Kisah tentang seorang gadis muda yang membuat seorang pria kaya jatuh cinta, nama gadis itu Zanitha Ananda Zahira..gadis cantik yang ceria dan humoris berhasil menakhlukan pria dingin yang bernama Vincent Pramuja Utama,..
"gue kerja sama bapak lo bukan sama lo, cuma bapak lo yang berhak mecat gue!!!...ucap zanitha lantang menatap tajam kearah vincent..
Vincent berbalik berjalan mendekati zanitha, tanpa ada rasa takut dia terus menatap tajam pada vincent yang berjalan menghampiri nya..
"aku suka padamu, bagaimana apa kau berminat menjadi kekasih ku???..ucap vincent mendekatkan wajah nya pada wajah zanitha, zanitha menginjak kaki vincent dengan kuat...
"dalam mimpi mu...weehhh...sahut zanitha menjulurkan lidah nya seraya mendorong troli yang tadi dia bawa..
AKANKAH ZANITHA MENERIMA CINTA VINCENT???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon merry yend, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 2 part 6
Weekend ini dimanfaatkan Vincent untuk bermanja-manja dengan istrinya. Dia memanfaatkan waktu berduaan dengan Zanitha karena Raka sedang di ajak jalan-jalan oleh Damar dan Rani. Damar dan Rani sangat menyayangi Raka karena Raka anak yang pintar dan super ceria sama seperti momminya Zanitha.
"Sayang...aku mau mandi nih..." ucap Zanitha masih berbaring dalam dekapan Vincent.
"Mandi bareng aja yank...bentar lagi..." sahut Vincent mengeratkan pelukkannya.
"Gak ah...yang ada bukan mandi, malah mandi basah!" Tolak Zanitha sambil terkikik geli.
"Hehehe...tahu aja kamu yank..." Vincent ikut terkikik.
"Ywdh...lepas dulu donk yank! Aku mau bergerak juga susah..."
"Gak mau!" Rengek Vincent.
"Mesum akut banget sih kamu yank..." Zanitha mencubit ujung hidung Vincent.
"Mesumnya sama kamu ini yank..."
"Hahhaha...geli ah yank..." Zanitha tertawa geli saat Vincent menghujaninya ciuman di seluruh wajah dan lehernya."Yank...udah ih...aku geli banget yank..."
Bukannya berhenti Vincent justru makin menjadi. Sampai akhirnya dia malah m****m bibir Zanitha dengan bernafsu.Dan dengan senang hati Zanitha menyambut c****n panas dari suaminya. D*****n kecil lolos dari bibir tipis Zanitha membuat Vincent makin menggila. Pagi hari nan indah di habiskan mereka berdua dengan olahraga pagi.(udah ah athour takut bintitan)😁😁😁
Setelah selesai Vincent menggendong Zanitha untuk pergi untuk membersihkan diri. Di gendongan Vincent, Zanitha hanya menurut tanpa perlawanan karena walau bagaimanapun ia juga sangat ingin di manjakan oleh suaminya.
"Yank..." panggil Vincent sambil menggosok punggung putih Zanitha.
"Iya yank..." sahut Zanitha masih membelakangi Vincent.
"Lagi yank..." Rengek Vincent sambil meraba perut rata Zanitha.
"Baru tadi yank..."
"Kurang..." Rengek Vincent lagi.
"Cih...laki gue gini amat yak!" Celetuk Zanitha sambil berbalik badan."Duh...bayi gedenya aku...nafsuan amat sih!" Gemas Zanitha.
"Ayo yank!!!"
Zanitha melingkarkan lengannya di leher Vincent, dia mulai ****** leher suaminya lalu terjadilah pertempuran yang panas di dalam bathup.
"Sini rambut kamu aku yang keringin..." ucap Vincent saat mereka sudah selesai ritual mandi basah.
"Ini yank..." Zanitha memberikan hair dryer pada Vincent.
wuing...wuing...wuing....bunyi suara hair dryer...
"Yank rambut kamu panjang banget..." kata Vincent mengeringkan rambut Zanitha istrinya.
"Sengaja yank...aku gak suka pakai rambut palsu..."
"Memangnya kamu untuk apa memakai rambut palsu?"
"Gini loh yank...kalau lagi fashion show aku terkadang harus di sanggul dan aku gak suka pakai rambut palsu, kalau rambut modelnya pendek. Mau gak mau harus pakai rambut sambungan..." jelas Zanitha panjang lebar.
"Ohh..." Vincent manggut-manggut.
"Yank...aku laper...pengen makan mie ayam..." rengek Zanitha tiba-tiba.
