NovelToon NovelToon
3 HATI 1 CINTA

3 HATI 1 CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Henny

Kisah ini bukan tentang Pelakor atau Pebinor melainkan kisah tentang bagaimana menemukan cinta sejati.

Caleb Ethan Alex Thomson sudah mengenal Grace Paramita Aslon sejak ia baru lahir. Caleb bahkan menjadi pria pertama yang mencium bibir gadis itu ketika ia masih bayi.

Grace pun tak pernah mau mengenal pria lain dalam hidupnya selain Caleb. Ia telah menyimpan rasa cintanya untuk Caleb semenjak ia kecil. Sekalipun Caleb tak pernah menyatakan cintanya pada Grace, namun gadis itu sudah menggantungkan seluruh cinta dalam hidupnya untuk Caleb.

Sampai akhirnya, Zelina, gadis yang juga dikenal Caleb sejak ia kecil muncul dalam hidupnya. Sifat manja dan keterbukaan yang dimiliki Zelina, membuat Caleb bimbang menentukan pilihannya karena ia juga sayang dengan gadis itu.

Bagaimana akhirnya kisah cinta ini akan berakhir?

Guys, kisah ini merupakan kelanjutan dari cerita I Hate You Bule dan My Best Photo. Namun kisah ini juga dapat dibaca secara terpisah.

Semoga kalian suka ya...💗💗💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kado Yang Sama

Grace memutuskan untuk menitipkan saja kado darinya untuk Caleb pada penjaga pintu. Lagi pula ia sudah lama tak bertemu Caleb. Pasti akan ada rasa cangkung saat bertemu dengannya. Walaupun jauh dilubuk hatinya, ada rasa rindu untuk menatap wajah tampan itu, namun selama satu bulan ini, Grace sudah berusaha untuk memantapkan hatinya agar bisa melupakan Caleb.

Saat tangannya akan menekan bel yang pintu yang ada di salah satu tiang pagar, pintu pagar tiba-tiba saja terbuka. Grace terkesiap. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Wajah yang sangat dirindukannya itu berdiri di depan pintu pagar itu. Grace harus mengakui, pesona Caleb belum hilang.

"Grace...!" Panggil Caleb lembut. Seperti biasanya suara Caleb selalu membuat Grace gagal fokus.

Caleb memandang wajah cantik Grace. Hidungnya agak merah. Gadis tomboy itu terlihat manis dengan topi beani. Topi yang memang biasa dikenakan oleh para gadis di musim dingin.

Ingin rasanya Caleb memeluk gadis itu. Ia merindukan Grace. Rindu pada sikapnya yang agak pendiam.

"Kak...!" Grace akhirnya bisa menguasai dirinya. Ia memanggil Caleb dengan suaranya yang sedikit serak karena memang sudah lama ia berdiri di depan pintu pagar ini.

"Kenapa tidak masuk?" Tanya Caleb.

"Aku sedang terburu-buru. Aku hanya ingin mampir untuk memberikan kado ulang tahun untuk kakak. Nih!" Grace mengulurkan kado yang memang sudah ada di tangannya.

"Terima kasih." Kata Caleb sambil menerima kado itu.

Grace mengulurkan tangannya. "Selamat ulang tahun, kak."

Caleb menerima uluran tangan Grace. Tangan gadis itu sangat dingin membuat Caleb menahannya sedikit lebih lama.

"Tanganmu dingin Grace."

Grace menarik tangannya. Wajahnya sedikit bersemu merah. Ada suatu dorongan yang membuat dirinya memeluk Caleb dan mengecup pipi cowok itu. Ya, kebiasaannya sejak dulu saat Caleb dan Chloe ulang tahun maka ia akan memberikan pelukan dan ciuman di pipi kanan dan kiri.

Wajah Caleb tersenyum bahagia saat menerima pelukan Grace. Ia bahkan merasakan hangat di pipinya menerima ciuman itu. Caleb mengeratkan pelukannya. Keduanya saling memeluk dalam diam. Mencoba menghirup wangi tubuh masing-masing yang sangat dirindukan.

Sementara itu di dalam mansion

"Bibi, kemana Caleb?"Tanya Zelina.

"Sedang memanggil paman Yogi untuk makan. Dia penjaga ruang kontrol CCTV. Caleb sangat menyayangi paman Yogi karena sejak kecil, dia yang paling suka bermain basket dengan Caleb." Ujar Faith.

"Aku mau menemuinya. Soalnya aku mau pulang."

"Mengapa tak menginap di sini saja?"

"Ada tugas kuliah yang harus ku kerjakan. Lagi pula besok aku kuliah pagi. Kalau berangkatnya dari sini, agak jauh. Takutnya terlambat."

"Oh...begitu. Ya sudah, susul Caleb saja ke sana."

Zelina mengangguk dan segera menuju ke ruang CCTV.

