NovelToon NovelToon
Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:683.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ocean Na Vinli

Cantik, baik, dan kaya raya itu lah Darla Marques. Seorang wanita mandiri yang memiliki bisnis makanan semur jengkol di Los Angeles.

Akan tetapi cerita cinta Darla tak semulus jalanan tol. Kisah cintanya bagaikan pungguk merindukan bulan. Mencintai seseorang yang sulit untuk ia gapai. Eslin' cinta pertamanya sejak lama sudah berkeluarga. Ide gila Darla pun tercetus begitu saja. Ia berencana memisahkan Eslin dan istrinya.

Di sewaktu malam kelabu, Darla memberikan Eslin minuman yang sudah ditaburi obat tidur. Esok harinya bak mimpi di siang bolong Darla malah mendapati dirinya terbangun bersama seorang pria asing.

"Ka-u, ka-u sia-pa?!" Darla bertanya dengan terbata-bata.

Pria itu membalas dengan menyeringai tipis.

Penasaran? Kata kuncinya yuk baca, hehe....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Terindah

Mendapatkan pertanyaan tersebut. Eslin terdiam sejenak. Pria itu tengah memikirkan sesuatu.

"Eslin!" panggil James. Ia menahan sabar saat Eslin tak langsung membalas perkataannya. Kedua alis matanya saling bertautan, menebak jika Eslin juga mencintai Darla. Hal itu dapat ia lihat dari sorot mata Eslin yang menyiratkannya kekaguman pada seseorang.

"Sudah lah James, aku tidak mungkin mencintai Darla. Dia sudah aku anggap sebagai anakku, lagipula aku sudah memiliki istri," ucap Eslin.

Sebisa mungkin Eslin menutupi perasaannya sekarang. Perasaan yang berbeda ketika Darla secara terang-terangan mengatakan padanya tadi tidak akan menampakkan wajahnya lagi di hadapan dirinya. Eslin baru menyadari jika ia telah mencintai Darla. Tapi dia berusaha meredam perasaannya saat ini, mengingat ia sudah memiliki istri dan anak.

Rahang James mengeras. "Bagus kalau kau tahu diri. Anggap lah dia tetap menjadi anak mu sampai kapan pun itu. Jangan pernah menemuinya lagi," katanya dengan berlalu pergi meninggalkan Eslin, seorang diri.

'Darla, maafkan aku. Setidaknya sekarang kau sudah memiliki seseorang di sisimu.' Batin Eslin dengan menatap punggung James menghilang di ujung sana.

Di sisi lain, Darla sedang berjalan-jalan di halaman belakang hotel. Dia tengah berbicara pada dirinya sendiri. Cahaya lampu temaram dari tiang lampu menerangi dirinya di dalam kegelapan malam. Darla mendesah kasar karena bingung dengan perasaannya saat ini. Apa kah dia masih mencintai Eslin atau tidak? Darla kepikiran dengan kejadian beberapa menit yang lalu, ketika ia dan Eslin bersama, dia tak merasakan debaran didadanya lagi. Pikiran Darla semakin berkecamuk kala melihat tatapan Eslin yang meneduhkan tadi.

"Keputusan mu sudah benar Darla. Lagipula Eslin hanya menganggapmu sebagai sebagai anaknya, semoga saja Esme tak menyakiti Eslin." Darla mendongakkan kepalanya ke atas langit, melihat gemerlap bintang-bintang kecil bertaburan di atas sana.

Darla menarik nafas panjang. "Mom, Dad, apa aku bisa memiliki seseorang yang mencintaiku dengan tulus? Aku ingin sekali memiliki satu orang spesial yang menjadikanku ratu dihatinya," katanya dengan duduk di kursi kayu panjang.

"Ratu? Aku bisa menjadikanmu ratu di istanaku," sahut seseorang entah dari mana membuat Darla terkejut seketika.

"Oh my God, siapa itu?" Kepala Darla berputar ke segala arah, mencari siapa yang berbicara tadi. Seketika ia menghentikan gerakan kepalanya tatkala mendapati seorang pria asing berperawakan tinggi, tengah mengamati penampilannya.

"Cih, bisa kah anda pergi dari sini, ini wilayahku," ucap Darla dengan bersikap waspada.

Pria asing itu terkekeh kecil. "Wanita aneh, ini kan tempat umum dan tidak larangan juga aku di sini, kau orang yang bersama James Vardy kan tadi?" tanyanya dengan mengambil sepuntung rokok dari saku jas-nya.

Darla memicingkan matanya, menilai penampilan pria asing itu dengan seksama, yang menurut Darla sok kenal dan sok dekat dengan James.

"Ada apa? Mengapa kau tidak menjawab pertanyaan ku? Apa aku terlihat seperti penjahat." Pria itu menghembuskan asap ke udara lalu berjalan perlahan mendekati Darla.

Radar marabahaya terdeteksi, Darla segera mengangkat satu tangannya ke udara, kemudian berkata,"Stop! Jangan mendekat!"

Ayunan kaki pria asing itu pun terhenti. Terkekeh sejenak karena wanita didepannya ini sangat lah unik.

"Ckckck apa ada yang lucu?" Darla mengerlingkan matanya dengan malas.

"Iya, kau sangat lucu, kau belum menjawab pertanyaan dari ku Nona. Ada hubungan apa antara kau dan James Vardy?" Raut wajah pria itu berubah cepat saat mengucapkan nama James Vardy.

"Dia suamiku!" jawab Darla dengan ketus.

"Suami?" Gurat keterkejutan tergambar jelas di wajahnya saat ini. Seketika ia tersenyum sinis.

"Istri James ternyata sangat lah cantik, kau tahu Nona. James sangat beruntung memilikimu," kata pria itu dengan memandangi tubuh Darla dari atas hingga ke bawah kaki.