"Eh...tumben yank? Ga takut gendut?" Vincent heran dengan Zanitha yang biasanya gak mau makan yang berlemak karena menjaga bentuk tubuhnya.
"Pengen yank..." Zanitha kembali merengek seperti anak kecil."Kalau gak mau beliin...biar aku aja deh yang beli!" lanjut Zanitha sambil berdiri dari duduknya kemudian keluar dari kamar.
"Aishh...masa ngambek lagi sih?" ucap Vincent frustasi.
"Yank...tunggu donk yank!" Teriak Vincent sambil mengejar Zanitha yang berjalan cepat menuruni tangga."Pelan-pelan yank...nanti kamu jatuh!"
"Biarin!" Sahut Zanitha tetap berjalan cepat.
Vincent berhasil mengejar Zanitha, langsung di gendongnya Zanitha. Zanitha tidak menolak justru ia senang karena perlakuan suaminya yang selalu memanjakannya.
Sekitar 45 menit perjalanan mereka tiba di gerai mie ayam Pak Joko. Langganan Vincent dan kawan-kawan semasa sekolah dulu. Pak Joko baru melihat lagi Vincent datang ke gerai nya, ia pun menyapa Vincent yang sedang berjalan masuk ke dalam gerai.
"Den Vincent apa kabar???" sapa Pak Joko.
"Baik pak..." sahut Vincent tersenyum.
"Ini pasti istrinya den Vincent ya?" Terka pak Joko melirik Zanitha.
"Iya pak...cantik kan istri saya?"
"Cantik banget..." puji pak Joko.
"Mie ayam komplit dua ya pak...makan disini..." pinta Vincent lalu membawa Zanitha duduk di meja dekat jendela.
Pada saat menunggu di meja mereka, seorang gadis berseragam SMA mengenali Zanitha. Dengan memberanikan diri gadis SMA itu menghampiri meja mereka.
"Permisi..." ucap gadis itu.
"Iya..." sahut Zanitha dan Vincent berbarengan.
"Ini kak Zizi kan? Model yang terkenal itu? Model video klip penyanyi yang bernama Arjuna kan?" Tanya gadis itu beruntun dengan terus menatap wajah cantik Zanitha.
"Iya..." jawab Zanitha singkat.
"Woy...temen-temen ini orangnya yang kita cari..." teriak gadis itu memanggil teman-temannya.
Segerombolan anak SMA menghampiri meja Vincent dan Zanitha. Mereka mengeluarkan ponsel masing-masing mulai memotret Zanitha dan Vincent.
Ckrek...Ckrek...Ckrekk...
"Duh...kita fans kakak loh...yang namanya Zizi Lover's..." ucap gadis SMA yang menghampirinya.
"Oh...jadi kalian ini yang udah bikin heboh IG aku? Ampun deh...masih pada SMA toh..." ucap Zanitha tersenyum ramah.
"Ampun DJ!!!! Kakak cantik banget kalau senyum begitu..." celetuk salah satu lelaki berseragam SMA.
"Terima kasih ya...atas pujiannya..." Kata Zanitha tersenyum pada segerombolan anak SMA itu.
"Maaf...kak Zizi boleh foto gak?" ucap gadis SMA tadi.
"Boleh...habis itu aku mau makan boleh???" sahut Zanitha tersenyum.
Vincent hanya tersenyum melihat Zanitha berfoto dengan anak-anak SMA. Ini yang Vincent makin kagum pada istrinya, dimanapun berada Zanitha akan selalu ramah menyapa pada penggemarnya, tidak perduli siapapun orangnya, Zanitha dengan senang hati meladeni sapaan atau permintaan para fans beratnya.
"Makasih ya kak..." ucap gadis itu lagi."Udah yuk...kasihan kak Zizi mau makan..." lanjut gadis itu kemudian kembali ke meja nya lagi.
Dari kejauhan di dalam mobil BMW hitam seorang pria yang menggilai Zanitha memandanginya dengan tatapan tidak senang.
"Sial!!! Aku akan merebutmu dari tangannya..."
***
Flashback
New York City 1 january 2013 pukul 11:45 waktu setempat. Pria asing bermata hijau sedang memandangi sebuah bingkai foto yang ukurannya cukup besar tergantung di dinding kamarnya, di kecupnya foto seorang gadis yang mengenakan dress bunga-bunga tampak cantik dan anggun dengan rambut panjang berponi.
"Sayang...aku merindukanmu..." racaunya sambil terus mengecup foto gadisnya.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuatnya menghentikan aktivitasnya, datanglah seorang wanita dengan berpakaian seksi menghadap dirinya.
"Maaf tuan...hari ini jadwal anda untuk meninjau pemotretan produk kecantikan yang terbaru dari Perusahaan kita..." ucap wanita seksi itu dengan nada menggoda.