"Caleb....!" panggilnya saat masuk ke sana. Namun ruangan itu kosong. Zelina terkejut melihat bagaimana canggihnya ruang kontrol ini. Ia bahkan menatap satu persatu layar yang ada yang menunjukan semua sudut rumah ini, kecuali kamar tidurnya.

Itukan Caleb? Dia bersama siapa di sana? Itukan Grace? Apa yang mereka lakukan di luar sana?

Mata Zelina makin bertambah besar saat ia melihat Grace mencium pipi Caleb dan memeluknya erat. Mereka berpelukan begitu erat seperti sangat merindukan.

Zelina memegang dadanya yang tiba-tiba saja sesak. Matanya menjadi panas dan sebutir air mata jatuh tanpa bisa ditahannya. Zelina buru-buru menghapusnya. Ia keluar dari ruang kontrol CCTV itu dengan langkah yang pelan.

Mereka kelihatan begitu sangat merindukan karena sudah lama tak bertemu . Apakah Caleb kangen pada Grace? Ataukah mungkin mereka berdua saling mencintai? Apakah aku terlalu buta untuk menyadari bahwa Caleb hanya menganggapku sebagai adik?

"Zelina, ada apa?" Tanya Erland saat melihat wajah Zelina yang terlihat sedih.

"Tidak." Zelina menggelengkan kepalanya. Ia berusaha menyatu dengan yang lain dan menikmati hidangan yang ada. Erland menatap Zelina bingung. Ia tahu ada yang disembunyikan gadis itu.

"Zelina, kamu baik-baik saja?" Tanya Keegan.

"Ya."

"Namun matamu mengatakan kalau kau sedang bersedih."

Zelina tersenyum pada cowok tampan itu. "Aku baik-baik saja, pangeran. Maukah kau bernyanyi malam ini?"

Keegan tersenyum manis. "Untuk gadis semanis kamu, aku tentu saja mau menyanyi." Keegan segera ke tengah ruangan. Ia mengambil gitar Caleb yang ada di sana. Kemudian ia mulai memetik gitarnya. Semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangannya pada Keegan. Apalagi saat suara merdu Keegan terdengar, ia bagaikan menyihir semua orang untuk menatapnya. Ia memang sangat memesona.

************

Caleb melepaskan pelukannya. Ia menatap Grace yang wajahnya terlihat merona.

"Kak, bagaimana kakimu?" Tanya Grace sambil menatap kaki Caleb.

"Sudah lebih baik. 3 hari ini aku sudah mencoba lepas dari tongkat yang biasa menolongku untuk berjalan."

"Jangan terlalu dipaksakan, kak."

Caleb hanya mengangguk. Ia senang karena Grace menanyakan keadaan kakinya.

"Ayolah masuk, di sini dingin!" Ajak Caleb.

"Aku pulang saja, kak. Aku masih akan mampir ke tempat temanku untuk mengerjakan tugas bersama." Tolak Grace halus.

"Baiklah. Hati-hati membawa mobil ya? Jalannya licin karena salju." Caleb menepuk pipi Grace dengan lembut.

Grace mengangguk. Ia segera melangkah menuju ke mobilnya, melambaikan tangan ke arah Caleb dan segera pergi.

Caleb menatap kepergian Grace. Ada sesuatu yang membuat hatinya terusik saat Grace pergi. Caleb menekan perasaannya itu. Dia harus kuat dengan keputusannya. Dia tak ingin menganggu hubungan Grace dengan Howie. Caleb menatap kotak kecil yang diberikan Grace padanya. Ia memasukan kotak itu ke dalam saku jaketnya dan segera masuk ke dalam.

Ruangan tamu masih ramai dengan suara merdu Keegan yang sepertinya sedang menyanyi. Caleb mencari sosok Zelina dan melihat gadis itu sedang duduk sambil menatap ke arah Keegan. Namun wajahnya terlihat sedih. Apakah karena Keegan sedang menyanyikan lagu patah hati?

"Zel....!" panggil Caleb.

Zelina menoleh. "Hai, dari mana saja?"

"Dari depan. Tadi ada Grace namun dia tak bisa masuk karena harus pergi ke tempat temannya."

"Oh..."

Sekuat apapun Zelina berusaha menyembunyikan rasa cemburunya namun Caleb dapat menangkap hal itu tergambang di sinar mata Zelina.

"Caleb, aku mau pulang ya."

"Kenapa?"

"Masih ada tugas kuliah yang harus ku selesaikan." Zelina langsung berdiri.

"Zel, are you ok?"

Zelina mengangguk. "Aku sudah pesan taxi. Mungkin sebentar lagi datang."

"Biar aku saja yang mengantarmu."

