Cecilia melempar dengan kasar novel yang baru saja dibacanya ke samping tubuhnya, dia merasa kecewa dengan isi novel tersebut, dia lalu bangun dan mengambil secarik kertas dan pulpen lalu menulis " ketika Rosalin tahu kalau dia dipermainkan Miranda dan julio maka Rosalin merubah penampilan nya dan bertekad merebut Julio dari pelukan Miranda.”
tiba-tiba angin bertiup membuka halaman novel tersebut lalu novel itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang ada suara yang berkata " Cecilia rubahlah nasib Rosalin seperti yang sudah kamu tulis di kertas itu" , tiba -tiba Cecilia terserap ke dalam novel tersebut dan menempati tubuh Rosalin tokoh utama wanita dalam novel tersebut.
Kini Cecilia menjalani hari-harinya sebagai Rosalin, dia hanya dapat kembali ke dunia nyata apabila dia telah merubah nasib Rosalin persis seperti yang sudah dia tulis di secarik kertas itu.
Mampukah Cecilia mewujudkan apa yang sudah dia tulis di secarik kertas itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estin Toisuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih mencintai Rosalin
Pagi hari Miranda memutuskan untuk menanyakan sesuatu soal pertunangannya dengan Julio. Saat dia melihat Ayahnya sedang sarapan dia mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya
“Ayah...boleh aku bertanya sesuatu?”
“Ya..boleh saja tapi cepat ya, Ayah harus segera berangkat ke kantor.”
“Ayah... seandainya aku memutuskan hubungan ku dengan Julio apakah Ayah akan tetap menangung biaya pengobatan Nyonya Tasya?” Miranda berbicara dengan sangat hati-hati.
“Ayah rasa, Ayah tidak perlu menjawab pertanyaan mu karena kamu sendiri sudah tahu jawabannya tetapi Ayah mau tahu alasanmu ingin memutuskan hubungan dengan Julio.”
“Hmmm......aku....aku....mencintai George.” Wajah Miranda memerah karena malu.
“Ohhh....begitu ..lalu apakah George sudah menyatakan cintanya kepadamu?”
Miranda lantas menceritakan secara singkat awal pertemuan mereka, bagaimana George berusaha mencuri hatinya dan sampai akhirnya George memutuskan untuk tidak mengejar cintanya lagi tetapi beralih kepada Rosalin.
“Nah .. sekarang apakah kamu yakin kalau George akan mencintai mu kembali atau justru dia malah sedang mengejar cinta Rosalin.”
Pertanyaan Ayahnya membuat Miranda tersentak “ Hmm.....aku belum yakin seratus persen tetapi aku kira George sudah mulai mencintai ku, buktinya dia rela mengantarku ke Bandung.”
“Miranda.....apakah kamu yakin George mau mengantar mu ke Bandung karena dia mencintaimu atau hanya karena Papinya yang menyuruhnya dan terpaksa dia mengantar mu.”
Miranda masih terpaku mendengar perkataan Ayahnya.
“Sudah dulu ya, Ayah mau segera ke kantor persiapan ada meeting penting.” Tuan Frans mengecup kening putri kesayangan itu lalu segera pergi ke luar rumah.
“Maafkan Ayah, bukan maksud Ayah ingin mempersulit hidup mu, tetapi Ayah mau kamu belajar berkomitment dan tidak mengambil keputusan terburu-buru. Kalau kamu dan George sudah yakin, Ayah harap kamu, George dan julio datang bicara dengan Ayah.” Tuan Frans berkata dalam hatinya.
Miranda menceritakan hal itu kepada Julio saat Julio datang menjemputnya
“aneh tapi mengapa Rosalin pernah bilang kalau Ayah kamu akan tetap menangung biaya pengobatan mama ku walaupun kita sudah putus.” sahut Julio.
“Lebih baik nanti kita bertemu Rosalin dan menceritakan hal ini ayo tambah kecepatan nya.”
Miranda sudah tidak sabar untuk segera sampai di kampus dan bertemu Rosalin.
Baru saja Julio memarkirkan mobilnya Miranda segera turun dari mobil
“ Julio aku ke kantin dia pasti di sana, kamu di mobil saja.”
Julio hanya bisa menuruti perkataan Miranda.
Dugaan Miranda benar Rosalin sedang duduk di kantin bersama Luna dan Yoan sambil menatap sarapan
“Rosalin.....Rosalin.....ayo ikut aku.” Miranda langsung saja menarik tangan Rosalin.
“Hei....ada apa ini? tidak bisa tunggu aku selesai sarapan dulu? Aku belum sarapan!”
“Sudah nanti saja ini lebih penting dari sarapan, pokoknya kamu ikut aku!”
“Apa yang lebih penting daripada sarapan di pagi hari, astaga ada apa dengan mahluk satu ini, arggghhhhh” umpat nya dalam hati.
Miranda membawa Rosalin ke dalam mobil dan menyuruhnya masuk, lalu dia mulai menginterogasinya
“Lin, katakan dengan jujur darimana kamu dapat informasi bahwa Ayahku akan tetap menangung biaya pengobatan Nyonya Miranda walaupun hubungan ku dengan Julio berakhir.”
