NovelToon NovelToon
Kilau Berlian

Kilau Berlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:216.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kiraz Dincer

Berlian gadis berusia 21 tahun, seorang yatim-piatu selama ini dia hidup bersama kakek neneknya. Berlian Punya seorang kakak laki-laki yang entah dimana keberadaan nya.

Berlian menjalin kasih dengan pemuda yang bernama Rangga. Rangga berjanji akan segera melamar Berlian. Tapi saat hari itu tiba , Berlian terkejut karena yang datang melamar bukanlah Rangga . Melainkan Bintang , sepupu dari Rangga. Anak dari pemilik perkebunan teh dimana kakek dan nenek Lian bekerja.

Bintang awal nya tidak mau dijodohkan dengan wanita pilihan mama nya itu . Karena dia sudah ada wanita pilihan nya sendiri yang bernama Bella. firasat seorang ibu mengatakan bahwa wanita itu tidak cocok dengannya akhirnya terbukti. Saat hendak menjemput Bella , Bintang harus menyaksikan perselingkuhan pujaan hatinya itu dengan laki-laki lain dengan mata kepalanya sendiri.

Untuk membalas rasa sakit hati nya, Bintang akhirnya pasrah saat harus dijodohkan dengan wanita yang sama sekali tidak dikenal nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiraz Dincer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Mencoba meluluhkan hati Bintang

"Kamu tuh kenapa bisa sekeras ini sih?. Apa kamu tidak bisa menggunakan sedikit hati nurani kamu untuk bisa merasakan penderitaan warga di sana jika penggusuran itu di lakukan?"

"Bagaimana dengan kakek dan nenekku?. Bagaimana dengan nasib ratusan kelu..."

"Masalah kakek dan nenek kamu sudah aku pikirkan. Aku akan membeli sebuah perumahan yang bisa di tempati secara permanen oleh mereka. Kamu sama sekali tidak di rugi kan dalam masalah penggusuran ini." potong Bintang.

Berlian menarik rambut nya kebelakang pertanda dia mulai kehabisan akal untuk mencairkan kerasnya pendirian suaminya.

"Bukan satu atau dua orang yang menerima dampak buruk akibat penggusuran itu. Tapi, puluhan hingga ratusan orang."

"Kamu sudah terlalu jauh mencampuri urusan pekerjaanku" kata Bintang dengan nada mulai meninggi.

"Kita pulang" Bintang menarik tangan istrinya.

"Bin, sebelum kita pulang, aku ingin kita singgah ke suatu tempat" pinta Berlian.

"Aku tidak punya waktu melenggang kesana kemari tanpa tujuan yang jelas" ujar Bintang.

"Kamu masuk. Kita pulang, sekarang"

Bintang lebih dulu masuk kedalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.

"Bintang, aku hanya butuh waktu kamu selama 20 menit, tidak lebih. Aku hanya ingin menunjukan sesuatu sama kamu" tekan Berlian yang masih berdiri di luar dan belum mau menaiki mobil suaminya.

"Aku bilang masuk..." perintah Bintang tak menggubris permintaan istrinya.

"20 menit saja. Please...." Berlian memelas di depan suaminya.

Melihat Berlian memelas dengan raut wajah penuh harapan, perasaan Bintang tiba-tiba saja merasa tidak tega mengabaikan permintaannya.

"Aku hanya punya waktu 15 menit, setelah itu kita pulang" Bintang mengalah tapi tetap pada sisi arogannya.

"Enggak apa-apa. Yuukk...." sahut Berlian berbinar-binar dan penuh semangat menaiki mobil silver itu.

"Kamu sudah kehilangan waktu kamu 1 menit, kamu hanya punya sisa waktu 14 menit lagi" ucap Bintang begitu istrinya duduk manis di sebelahnya.

"Ya Allah, Bintang. Kamu jadi manusia perhitungan banget,sih?" sungut Berlian jengkel meladeni arogansi suaminya.

Bintang melirik tipis kearah sampingnya. Bibirnya mengulum senyum yang tertahan begitu sadar betapa imutnya Berlian kalau jengkel seperti itu.

...****************...

Tempat yang di tunjukkan Berlian tidak jauh dari puskesmas tempat dia di mengobati luka di keningnya tadi. Tempat itu hanya berjarak kira-kira 500 meter dan tak butuh waktu lama untuk Bintang memacu mobilnya sampai di sebuah tempat. Tepatnya, sebuah sekolah dasar.

"Kamu lihat mereka?" tanya Berlian begitu turun dari mobil dan menatap lurus kearah depan, kearah lapangan upacara bendera.

Bintang menuruti arah pandang istrinya. Di lapangan upacara milik sekolah dasar yang di penuhi pepohonan hijau nan rindang terlihat anak-anak berseragam putih merah tengah asyik menghabiskan waktu jam istirahat mereka dengan bermain.