"Baik..." jawabnya singkat.
Dengan langkah penuh kewibawaan pria bermata hijau tiba di sebuah taman di Kota New York. Langkahnya terhenti saat manik-maniknya menangkap sosok yang mencuri perhatiannya. Dia menanyakan pada wanita seksi yang tadi, yang tak lain ialah Sekertarisnya.
"Siapa gadis itu???" Tanyanya pada sekertarisnya.
"Oh...itu Zizi tuan...dia model top saat ini...dia berasal dari Indonesia tepatnya di kota Y..." jawab sekertarisnya menatap tak suka pada Zizi.
"Berapa bayaran dia untuk one night stand???" Tanyanya lagi.
"Maaf tuan...dia bukan model yang seperti itu..." jawab sekertaris itu."Brengsek...apa aku kurang seksi sehingga kau lebih memilih gadis bau kencur itu?"
"Aku minta setiap hari kau kirimkan bunga lili untuknya..." katanya memberi perintah.
"Baik tuan..." sahut sekertaris itu menahan kesal.
Flashback off
***
Erickson Erson melamun sambil memejamkan matanya. Dia ter-ingat saat pertama kali melihat wajah kekasih yang selama ini ia rindukan, dengan wajah yang sama namun berbeda jiwa nya. Kekasih hati yang ia lihat bukanlah kekasihnya yang dulu melainkan wajahnya saja yang mirip bukan hanya mirip tapi memang sangat mirip pikirnya.
Tak terasa airmata nya lolos membasahi pipi nya. Rasa rindu yang menyesakkan dada membuatnya tak dapat menahan tangisnya, sesak...itu yang ia rasakan saat ia hanya bisa memandang tanpa bisa memiliki. Bertahun-tahun mencarinya bukan...Berpuluh-puluh tahun lamanya ia mencari keberadaan kekasihnya, saat dia meninggalkan kekasihnya ia tidak tahu jika kekasihnya tengah berbadan dua. Karena keegoisannya yang masih ingin bebas tanpa ikatan pernikahan membuatnya tega meninggalkan kekasihnya yang sedang mengandung buah cintanya.
"Maafkan aku sayang...aku benar-benar menyesal...kembalilah sayang...jika kau masih hidup...aku sadar bahwa hanya kau yang aku cintai...hanya kau Lili..." racau Erickson sambil terisak.
"Ayah..." panggil anak tiri nya melangkah mendekati Erickson.
"Kamu menangis Yah???" Tanya anak tiri Erickson.
"I regret leaving the woman who loved me so much...how stupid I am son..." jawab Erickson masih terisak.
"If God wills ... you will find she, don't cry dad ... I'm sure, someday you will meet she..." hibur anak tiri Erickson menepuk-nepuk punggung Erickson dengan lembut.
Erickson masih terisak lirih. Dalam hatinya hanya ada satu nama yaitu Lili, dia sangat menyesal karena sudah meninggalkan Lili yang sudah memberikan begitu banyak cinta padanya, bahkan dia yang merenggut mahkota Lili.
"Aku harap apa yang kamu katakan menjadi nyata son..." ucap Erickson sambil menyeka airmata nya.
"Come on dad...you're very ugly dad... when you cry..."
"F**k men!!!" sahut Erickson tersenyum simpul pada anak tiri nya.
"Begini kan kau terlihat tampan yah..." anak tiri Erickson terkekeh geli.
"Tkhs son..."
Erickson berlalu pergi keluar dari ruang kerjanya, sedangkan sang anak tiri hanya memandangi punggung Erickson menatap nanar padanya.
"Ya Tuhan...pertemukanlah ayahku dengan cintanya...aku tak tega melihatnya..."
***
Sementara di Keluarga Pramuja sedang mengadakan makan malam bersama. Sherly dan Nanda sedang datang berkunjung. Sudah lama mereka berdua tidak datang mengunjungi Damar dan Rani, Zanitha juga sangat merindukan Sherly yang kini menjadi sahabat serta patner bisnisnya. Selama Zanitha bekerja sebagai model Sherly akan mengurus butik serta salon milik Zanitha, kedua bisnis itu memang atas campur tangan Zanitha dan Sherly namun Zanitha lebih dominan karena dia sumber dana utama. Sherly hanya menginvestasikan dana kurang lebih hanya 30 persen. Sisa nya dana dari Zanitha pribadi bukan dari Vincent suaminya.
"Sher...kamu sudah benar-benar sehat kan? Jangan terlalu capek ya Sher...maaf pekerjaan modeling ku lagi padat-padatnya sampai tak ada waktu mengunjungi butik dan salon kita..." kata Zanitha sambil menyuapi Raka.