“Kan aku sudah bilang rahasia, memangnya ada apa?”
Miranda menceritakan kejadian tadi pagi, Cecilia mendengarkan dengan sungguh-sungguh dahi nya sampai berkerut.
“Nah....berarti kesimpulan nya tidak seperti yang kamu katakan Lin, coba kamu bilang siapa yang kasih informasi itu ke kamu.”
Miranda mendesak Rosalin.
“Kenapa bisa jadi begini ya? seharusnya tidak seperti ini?”
“Katakan saja siapa yang memberimu informasi nanti kita minta dia mempertanggung jawabkan informasi tersebut!” kali ini Julio mendesak Rosalin.
“ Miranda jangan – jangan Ayah mu tidak menyukai George?”
“Aku rasa Ayahku menyukai George” jawab Miranda yakin.
“Miranda, Julio aku tidak bisa berpikir perutku lapar, aku makan dulu ya sebentar lagi kelas sudah dimulai.” Rosalin keluar dari mobil dan segera menuju kantin untuk makan.
Sepanjang hari Cecilia berpikir apa yang sebenarnya terjadi?
“Aha....aku tahu...”
tanpa dia sadari dia mengeluarkan aura yang cukup besar karena merasa senang, padahal kelas sedang berlangsung.
“Tahu apa kamu? Memangnya saya sedang bertanya?”
Dosen yang sedang berdiri di depan memandang tajam ke arah Rosalin.
“Ehhh....maaf Pak...”
Cecilia tersipu malu apalagi beberapa mahasiswa tampak menahan tawa bahkan Luna dan Yoan pun terlihat menahan tawa mereka.
Kuliah telah selesai Cecilia menghampiri Julio dan Miranda
“aku tahu jawabannya, Miranda sepertinya kamu harus terus berusaha menarik hati George sehingga dia akan bilang kalau dia mencintai mu, itulah yang diinginkan Ayahmu, kepastian bukan hanya perasaan seperti yang kamu bilang.”
“Kamu yakin begitu Lin? Miranda ragu.
“Coba aja kamu renungkan kembali kata-kata Ayahmu tadi pagi, sudah ya aku mau ke cafe dulu dahh.....”
Miranda dan Julio hanya bisa melihat Rosalin yang telah menjauh dari mereka.
Cecilia memang sengaja menghindar dari pertanyaan berikutnya yang mungkin akan dilontarkan Miranda atau Julio karena kini dia tidak ingin terlibat terlalu jauh biarkan saja penghuni novel yang bertindak begitu pikirnya.
Miranda mengajak Julio pulang dalam perjalanan Miranda berusaha mengingat kata demi kata ucapan Ayahnya tadi pagi
“hmmm.....sepertinya benar apa yang dikatakan Rosalin, Ayahku ingin aku memastikan apakah George melakukan ini semua karena dia benar-benar mencintai ku atau hanya karena di suruh oleh Papinya.” Gumamnya dalam hati.
“Miranda ....mungkin aku bisa membantu mu, akan aku tanyakan hal itu kepada George langsung bagaimana menurut mu?” ide Julio.
“Boleh saja tetapi tolong cari cara yang natural jangan sampai terkesan aku memintamu menanyakan hal itu kepadanya.” Ucap Miranda.
Julio memberi kode ok dengan jarinya.
Sampai di Cafe Rosalin di sambut tatapan aneh oleh George
“hmmmm....ada apa George kok kamu liatin aku begitu sih?”
“Lin, waktu aku pergi ke Bandung, Julio yang membantu kamu di Cafe ya?”
“Iya benar karena Julio pikir tidak ada kamu, aku pasti repot banget padahal aku sudah bilang kalau sudah tambah satu karyawan ganti kamu, tapi dia tetep maksa. Memangnya kenapa George?” Cecilia menjelaskan.
“Oh....jadi Julio sendiri yang mau bukan karena permintaan Rosalin.” Gumam nya dalam hati.
“Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu ya ..dahh ...” George segera keluar Cafe.
“Kalau Julio melakukan hal itu karena keinginan nya sendiri berarti bisa dipastikan kalau dia mencintai Rosalin tetapi mengapa waktu itu dia berbohong padaku dengan mengatakan kalau dia tidak mencintai Rosalin dan hanya mencintai Miranda?”
George berbicara sendiri di dalam mobilnya.
Dia memukul jok mobil di sebelahnya
“payah...kesibukan Ku di Bandung membuat jarak antara aku dan Rosalin, semakin membuat ku sulit mencuri hati Rosalin dan sekarang Julio mengambil kesempatan ini untuk mendekati Rosalin aarrgghhh.”
Ternyata George masih mengejar cinta Rosalin walaupun Rosalin sudah mengatakan kepada dirinya bahwa dia hanya mencintai Julio.
Timbul rasa cemburu di hatinya saat dia tahu kalau Julio datang ke Cafe membantu Rosalin.
George tidak menyadari kalau Miranda sedang berusaha untuk menjadi wanita yang menarik di hatinya.
semangat berkarya ya 🦾🦾🦾
jangan patah semangat
semangat