Di antaranya ada yang bermain lompat tali bagi sebagian kelompok murid perempuan di teras kelas dan Main bola dengan menggunakan lapangan seadanya bagi murid laki-laki. Ada juga yang sibuk main kejar-kejaran dan ada juga yang sibuk berdiskusi di bawah pohon rindang.

Semua bermain dengan ceria, penuh semangat di iringi canda tawa penuh bahagia tanpa beban. Bintang sendiri tidak tahu maksud Berlian membawanya kemari.

"Kamu tahu, Bin. Sekolah ini sudah berumur puluhan tahun. Aku juga bersekolah di sini" Berlian lebih dulu bersuara membuka topik pembicaraan yang menurut Bintang jauh dari pembahasan mereka sebelumnya.

"Kamu sudah menghabiskan separuh waktu kamu hanya untuk bernostalgia tak penting seperti ini" ketus Bintang.

Berlian menarik nafas panjang dan menatap sendu pria yang bersandar santai di atas kap mobilnya dengan tangan menyilang di dada. Raut mukanya yang dingin dengan sorot mata tajam terarah menyimpan kabut misteri yang sulit di cerna oleh Berlian sendiri.

"Sekolah ini akan menjadi salah satu bagian yang ikut tergusur jika kamu tidak mau mengubah keputusan kamu. Ratusan murid yang bersekolah di sini menimba ilmu demi masa depan mereka juga akan terkena imbas pertikaian kamu dengan orang tua mereka."

"Mereka adalah korban nyata yang akan menanggung segala resiko terburuk atas penggusuran yang akan kamu lakukan."

"Anak-anak itu tidak hanya kehilangan tempat untuk berteduh. Tapi, mereka juga akan kehilangan tempat mereka menimba ilmu menggali cita-cita demi masa depan mereka yang lebih baik."

"Mereka bahkan kehilangan senyum, canda dan tawa mereka yang kamu dengar saat ini hanya karena sebuah tindakan monopoli orang yang berkuasa lebih atas diri mereka"

"Satu hal yang harus kamu ketahui!. Apa yang di lakukan warga tadi terhadap kamu bukan atas dorongan keinginan pribadi mereka. Mereka melakukan itu semata-mata demi menyelamatkan apa yang menjadi hak dari penerus masa depan mereka."

"Mereka bertahan dan berjuang hanya untu tetap bisa membuat buah hati mereka memiliki apa yang memang mereka perjuangkan melalui tetes keringat khusus untuk anak-anaknya, bukan untuk kepentingan bisnis atau pun golongan seperti apa yang kamu lakukan. Aku harap hati kamu bisa tersentuh menyelamatkan masa depan anak-anak yang tidak berdosa itu."

Berlian kemudian diam setelah memberi gambaran yang jelas akibat dari tindakan penggusuran yang akan di lakukan Bintang.

Kini semua keputusan ada di tangan Bintang. Apa dia akan tetap pada pandangan yang menurutnya benar atau dia punya pandangan yang sama dengan Berlian?.

Tidak ada yang tahu bagaimana pendapat Bintang tentang gambaran yang di jelaskan Berlian panjang lebar. Laki-laki bermata coklat itu tidak memberi tanggapan apa pun. Dia hanya diam, sibuk dengan masalahnya sendiri melihat murid-murid yang ceria bermain bersama yang tidak bisa di baca secara kasat mata oleh siapa pun, termasuk Berlian sendiri.

"Waktu kamu sudah habis. Kita pulang" ujar Bintang bersuara datar sambil mendahului istrinya masuk kedalam mobil.

Berlian hanya bisa mendesah kecewa karena usahanya meluluhkan hati Bintang sepertinya sia-sia saja.

"Mau sampai kapan kamu berdiri di sana?" tegur Bintang.

"Cepetan, masuk" perintahnya.

"Iya..."sahut Berlian tidak semangat.

...****************...

Bintang melajukan mobilnya melewati sebuah telaga yang di kelilingi pohon pinus. Tempat itu adalah tempat yang banyak menyimpan kenangan manis bagi Berlian bersama Rangga. Melewati telaga itu, Berlian menangkap bayangan yang berdiri tegap di tepian telaga tersebut.

"Rangga..."gumamnya.

"Kamu tadi nyebut siapa?" tanya Bintang kurang jelas mendengar apa yang di katakan istrinya barusan.

"Eng...Enggak. Aku ga nyebut nama siapa pun kok" Berlian terpaksa berbohong dan cepat-cepat membuang bayangan Rangga dari ingatannya. Walau menaruh curiga, Bintang tak mau banyak bertanya dan memilih fokus mengendarai mobilnya.

...****************...

