menyukai aku." Ucap Nadia.
"Sang Ratu memang tidak pernah menyukai manusia." Ucap Amanda.
"Aku tahu, Phillip mengatakan hal itu kepadaku." Balas Nadia.
Nadia lalu duduk di atas tempat tidur.
"Kau terlihat sedih." Ucap Amanda.
"Sejujurnya saja, aku tidak berharap untuk bertemu dengan mereka begitu cepat." Ujar Nadia.
"Nadia, aku tahu apa yang kau maksudkan." Balas Amanda.
"Meskipun Kevin mengatakan kepadaku bahwa aku akan bertemu orang tuanya, aku sudah tahu bahwa Sang Ratu membenci aku karena faktanya dia memang membenci manusia." Ucap Nadia.
Sementara itu.....
Di tempat lain dimana Viola berdiri, dia sangat senang karena Sang Ratu membenci Nadia. Dia merasa senang karena tidak perlu melakukan apapun. Dan yang perlu dia lakukan hanyalah untuk membuat Sang Ratu semakin membenci Nadia.
Beberapa menit kemudian, Kevin kembali. Viola tampak begitu senang dan menyambut kedatangan Kevin. Dia memanggil nama Kevin dan langsung memeluk Kevin.
"Viola, berhentilah melakukan kontak fisik." Ucap Kevin seraya mendorong Viola.
Kevin langsung pergi dan bertemu dengan kedua orang tuanya di ruang tamu. Sementara itu Viola tampak sangat marah.
Sang Ratu langsung mengatakan kepada Kevin kenapa dia pergi keluar istana, padahal di luar sana ada wabah penyakit yang tengah terjadi. Namun Kevin mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
"Kevin, aku belum bertemu denganmu untuk waktu yang sangat lama." Ucap Sang Raja.
"Aku belum memaafkan mu." Ucap Kevin tegas.
Kevin lantas hendak pergi. Namun Sang Ratu bertanya kemana dia akan pergi. Kevin pun menjawab bahwa dia ingin beristirahat karena dia kelelahan. Setelah itu, Kevin pergi. Sang Ratu berkata kepada Viola bahwa Viola harus menyerah kepada cintanya terhadap Kevin, karena hati Kevin tampaknya sudah diambil oleh orang lain.
Mendengar hal itu Viola menjadi semakin kesal dan ingin sekali membuat Nadia lenyap dari hidup Kevin agar dia bisa bersatu dengan Kevin.
Di dalam kamar.....
Nadia tengah berbaring di atas tempat tidur dan Amanda tengah memijat punggungnya. Kevin masuk ke dalam kamar dan Nadia tidak mengetahui hal itu.
Amanda hendak menyebut nama Kevin, namun Kevin memberikan tanda untuk dia berhenti dan pergi meninggalkan Nadia.
"Nadia, aku mau pergi mengambil sesuatu." Ucapan Amanda.
Setelah itu, Amanda pun pergi. Nadia berpikir apa yang hendak diambil oleh Amanda.
"Kau sudah kembali." Ucap Nadia yang berpikir bahwa orang yang tengah memijat punggungnya itu adalah Amanda.
Nadia kemudian bertanya kepada orang yang dia pikir adalah Amanda tentang kapan Kevin akan kembali ke istana. Namun orang yang ditanya tidak menjawab apapun.
"Amanda." Ucap Nadia mencoba memanggil Amanda.
"Maaf sudah mengecewakanmu. Tapi aku bukan Amanda." Ucap Kevin.
"Eehh...." Balas Nadia.
Nadia dengan cepat berdiri dan dia melihat Kevin dan langsung bertanya kepadanya, apa yang Kevin lakukan di dalam kamar. Kevin lantas menjawab bahwa dia sudah kembali dari tempat dimana dia pergi.
"Kenapa aku tidak mendengar mu kembali?" Tanya Nadia.
"Mungkin, ada sesuatu yang salah dengan telingamu." Balas Kevin.
Mendengar ucapan Kevin, Nadia tampak kesal dan dia langsung mengangkat tangannya hendak memukul Kevin. Namun Kevin langsung memegang tangannya.
"Kau sangat suka memukuli orang lain ya." Ucap Kevin.
"Kevin, bagaimana kau bisa tidak kembali ke rumah? Padahal kau mengetahui bahwa orang tuamu akan ada disini." Ucap Nadia dengan matanya yang mulai berair.
Melihat Nadia yang hendak menangis, Kevin lantas melepaskan tangan Nadia dan bertanya apa yang terjadi kepadanya, apakah Sang Ratu mengatakan hal buruk kepadanya.
Nadia menjelaskan bahwa Sang Ratu tidak mengatakan hal apapun, karena ini adalah pertama kalinya bagi Nadia untuk bertemu dengan orang tua Kevin, namun Kevin tidak ada disampingnya. Jadi Nadia menjadi begitu gugup.
"Nadia, aku pikir aku adalah gadis yang sangat berani." Ucap Kevin.
"Apakah kau menertawakan aku?" Ucap Nadia.
Kevin menggeleng lalu mengajak Nadia turun ke lantai bawah untuk mengenalkan Nadia secara formal kepada kedua orang tuanya. Namun Nadia menolak karena mengatakan bahwa Sang Ratu marah kepada dirinya.
"Kenapa dia marah kepadamu?" Tanya Kevin.
Nadia lantas menceritakan bahwa Sang Ratu memintanya untuk mengambil kan dia air dan saat Nadia mengambil air dan memberikannya kepada Sang Ratu. Viola memutuskan untuk melakukan suatu trik bodoh pada dirinya dan hal itu membuat Nadia secara tidak sengaja menjatuhkan air yang mengenai tubuh Sang Ratu.
"Jadi apakah ibunda ku menyalahkan dirimu?" Tanya Kevin.
"Sepertinya begitu. Tapi ngomong-ngomong Sang Raja membela aku, di mana hal itu membuat semuanya menjadi lebih baik." Ujar Nadia.
Bersambung....
Masak Buat Jadi Jodoh Aja Mesti Pake Test Test Segala..
1+1=2 Ya ❓
1x1=1 Dong Ya ❓
😍👉💎
Kayak Mo Cari Gawe-an/Pekerjaan Ajah.. Mo Cari Pekerjaan Atau Mo Cari Jodoh 🤓
😅😅😅🤑🤑🙋♀️😍🙋♀️🤑🤑😁😁😁