NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Ainisha terpaksa menjadi pelakor demi membayar hutang sang ayah pada seorang rentenir.

Melakukan kebohongan dan berubah diri menjadi sosok wanita dengan karakter berbeda yang bernama Alisha untuk menyembunyikan jati diri.
Berusaha meninggalkan kenangan buruknya sebagai pelakor.
Memulai hidup baru sebagai seorang gadis delivery.

Bagiamana jika Ainisha terjebak dalam permainannya sendiri?

Akankah dia menerima siapa Ainisha yang sebenarnya?
Ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Aku Ainisha

Ainisha merasa bersalah pada kedua orangtuanya, terutama pada ibunya. Dia menunggui ibunya bersama sang ayah yang tampak sangat khawatir.

Ainisha menghubungi Bu Minarsih, untuk mengabarkan bahwa malam ini, mungkin Ainisha akan pulang terlambat karena ibunya masuk rumah sakit. Ainisha akan memastikan bahwa kondisi ibunya baik-baik saja.

Setelah kondisi Bu Semi stabil, beliau sudah boleh di temui. Dengan catatan tidak boleh mengganggu pasien. Ainisha bersama pak Harjo masuk keruang ICU secara bersamaan.

Ainisha sangat sedih, melihat ibunya terbaring dengan kondisi yang penuh dengan alat-alat medis yang ada di beberapa bagian tubuhnya. Ainisha tidak dapat membendung airmatanya yang mulai menetes. Hal itu membuat pak Harjo heran.

"Nak, Bapak ingin bicara denganmu sebentar. Kita bicara diluar," ajak pak Harjo serius.

Ainisha menyadari, pasti ayahnya curiga akan keberadaannya. Mungkin memang sebaiknya semua tetap seperti awal sebelum dia datang. Ainisha duduk di samping pak Harjo.

"Apa benar kamu teman SMA Ainisha, putriku?" tanya pak Harjo menyelidik.

"Benar, Pak. Saya minta maaf, karena telah membuat istri Bapak masuk rumah sakit. Saya tidak ada maksud seperti itu," jawab Ainisha sedih.

"Tidak apa-apa. Memang, semenjak Ainisha meninggal, ibunya Ainisha sering merasa sedih saat melihat teman sekolahnya datang. Makanya Bapak meminta mereka untuk tidak datang ke rumah," kata Pak Harjo sedih.

"Apa, Ainisha sudah meninggal?" tanya Ainisha kaget. "Kapan?"

Pak Harjo mulai bercerita, awal kejadian yang dialami Ainisha. Malam itu, pak Harjo dan Bu Semi mendapatkan panggilan telepon dari Rumah sakit yang mengatakan bahwa Ainisha meninggal.

Padahal, Ainisha sudah lama pergi dari rumah sakit dan pamit untuk mengerjakan tugas. Mereka awalnya tidak tahu, tugas apa yang membuat Ainisha bisa meninggal.

Ternyata, ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai suami Ainisha. Dia meminta maaf pada Pak Hadi, karena telah membuat Ainisha pulang naik taksi sendirian. Taksi tersebut mengalami kecelakaan dan terbakar. Dia mengetahui nomor plat mobil yang di pesan oleh Ainisha.

"Meskipun kami sangat sedih, kami sudah berusaha menerima kenyataan bahwa putri kami satu-satunya telah tiada," ucap pak Harjo terlihat tulus.

"Maafkan saya, Pak. Apakah kalian butuh bantuan? Saya bersedia membantu sebagai teman Ainisha," ucap Ainisha menawarkan bantuan.

"Tidak perlu. Menantu kami sudah memberi kami tempat untuk berjualan. Agar kami bisa terus bersama sehingga Bapak bisa menjaga ibunya Ainisha setiap saat," jawab Pak Harjo sambil menghela napas.

Ainisha merasa sedih, saat ayahnya menolak bantuan dari dia. Dia ingin berkata, bahwa dia adalah Ainisha. Tetapi mulutnya terkunci rapat-rapat karena dia juga masih memiliki misi baru untuk membalas dendam.

Satu lagi yang membuat Ainisha agak bingung, Haikal sudah mengakui bahwa Haikal adalah suami Ainisha. Pasti ibunya setuju karena mengira Ainisha sudah meninggal.

Saat Ainisha mengira-ngira keputusan Haikal dan ibunya, Haikal tampak setengah berlari mendekati mereka.

"Ayah, bagaimana kondisi ibu?" tanya Haikal penuh rasa cemas.

Apakah apa yang aku lihat ini benar, ataukah semua ini hanya mimpi? batin Ainisha.

"Haikal, kamu jangan cemas. Dokter sudah berusaha yang terbaik. Sekarang, ibu mertuamu dalam kondisi stabil, meski masih harus berada di ruang ICU," jawab pak Harjo sambil memegang tangan Haikal.

"Ayah, bukankah semalam ibu mertua baik-baik saja. Kenapa bisa terjadi hal seperti ini?" tanya Haikal lagi.

"Tadi ada teman Ainisha datang dan menanyakan kabar Ainisha. Ini dia, teman SMA Ainisha," jawab pak Harjo sambil menunjuk Ainisha.

Saat melihat Haikal, Ainisha menjadi gugup. Tetapi Ainisha berusaha tenang karena sekarang wajahnya dan juga dirinya berperan sebagai Clara. Tidak ada alasan baginya untuk kembali terpikat dengan Haikal yang sudah jelas memilih ibunya daripada dirinya.

"Kamu, teman Ainisha? Kalau kamu adalah teman Ainisha, kenapa kamu tidak tahu jika Ainisha sudah meninggal?" tanya Haikal curiga.