"LIAN...." teriak Rangga sekuat tenaga di tepian telaga cinta mereka.

"Lian, aku masih mencintai kamu. Kamu harus kembali menjadi milikku. Harus...!!" teriak Rangga lagi memecah kesunyian telaga.

1
Ema
Thor kapan up lg.
Gisha Anugraha
sangat bagus bikin nagih
Aya Hadad
Bintang msih kurang siaga jd suami 😏😏😜 lanjut lg trs updatenye dong jangan lama" Thor ditungguuu............👌👌😘🙏 tetap semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Lama bnget br up lg 🤨😏😏 lanjut lg trs dong updatenye jangan lama" Thor ditungguuu................👌👌😘🙏 semangaaat 💪💪
Heni Susiyani
bagaimana kisah kilau berlian selanjutnya
kok berhenti disini ?
🍒 شيري 🍒: insyaallah dilanjut kok kak. lagi ada sedikit kesibukan di real menjelang puasa jadi mungkin ke depannya ga bisa sering up 😁🙏 aku usaha kan hari ini up 1 episode ya.
total 1 replies
Aya Hadad
Ujung"nye Bintang minta rujak jg ngalamin ngidam jg 😏😜😜 lanjut lg trs updatenye jangan lama" Thor selalu ditungguuu.............👌👌😘🙏 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Bintang ngidam jg pke sok gengsi didpn istrinye biar sm" merasakan ky istrinye Berlian 😜😜🤭😉 lanjut lg trs updatenye ditunggu selalu jangan lama" Thor.....................👌👌😘 tetap semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Adiknye udeh bahagia trs Kakaknye Arya jodohnye sp 😉😜😜🤪 lanjut lg trs updatenye selalu ditunggu jangan lama" Thor..................👌👌😘 tetap semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Mudah"an rumah tangga Berlian & Bintang harmonis & bahagia selalu bersama calon anaknye jngan sampe ada penderitaan lg 😍🥰🥰😉😉 lanjut lg trs updatenye jangan lama" Thor selalu ditungguuu.............👌👌😘🙏 tetap semangaaat 💪💪
Sifana 🐰
bintang adalah orang yang tidak peka,maunya si mengerti tapi dia sendiri hash sudahlah 🤣
Aya Hadad
Akhirnye Bintang bebas dr segala tuntutan & merasakan kebahagiaan semoga rumah tangganye harmonis & bahagia bersama berlian jg calon anaknye 🤗😉😉🥰 lanjut lg trs updatenye ditunggu selalu jangan lama" Thor.....................👌👌😘 tetap semangaaat 💪💪
Heni Susiyani
lanjut donk
bikin gregetan aja
Aya Hadad
Waaah akhirnye Arya lm" ada feeling dengan Kartika nich 🤗😜😜🤭 lanjut lg trs updatenye ditunggu selalu jangan lama" Thor...................👌👌😘 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Lanjut lg trs updatenye dong jangan lama" Thor selalu ditungguuu.............👌👌😘🙏 tetap semangaaat 💪💪🤗
Aya Hadad
Kok lom up" lg Thor 😏😏😋 ditunggu updatenye selanjutnya lg jangan lama"....................👌👌😘🙏 semangaaat 💪💪
🍒 شيري 🍒: Udah diserahkan,masih nunggu review editor kak. 😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Sikap kayak gini nih yang suka bikin salah paham, kali-kali itu mulut sama hati coba disinkronisasi deh Bin... jangan sampe BerlIan pundung gara-gara mulut pedasmu
Aya Hadad
Lanjut lg dong updatenye jangan lama" Thor ditungguuu....................👌 👌😘🙏🙏 tetap semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Gimana reaksi Berlian ke Bintang aplgi Arya klu tahu yg sebenarnye penyebab meninggalnye ibunye krna menolong Bintang, penasaran nich 🤨🤔🤔😱 lanjut lg trs updatenye selalu ditunggu jangan lama" Thor.....👌👌😘 tetap semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Akhirnye ketauan jg rahasia tentang meninggalnya ibunye Berlian dr mulut suami & mama mertuanye mudah"an aja gak kenapa" dengan kehamilannye biar Bintang sadar & gak egois 🤨😟😟🥺😬 lanjut lg trs selalu updatenye jangan lama" Thor ditungguuu.........................👌👌😘🙏 semangaaat 💪💪
Sifana 🐰
Wah akhirnya keungkap juga drama kematian ibunya berlian, semoga berlian dan bayinya tidak kenapa-kenapa 😢. Dan nanti bintang jadi tau kalau istrinya hamil dan sakit perutnya karena dia stress. eh tapi di buat dramatis aja mom berlian keguguran biar bintang penuh penyesalan 🤣🤣. duh jahat banget aku 😁
Sifana 🐰: biar kapok mom🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!