"Sudahlah. Masih banyak teman-teman dan saudara-saudaramu di sini." Zelina berdiri dan mendekati Keegan. Ia mengucapkan terima kasih karena Keegan sudah menyanyikan lagu yang indah buatnya. Kemudian ia berpamitan pada orang tua Caleb.

Faith meminta pelayan untuk membungkus beberapa macam kue untuk Zelina.

"Nona, taxinya sudah ada." ujar salah seorang pelayan.

"Baiklah." Zelina melangkah keluar rumah ditemani oleh Caleb.

"Telepon aku jika sudah sampai di apartemen ya?" kata Caleb sambil mengusap kepala Zelina.

"Ok." Angguk Zelina. Ia memeluk Caleb. "Sekali lagi selamat ulang tahun."

"Terima kasih."

"Ini hadiah dariku." Zelina mengambil sebuah kotak kecil dari tasnya.

Caleb tersenyum. "Terima kasih ya..."

"Sama-sama"

Caleb membukakan pintu taxi untuk Zelina. Lalu menutupnya kembali saat Zelina sudah masuk.

Ada apa dengan Zelina? Mengapa ia terlihat sedih? Batin Caleb sambil menatap taxi itu sampai menghilang dari balik pagar rumahnya.

*********

Caleb memandang hadiah yang diberikan oleh semua teman dan saudaranya. Namun ada dua kotak hadiah yang sangat menarik untuknya. Satu pemberian Grace dan satu pemberian Zelina.

Kedua hadiah itu dipegangnya yang memiliki ukuran dan dan berat yang sama. Lalu hadiah dari Grace di bukanya. Sebuah jam tangan merk terkenal dengan rantai perak yang sangat indah. Grace tahu kalau Caleb sangat suka mengoleksi jam tangan.

Hadiah dari Zelina pun dibukanya. Caleb terkejut. Itu juga adalah sebuah jam tangan. Jam yang Zelina berikan sama persis dengan jam tangan yang Grace berikan. Merk dan dan sertifikat yang ada dari toko yang sama.

Tangan Caleb sampai bergetar memegang kedua jam tangan itu.

Mengapa kedua gadis itu memberikan jam tangan yang sama? Apakah tandanya ini? Di saat aku akan mengambil keputusan untuk bersama Zelina, mengapa keraguan ini selalu ada? Ya Tuhan, mengapa ini sampai terjadi pada diriku? Aku tak ingin keraguan kembali datang menghampiriku. Aku ingin bersama Zelina. Aku tak bisa merusak hubungan Howie dan Grace.

Aku harus secepatnya menyatakan perasaanku pada Zelina.

**********

Di apartemennya, Zelina baru saja menyelesaikan tugasnya. Ia merasakan kalau badannya sedikit kaku karena beberapa jam duduk di depan laptopnya.

Bel pintu apartemennya berbunyi. Zelina melangkah membukakan pintu.

"Mark?"

"Hai....!"

Zelina tiba-tiba merasakan kalau kepalanya pusing. Pandangannya menjadi kabur.

"Zelina...!"

Teriak Mark panik saat tubuh gadis itu jatuh ke lantai.

*********

MAKASI SUDAH BACA PART INI....

CALEB AKAN MENGAMBIL KEPUTUSAN

NAMUN GRACE TIBA-TIBA MENGHUBUNGINYA...

APA YANG AKAN TERJADI DI EPISODE SELANJUTNYA?

1
Gia Nasgia
Penasaran tentang Erland dan Melody yg punya anak padahal di kisahnya Erland dan Anatari,Kimberly menggugurkan anaknya karena percaya klau Erland selingkuh🤔
Gia Nasgia
Semoga ada keajaiban untuk Zelina dan Keegan😍
Gia Nasgia
Giani dan Grace neda"tipis ya kak🤭🤭
Gia Nasgia
Akan ada Drama dari ke dua Granpa Bule😂
Gia Nasgia
Erland Real titisan Bule pemaksa😂
Gia Nasgia
Cemungut Keegan 💪
Gia Nasgia
Aku lupa2ingat kisahnya anak"mereka karena sdh 4 thn lebih baru Aku kembali kepoin kisahnya Caleb dan Grace🤭
Gia Nasgia
Pinisirin lihat pertemuan Keegan dan Zelina
Gia Nasgia
jeng...jeng....
Gia Nasgia
Lanjutkan
Gia Nasgia
Giliran si bocil yg harus berjuang
Gia Nasgia
Akhirnya Erland dan Melody😍
Gia Nasgia
Pesonanya si bocah nggak kaleng2
Gia Nasgia
Cemungut Keegan 💪
Gia Nasgia
Giliran Keegan dan Zelina yg bahagia😍
Gia Nasgia
Erland 😘
Gia Nasgia
Masih proses pendewasaan🤔
Gia Nasgia
Melody jujur aja klau ada yg kurang setelah Erland merubah triknya🤭
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
Mom Maura yg membuat Casanova beubah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!