Enggan menyahut. Darla membalas dengan mendengus kasar.

"Kalau begitu bisa kah anda pergi dari sini! Anda benar-benar menganggu kegiatanku!" bentak Darla karena pria itu berhasil membuat moodnya semakin hancur. Apalagi sekarang pria itu menatapnya dengan penuh nafsu.

Pria itu menyeringai tipis. "Kau benar-benar tipe ku, aku pikir kau hanya lah pacar James tapi ternyata kau adalah istri James. Aku tak menyangka bedebah itu ternyata mau memiliki sebuah keluarga, haha! Baik lah karena dirimu, aku akan pergi."

Darla tak mengubris perkataan pria asing itu. Sibuk sendiri dengan dunianya.

"Apa kau tak mau tahu siapa namaku, Nona?" kata pria asing itu lagi membuat Darla semakin jengkel sebab pria itu tak langsung pergi.

"Apa untungnya bagiku kalau aku tahu namamu! Lebih baik kau pergi saja sana! Menyebalkan sekali!" Darla memasang wajah angkuhnya.

"Hahaha! Kau sangat cantik Nona, pantas saja James mau menikahimu!" Pria itu melempar rokoknya ke sembrang arah. "Nama ku Orlando Smith, senang berkenalan denganmu." Sambungnya dengan mengulurkan tangan kepada Darla.

Darla melayangkan tatapan sinis kepada pria itu tanpa mau menerima jabatan tangannya. Ia melipat tangannya di dada seraya mengangkat dagunya sedikit.

Pria itu mendesah kasar ketika Darla kembali mengacuhkan dirinya. "Oke baiklah aku pergi, sampaikan salam ku pada James," pungkasnya dengan berlalu pergi dari hadapan Darla.

"Cih, mengapa semua pria itu sangat menyebalkan!" umpat Darla. Darla menatap kepergian pria itu dengan memandang sengit. Tanpa ia sadari pria itu mendengar perkataan Darla barusan. Seulas senyum tipis terukir di wajah pria itu seketika.

'Hm sangat menarik.' Monolog pria itu lalu menoleh ke belakang sekilas, melihat Darla sedang melamun di kursi kayu.

Sementara itu. Kepala James celingak-celinguk sedari tadi. James diterpa resah dan gelisah karena Darla tak kunjung ketemu. Dia merutuki kebodohan sendiri karena memarahi Darla di depan umum tadi.

"Oh my God, kemana dia?" James bergumam dengan mengedarkan pandangan ke segala arah.

"Darla, di mana kau?!" panggil James untuk ke sekian kalinya.

"Dar–" James menjeda ucapannya ketika melihat Darla di ujung sana tengah duduk sendiri, menghadap taman belakang mall. Secepat kilat James berjalan, menghampiri Darla.

"Darla!" panggil James tanpa melepaskan pandangannya dari di depan.

Di ujung sana. Mendengar namanya di panggil. Darla menolehkan matanya ke sumber suara, raut kebingungan muncul di wajahnya, melihat James melangkah cepat, menghampirinya.

"Dia kenapa? Seperti orang kesetanan saja," desis Darla pelan, kemudian beralih menatap ke depan.

"Darla!" James segera berjongkok dihadapan Darla, mengenggam erat kedua tangan wanitanya itu, kemudian menatap Darla dengan dalam. Dahi Darla berkerut kuat, melihat sikap James.

"Kau dari mana saja? Aku mengkhawatirkan mu," sahut James dengan nafas terengah-engah.

"Khawatir? Memangnya aku kenapa?" Darla menunjuk dirinya sendiri.

James tergugu, bibirnya seketika kelu, saat mendapati sebuah pertanyaan simpel dari Darla. Dia pun pada dirinya sendiri, begitu mencemaskan Darla.

"James, kau kenapa sih? Kau sudah selesai bernostalgia dengan mantanmu?" tanya Darla tiba-tiba dengan raut muka biasa saja.

"Tadi aku hanya mengantar Esme ke ruangan, aku tidak bernostalgia dengannya, apa kau cemburu?" tanya James penasaran.

"Aku? Cemburu? Untuk apa aku cemburu denganmu, ada-ada saja kau ini. Aku memaklumi dirimu bersama Esme, mengingat kau adalah mantan terindah Esme. Pergi lah James selagi masih di sini, aku masih ingin di taman ini."

Mendengar perkataan Darla barusan. Muka James memerah tiba-tiba dan nafasnya memburu kuat.

1
Felycia Fernandez
wow 👍👍👍👍
Novita Ningrum
manly bingits..
pesen 1 thor..
YANGGI Yanggi
..
jen
sedih bgt sih... menegangkan. tapi itu keguguran gag ya... smpe lari" gtu
jen
semoga anak km baik" sj
jen
semoga semua baik" sj. dharla dan James Junior
jen
sukaaa , Darla dr keluarga hebat
jen
owh sukaaaa... ternyata pamannya Darla kerennnnnn
jen
heran... masa sehebat itu Thor Darla . apa dia sebelumnya bljr bela diri?
jen
serem bgt sih
jen
brarti James msh suka Esme
jen
hahahaa... Ku bayangin. ngakak abizzzz
jen
semoga bs kabur deh darla
jen
ternyataaaaaa.... esme itu .... sakit bgt sih Darla yg di bandingkan sm dia
jen
hahhaha makan tuh pembahalasan dr othornya... bikin setres
jen
dipel tuh air liur Ampe banjir hahaha
jen
penasaran ada rahasia apa ya tentang Darla
jen
serius jengkol di LA
Aanoer
🌹
YANGGI Yanggi
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!