"Tenang aja Za...aku sudah punya Asisten kok..." ucap Sherly tersenyum.
"Syukurlah Sher...aku lega sekarang..." sahut Zanitha tersenyum balik pada Sherly.
"Oh ya...Asisten aku akan datang sebentar lagi, dia mau memberikan laporan keuangan padamu Za..." ucap Sherly lagi sudah menuntaskan makan malamnya.
"Ok..."
Setelah makan malam Damar dan Rani masuk ke kamarnya, sedangkan Vincent dan Nanda bermain dengan anak-anak mereka. Sherly dan Zanitha mengobrol sementara suami-suami mereka bermain dengan anak-anak mereka masing-masing.
"Gimana kerjaan kamu Za? Lancar?"
"Alhamdulillah lancar..." Zanitha meminum sedikit teh hangat nya lalu melanjutkan ucapannya."Minggu depan aku akan berangkat ke Inggris, ada pemotretan untuk produk tas CX terbaru..."
"Wah...kamu sungguh luar binasa Za..." celetuk Sherly mengundang gelak tawa Vincent dan Nanda.
"Kamu gimana sih bun...bukannya luar binasa, tapi luar biasa..." sambung Nanda tertawa geli mendengar ucapan istrinya.
"Maksudnya itu yah..." kelak Sherly.
"Dasar kamu Sher..." kata Zanitha ikut tertawa.
"Permisi non...di luar ada tamu..." kata Saidah pelayan setia Keluarga Pramuja.
"Suruh masuk saja bi aidah..." sahut Zanitha.
"Baik non..." Saidah berbalik menghampiri tamu yang baru saja datang.
"Malam bu Zanitha...bu Sherly..." sapa tamu yang baru saja datang.
"Malam..." sahut Zanitha dan Sherly berbarengan.
"Ini Asisten aku Za...kenalin namanya Zenni..." kata Sherly.
"Zanitha..." Zanitha mengulurkan tangannya.
"Zenni..."
Mereka berjabat tangan. Zenni melirik ke arah Vincent, Vincent tidak menyadari akan lirikan mata dari Zenni. Ia tetap fokus bermain dengan Raka. Sherly berdehem menyadari ada yang tidak beres dengan Asistennya.
"Ehem..." dehem Sherly cukup kencang membuat semuanya menoleh pada Sherly.
"Kamu kenapa bun? Ada yang sakit?" Tanya Nanda cemas.
"Gak kok yah...ada yang gatel aja jadi bunda berdehem..." jawab Sherly sambil menyelam menyindir Asistennya.
"Oh..." Vincent dan Nanda manggut-manggut. Sementara Zanitha hanya tersenyum melihat ulah sahabatnya.
"Kamu ini Sher...kalau nyindir tuh jangan sampai vulgar gitu donk!" Bisik Zanitha.
"Habis itu mata gak bisa di jaga! Entah liat Vincent atau Nanda, aku juga gak tahu?" Bisik balik Sherly.
"Tenang...suami-suami kita tahan banting sama yang namanya pelakor!" Kata Zanitha dengan suara nyaring.
Zenni tertunduk dengan wajah memerah menahan marah karena merasa tersindir.
"Ini bu Zanitha laporan keuangan bulan ini..." ucap Zenni mengalihkan perhatian.
"Ok...kalau begitu kamu boleh pulang sekarang..." sahut Zanitha seraya mengusir Zenni.
Zenni akhirnya pergi dengan menahan kesal di hatinya, dia belum puas melihat Vincent sudah di usir oleh Zanitha, setelah Zenni pergi Sherly dan Zanitha tertawa lepas sampai suami-suami mereka bingung di buatnya.
"Hahhahahaaa...." tawa Zanitha dan Sherly berbarengan.
Vincent dan Nanda saling memandang, tidak mengerti apa yang membuat istri-istri mereka tertawa. Raka putra dari Vincent dan Zanitha angkat bicara.
"Dad cama om ndak ngelti ya? Napa mommi cama ateh tawa?" celoteh Raka.
Vincent dan Nanda kompak menggelengkan kepala.
"Mommi cama ateh tawa gaya-gaya yeyek cihil tuh, yang adi ateng!" ucap Raka cadel.
"Hahhahaa...Raka memang anak pintar, sayang mommi..." tawa Zanitha seraya memuji putranya.
"Aka itu yoh!" Ucap Raka sambil menunjuk dirinya dengan jari jempolnya.
"Hahahhahaaa....Tawa Vincent, Nanda, Zanitha dan Sherly seketika pecah melihat gaya bicara nya Raka.
****
See...you...again...