"Selama ini aku tinggal di luar negeri. Jadi aku tidak tahu kalau Ainisha sudah meninggal. Aku turut berduka cita," jawab Ainisha sedikit merubah gaya bicaranya.

"Terima kasih. Saya minta mulai sekarang jangan temui ibu mertua saya lagi," ucap Haikal sedikit mengancam.

Ainisha hanya terdiam mendengar perkataan Haikal. Ainisha tidak percaya jika Haikal sangat perhatian dengan ibunya setelah Ainisha dinyatakan meninggal. Apa yang sebenarnya ingin dia tunjukkan. Muak rasanya melihat kemunafikan Haikal.

Sementara Bu Semi mulai sadar dan berangsur-angsur membaik. Tetapi tidak ada yang mengira jika pertama kali yang dia tanyakan adalah dia.

"Dimana dia," tanya Bu Semi lemah dan hampir tidak terdengar.

"Siapa, siapa yang kamu cari?" tanya pak Harjo berusaha mendekatkan telinganya ke bibir Bu Semi agar lebih jelas.

"Gadis itu."

Pak Harjo mengerti apa maksud sang istri. Dia menoleh ke arah Haikal. Haikal lalu keluar untuk memanggil Ainisha yang masih berdiri dengan hati gelisah dan cemas. Dia ingin sekali melihat kondisi ibunya.

"Hei, Nona. Bu Semi ingin bertemu denganmu," panggil Haikal datar.

Ainisha kaget mendengar panggilan Haikal. Ainisha masih terdiam karena dia tidak percaya jika ibunya ingin bertemu dengannya. Padahal dia yang sudah membuat ibunya masuk rumah sakit.

Apakah ibu ingin memarahiku? batin Ainisha.

"Nona, temuilah ibu mertuaku, sebentar saja. Sebenarnya, saya tidak suka ada orang yang menyebabkan ibu mertuaku sakit. Tetapi karena beliau sendiri yang meminta ingin bertemu dengan anda, saya akan membiarkan Anda bertemu beliau. Tapi, saya akan mengawasi anda," ucap Haikal kembali dengan nada formal.

Ainisha mengangguk pelan, lalu mengikuti langkah Haikal. Untuk sesaat dia berhenti, ketika dia sudah bisa melihat ibunya. Dia mengusap airmatanya untuk menghilangkan kecurigaan semua orang.

Haikal dan Pak Harjo meninggalkan Ainisha hanya berdua dengan ibunya. Ainisha duduk di samping dekat ibunya kalau dia memegang tangan yang dulu selalu membelainya ketika dia dalam kesedihan. Ainisha melihat ibunya ingin bicara, tetapi terlihat sangat sulit.

"Ibu, ibu tidak perlu banyak bergerak ataupun bicara. Saya mengerti kesalahan saya. Saya minta maaf pada ibu. Karena saya, ibu masuk rumah sakit," ucap Ainisha sambil menatap ibunya dengan tatapan sedih.

Ibunya hanya terlihat menggelengkan kepalanya perlahan, seolah dia tidak marah pada Ainisha.

Tangan ibunya menggenggam erat tangan Ainisha. Airmata ibunya tiba-tiba menetes diujung matanya yang terlihat sayu. Ainisha mengusap airmata ibunya dengan ujung jarinya dengan lembut. Cukup lama mereka larut dalam perasaan masing-masing.

Ainisha kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan ibunya dan kembali ke rumah Bu Minarsih. Ainisha ingin segera menyelesaikan dendamnya pada Resia dan John. Setelah itu, barulah dia akan mengaku pada orangtuanya bahwa dia masih hidup meski dengan wajah orang lain.

Ainisha mulai mempersiapkan diri untuk muncul dihadapan John sebagai Clara.

Bersambung

1
andi hastutty
bahagia slalu dan selamat berkarya trus Thor jangan pernah ada kata pelakor sesulit apapun hidup karena kedepannya akan jadi bumerang dan ketika sudah berkeluarga tinggallah terpisah dengan mertua meskipun masih kontrakan i2 lebih indah menghindari cekcok. semua kejahatan akan ada balasan dari Allah cepat atau lambat jadi berbuat baiklah dan jangan pernah menabur benih kejahatan
Eni pua: makasih kak sudah mau baca hingga selesai 🙏 dan komen juga
🥰🥰
total 1 replies
andi hastutty
selamat berbahagia
andi hastutty
smoga sembuh Raisa
andi hastutty
lebih baik bgi2 ibu minasri
andi hastutty
yes
andi hastutty
smoga penolong
andi hastutty
syukurlah Raisa sadar dan betul kata ayah ainisya
andi hastutty
gila
andi hastutty
hamil 🤰 kayanya
andi hastutty
smoga diselamatkan dan Bu minasri membacanya
andi hastutty
mertua kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
andi hastutty
kerjaan Tere karena mau menyingkirkan ainisya biar dia bisa dekat dengan Haikal
andi hastutty
kasian sekali dengan ainisyah dan dan suami tidak percaya istrinya dan lebih percaya orangtuanya sungguh ngga bisa di tolerir
andi hastutty
sepupu Haikal kayanya mau ma Haikal dan menjelekkan ainisya dan ibu Haikal keterlaluan yah dan Haikal juga ngga ngerti banget
andi hastutty
istri yg penurut semangat
andi hastutty
pertengkaran bumbu rumah tangga hahhaha
andi hastutty
ainisyah good luar biasa pengorbanan istri disaat suami jatuh
andi hastutty
kurang asem sekali Jhon
andi hastutty
licik sekali Jhon pengen kasih bogem atau sianida ajha
andi hastutty
Jhon rasanya pengen pukul kepalanya deh 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!